
Verite dan Mefras memeriksa apa yang mereka butuhkan dan mencari barang barang tersebut di katalog dan display toko, satu demi satu mereka menemukan material material yang mereka cari.
Material yang mereka cari itu ialah kayu yang memiliki kemampuan untuk di imbui dengan arus mana, baut besi yang dapat menyambungkan kayu kayu itu, pisau khusus untuk mengukir pathway yang digunakan untuk mengarahkan alir mana di sekeliling konstruk dan pada akhirnya batu sihir yang digunakan sebagai inti konstruk, itulah adalah hal minimum yang kamu butuhkan untuk membuat Thaumaturgy Konstruk.
Verite berhasil menemukan semua yang mereka butuhkan, dan seperti yang Verite katakan semuanya dapat Verite beli dengan uangnya tanpa menghabiskan tabungannya, mungkin kecuali Batu mana yang tidak mereka temukan.
Mungkin saja batu Mana itu disimpan di ruang belakang, dia harus menanya Miss Gloom nanti, sementara Verite akan melakukan pekerjaannya.
Dia menunggu sebagai seorang kasair di toko, menunggu para pembeli datang.... Satu jam kemudian tidak ada orang yang datang, mungkin hari lagi sepi atau memang tidak banyak orang melakukan Thaumaturgy.
...
'Bosan?' Tanya mefras.
'Kamu bisa lihat sendiri.' Verite duduk di dalam ruang yang sunyi.
'hahaha paling tidak kamu punya aku sebagai suara di kepalamu.'
"Aku tidak tahu kalau itu hal yang bagus atau hal yang menyeramkan.' Bilang Verite, nadanya tidak serius.
'Sayang kita gak punya smartphone, kalau aku dulu kerja sambilan bias sambil nonton atau main game pas lagi menunggu.' Bilang Mefras.
'Game?' Tanya Verite.
'Iya, aku sering bermain kartu tukar di hp sambil menunggu pembeli datang, sayangnya aku tidak bisa menunjukkan kartu kartu itu padamu, banyak dari mereka yang memiliki gambaran yang keren.' Mefras berpikir tentang kartu naga hitam kesukaannya.
'Huh... Apakah gambaran kartu itu berupa sebuah naga hitam yang di kelilingi aura es dan terlihat seperti mayat hidup?' Tanya Verite, tiba tiba gambaran tersebut muncul di pikirannya.
'Iya... Kok mau bisa tahu?' Tanya Mefras, 'Mungkinkah...?'
'Iya, Coba kamu bayangkan gambaran kamu lagi, mungkin kamu bukan hanya bisa mengirim kata katanya saja tetapi juga gambaran gambaran yang ada di pikirannya.' Suruh Verite.
'Baiklah, akan kucoba.'
'...Kucing pelangi?'
'...Ikan berkaki?'
'Apa yang kamu kirimkan kepadaku?' Tanya Verite, sebuah musik berbunyi entah dari mana dengan tiba tiba. 'Musik?'
'Bagaimana kalau ini?'
Sebuah gambaran yang bergerak dan musik berbunyi di kepala Verite.
'Wow, ini keren.' Bilang Verite, dia raksasa metal merah yang bertarung dengan monster monster yang jauh ebih besar darinya dan musik yang membuat darahnya panas.
'Itu keren, bener bener keren banget.' Bilang Verite. 'Kamu punya lagi yang kayak gitu?'
Jadi sepertinya yang aku kirim sampai di pikiranmu? 'Tanya Mefras.'
'Iya.' Jawab Verite. 'Tunggu dulu... Itukah kenapa kamu ingin membuat thaumaturgy konstruk?' Tanya Verite.
__ADS_1
'Sebagiannya iya, kebanyakannya aku hanya ingin memiliki tubuhku sendiri kalau bisa.' Bilang Mefras, 'Kita bisa membuatnya sekeren keren mungkin, kayak robot itu.'
'Itu namanya robot ya?' Tanya Verite
'Robot, mecha mech banyak namanya, aku suka nyebutnya robot aja.' Jelas Mefras, Hobinya saat masih hidup keluar.
'ada lagi yang kayak gitu?' Tanya Verite. 'Aku ingin melihatnya lagi, kamu punya lebih banyak.'
'Ada, malah aku punya lebih banyak cerita yang bisa kamu tonton, tapi...' Mefras menahan.
'Tapi?' Terus Verite.
'Kamu harus melayani orang yang baru masuk dulu.' Bilang Mefras seketika Verite seketika Verite menyadari seseorang masuk ke dalam toko, sepertinya perhatiannya teralih setelah melihat gambaran Mefras.
'Selamat datang di Bloom and Gloom ada yang bisa saya bantu?' Bisa sapa pembeli yang masuk itu.
Orang yang masuk itu terlihat seperti orang yang umurnya di atas empat puluh tahun, dia memakai baju formal dengan sebuah kaca mata satu kaca do wajahnya, dia memiliki janggut pendek yang terlihat tajam dan wajahnya memiliki beberapa kerutan yang menunjukan umurnya.
'Sepertinya Gloom punya pegawai baru lagi, aku harap kamu bisa bertahan dari korban korban sebelumnya.' Bilang orang tua itu, Verite menaikan dahinya.
"Korban?" Tanya Verite.
"Biarlah itu, ini adalah barang barang yang aku butuhkan." Orang itu memberikan Verite daftar bahan bahannya.
Verite menatap catatannya, dia mengenali semua barang yang ada di catatan ini, dia mulai mengambil barang yang satu persatu dengan hati hati, memasukannya ke dalam kanton dan membungkus barang yang butuh di bungkus setelah semuanya selesai dia menyuguhkan barang barang itu ke pembeli itu.
"Ini pak, total semuanya 350 silver." Verite memberi tahu pembeli itu.
Setelah orang itu pergi Verite mencatat barang barang yang dibeli dan jumlah harganya di buku akuntan yang Miss Gloom sediakan.
"Selesai, tugas ini tidak terlalu buruk." Bilang Verite dengan mulutnya.
'Ohhhh Verite, kamu nanti akan belajar untuk tidak bilang begitu...' Mefras peringatkan.
'Apa maksudmu?' Verite bertanya, bingung.
'kamu akan lihat nanti.'
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
"hah, hah..." Verite jatuh terduduk di kursi meja kasir, beberapa menit setelah pembeli pertama tiba tiba banjiran pembeli datang, jika dilihat orang yang masuk tidak banyak, tetapi hal yang mereka beli jumlahnya begitu besar.
Verite kewalahan mencari barang sambil mengingat pesanan dan menghitung harga, untunglah Mefras ada di kepalanya untuk mengingkatkan Verite tentang apa yang di pesan para pelanggan, jika tidak dia mungkin akan membuat kacau.
'Lihat apa yang aku bilang, jangan merayu takdir.' Bilang Mefras. 'Apalagi kalo kamu jadi dokter atau polisi, jangan pernah bilang 'hari ini sunyi ya'.
'Yah, aku gak akan merayu takdir lagi, yang penting kita selesai.' Setuju Verite biarpun dia tidak tahu polisi itu apa.
selagi mereka berbicara pintu ruang belakang mengayun terbuka, keluarlah Helian yang tampaknya seperti seseorang yang dibuat lari maraton non stop dan dibelakangnya keluar Miss Gloom yang memakai tampang biasanya.
Verite melihat Helian dengan rasa khawatir, 'Kamu gak apa apa Helian?'
__ADS_1
Helian menoleh ke Verite, napasnya ter gesa gesa. 'Ak..Aku gak apa apa, cuma butuh sedikit istirahat.'
'Duduklah, kamu melakukannya dengan baik.' Miss Gloom memotong, menyuruh Helian untuk istirahat.
"Dan kamu, bagaimana? Ada masalah dengan pembeli?" Miss Gloom Bertanya kepada Verite.
"Tidak, semuanya lancar." Jawab Verite.
Miss Gloom mendekat dan memeriksa cacatan dan uang di kasir.
"Bagus." Dia tersenyum. "Kamu bisa kembali lagi kesini besok." Bilangnya, dia mengambil beberapa koin silver dan memberikannya pada Verite. "Ini bayaran kamu hari ini, setelah bocah kuning ini istirahat kalian silahkan pulang."
"Umm... Miss Gloom, bisa tidak kalo aku menukar bayaran ku dengan beberapa bahan yang aku butuhkan?" Verite bertanya.
"barang yang kamu butuhkan?"
"Iya, yang aku butuhkan adalah..." Verite menyebutkan barang barang yang dia butuhkan untuk membuat thaumaturgy konstruk.
"Barang barang itu..." Miss Gloom menahan katanya. "Kamu mau membuat Thaumaturgy konstruk?"
"Iya, ada masalah?" Tanya Verite.
"Tidak ada masalah, tapi kamu harus bisa menggunakan Thaumaturgy untuk membuat sebuah konstruk, kamu bisa menggunakannya?" Tanya Miss Gloom.
"Tidak." Verite Menolak. "Aku hanya tertarik setelah membaca buku yang Pak Jardi Berikan kepadaku, aku ingin membuatnya dan mungkin jika aku bisa menggunakan Thaumaturgy aku bisa menghidupkannya." Jelas Verite.
Miss Gloom diam sementara. "Baiklah, tapi Batu Mana lebih mahal dari yang lainnya, aku akan menggambil tiga hari bayaran kerja mu, kamu masih mau?"'
"Baiklah." Verite setuju.
"Kamu bisa ambil semua bahan bahannya sekarang kecuali batunya, aku butuh tiga hari untuk menyediakan batu itu untukmu." Bilang Miss Gloom.
"Baiklah." Verite setuju, dia juga masih mau mengasah kemampuan Thaumaturgynya sebelum mencoba melakukan hal hal yang komplek, jadi ini hanya memberinya waktu lebih untuk berlatih.
Setelah itu Verite berjalan pulang, membawa Helian yang kelelahan bersamanya.
"Apa yang kamu lakukan dengan Miss Gloom di belakang Helian?" Tanya Verite, dia tidak bisa membayangkan apa yang membuatnya sampai lelah begitu
"Kamu tahu... Kerja keras biasa..." Bilang Helian. Mengangkat barang barang berat. Kalau kamu bagaimana? mudah jadi kasir?" tanya balik Helian.
"Tidak susah sih, cuma melelahkan dan membutuhkan konsentrasi, aku harus mengingat pesanan dan membawa barang dengan cepat, itu akan lebih mudah jika ada seseorang yang membantu." Bilang Verite.
"Mungkin aku bisa membantumu nanti, katanya aku akan ada waktu luang setelah hari pertama." Tawar Helian. "Ngomong Ngomong kamu tertarik sama Thaumaturgy ya?" tanyanya.
"Iya, buku yang pak Jardi berikan benar benar menarik, aku mungkin akan mengambil kelas Thaumaturgy setelah aku mencapai umur dua belas tahun." Jawab Verite.
"Huh memang Thaumaturgy semenarik itu ya?" Tanya Helian.
"Thaumaturgy sendiri memang menarik, tapi yang membuatku benar benar tertarik dengannya ialah hal yang bisa kamu capai dengan thaumaturgy." Bilang Verite, pikirannya kembali ke raksasa merah yang Mefras tunjukkan ke Verite, dia mungkin bisa membuat hal yang sama dengan Thaumaturgy.
"Apa yang bisa kita lakukan dengannya huh..." bilang Helian, sepertinya berpikir dalam.
__ADS_1
Perjalan mereka tenang sampai mereka pulang ke Blooming Bud.