
Sehari Sudah berlalu sejak revelasi asal usul Helian, Mefras sendiri tidak memiliki perasaan yang berat tentang itu karena dia mengerti apapun yang terjadi Helian hanyalah orang yang tersapu keadaan yang tidak bisa dikontrol.
Sekarang Mefras sedang melakukan hal yang dia lakukan kemarin; yaitu berjalan jalan dan membuat orang kota terbiasa pada dirinya, di jalan dia menemukan beberapa orang yang membutuhkan bantuan kecil seperti nenek nenek yang butuh menyebrang jalan.
Orang akan berpikir di dunia yang tiak memiliki kendaraan mesin tidak akan ada skenario dimana seorang nenek butuh bantuan menyebrang jalan tetapi terkadang keramaian orang cukup untuk membuat orang lanjut usia tersapu ke ujung pasar.
Mefras dengan cepat membantunya dengan membuka jalan untuknya, seorang raksasa merah yg memiliki tinggi lebih dari tiga meter akan lebih mudah membuka jalan tentunya, sesudah membantu orang tua itu dia terus berjalan lagi dan membantu anak yang menjatuhkan mainannya dikali, hal seperti ini sebenarnya berbahaya, kali di dunianya biasanya ditutupi dengan beton tapi kali di dunia ini biarpun bersih masih kekurangan persiapan keamanan yang dunianya miliki.
Anak itu berterima kasih dengannya, anak itu berpikir Mefras adalah paman yang keren, kamu bisa bilang robot adalah rasa yang universal.
orang yang terakhir Mefras bantu adalah seorang pedagang yang mematahkan roda gerobak kayunya, dia membantunya dengan membawa gerobaknya menggunakan satu tangan, Mefras melakukan ini hanya untuk pamer, dan merasa memiliki tubuh metal raksasa adalah hal yang harus dibanggakan.
Orang itu menawarkan Mefras barang yang dijual utamanya buah buahan yang terlihat lezat tetapi Mefras menolaknya karena dia tidak bisa makan dan dia tidak punya ruang untuk membawanya, ruang yang digunakan untuk membawa monster belum dibersihkan jadi Verite tidak akan senang di beri buah yang berbau monster dan dia masih mau berkeliling jadi dia merasa membawanya di tangan akan mengganggunya.
saat berjalan dia menemukan gadis muda berambut hijau yang sedang berbicara dengan seorang penjual toko, di kedua tangannya adalah tas belanja yang di penuhi berbagai macam barang.
Mefras langsung mengenali orang ini sebagai Caena, Mefras bergerak mendekat untuk menyapanya, penjual toko menyadari kedatangannya dan melihat ke atas untuk bertemu matanya, Caena melihat pandangan penjual toko berubah juga merubah pandangannya ke Mefras yang datang.
“hi Caena, kamu sedang apa?” Mefras menyapa dan bertanya.
“Ah Mefras, aku sedang membeli barang untuk orang orang di Blooming Bud.” Caena menjawab.
Mefras tau biarpun Caena tidak lagi tinggal di Blooming Bud dia masih membawa barang ke teman temannya di sana ketika dia mendapat uang lebih dari pekerjaannya, Mefras sama sama sekali tidak terkejut dengan ini karena dia tahu Caena adalah anak yang baik.
“Mau ku bantu?” Mefras menawarkan. “Sepertinya kamu bisa mendapat sedikit bantuan.” Dia bilang melihat banyak barang yang Caena bawa.
__ADS_1
“Ah iya,tentu, aku juga sedang membicarakan itu.” Caena tersenyum, dia menerima tawaran itu dengan senang hati. “Aku baru saja sedang membicarakan pengiriman tetapi karena kamu disini kamu bisa membawanya dan menemaniku berjalan.” Caena bilang.
“Dengan senang hati.” Mefras berkata sebelum mengambil barang yang penjual toko tunjuk, barang itu adalah sebuah kotak persegi panjang yang terbuat dari kayu murah yang biasa digunakan untuk mengirim barang barang, Mefras dengan mudah mengambil kota itu dan menaruhnya di pundaknya.
“Ayo berangkat.” Mefras bilang.
Caena Mengangguk dan mereka mulai berjalan menuju Blooming Bud.
“Jadi bagaimana tubuh barunya?” Caena bertanya, menatap wajah Mefras, dia harus mengangkat lehernya untuk melakukan itu karena perbedaan tinggi mereka.
“Aku menikmatinya.” Mefras menjawab, tubuh kecil yang Verite buat sebelumnya adalah sebuah kebebasan untuk Mefras tapi dia akan berbohong jika dia bilang tubuh itu lebih baik dari tubuh yang dia pakai sekarang.
“Iya, aku melihatnya. kamu sepertinya lebih percaya diri juga.” Caena bilang, menyuarakan observasinya.
biarpun Mefras tahu kesadarannya akan kembali ke Verite ketika tubuhnya hancur dia masih merasakan sebuah perasaan yang terdalam untuk melindungi tubuhnya dan menjauh dari ancaman yang bisa melukainya.
“Jadi bagaimana misi mu sebelumnya?” Caena bertanya, “Sepertinya Miss Gloom mendapat pegawai baru karenanya.”
“Ah, maksudmu Zorrel? Iya, dia adalah orang yang kami selamatkan dari serangan monster, dan sebelumnya dia dikejar oleh para perampok kejam.” Mefras mengatakan pengalamannya tentang misi yang dia lakukan sebelumnya, tidak menyangka sehari sesudah itu mereka terlibat dengan perebutan tahta tetapi Caena tidak tahu itu.
Verite benar benar menghidupi kehidupan seorang protagonist, Mefras yakin dia tidak lama lagi akan terlibat dengan perebutan tahta kekaisaran atau mungkin raja iblis yang bangkit setelah peperangan besar yang terjadi.
“Iya, paling tidak Miss Gloom sepertinya suka dengannya.” Caena bilang.
“Tentu saja pegawai yang murah dan kompeten adalah hal yang sulit dicari.” Mefras bercanda.
__ADS_1
“Aku serius loh, Miss Gloom tidak akan menyimpan orang yang dia rasa tidak kompeten.” Caena bilang.
“Iya, aku juga sering melihat kalian bekerja disitu, mulutnya mungkin kasar tetapi dia adalah boss yang baik.” Mefras merasa mulut Miss Gloom terkadang bisa terlalu kasar tapi bayarannya adalah bayaran yang tinggi dan dia tidak pernah meminta hal yang tidak masuk akal.
“Oh kita sampai.” Caena bilang, sekarang mereka berdiri di depan Blooming Bud yang sama sekali tidak berbeda dari yang dia lihat satu tahun lalu.
Mefras tidak menyangka dia bisa merasakan nostalgia kepada tempat ini, mungkin karena tempat ini adalah tempat dimana dia bertemu dengan Verite dan teman temannya.
Mereka masuk kedalam Blooming Bud dan Mefras mendapat pandangan yang cukup banyak, mereka sepertinya mengenalinya sebagai boneka konstruk yang sering berjalan jalan di tempat ini.
Mereka sampai di kantor Pak Jardi dimana Caena menjatuhkan semua bawaannya, mereka berbicara beberapa saat sebelum Caena keluar dan meminta Mefras untuk menaruh kotaknya di gudang makanan Blooming Bud. Mefras dengan instruksinya pergi menaruh kotaknya di gudang makanan yang berada di belakang Blooming Bud, mendapat lebih banyak pandangan selagi dia lewat.
Setelah menaruh kotaknya dia berjalan kembali ke kantor pak Jardi, tetapi sebelum dia pergi dia mendengar suara anak anak berkelahi.
“Ah kamu tidak bisa menggunakan kartu ini!” Salah satu anak itu berkata.
“Aku bisa!” Anak lain berkata.
“Tidak!”
Perkelahian mereka terus bolak balik berlanjut, Mefras merasa penasaran mendekat dan bertanya.
“Kalian sedang main apa?” Mefras bertanya.
Kedua anak yang berkelahi itu terdiam ketika melihatnya.
__ADS_1