
Mereka memutuskan untuk bertemu dengan Duke Bloome yang untungnya memiliki kantor yang sama dengan Gedung yang Verite gunakan untuk melakukan penelitiannya, Mansion Duke Bloome terhubung dengan banyak tempat yang orang tidak akan berpikir ada hubungan dengan satu sama lain.
Mefras bahkan menolak untuk memanggil tempat ini sebuah mansion karena katanya tempat ini lebih mirip seperti sebuah gedung base serbaguna, Mefras menyebut bahaya menggabungkan semua infrastruktur penting dalam satu bangunan.
Duke Bloome mendengar yang dibicarakan Mefras dan berpikir untuk membuat sebuah markas bergerak, Verite mulai curiga jika Duke Bloome adalah seorang yang berada dari dunia Mefras atau hanya seorang yang memiliki imajinasi yang luas.
Berjalan melewati lorong yang memiliki dekor minim mereka sampai ke bagian dimana surat surat dan masalah sipil ditangani, disinilah tempat dimana para pekerja kantor melakukan pekerjaannya.
Untungnya sepertinya mereka baru mulai untuk pulang, Verite bertanya kepada salah satu orang yang menulis di meja jika Duke Bloome ada disini dan untungnya Verite mendapat jawaban yang positif, Duke Bloome berada di kantornya jadi Verite dan kawan kawan langsung menuju kantornya.
Mereka berdiri di ruang kantor yang sendirian, di pintunya tertera nama Duke Bloome yang tertulis dengan kaligrafi yang elegan, pantas untuk digunakan sebagai papan nama bangsawan.
Verite mengetuk pintunya.
“Masuk.” Verite mendengar jawaban dari dalam.
Duke Bloome yang duduk di meja kantornya, dikelilingi oleh tumpukan kecil kertas yang memiliki macam isi seperti undangan dan persetujuan perdagangan.
“Verite, Mefras… dan Helian, sepertinya kalian terlibat dengannya.” Duke Bloome melihat grup ini yang datang.
“Aku sudah mengetahui tentang serangan yang terjadi padamu Helian, sepertinya Sunsworth sudah mulai bergerak.” Dia berkata sambil menandai kertas di atas mejanya.
“Aku tahu kenapa Helian disini tetapi Verite dan Mefras, kenapa kalian disini?” Duke Bloome bertanya.
“Aku ingin mengetahui apa yang terjadi, bahkan Helian sepertinya tidak tahu konteks penuh tentang masalah penyerangan ini.” Verite menjelaskan alasannya untuk datang.
“Aku bisa menjelaskan tapi biar kita di halaman yang sama bagaimana kalau kalian menjelaskan apa yang kalian tahu dan apa yang kalian ingin tanyakan?” Duke Bloome meminta mereka untuk menjelaskan.
Verite mengangguk, dia mulai menjelaskan semua yang dia tahu, dari orang tua Helian dan alasan mengapa dia diserang dan rasa penasarannya terhadap fakta bahwa Duke Bloome menyelamatkan Helian.
Duke Bloome mendengar semua omongan Verite dengan sabar sebelum dia mulai menjelaskan sudut pandangnya. “Kamu sudah hampir dapat semua faktanya, soal mengapa aku menyelamatkan Helian? Itu hanyalah sebuah kebetulan, aku bertemu ibu Helian saat berkunjung ke Sunflow city, dia meminta bantuan kepadaku untuk melindungi Helian jika dia tidak hidup dan aku melakukannya.” Duke Bloome bilang.
__ADS_1
“Hanya itu saja?” Verite bertanya.
“Iya, mungkin kamu mengira faktanya lebih seru tetapi ibunya Helian hanyalah pembantu Duke Sunsworth yang sebelumnya. Dia tidak memiliki sesuatu yang aku tidak punya, aku tidak mengklaim bahwa aku adalah seorang pahlawan atau aku adalah orang yang percaya dengan keadilan tetapi ketika aku melihat seorang ibu yang memohon kepadaku aku akan luluh.” Duke Bloome menghela nafasnya.
“Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?”Mefras bertanya.
“Ada dua pilihan, kita bisa diam saja dan berharap Duke Sunsworth tidak mengirim pembunuh bayaran lagi…”
Verite, helian dan Mefras menunjukan keraguan mereka di wajah mereka, tidak mungkin orang yang sampai mau menyewa seorang pembunuh bayaran akan berhenti semudah itu, gagal sekali bukanlah masalah, mereka pasti akan mencoba lagi.
Duke Bloome tersenyum kecut ketika melihat wajah mereka sebelum melanjutkan omongannya. “Pilihan kedua kita datang menemuinya dan meyakinkannya bahwa Helian tidak mau mengambil kursi Duke kota Sunflow.” Dia menyebutkan pilihan keduanya tetapi Verite dan Mefras berpikir tentang pilihan ketiga.
“Kenapa kamu yakin aku tidak mau mengambil kursi itu?” Helian menanyakan yang Mefras dan Verite pikirkan, mereka bisa menghentikannya dengan memasang Helian di kursi Duke.
“Karena aku tidak mau menumpahkan darah penduduk yang aku tumpahkan keringat dan darahku untuk membuat mereka makmur untuk menaikkan seorang anak di kursi seorang Duke dan mendapat ‘kekuatan’ yang sangat tidak stabil, jika kamu ingin mengambil kursinya kamu harus mengambil kursi itu dengan tangan kamu kamu sendiri.” Duke Bloome menyatakan, dia tidak membuat ruang untuk argumen.
“Baiklah, pilihan kedua.” Helian memberi jawabannya, dia sepertinya tidak memiliki keraguan sama sekali.
“Iya, aku tidak tahu siapa ayahku dan ibuku tidak pernah menyuruhku untuk mengambil kursi Duke, yang dia inginkan hanyalah untukku memiliki masa depan yang cerah, dan pertumpahan darah untuk sebuah kursi yang bisa dengan mudah hilang bukanlah definisi sebuah masa depan yang cerah untukku.” Helian menyatakan.
“Hah…”
Semua mata menuju Mefras yang membuang nafas.
“Apa?” Mefras bertanya, tidak mengerti dengan pandangan yang dia dapat. “Aku hanya lega kita tidak akan memilih jalur berdarah.”
“Mungkin karena mereka mengira kamu memiliki pendapat yang berbeda dengan gayamu menghela nafas.” Verite bilang.
“Ah.” Ah, Mefras mengangguk,
Mata Helian dan Duke Bloome sekarang berpaling ke Verite.
__ADS_1
“Ada apa?” Verite kali ini yang bertanya.
Mereka menggeleng, tidak menyuarakan seberapa manusianya interaksi sebuah konstruk dan pengendalinya.
“Kembali ke topik, apa yang akan kita lakukan sekarang?” Verite menyetir topik pembicaraan kembali Duke Sunsworth.
“Seperti yang aku bilang kita bisa menunggu dan berharap dia tidak akan mengirim pembunuh sewaan yang lain.” Duke Bloome mengatakan, wajahnya menunjukan bahwa dia sendiri tidak percaya dengan pilihan ini.
Seseorang yang mungkin membunuh saudaranya sendiri untuk mengambil kursi Duke bukanlah seseorang yang akan menyerah ketika dia gagal sekali, apalagi jika target yang dia gagal untuk menyingkirkan itu adalah sebuah ancaman ke kursi yang dia miliki.
“Karena tidak ada dari kita yang percaya dengan pilihan pertama kita akan mengambil pilihan kedua.” Duke Bloome Menyatakan.
“Kita akan pergi ke kota Sunflow?” Verite bertanya.
Duke Bloome mengangguk. “Iya, kalian bersiaplah, aku akan mengosongkan jadwalku, kita akan pergi ke kota Sunflow dalam waktu seminggu.”
Jadi mereka akan memilih rute diplomasi, dimana mereka datang ke wilayah yang dikuasai orang yang ingin membunuh mereka, mengatakan bahwa mereka tidak akan melakukan apa apa dan berharap Duke Sunsworth tidak akan memutuskan untuknya menyerang disitu.
“Apakah kamu punya rasa yakin dengan kemampuanmu disitu Duke?” Verite bertanya.
“Aku bisa melindungi diriku sendiri, dan kamu punya Mefras.” Duke Bloome menjawab.
Memang benar Duke Bloome adalah seorang ahli Thaumaturgy, jadi dia memiliki kemampuan sihir yang besar, tapi…
“Tunggu dulu, kenapa aku di masukkan sebagai orang yang akan pergi?” Verite bertanya.
“Apakah kamu akan membiarkan temanmu masuk ke lubang buaya sendirian?” Duke Bloome bertanya seakan akan dia tahu apa jawaban Verite.
“...”
“Iya.” Duke Bloome tersenyum.
__ADS_1