
Mendengar suara teriakan itu Mefras bergerak untuk menangkap orang yang tidak tahu mengapa berada di atas pohon yang dia barak.
Dengan reaksi yang di luar kemampuan manusia biasa dia mengaktifkan fitur salah satu fitur yang dia minta Verite masukan ke tubuhnya, yaitu kemampuan untuk membuat tangan besarnya menjadi lembut.
Bahan lembut tumbuh dari telapak tangan dan Jari Mefras, dari yang dia dengar Verite membuat fitur ini dari bekas tubuh monster slime yang dapat di bentuk dengan Mana.
Dengan mudah dia menangkap orang yang jatuh itu dengan tangannya.
“Kamu tidak apa apa?” Mefras bertanya.
Orang yang dia tangkap itu melihatnya dengan kaca matanya yang kendor sebelum berteriak lagi.
“AAAAAAAHHHHHHHH!!! Tolong!” Orang itu berteriak dengan panik.
“Tenang! Tenang! Aku bukan monster!” Mefras mencoba menenangkan pria berkacamata ini tetapi teriakannya malah menjadi lebih besar ketika dia melakukannya.
Mefras tidak punya pilihan kecuali menunggu pria ini mengeluarkan seluruh paniknya.
Sesudah beberapa saat pria itu menjadi dia.
“Sudah?” Mefras bertanya, nadanya datar.
Pria itu mengangguk dan melihat dia sudah menjadi tenang Mefras menurunkannya.
“Terimakasih.” Pria Itu bilang sambil membetulkan kacamatanya.
“Tidak apa apa,sebagian ini adalah salahku.” Mefras menjawab,”...Jadi kenapa kamu berada di atas pohon di tengah hutan?” Mefras bertanya.
“Ah…” Orang itu terdiam sebelum memulai ceritanya. “Aku adalah seorang pedagang yang ingin pergi menuju desa teratai, tapi pada saat aku berjalan aku dikejar perampok dan kabur.”
“Ah jadi kamu memanjat pohon untuk bersembunyi…” Mefras mengerti.
“Tidak,” Balasnya. “Aku mencoba lari dari perampok itu, tapi mereka berhasil mengepungku lima dari satu, ketika aku kira aku akan mati ada monster yang terlihat seperti beruang datang dan membuat para perampok itu berlari, aku kira aku sudah selamat tapi monster itu malah bukan mengejar perampok tapi mengejar ku, aku memanjat pohon untuk bersembunyi dari monster itu.” Pedagang ini menjelaskan ceritanya.
“Wah… Kamu tidak beruntung ya.” Mefras berkomentar, cerita orang ini seperti cerita kartun. “Jadi dimana monster itu? Aku ditugaskan untuk memburunya.” Mefras bertanya.
__ADS_1
Pedagang berkacamata itu menggeleng. “Aku tidak tahu.” Dia menjawab. “Aku tidak lagi melihatnya.”
“...Seberapa lama kamu disini?” Mefras bertanya.
“Semalaman… Aku tidak bisa turun dari pohon ini sebelum kamu menumbangkannya.”
Mefras mengusap dahinya dengan cerita orang ini, pedagang itu memerah karena reaksi Mefras.
“Paling tidak kamu masih hidup.” Mefras bilang, pedagang itu mengangguk.”Sekarang kita tinggal membasmi monster itu.”
“Iya.. Tunggu, membasmi?” Dia bertanya.
“Iya, sepertinya teriakanmu yang jantan itu memanggilnya kembali kesini.” Mefras menunjuk ke depannya, suara raungan terdengar dari jauh.
Pedagang itu bersembunyi di belakang Mefras. “Tolong aku!” Dia bergetar.
“Kamu tidak perlu bertanya.” Mefras mengepalkan tinjunya selagi sosok monster itu mendekat.
Monster itu mencapai jarak pandan Mefras dan dia tidak kecewa dengan penampilannya, terlihat seperti beruang bersisik, dia memiliki warna ungu kehitaman yang mencolok dan ukurannya yang bahkan lebih besar dari Mefras, mungkin bahkan lebih dari lima meter, jika Mefras tidak memiliki tubuh yang dibuat seperti tank dia juga akan bergetar ketakutan seperti pedagang di belakangnya.
Mefras tertawa di pikirannya, dia sudah cukup lama di luar tubuhnya dia mulai memanggil orang sebagai ‘manusia’.
*****Ganti POV*****
Zorrel adalah adalah pedagang dari kota Sunflow, sejak pergantian kepemimpinan kota wilayah Sunflow ekonomi tidak berjalan selancar seperti dahulu Jadi Zorrel sebagai seorang pedagang muda ingin mencoba keberuntungannya ke kota Azalea yang terdengar lebih makmur.
Zorrel sudah mendengar dengan ledakan teknologi yang terjadi di kota azalea, dari jalan yang tidak mudah rusak sampai mesin pendingin kecil yanng bahkan seorang petani bisa membeli.
Mendengar ini Zorrel mencium bau uang dan mungkin jika dia bisa mendapatkan sesuatu yang belum terkenal di kota lain dia bisa menjualnya dengan harga yang tinggi jadi Zorrel mulai mempertaruhkan keberuntungannya dan berangkat.
Zorrel dengan cepat menyesal karena di tengah dia tidak hanya menjadi target rampok tetapi juga dikejar monster sampai dirinya tersangkut di pohon yang dia pakai untuk bersembunyi.
Zorrel hampir menangis saat menyadari bahwa dia tidak bisa turun dari pohon itu, dia benar benar menyesal mengambil resiko dan mencoba pergi ke kota Azalea, dia tidak akan melakukannya jika dia tahu dia akan tersangkut di pohon dan mati kelaparan.
Tapi untung baginya Zorrel tidak butuh menunggu begitu lama untuk turun dari pohon itu karena ada sesuatu yang merobohkannya.
__ADS_1
Zorrel jatuh bersama pohon itu, mengira dirinya akan mematahkan pundaknya tetapi itu terjadi karena ada sesuatu yang menangkapnya.
Seekor monster merah raksasa yang memiliki mata hijau bersinar.
Zorrel berteriak, dia merasa dirinya dalam bahaya dan terus berteriak, tidak dia sangka monster itu tidak melakukan apa apa, dia diam dan menunggunya mengeluarkan semua suaranya.
Dan dia bicara.
Pada saat itulah Zorrel menyadari mahluk ini bukanlah monster tetapi sesuatu yang mirip dengan sebuah konstruk, Zorrel tidak bisa menggunakan Thaumaturgy tetapi dia mengetahui banyak hal tentang Thaumaturgy karena itu adalah salah satu bidang yang dapat menghasilkan banyak uang jadi dia mempelajarinya.
Zorrel tidak tahu jika konstruk ini di kontrol dari jarak jauh atau pemiliknya di dekat sini tapi dia merasa senang bisa menemukan orang lain yang bisa menolongnya.
Tetapi kebahagiaan Zorrel tidak bertahan lama karena karena monster beruang yang mengejarnya kembali untuk mendapatkannya, dia tidak bisa lari, kakinya sudah terlalu lelah untuk melakukan hal yang tidak lebih dari berjalan santi jadi dia lakukan hal yang dia bisa, bersembunyi di belakang konstruk raksasa itu dan berharap untuk yang terbaik.
Dia mendengar auman monster itu, dia merasakannya meloncat, bayangannya mendekat, Zorrel tidak bisa menahan teriakannya, dia memikirkan yang terburuk.
Tetapi yang terburuk tidak datang, dia masih bisa mendengar nafas monster itu tetapi tidak ada yang terjadi, Zorrel berbalik dan melihat konstruk itu menahan monster beruang itu, kedua tangannya memegang sepasang cakar beruang itu.
Dia tidak bergerak sama sekali,seakan akan berat beruang itu tidak ada arti baginya, monster beruang itu berusaha membebaskan dirinya tetapi konstruk itu tidak bergerak sama sekali.
“Sepertinya tubuh ini benar benar memiliki spek yang tinggi ya… Verite benar benar berbakat.” Dia mendengar konstruk itu berbicara.
“Baiklah, karena ada orang di dekatku aku akan menyelesaikan ini dengan cepat, maaf.” Konstruk itu bilang ke monster beruang itu.
Dia mengeratkan pegangannya di cakar beruang itu dan melemparnya, melewati dan merobohkan tiga pohon di jalannya.
“Apakah ini berakhir?” Pikir Zorrel, pertanyaannya langsung dijawab dengan auman beruang yang bagun dan terlihat marah.
“Sepertinya kamu cukup kuat ya…” Konstruk itu bilang sebelum menarik tangan kebelakang dan meninju udara…
Tinju yang menyentuh udara itu meloncat dari lengan konstruk itu, buntut api mengikutinya menuju monster beruang itu.
Dan menembus dadanya tanpa halangan sama sekali, meninggalkan Zorrel untuk menatap mayat monster yang memiliki lubang sebesar dia bisa masuk.
Konstruk itu menoleh ke Zorrel dan bilang “Baiklah, sekarang monsternya tidak ada lagi apakah kamu mau ikut aku ke desa teratai?”
__ADS_1
Zorrel hanya mengangguk tanpa kata.