Suara Di Kepala Sang Rival

Suara Di Kepala Sang Rival
Bab 42: Mefras vs Jubah Ungu


__ADS_3

“Kamu…?” Jubah ungu menggerutu ketika  melihat konstruk merah besar yang menghentikannya, yang mengendalikan konstruk ini sepertinya lebih mahir dalam mengendalikan konstruk dibanding Thaumaturgist lainnya.


Biasanya konstruk yang dikontrol oleh seorang Thaumaturgist memiliki sebuah penundaan kecil dalam pergerakkan mereka, tetapi konstruk ini tidak hanya memiliki pergerakkan yang persis seperti manusia dia juga memiliki reaksi yang sama, mungkin lebih cepat dari manusia.


Jubah ungu menghindari tinju dari konstruk merah itu, lubang besar tertinggal;  di tempat dia berdiri sebelumnya, dia harus menemukan tempat pengendali konstruk ini dan mencoba menyingkirkannya, melihat seberapa besar kontrolnya dengan konstruk ini pengendalinya pastinya tidak dapat bergerak untuk menjaga kontrol yang responsive ini.


Untungnya targetnya, Helian sepertinya tidak akan bergabung dengan pertarungan mereka, dia masih berhati hati tetapi dia tidak mengambil inisiatif dalam menyerangnya, yang jubah ungu butuhkan sekarang hanyalah menemukan si pengendali  konstruk itu,  membuatnya kehilangan kesadaran dan menyelesaikan misinya  untuk menyingkirkan Helian Sunsworth.


Dimana…. Dimana… Jubah ungu terus mencari tempat dimana seorang Thaumaturgist dapat bersembunyi tetapi dia tidak dapat menemukannya, biasanya ketika sebuah konstruk dikendalikan akan ada jejak mana yang bisa diikuti ke pengendali konstruk itu tetapi tidak di keadaaan ini.


Jubah ungu menghindar lagi,  dia mencoba membalas dengan tebasan pisaunya tetapi dia tidak membuatnya terluka atau lecet sama sekali.


“Sepertinya kamu adalah orang  yang berpengalaman ya.” Konstruk itu berbicara, sepertinya pengendalinya berbicara melewatinya.


“Tidak cukup berpengalaman untuk menemukanmu.” Jubah ungu bilang, jika pengendali konstruk ini mau bicara  mungkin dia bisa memancingnya untuk mengeluarkan lokasinya.


“Hmmm… Ohhhh….” Konstruk itu terlihat bingung sebelum memang wajah mengerti. “Itulah kenapa kamu melihat kanan kiri sebelumnya.”


“Menemukan pengendali konstruk adalah strategi yang paling efektif untuk mengalahkan Thaumaturgist yang bertarung menggunakan konstruk itu hanyalah wajar.” Jubah ungu bilang.


“Oh iya, tentu aku mengerti maksudmu…” Konstruk itu berkata, “Biar pertarungan ini adil aku akan mengatakannya; Kamu tidak akan menemukan pengendali ku.” Dia menyatakan.


Pernyataan itu mengejutkan Jubah ungu, apakan itu hanyalah bualan belaka? Pengendali konstruk yang tidak bisa ditemukan? Atau apakah itu benar dan konstruk ini ingin membuat pertarungan mereka adil.


“Apa yang kamu dapat dengan mengatakan ini?” Jubah Ungu bertanya.


Konstruk itu diam beberapa saat sebelum menjawab. “Aku bisa mendapat data.”


Data? Apakah ini hanya percobaan baginya? Sepertinya pengendali konstruk ini adalah seorang Thaumaturgist yang berfokus dengan penelitiannya.


Jubah ungu sekali lagi menghindari serangan konstruk itu, konstruk itu  tidak berhenti menyerangnya selagi mereka berbicara, itu menandai seberapa besarnya konsentrasi pengendali konstruk itu.


Dalam pertukaran serangan mereka Jubah Ungu menyadari bahwa targetnya sudah menghilang, sepertinya perhatiannya cukup teralih dengan konstruk merah ini targetnya bisa kabur.


“Sepertinya misiku gagal.” Jubah Ungu bilang, “Aku tidak punya alasan untuk tinggal disini.” Dia menyatakan.


“kamu mungkin tidak punya alasan tetapi aku ingin mengetahui siapa yang mencoba membunuh temanku.” Dia berkata.


“Kamu akan menyimpan keingintahuan itu untuk lebih lama.” Jubah Ungu menyatakan sebelum berbalik mundur.

__ADS_1


“Aku tidak akan melupakanmu semudah itu.” Konstruk merah itu tepat di depannya.


Jubah Ungu menghindari serangan Konstruk Merah. “Sepertinya kamu masih menyembunyikan kemampuanmu huh.”


Jubah Ungu memperhatikan kecepatan konstruk itu cukup jauh meningkat.


“Aku ingin menguji performa ku dengan lawan yang profesional.” Konstruk itu bilang.


Jubah ungu menyilangkan senjatanya, mana berwarna biru mengalir di tubuhnya. “Dan kamu tahu seorang profesional akan mengakhiri pertarungan dengan secepat mungkin.”


“Aku tahu.” Konstruk Merah itu menjawab, menyilangkan tangannya dan mempersiapkan dirinya untuk menangkis.


“”Arogan sekali untukmu, mencoba menghindari serangan mautku.” Jubah Ungu merasa sedikit kesal ketika  konstruk ini menantangnya, seperti menyatakan dia bisa menahan serangannya.


Jubah Ungu mulai mengalirkan mananya ke pisau yang digunakan, memanjangkan bila pisaunya dengan energi listrik yang membuat sebuah pedang.


“Rasakan ini! Gungnir!” Jubah ungu menyatakan nama serangannya yang dipenuhi mana listrik, dengan mudah pedangnya menembus konstruk merah itu, memotongnya menjadi beberapa bagian.


“Saatnya aku, sebelum bocah itu  memanggil bantuan.” Jubah Ungu bergumam, dia sudah menghabiskan mananya untuk memotong konstruk ini, dia harus pergi sebelum dia menghadapi pertarungan yang tidak perlu dilakukan.


Dia mulai melangkah pergi sebelum merasakan sebuah keberadaan di belakangnya.


Konstruk merah itu berdiri utuh tanpa lecet sedikitpun di belakangnya.


“Bagaimana kamu bisa selamat?” Jubah Ungu bertanya.


“Seranganmu itu benar benar mematikan, aku akan terpotong permanen jika pedangmu mengenai jadi aku memisahkan diriku sebelum pisaumu dapat menyentuhku.” Dia menjawab.


“Ini gila.” Jubah Ungu berkata, misi ini berubah dari jalan di taman menjadi mendaki gunung, dia tidak menyangka bisa bertemu lawan seperti ini, dia sudah menghabiskan semua Mana yang dia miliki, dia harus kabur.


Melihat Jubah Ungu yang mencoba berlari konstruk itu berkata, “Maaf, aku tidak bisa membiarkanmu pergi, tidak ketika aku masih belum tahu siapa yang ingin membuat temanku mati.” Dia bilang, menaikan tinjunya, siap untuk menjatuhkan Jubah Ungu.


Klang!


Suara metal bertemu dengan metal berbunyi, tinju besi yang seharusnya bertemu dengan wajah Jubah Ungu ditangkis dengan sebuah pedang bermata satu.


lelaki bertopi jerami yang berpakaian eksentrik menangkis tinju baja itu dengan pedang yang tidak sepenuhnya keluar dari sarungnya.


“kamu membuatku alam menunggu dan mencari mu dan apa yang aku lihat sekarang? Kamu bertarung dengan seekor Oni. Bagaimana dengan misi mu?” Dia bertanya.

__ADS_1


“Maaf, bocah itu kabur karena konstruk ini.” Jubah Ungu meminta maaf dengan teman kelompoknya.


“Tidak apa apa, aku tidak suka menyakiti anak kecil juga.” Dia bilang.


“Samurai?” Konstruk itu berkata.


“Oh? Kamu tahu statusku?” Topi Jerami membalas, seperti nya dia tertarik dengan konstruk ini.


“Sepertinya aku berhati hati, jika kamu menyarungkan pedangmu itu berang aku sudah terpotong tujuh bagian.”  Konstruk Merah itu berkata,  sepertinya dia mengetahui kemampuan Topi Jerami.


“Ayolah,kamu pikir ini theater pinggiran jalan.” Topi jerami tersenyum. “Aku akan memotong mu menjadi dua belas bagian.” Topi jerami mencabut pedangnya dan Konstruk merah itu meloncat mundur.


“Hati hati, konstruk ini memiliki kemampuan untuk membagi dirinya dan menyatu kembali.” Jubah Ungu memperingatkan temannya, dia tidak mau temannya mendapat kejutan seperti yang dia alami.


“Ini adalah Oni yang menarik.” Top jerami berkata,  menuduhkan pedangnya menghadap Konstruk merah.


“Jika kamu pikir aku Oni yang menarik tunggu sampai kamu melihat Oni Biru.” Konstruk merah itu menaikkan tinjumya sampai menghadap topi jerami, tangan sebelahnya menahan tinju itu, seakan akan menstabilkan bidikannya.


“Sayangnya Oni biru telah kehilangan tanduknya.” Topi jerami menjawab sebelum semuanya menjadi sunyi.


Mereka tidak berdenyut sama sekali, waktu seakan akan berhenti, menunggu pihak lain untuk membuat gerakan pertama.


Yang memecahkan kesunyian ini bukanlah gerakan dari Topi Jerami atau Konstruk Merah, melainkan suara langkah kaki penjaga kota yang datang berbondong bondong.


Konstruk merah dan Topi Jerami menurunkan senjata mereka.


“Sepertinya pertarungan kita harus diitunda.” Topi jerami bilang.


“Kamu pikir aku akan membiarkanmu pergi begitu saja?” Konstruk Merah itu bertanya.


“Tidak.” Topi Jerami menjawab, “Karena itulah aku membawa ini.” Dia mengeluarkan bola yang diperban, sepertinya Konstruk Merah tahu apa yang pegang karena dia langsung bergerak untuk menghentikan topi jerami.


“Tung-”


Poof!


Topi Jerami melempar bola itu dan memenuhi tempat dengan asap.


Mereka kabur di tengah kekacauan itu.

__ADS_1


__ADS_2