
“Ayolah Gloom, jangan menakuti anak anak.” Peringat Duke Bloome, dia sepertinya tidak tersinggung dengan perkataan Miss Gloom jadi ini mungkin interaksi biasa mereka. “Ayo Verite kita pergi.” Duke Bloome mengajak Verite untuk pergi.
“Baiklah Duke.” Jawab Verite, dia sudah bersiap untuk pulang, Verite sudah memasukkan Konstruk Mefras ke tas ranselnya bersama barang barang yang dia beli dan sisanya dia membawanya memakai tangan dan Caena juga membantu meembawa barang yang tidak bisa dia angkat.
“Mau ku bantu?” Duke Bloome menawarkan, mungkin dia tidak merasa enakan melihat anak anak membawa barang banyak tanpa menawar untuk membantu.
“Tidak apa Duke, kami sudah terbiasa.” Verite bilang, tidak mungkin dia akan membiarkan pemimpin kota Azalea membawa barang mereka seperti orang biasa. “Benarkan Caena?”
“Iya, pastinya!” Caena buru buru menjawab.
“Baiklah kalau begitu, ayo kita pergi.” Bilang Duke BLoome.
**************
Tidak lama setelah berjalan mereka sampai ke Blooming Bud, Verite merasa aneh karena tidak ada yang mengenali Duke Bloome sama sekali, mereka tidak tahu bahwa pemimpin kota ini berjalan di antara mereka.
‘Orang orang biasa tidak akan berpikir orang yang berpakaian mahal tapi sendirian itu adalah seorang yang yang memerintah semua militer kota ini.’ Mefras membagi pikirannya.
Verite rasa yang Mefras katakan itu benar, bahkan Verite sendiri tidak mengetahui dia adalah Duke Bloome ketika pertama kali bertemu dengannya, dia pikir orang ini hanya paman kaya yang lalai dengan menjaga barangnya.
Tetapi sudah dipikir, Duke Bloome mungkin akan menghancurkan orang yang mecoba merampoknya jika dia adalah benar benar seorang ahli Thaumaturgy, dia tidak memerlukan sebuah parade penjaga untuk dirinya berjalan di kota miliknya sendiri.
Sebelum masuk ke Blooming Bud Pak Jardi menyambut Duke Bloome dengan tata krama yang berbeda dari yang dia gunakan selama hari hari biasa, tampangnya lebih disiplin dan wajahnya terlihat benar benar serius.
‘Mungkin saja dia pernah bekerja sebagai seorang ksatria di bawah Duke Bloome.’ Bilang Mefras.
‘Mengapa kamu bilang begitu?’ Verite bertanya, penasaran akan alasan Mefras membuat observasi itu.
‘Tidak banyak, aku hanya berpikir banyak cerita yang kubaca memiliki orang tua hebat yang pensiun mengurus anak anak dan tampang Pak Jardi terlihat cukup garang aku tidak akan ragu jika kamu bilang dia suka bergulat dengan singa di masa mudanya.’ Mefras menjelaskan pola pikirnya yang ternyata sangat sederhana.
__ADS_1
“Verite kamu sepertinya belajarmu dengan dengan sangat lancar huh.” Pak Jardinier bilang. “Aku bahagia buku yang aku berikan kepadamu berguna untukmu.” Bilangnya.
“Kamu menemukan bakat yang langkah Jardinier, aku memuji keputusanmu untuk mengarahkannya ke jalan Thaumathurgy,” Duke Bloome menepuk pundak pak Jardi, dia terlihat senang.
“Aku senang ini bisa membantumu tuan muda.” Bilang Pak Jardi.
“Ah kamu, aku sudah terlalu tua untuk di panggil Tuan Muda.” Bilang Duke Bloome, wajahnya agak memerah.
“Ah iya, sayang sekali kamu sudah setua ini tetapi kamu masih belum menikah.” Bilang Pa Jardi, bermain main dengan Duke Bloome.
“Jardinier ini bukan tempat untuk berbicara tentang hal itu.” Duke Bloome berkata, mengingatkan Pak Jardi akan tempatnya.
‘Ah sepertinya mereka memang dekat, aku rasa tebakanku benar.’ Mefras bilang.
‘Ah iya…’ Verite berhenti, memakan kata kata pak Jardi.
‘Sepertinya harapunmu tertindas huh.’ Mefras berkomentar. ‘Hey ini mungkin tidak banyak, tapi aku akan selalu bersamamu… walaupun kamu mau atau tidak.’
“Jadi kamu membuat sesuatu yang membuat Duke tertarik ya Verite?” Pak Jardi bertanya kepadanya.
“Aku akan mencoba membuat sebuah pendingin, mencoba, aku belum pasti jika konsep ini akan berhasil jadi jangan punya harapan yang terlalu besar.” Verite memperingatkan, dia tidak mau mengecewakan Duke Bloome karena dia memiliki ekspektasi yang berlebihan.
“Tidak apa apa, seperti yang aku tulis di buku ilmu Thaumaturgy adalah ilmu yang memakan waktu, aku tidak akan memaksamu untuk menyelesaikan sebuah proyek yang akan memakan waktu berminggu minggu hanya dalam satu hari, aku hanya ingin melihat proses kamu mengerjakannya.” Duke Bloome menjelaskan, dia tidak meminta hal yang tidak masuk akal.
“Baiklah, tolong ikut aku ke halaman belakang.” Ajak Verite, dia mengajak Duke Bloome ke tempat biasa dia latihan, di tempat itu juga dia sudah menyediakan sebuah lemari kayu untuk digunakan sebagai tubuh pendingin.
Duke Bloome mengangguk dan mengikuti Verite, Pak Jardi juga entah kenapa mengikutinya, itu membuatnya minder ketika banyak orang menyaksikan apa dia lakukan.
‘Harap saja tidak ada yang meledak.’ Komen Mefras.
__ADS_1
‘shus kamu.’ Verite mendiamkannya.
sambil berjalan mereka menemui Helian yang langsung hormat ketika melihat Duke Bloome, melihat sebagai hormatnya Helian dengannya membuat Bertanya
‘Hey Mefras, apakah kita terlalu tidak sopan kepada Duke Bloome?’ Dia bertanya.
‘Entahlah, kalau kita sudah melakukan sesuatu yang menyinggung seorang bangsawan aku rasa kepala kita akan melayang sebelum kita dapat memikirkan ini.’ Mefras menjawab.
‘Mendengar ceritamu tentang bangsawan bangsawan di dunia kamu aku benar benar bersyukur Duke Bloome adalah orang yang baik seperti ini.’ Verite berpikir, dia tidak hanya punya tempat tinggal tetapi juga pendidikan gratis, bahkan orang lain di dunia ini mungkin akan cemburu padanya.
“Apa yang akan kalian lakukan?” Helian bertanya setelah menyapa Duke Bloome.
“Aku hanya menunjukan pendingin yang akan aku mencoba buat.” Jawab Verite.
“Ah, kalau begitu boleh aku mengawasimu?” Tanya Helian.
“Ya silahkan saja, Caena dan pak Jardi juga akan ikut, satu orang lagi bukanlah masalah.” Bilang Verite, jika mereka akan membuat group besar maka sekalian saja bawa semuanya jadi dia tidak repot menjelaskan lagi.
Mereka akhirnya sampai ke halaman belakang tapi tidak sebelum mendapat penglihatan anak anak Blooming Bud yang lain, mungkin group mereka terlalu mencolok.
Verite mulai meletakkan barang barang yang Verite beli dan mengeluarkan buku catatannya, di dalam buku ini juga sudah termasuk skema mesin pendingin yang Verite akan buat.
“Bisakah aku melihat itu?” Duke Bloome bertanya, mengintip dari belakang Verite.
“Ah iya, silahkan saja.” Verite memberikan bukunya, buku ini hanya mengandung satu skema saja dan bukan buku tempat dia menyimpan konsep konsep masa depan yang ingin dia telusuri, dia tidak yakin Duke Bloome akan mengizinkannya jika dia melihat catatannya yang itu.
Duke Bloome melihat catatannya dengan hati hati, Verite membayangkan kenapa Duke Bloome menatap bukunya dengan waktu yang lama karena buku itu hanya memiliki tiga lembar isi.
“Skema ini benar benar menarik.” Bilang Duke Bloome, menatap Verite dengan serius. “Aku kira kamu hanya mempunyai ide kasar saja tapi skema ini cukup berdetil untuk seorang pemula jadi biar ku bilang ini Verite…”
__ADS_1
“Kamu memiliki bakat.”