
Verite Bloome sekarang berada di ruang penelitiannya, dia sudah menulis banyak konsep yang Mefras bawa dari dunia asalnya, di tangannya sebuah botol kecil yang berisi cairan yang bisa menyimpan energi Mana yang memiliki berbagai elemen.
Konsep yang dia pelajari sekarang adalah bakteri, dimana energi bisa disimpan dalam cairan yang dibungkus kontainer metal dan dapat diambil energinya kapan saja, jika dia bisa membuat ini maka kehidupan orang sedunia dapat sekali lagi lebih dipermudah.
sayangnya penelitian Verite tidak berjalan dengan lancar karena botol kecil yang dia pegang terus meledak karena mereka tidak dapat menahan energi Mana dengan stabil, Verite hampir menjatuhkan botol kecil yang dia pegang ketika mendengar seseorang menggedur pintunya.
“Hampir saja.” Verite membuang nafas lega ketika dia menangkap botolnya sebelum botol kecil itu jatuh.
“Verite kamu di dalam?” Verite mengenali suara itu.
“Iya, tunggu sebentar Helian.” Verite membereskan barang barangnya dan berjalan keluar.
“Ada apa?” Verite bertanya, Helian terlihat seperti orang yang tersapu badai.
“Aku diserang oleh orang, dan Mefras tinggal sendirian melawannya selagi aku melapor ke petugas, aku memutuskan untuk memberitahumu juga setelah melapor.” Helian bilang.
“Kamu tidak kembali untuk membantunya?” Verite bertanya.
“Tidak, jika kau kembali aku hanya akan menyusahkannya saja.” Helian berkata.
Verite merasa it adalah pilihan yang bijak, jika Helian di target dia akan menjadi beban kepada Mefras dan Verite tidak terlalu khawatir dengannya karena jika tubuhnya hancur Mefras bisa dengan mudah kembali ke Verite, karena tubuh mereka masih terhubung erat.
“Baiklah, aku akan menghubunginya.” Verite memutuskan.
“Kamu bisa menghubunginya?” Helian bertanya.
“Tentu.” Verite menjawab, menaruh telapak kirinya di telinganya seakan akan menjawab telepon, dia tidak butuh melakukan ini tetapi ini membantunya untuk berkonsentrasi dan memperlancar komunikasi mereka.
‘Mefras, kamu bisa menjawab ku?’ Verite mulai mengirimkan pesannya.
‘Iya, aku dapat mendengarnya dengan jelas, sepertinya Helian memberitahumu tentang situasinya?’ Mefras bertanya.
‘Aku tahu dasarnya, aku hanya ingin memastikan kamu baik baik saja.’ Verite bilang.
‘Iya, sayangnya orang yang menyerang Helian kabur ketika para bantuan datang, dia memiliki teman samurai yang membantunya kabur.’ Mefras bilang.
__ADS_1
“Tunggu… Samurai? Samurai pake katana?” Verite bertanya, tidak sengaja menyuarakan perkataannya, Helian melihatnya dengan kebingungan.
‘Iya, yang bertipe ‘sang sing kamu sudah mati’ samurai’ Mefras mengkonfirmasi.
“Seharusnya aku ikut denganmu! Aku ingin melihat samurai. Aku ingin melihat robot buatanku melawan samurai dari timur!” Verite bilang, membuat Helian yang menyaksikan pembicaraan satu arah ini lebih bingung.
“Verite? Apa yang terjadi?” Helian bertanya.
“Ah…” Verite menyadari apa yang dilakukannya di depan Helian. “Dia tidak apa apa, tapi orang yang menyerang mu berhasil kabur dengan bantuan temannya.” Verite memberitahu Helian apa yang Mefras alami disisinya.
“Ah itu kabar yang baik.” Helian berkata.
“Jadi, apakah kamu dapat menjelaskan apa yang terjadi?” Verite bertanya, melihat Helian. “Aku tahu kamu punya sesuatu tersembunyi tapi sampai orang datang untuk menghabisimu? Apakah kamu anak tidak sah kaisar?” Verite bertanya.
“Ah… Ceritanya panjang.” Mefras bilang, sepertinya dia tidak berpikir untuk menutupinya.
“Tunggu, ceritakan ketika Mefras datang kesini jadi kamu tidak perlu menjelaskannya dua kali.” Verite bilang, Mefras mungkin mau mendengarnya dari mulut helian sendiri.
“Baiklah.” Helian mengangkat bahu.
Helian duduk tanpa protes, mereka minum teh sampai akhirnya mefras sampai ke tempat ini.
***********
Mefras sampai ke lab Verite dengan waktu yang singkat, yang membuatnya bertahan cukup lama adalah Mefras melakukan tanggung jawabnya sebagai seorang penduduk dan menjawab pertanyaan yang ditanyakan oleh para penjaga, Helian memanggil mereka dengan terburu buru jadi mereka tidak mengetahui cerita penuhnya.
Mefras menjelaskan apa yang dialami, dia menceritakan bahwa dia melihat seorang anak diserang dan bergerak untuk membantunya, terlibat dengan pertarungan dengan orang berjubah ungu, dia juga memberitahu mereka deskripsi penampilan samurai yang membantunya jubah ungu itu kabur.
Ketika mereka bertanya tentang Mefras sendiri dia cukup menjawab dengan menyebutkan nama Verite dan para petugas itu tidak bertanya lagi karena mereka sudah tahu murid kedua Duke Bloome.
Setelah menjelaskan semuanya kepada petugas Mefras dengan cepat menuju ke lab Verite, saat dia masuk dia disambut dengan adegan Verite dan Helian meminum teh, Verite yang terlihat rapi dan profesional dan Helian yang terlihat lelah dan kacau, itu mengingatkannya dengan acara tv tentang orang kaya memodali orang yang kurang mampu.
“Ah kamu sampai juga Mefras.” Verite bilang, menghisap tehnya.
“Iya, aku harus menceritakan kenapa semuanya hancur kepada para penjaga.” Mefras menjelaskan kemudian menghadap Helian. “Jadi, kenapa orang itu menyerang mu?” Mefras mulai bertanya.
__ADS_1
Helian diam, sepertinya memikirkan dimana untuk memulai cerita ini.
“Semuanya dimulai ketika aku lahir?” Helian bilang, membuatkan perasaannya seperti pertanyaan.
Verite mencoba menahan tertawanya.
Mefras menyesali keputusannya untuk mengenalkan Verite degan humornya.
“Umm, ada apa?” Helian bertanya, terlihat bingung.
“Tidak apa apa, kamu bisa lanjut.” Verite bilang, dia sudah kembali tenang.
“Baiklah, kalian tahu Duke Sunswroth?”Helian memulai.
“Aku mengenalnya, dia adalah penguasa kota Sunflow bukan?” Verite bertanya.
Helian mengangguk. “Iya, tapi aku berbicara dengan Duke Sunsworth yang sebelumnya.” Helian menjelaskan, Mefras sepertinya tahu dimana ini akan berjalan.
“Kamu adalah anak Duke Sunswroth yang sebelumnya?” Mefras bertanya.
Helian mengangguk. “Iya, bagaimana kamu tahu?” Helian bertanya, sepertinya tidak menduga Mefras bisa menebaknya semudah itu.
“Itu tidak terlalu rumit, aku yakin orang yang mengirim pembunuh bayaran itu untuk memusnahkanmu adalah Duke Sunsworth yang sekarang.” Mefras bilang menatap Helian dengan mata hijaunya. “Ketika kamu membawa nama Duke yang sebelumnya itu langsung jelas di pikiranku bahwa Duke yang sekarang ingin memotong bibit yang bisa mengancam kekuasaannya.”
“Sepertinya aku tidak perlu menjelaskan banyak banyak ya…” Helian bilang, mengusap jidatnya.
“oh, tolong jelaskan detilnya, lebih baik kamu banyak bicara daripada kami bergerak karena misinformasi, seperti apakah Duke Sunsworth yang sekarang adalah orang yang jahat?” Mefras bertanya.
“Aku… Tidak tahu.” Helian menjawab sebelum terdiam, “Senarnya aku juga tidak tahu Duke Sunsworth yang sebelumnya, yang aku tahu hanyalah ketika ibuku meninggal Duke Bloome membawaku dan memberitahuku siapa ayahku dan membiarkanku memutuskan jika aku ingin mengejar hak darahku atau tidak, dia juga membuatku belajar Thaumaturgy supaya aku bisa melindungi diriku.” Helian menjelaskan.
Verite menaruh tangannya dagunya, berpikir. “Kenapa Duke Bloome bisa tahu identitas ayahmu?” Verite bertanya, Mefras mengerti apa yang Verite pikirkan, apakah Duke Bloome mengambil Helian sebagai upaya untuk memperluas wilayahnya?
“Aku… Tidak tahu, yang aku tahu hanyalah aku tinggal berdua dengan ibuku sebelum dia meninggal karena sakit, aku bahkan tidak tahu wajah bapak kandungku.” Helian berkata, dia sepertinya tidak tahu apa yang dia harus lakukan di situasi ini juga. “Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan.” Bahunya melorot.
Mefras tidak terkejut dengan ini, biarpun seberapa dewasanya Helian terlihat dia masih anak kecil, sama dengan Verite, apa yang dia bisa lakukan jika dia terlibat dengan konflik dua penguasa?
__ADS_1
“bagaimana kalau kita bertanya langsung dengan Duke Bloome?” Verite menyarankan.