
Verite dan Mefras dengan mudah mengatasi para bandit yang menyerang mereka, mereka agak kecewa karena mereka tidak bisa menguji fitur fitur Mefras dengan lebih dalam tetapi melihat sisi positifnya mereka menghentikan kriminal yang sudah menyakiti banyak orang.
Mefras mengumpulkan mereka dan membawa mereka seperti seseorang membawa karung beras, mata penjaga desa terbuka lebar ketika Mefras membawa banyak orang orang ini.
“Ah, Nona Verite, aku kira anda pergi untuk berburu monster…” Penjaga desa itu bilang, berbicara dengan Verite menggunakan kalimat yang formal karena dia tahu Verite adalah murid personal Duke Bloome.
“Ah iya, kami sudah mengatasi monsternya, pas kami mengatasinya kamu menemukan bahwa para perampok ini mulai mengincar pejalan dan pengembara yang melewati desa ini.” Verite bilang.
“Ah, aku mendengar tentang perampok, aku mendengar mereka berpindah pindah untuk menghindari hukum, jika saja kita tidak tertekan oleh monster orang orang seperti ini tidak bakal merajalela.” Penjaga itu bilang.
Verite mengerti apa yang dia katakan, terkadang prioritas harus diterapkan karena tenaga kerja kekurangan, asal usul monster masih belum diketahui tetapi tidak diragukan lagi jumlah mereka tidak berkurang sama sekali biarpun seberapa banyak mereka bunuh, ini membuat orang orang seperti ini dapat mengambil kesempatan dan mendapat keuntungan dari kesulitan orang orang.
“Bisakah aku meninggalkan sisanya untukmu?” Verite bertanya.
“Iya tentu.” Penjaga itu mulai memanggil temannya dan mulai mengikat mereka. “Mereka akan dibawa ke pengadilan kota Azalea dan diberikan hukuman yang sesuai dengan kejahatan mereka.”
Verite hanya mengangguk, hasil pengadilan itu sudah pasti di matanya, kota Azalea tidak akan membiarkan para bandit bejat ini memakan uang pajaknya untuk menghidupi mereka, eksekusi akan pasti terjadi.
Penjaga itu meninggalkan Verite dan mulai melakukan pekerjaannya, selagi itu Datura dan Zorrel datang untuk melihat mereka.
“Kamu tidak apa apa Verite?” Datura bertanya, dia sepertinya senang melihat Verite kembali.
“Aku tidak apa apa, bandit kelas teri tidak ada bandingnya dengan Mefras.” Verite menunjuk Mefras yang berdiri di belakangnya, Mefras menyilang tangannya, sepertinya merasa bangga dengannya.
Tunggu dulu… Mefras?” Datura melihat Mefras besar dengan wajah yang terkejut. “Sejak kapan dia tumbuh sebesar ini?” Datura bertanya, dia tahu tentang konstruk pintar yang Verite sering bawa, tetapi Mefras yang datura tahu tidak sebesar ini.
“Ah, itulah alasanku untuk datang kesini, aku ingin menguji fungsi fungsi tubuh Mefras yang baru aku buat di lapangan.” Verite melihat Mefras yang tidak memiliki lecet sama sekali biarpun dia sudah menabrak pohon lebih dari yang bisa Verite hitung.
“Oh iya, bagaimana monster yang kamu buru?” Datura bertanya.
“Ah iya, aku melihat konstruk ini membawanya sebelumnya, apakah dia menyimpannya di suatu tempat?” Zorrel menambah.
“Ah itu, Mefras memiliki tempat penyimpanan di pundaknya, benar kan?” Verite bertanya, melihat ke Mefras.
__ADS_1
Mefras mengangguk. “Aku sudah membagi dan memasukkannya ke tempat penyimpanan di punggungku.”
Ahhh…” Datura dan Zorrel mengangguk.
“Jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang?” Datura bertanya.
“Aku rasa aku akan segera kembali untuk membuat laporan kepada guild petualang.” Verite menjawab.
“Ah kamu tidak mau istirahat sebentar disini?”
Verite menggeleng. “Itu menarik tetapi lebih baik aku melaporkan penyelesaian misi ini dan bagaimana aku bertemu dengan kelompok bandit di tengah menjalani misi ini.”
“Ah sayang ya…” Datura menoleh ke Zorrel. “Bagaimana denganmu?”
“Ah iya, aku hampir lupa.” Verite baru mengingat. “Aku tidak menemukan barangmu, maaf.” Verite minta maaf, dia telah memberinya harapan.
“Tidak apa apa.” Zorrel menggeleng, “Barang dan uang aku bisa dapatkan lagi tetapi semua akan berakhir jika aku kehilangan nyawaku.” Dia menahan, “ Tapi aku harap aku bisa ke kota Azalea dengan modalku…” Dia meratapi.
“Apakah kalian yakin?” Suaranya memiliki harapan.
“Iya, ini adalah hal kecil yang bisa kami lakukan.” Verite meyakinkan.
“Terimakasih.” Zorrel bilang, dia melepaskan nafas leganya.
Verite melihat Mefras, “Aku rasa aku juga punya kerja paruh waktu untukmu jika kamu mau.” Verite menawarkan.
“Benarkah?” Zorrel melihat Verite dengan harapan penuh.
“Iya, aku tidak tahu jika bayarannya akan membuatmu puas tetapi aku tahu sebuah toko Thaumaturgy yang memiliki kekurangan staff sekarang.”Verite bilang, wajah Miss Gloom muncul di pikirannya.
“Tentu, aku akan menerimanya, aku adalah orang yang bodoh jika aku menolak bantuan yang disuguhkan di wajahku.” Zorrel bilang
“Baiklah, bereskan barangmu jika ada, kita akan segera berangkat.” Verite bilang sebelum melihat ke Datura. “Aku pulang dulu ya, kamu bisa berikan salamku kepada ayahmu.”
__ADS_1
Datura mengangguk, “Tentu.”
“Baiklah, bagaimana Zorrel?” Verite melihat Zorrel yang tidak bergerak.
“Aku sudah siap hahaha… Aku tidak punya barang sama sekali.” Pundaknya jatuh.
Verite tertawa canggung sebelum berbicara, “Kalau begitu naik ke pundak Mefras, kita akan pergi dengan kendaraan cepat.” Verite menunjuk ke Mefras yang berlutut.
“Oh…” Zorrel dengan ragu naik ke pundak Mefras, sepertinya dia tidak suka dengan pengalaman pertamanya menaiki Mefras.
Verite mengikutinya dan naik ke pundak Mefras yang kosong, ketika Verite duduk dia menaikkan tangannya untuk menahan Verite dan Zorrel agar tidak jatuh.
“Kalian siap?” Dia bertanya.
“Siap?” Zorrel menjawab dengan pertanyaan.
“Siap.” Verite memastikan, dia melihat ke datura dan melambai. “Sampai kita bertemu lagi Datura.”
Datura melambai balik saat Mefras mulai berjari pulang, kepergian mereka ditemani teriakan Zorrel yang tidak bisa menahan perjalanan kecepatan tinggi.
*****
Duke Croneaster Bloome duduk di kantornya, dia memeriksa berbagai berkas laporan dan data yang berhubungan dengan kota ini, dia memiliki keseharian yang sibuk dan karena itulah dia jarang terlihat oleh orang orang lain.
Dia melihat laporan Verite yang berisi tentang petualangan terbarunya, Verite… Anak itu memang gudang emas yang dia temukan. Tidak hanya berbakat tetapi dia juga memiliki ide ide yang revolusioner seperti mesin pendingin dan asphalt.
Hanya dengan mencantumkan namanya ke Verite Duke Bloome sudah menjamin namanya akan tercatat di sejarah benua ini karena Croneaster Bloome percaya bahwa Verite akan mencapai hal hal yang lebih besar dari yang dia lakukan sekarang dan Duke Bloome harus memastikan bakatnya ditumbuhkan dengan baik seperti bunga yang dirawat di kebun, dia harus memberinya nutrisi dan tantangan supaya dia bisa tumbuh dengan lebih baik.
Melihat laporannya tentang tes konstruk yang dia lakukan membuatnya berpikir tentang Mefras, konstruk yang Verite buat dan memiliki kemampuan berbicara dan berpikir seperti manusia, Seperti Verite konstruk itu sepertinya memiliki pola pikir yang berbeda, Duke Bloome menikmati berbicara dengannya.
Selagi membaca laporan ini mata Duke Bloome terfokus ke suatu kata yang tertera di laporan itu; Sunflow City… Duke Bloome mulai berpikir…
ini mungkin waktunya untuk memberi Verite tantangan baru.
__ADS_1