Suara Di Kepala Sang Rival

Suara Di Kepala Sang Rival
Bab 33: Uji Lapangan (Part 1)


__ADS_3

Setelah menyapa dan mengobrol sebentar dengan Caena Verite mulai pergi ke tempat  Mefras berada, Caena bilang dia berada di ruang uji coba untuk membiasakan dirinya dengan tubuh barunya.


Verite masuk ke dalam ruangan yang digunakan tidak hanya untuk menguji tubuh Mefras tetapi juga untuk menguji kemampuan Verite dan Caena dalam menggunakan Thaumaturgy.


Karena itulah ruang ini cukup luas, untuk mengakomodasi tidak hanya Mefras tetapi juga sihir sihir thaumaturgy yang digunakan untuk didalamnya, sekarang ruang ini tidak memiliki isi di dalamnya untuk mengakomodasi tubuh Mefras dan gerakannya tetapi ruang ini biasanya diisi dengan barang barang yang berhubungan dengan uji coba yang dilakukan seperti papan target,  siraman air atau bahkan gumpalan tanah.


Di ruang putih tanpa perabotan ini berdirilah sosok besar yang jelas bukanlah seorang manusia, dengan tinggi yang mencapai tiga meter dan warna merah menyala yang benar benar menarik perhatian Mefras berdiri di pusat ruang uji coba ini.


Dia melakukan berbagai macam gerakan dari memutar tangannya sampai melakukan salto yang tidak sesuai ketika dilihat dengan seberapa besarnya tubuhnya, Mefras menyadari kedatangan Verite dan mulai berbalik ke arahnya.


“Ah Verite, selamat pagi.” Mefras datang mendekati Verite.


*Mefras pov*


Sudah tiga hari sejak Verite  membuat tubuh barunya, Mefras masih ingat saat dia memindahkan kesadaran nya dari tubuh kecil itu ke tubuh besar yang dia pakai sekarang.


Terduduk diam di sebuah tahta dan dibaluti kabel kabel yang berwarna warni Mefras merasa dia melihat seri fiksi ilmiah dari pada yang dipenuhi pedang dan sihir saat dia melihat tubuh barunya.


Tidak seperti penampilan tubuh baru Mefras yang rumit pemindahan kesadaran Mefras berjalan dengan cara yang simpel, seperti biasa dia kembali ke dalam kepala Verite dan kemudian Verite mulai memasukkan kesadaran ke tubuh barunya itu.


Setelah itu selama tiga hari Mefras belajar menggunakan tubuh barunya, tidak seperti tubuh lama yang dia gunakan tubuh ini memiliki berbagai fitur dan bagian yang komplek yang Mefras bisa gerakan jadi Mefras membutuhkan waktu yang lebih untuk dapat menggerakan tubuh ini seperti biasa tanpa menggerakkan joint yang tidak ada hubungan dengan joint yang dia gerakan.

__ADS_1


Setelah tiga hari berlalu dia kembali ke ruangan uji coba, dijalan dia menyapa Caena yang sedang melakukan check up dan maintenance peralatan, Caena adalah anak yang baik, selama setahun ini dia sering melihatnya mengunjungi Verite sebelum Duke meresmikannya sebagai asisten Verite.


Caena juga menjadi teman obrolannya selama dia tinggal di lab tiga hari ini, sebelumnya di sudah sering berbicara dan bermain bersama Caena da Verite sebagai konstruk kecil jadi itu bukanlah hal yang baru untuk Caena, selama itu selain berbicara Mefras juga mengajak Caena bermain kartu yang dia buat sendiri.


Bermain kartu membuatnya terbiasa dengan menggerakan jari jari barunya, jari jari ini jauh berbeda dengan jari lamanya yang memiliki engsel dan pola gerakan yang simpel, Mefras bisa menghitung satu jarinya sendiri terbuat kurang lebih dari sepuluh bagian yang bergerak.


Mefras akan kebingungan dengan bagaimana tubuhnya bisa memiliki integrity struktur ketika dia dibuat dengan berbagai macam bagian bagian kecil yang akan menjadi rusak jika hanya salah satu bagian itu rusak tapi untungnya Verite menemukan solusinya, metal langka yang tidak hanya memiliki fleksibilitas tapi juga ketahanan yang cukup untuk membuat robot raksasa.


Tentunya metal langkah itu tidak murah, dan ditambah dengan batu mana yang Verite beli Verite menghabiskan semua uang yang dia dapat dari mesin pendingin itu untuk membuat tubuh dari Mefras.


Mefras merasa tidak enak karena jika Verite menggunakan uang itu dia dapat hidup dengan nyaman sampai di hari tua jika Verite menggunakannya dengan hati hati, itulah kenapa Mefras ingin membantu Verite dalam segala hal yang dia mampu membantu karena Verite bisa saja tidak menghiraukannya tetapi dia mengambil resiko dan memberikan kesempatan kedua untuk Mefras.


Sekarang Mefras sedang berdiri di tengah ruangan uji coba untuk menguji kemampuan tubuhnya lagi, dia mulai dengan melakukan gerakan gerakan senam kemudian dia berlari keliling ruangan dan pada akhirnya dia menguji join join kecilnya sebelum mencoba melakukan salto yang mengejutkannya dia berhasil melakukannya.


  


Andai saja dia bisa makan dan merasakan sensasi sentuhan kulit, jika tubuh ini bisa makan dan merasakan sentuhan yang lebih sensitif maka tubuh ini akan sempurna.


Mefras menyadari Verite masuk ke dalam ruang uji coba dan menyelesaikan latihannya.


“Selamat pagi Verite.” Sapa Mefras, dia bergerak untuk mengelus kepala Verite yang menyapanya kembali.

__ADS_1


“Selamat pagi Mefras.” Dia bilang, tidak menghiraukan tangan yang mengelus kepalanya.


“Kamu agak telat hari ini.” Mefras bilang, selama tiga hari ini Verite datang pagi untuk memeriksa status Mefras.


“Iya,” Jawab Verite. “Aku mengisi formulir guild petualang sebelum datang  kesini.”


“Guild petualang?” Mefras bertanya, “Apakah kamu akan  pergi mengambil misi sendiri?” Mefras sudah tahu Verite sering mengambil misi guild petualang untuk mendapatkan uang tambahan, dia sepertinya sudah terbiasa dalam melakukan pekerjaan beresiko dan itu membuat Mefras tidak tahu apa yang harus dia rasakan, Mefras juga merasa tidak nyaman jika Verite pergi tanpa seseorang menemaninya.


“Iya, aku mengambil misi ringan dan kamu akan ikut denganku.” Bilang Verite.


“Huh, kamu ingin melakukan uji coba ya?” Mefras bertanya.


Verite mengangguk, “Iya, aku ingat  melihat performa tubuh barumu, aku ingat melihat jika ada masalah yang bisa kita temukan dengan melakukan misi misi ringan ini.” Verite menjelaskan, sepertinya dia memutuskan untuk melakukan uji lapangan.


“Jadi misi apa yang akan kita lakukan?” Mefras bertanya, dia mengetahui pekerjaan guild petualang, pekerjaan ringan memiliki berbagai macam arti dari membantu kebun lokal menanam tanaman ke membasmi monster yang mengitari  kota.


“Kita akan pergi ke desa teratai, orang orang disana membutuhkan bantuan ekstra dalam menangani monster yang terlihat  berkeliaran.” Verite bilang.


“Desa teratai huh… Sepertinya kamu juga ingin mengunjungi Datura.” Mefras bilang, desa teratai adalah nama baru yang Desa Datura terima ketika jalan aspal itu selesai dibangun, Duke Bloome sendiri yang memberi nama itu, menyamakan desa itu dengan akar teratai yang menyebar dan bergabung seperti jalan yang dibangun dan menyatu ke jalur perdagangan baru.


“Iya, aku melihat misi ini tersedia dan berpikir hey aku bisa mengunjungi Datura dan menguji tubuh baru Mefras dalam satu lemparan.” Verite menjawab, tidak menolak omongan Mefras sama sekali.

__ADS_1


“Baiklah, kapan kita akan pergi?” Mefras bertanya.


“Sekarang.” Verite menjawab.


__ADS_2