Suara Di Kepala Sang Rival

Suara Di Kepala Sang Rival
Bab 40: Jubah Ungu


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Miss Gloom dan Zorrel Mefras melanjutkan perjalanannya keliling kota, Mefras tidak mengira waktu berjalan dengan begitu cepatnya karena langit biru sudah menjadi langit merah.


Mefras mengikuti jalan kota ini tanpa memiliki tujuan, suara dan keramaian orang sudah mulai berkurang karena mereka sudah menyiapkan diri untuk malam yang gelap.


Malam di dunia ini jauh lebih gelap dari dunia asal Mefras, biarpun mereka sudah memiliki lampu yang menyala menggunakan sihir dari batu Mana Mefras masih bisa melihat bintang di langit, pemandangan yang cantik itu biar enak dipandang membuktikan bahwa kesibukan orang orang mati di malam hari.


Mefras tidak tahu mengapa, mungkin karena dia sudah lama tidak  sepenuh sendirian, tanpa Verite, hanya sendirian di kegelapan malam itu membuatnya merasa melankolik, mungkin dalam di hatinya dia merindukan dunia asalnya dan memiliki keinginan terpendam untuk kembali.


Atau mungkin dia memiliki rasa takut, rasa takut bahwa kedatangannya ke dunia ini, keberadaannya di kepala Verite adalah rencana dari seorang mastermind yang tidak terlihat dan Mefras memberikan Verite segala pengetahuannya adalah bagian dari rencana orang ini.


Itu adalah rasa takut yang tidak rasional,mungkin rasa takut ini digiring oleh kegelapan malam dan kesendiriannya, apapun alasannya Mefras  tahu ini adalah waktunya untuk pulang jadi dia mulai berjalan ke mansion Duke Bloome, tempat dimana dia dan Verite sekarang tinggal.


Di Bawah terang bulan kaki metalnya membuat  suara kecil setiap kali dia melangkah, dia bisa mengendalikan langkah kakinya untuk tidak membuat suara yang besar tetapi di malam yang sunyi mau tidak mau dia akan mengeluarkan suara, tetapi ini bukanlah masalah karena bunyi yang dikeluarkan tidak lebih besar dari jangkrik yang berbunyi.


Dan langkah Mefras bukanlah sebuah masalah ketika dia dapat mendengar sebuah ledakan di suatu tempat, jika dia bukan robot raksasa dia akan berlari menjauh dari bunyi ledakan tetapi dia adalah robot raksasa jadi dia tanpa rasa ragu sama sekali pergi untuk menemukan asal ledakan itu.


Ledakan di sebuah kota besar seperti ini bukanlah hal yang sering terjadi, jika hal seperti ini sering terjadi Mefras tidak akan membiarkan Verite tinggal disini.


Dengan cepat tetapi juga dengan rasa hati hati Mefras mendekati pusat ledakan itu, asap masih mengepul dan naik ke udara ketika dia sampai ke area itu, Mefras juga menemukan sumber ledakan itu dan itu mengejutkannya.


Helian berdiri di tengah lubang berasap menghadapi seseorang yang Mefras tidak bisa melihat tampangnya karena hampir keseluruhan tubuhnya ditutup dengan jubah berwarna ungu yang menyembunyikan identitas orang ini.

__ADS_1


“Aku tidak menyangka kamu bisa melakukan Thaumaturgy Helian Sunsworth.” Orang misterius itu berkata.


Hanya dari kalimat itu saja Mefras sudah mengerti apa yang terjadi, orang ini untuk beberapa alasan mengincar Helian bahkan mungkin ingin mencoba membunuhnya dan itulah kenapa Helian berdiri di tengah lubang besar.


Yang Mefras tidak mengerti ialah kenapa  tidak ada orang lain yang datang kesini, ledakan itu cukup besar untuk membangunkan orang orang tidur, seharusnya tempat ini sudah dikelilingi penjaga kota.


Ini membuat Mefras berpikir jika dia harus ikut campur atau tidak dalam pertarungan Helian ini, Helian adalah teman Verite dan seseorang yang Mefras sendiri kenal jadi itu tidak perlu di tanyakan lagi jika Mefras akan meloncat untuk menyelamatkannya atau tidak.


Yang diragukan adalah jika Helian membutuhkan bantuan sama sekali karena Helian menghadapi ini dengan tenang, Mefras tahu Helian memiliki rahasia yang dia tidak dapat bicarakan jadi mungkin dia sudah terbiasa melakukan ini jadi pada akhirnya Mefras memutuskan untuk menunggu,  jika Helian terlihat dalam bahaya Mefras akan meloncat masuk tetapi jika Helian bisa menanganinya dia tidak akan ikut  campur.


“Apa yang kamu mau denganku?” Helian bertanya kepada figur misterius itu,  Mefras memperhatikan pendengarannya.


“Maaf saja nak, aku tidak punya dendam pribadi denganmu tapi penyewa jasaku ingin tahu jika Helian Sunsworth masih hidup dan jika dia masih hidup aku harus memastikan sebaliknya.” Orang itu menjawab, Mefras berpikir orang ini cukup banyak bicara biarpun dia berusaha menyembunyikan penampilannya.


“Sayangnya untukmu aku adalah seorang profesional, aku tidak membuat kebiasaan untuk menamai klienku, terutama klien yang ingin identitasnya dirahasiakan.” Dengan mengatakan itu orang berjubah ungu itu bergerak untuk menyerang Helian.


Helian menghindar dan mengeluarkan pedangnya untuk menemui pisau pembunuh berjubah ungu itu, pertemuan senjata mereka ditemani dengan suara ‘klang’ yang besar.


Helian menangkis dan orang itu tetap menyerang membuat Helian terus menangkisnya, pertukaran ini terus terjadi sampai helian mendorong penyerang itu ke udara.


Helian menggunakan Thaumaturgynya untuk menghempaskan penyerangnya ke udara saat mereka bertukar tebasan, orang berjubah ungu itu berputar di udara dan mendarat dengan santai.

__ADS_1


“Kamu sepertinya memiliki kemampuan yang cukup tinggi untuk anak seumurmu.” Jubah ungu bilang, “Sayangnya kemampuan itu tidak akan berguna melawan orang berpengalaman sepertiku.” Dengan mengatakan itu Jubah ungu mengangkat tangannya, api berwarna biru berkumpul di telapak tangannya dengan kecepatan tinggi, dia kemudian melemparnya.


Semakin dekat dengan Helian api itu semakin membesar, Helian menembakan sihir angin nya untuk melindungi dirinya, memecahkan bola api itu dan Jubah ungu dengan  cepat mengambil kesempatan untuk menebas Helian pada detik terakhir Helian berhasil menghindar.


“Selamat kamu bisa bertahan dari  serangan ini, mungkin kamu akan selamat.” Jubah ungu itu bilang, dia mulai menggunakan sihirnya lagi. “Tapi apakah kamu bisa bertahan menerima ini terus terusan?” Dia bertanya, melanjutkan serangannya.


“Kamu ingin bertahan sampai para penjaga datang kan?” Dia bilang sambil menebas senjatanya ke Helian. “Sayangnya untukmu mereka tidak akan datang.” 


“Apakah kamu melakukan sesuatu?” Helian bertanya dengan tenang biarpun dia mulai tersudut.


“Kamu bisa bilang aku menggunakan alat yang ku dapat untuk menyembunyikan suara suara yang aku buat dari telinga manusia.”


Mendengar perkataan jubah ungu itu menyadari kenapa dia bisa mendengar suara ledakan itu, dia tidak mendengar suara ledakan melewati telinga manusia, tetapi melalui formula sihir yang dapat membuatnya mendengar saat mengendalikan konstruk ini.


“Sepertinya kamu sudah lelah ya,” Jubah ungu itu bilang, menaikan pisaunya untuk menebas Helian yang kelelahan. “Sampai jumpa nak, semoga kamu lebih beruntung  di kehidupan berikut.” Pisau turun.


Dan dengan sekejap pembunuh bayaran berjubah ungu itu terpental ke belakang, kepalan tinju merah besar berganti tempat dengan Helian untuk menemui jubah ungu.


“Sepertinya aku harus ikut campur ya.”


Helian melihat konstruk merah di depan matanya.

__ADS_1


“Mefras?” Helian bertanya.


“Pastinya.” Mefras menjawab.


__ADS_2