
“Aku memiliki tawaran untukmu.”
Satu kalimat dari Duke Bloome langsung membekukan Verite, tawaran yang akan dia berikan apakah itu tawaran untuk menjadi anak angkatnya? Apakah dia menawarkan Verite untuk menjadi bagian dari keluarganya karena bakatnya?
Verite sudah mengetahui bahwa Duke Bloome tidak memiliki anak atau istri jadi sebuah khayalan yang Verite punya tentang anak kandung sudah menghilang.
Hal itu malah membuatnya merasa aneh karena kenapa Duke Bloome ingin mengangkatnya sebagai anaknya? Bakatnya? Kemungkinannya besar tetapi bisakah dia menghidupi ekspektasi sebesar itu ketika lebih dari setengah kemampuannya didapat dari pengetahuan Mefras?
‘Verite kamu pikiranmu terlalu meloncat.’ Mefras Memotong arus pikirannya, ‘Lebih baik kamu tanya apa yang dia tawarkan sebelum kamu meloncat ke keputusan.’ peringatan Mefras membuat Verite lebih tenang dan dia mulai mengumpulkan pikirannya.
Verite melihat Duke Bloome yang memandangnya tanpa ekspresi. “Iya, apa yang kamu ingin tawarkan kepadaku Duke?” Verite bertanya.
“Kamu cukup lama diam tadi.” Dia bilang.
“Hahaha, aku terkadang melamun.” Verite tertawa canggung.
“Pastikan kalau kamu tidak melakukan itu saat mengerjakan Thaumaturgy.” Duke Bloome mendiam. “Verite aku sudah melihat bakatmu, kamu mampu mencapai ini dengan belajar sendiri jadi aku ingin menawarkanmu…”
“Untuk menjadi muridku.” Duke berkata.
‘Liiiiihatttt kaaaaaaannnnnn….’ Mefras memanjang omongannya di kepala Verite.
Verite hanya bisa menahan malu akan loncatan pikiran yang dia lakukan.
‘Ini semua salahmu Mefras!’ Verite berteriak di pikirannya, menyalahkan Mefras yang memberinya ide ini sebelumnya, jika saja dia tidak berbicara tentang masa depan…
‘Jadi apakah kamu akan menerimanya?’ Mefras bertanya.
‘Aku tidak tahu, menurutmu bagaimana?’ Verite tanya balik kepada Mefras.
‘Aku sarankan kamu tanya sama Duke Bloome apa yang kamu dapat dan apa yang akan kamu serahkan padanya.’ Saran Mefras, dia mau Verite berhati hati.
__ADS_1
‘Apa yang aku berikan padanya?’ Verite bertanya.
‘Iya, terkadang tawaran seperti ini terlihat menggiurkan tetapi ketika kamu melihatnya lagi ini hanya menguntungkan sebelah pihak, contohnya jika dia menawarkan untuk membiayai semua penemuanmu tetapi setelah kamu membuat penemuan itu dia meminta namanya yang dicantumkan sebagai pencipta penemuan itu dan dia akan menggarap semua keuntungan yang didapat dari penemuan yang kamu buat itu.’ Mefras jelaskan.
‘Ya aku bisa melihat bagaimana hal ini tidak adil, keuntungan dari penemuan itu bisa jauh dari modal yang dia gunakan untuk membiayai pembuatan penemuan itu dan semua pujiannya juga akan di berikan ke dia sedangkan aku hanya mendapat sisa tulang belulang dari hasil pencapaianku…’ Verite mengerti soal ini, dia tidak mau ditipu seperti ini jadi dia akan mengingatkan dirinya untuk berhati berhati ketika menunjukan penemuannya.
‘Tunggu dulu, bagaimana tentang mesin pendingin itu?’Dia mengingat pendingin yang dibawa Pak Jardi.
‘Tenang saja, itu masih aman, kita banyak saksi dan aku yakin dia tidak akan mencoba merampas paksa di tempat umum.’ Bilang Mefras menenangkan Verite. ‘Lagi pula yang ku katakan hanyalah sebuah contoh, kita tidak tahu watak sebenarnya Duke Bloome hanya dengan bertemunya sekali atau dua kali.”
Verite membuang nafasnya, ‘Baiklah, aku langsung tanya sama dia aja.’ Dia memutuskan.
“Jika aku menerima untuk menjadi muridmu apa yang akan aku terima dan apa yang akan menjadi kewajibanku?” Verite langsung bertanya.
“Kamu cukup berhati hati ya.” Bilang Duke Bloome. “Tapi itu bagus, banyak thaumaturgist muda yang bakatnya terlindas karena asal asalan menerima tawaran pendidikan.”
Duke Bloome melihat jamnya lagi sebelum memasukkannya kembali ke kantongnya.
“Kewajiban kamu adalah hal yang sederhana, kamu belajar Thaumaturgy dariku dan kamu akan melakukan tugas tugas yang akan kuberikan padamu.” Duke Bloome menyebutkan apa yang akan menjadi kewajiban Verite.
‘Itu terdengar bagus tetapi…’ Keamanan dan tempat baru terdengar bagus tetapi bagaimana dengan
“Bagaimana dengan penemuanku? Jika aku bisa membuat sesuatu yang baru siapa yang akan mendapat credit dari penemuan itu.”
Duke Bloome menaikkan dahinya. “Sepertinya kamu yakin kamu akan membuat lebih banyak penemuan baru.” Dia bilang, itu membuat Verite mengutuk perkataannya yang tidak berhati hati.
“Kamu tidak perlu khawatir, semua nama dan credit penemuan itu akan menjadi milikmu, aku hanya akan meminta biaya produksi jika barang barang itu memang bisa diproduksi secara banyak. Kamu dapat menyimpan semua keuntungan yang kamu dapat dari penjualan mereka.”
‘Wow tawaran ini benar benar bagus.’ Mefras bilang terkesan.
“Tapi apakah aku harus tinggal di tempatmu?” Verite bertanya.
__ADS_1
“Iya. Aku adalah orang yang sibuk, dan mansionku memiliki semua alat yang akan kamu butuhkan.” Bilang Duke Bloome.
Verite mendiam.
“Bisakah kamu membiarkan aku berpikir tentang ini terlebih dahulu?” Verite bertanya, dia masih merasa sedikit keraguan akan tawaran ini.
“Baiklah, minggu depan, aku akan datang lagi kesini untuk melihat kemajuanmu dengan mesin pendingin itu, kamu bisa memberi jawabanmu pada itu dan juga jika kamu ingin memproduksi massal mesin pendingin itu, jangan khawatir biarpun kamu menolak aku masih akan menawarkan untuk menjual mesin pendingin itu.” Duke Bloome menjelaskan sebelum dia pergi meninggalkan Verite untuk berpikir.
‘Bagaimana menurutmu Mefras?’ Verite bertanya.
‘Aku menyerahkannya padamu, lagipula ini adalah kehidupanmu, ini adalah keputusan yang harus kamu sendiri buat.’ Mefras berhenti. ‘Tapi jika kamu ingin pendapat pribadiku tawarannya cukup bagus.’
‘Tapi bagaimana kalau dia berbohong?’ Verite bertanya.
‘kemungkinan dia berbohong memang ada, tetapi aku rasa jika dia benar benar menginginkan kamu maka kamu tidak akan bisa berkutik dengannya.’
Perkataan Mefras membuat darah Verite beku. Mefras mengajukan poin yang menakutkan, dia Benar, jika Duke Bloome ingin memaksa dia akan dengan mudah menangkap Verite dan menguncinya di ruang bawah tanah.
Duke Bloome memiliki kekuatan yang cukup untuk melakukan itu, dia memerintah semua militer di kota azalea, dia adalah orang terkaya di kota ini dan bahkan tempat yang Verite tinggali saat ini adalah tempat yang dibuat karena perintah Duke Bloome.
‘Jadi bagaimana?’ Mefras bertanya.
‘Tapi apakah aku harus tinggal di tempatnya?’
‘Apakah kamu suka tinggal di Blooming Bud Verite?’ Mefras bertanya.
‘Kalau dibilang suka atau tidak aku bisa bilang suka, disini ada Caena teman sekamarku yang sering mengajakku pergi bermain dan Helian setelah beberapa minggu yang lalu aku rasa aku bisa mengerti kepribadiannya dan merasa kita itu teman tapi jika dibilang apa aku lebih mau tinggal disini atau tidak aku tidak begitu yakin akan jawabannya.’Verite bilang.
‘Ah iya, merubah tempat tinggal adalah hal yang sulit, aku ingat waktu orang tuaku membawaku pindah rumah dan aku merasa takut akan tempat baruku.’ Mefras bilang, merasakan rindu dengan dunia lamanya.
‘Kamu masih punya waktu untuk berpikir, kamu bisa memutuskannya selagi melakukan tugasmu.’ Meras bilang.
__ADS_1
“Verite…” Verite dan Mefras terlalu berkonsentrasi dengan satu sama lain mereka tidak menyadari bahwa Caena sudah berada di dalam ruang ini.
“Apakah kamu akan pindah?” Caena bertanya.