Suara Di Kepala Sang Rival

Suara Di Kepala Sang Rival
Bab 34: Uji Lapangan(Part 2)


__ADS_3

Verite dan Mefras langsung berangkat menuju desa teratai, berjalan menuju gerbang perbatasan kota mereka menjadi tontonan warga karena Mefras adalah sebuah robot berukuran tiga meter berjalan membuntuti seorang gadis berumur sepuluh tahun.


Mefras menikmati pandangan yang dia dapat, jika dia masih memiliki tubuh manusianya dia tidak akan menikmati pandangan dan perhatian yang dia dapat tetapi karena dia adalah robot berukuran tiga meter dia ingin menunjukkan seberapa lebihnya dirinya daripada mereka.


‘Kalian semua hanyalah kantung daging dan aku adalah tiga meter robot yang memiliki berbagai fitur!’ Dia teriakan di dalam kepalanya, menjadi robot raksasa meningkatkan egonya dengan cukup tinggi.


Tentunya dia tidak benar benar serius ketika dia memikirkan itu karena di dalam dirinya dia masih merindukan rasa ayam geprek yang sering dia makan saat masih hidup.


Dan dia juga masih memiliki masalah tethering dan konsumsi energi yang terjadi dengan Verite, sebagus bagusnya tubuh ini tubuh ini masih membutuhkan mana dan kesadaran Mefras jug terikat kuat dengan Verite jadi dia tidak bisa kemana mana tanpa pergi jauh dari Verite biarpun jarak tethering mereka sudah bertambah karena pertumbuhan Verite sebagai thaumaturgist yang meningkatkan jarak pacaran mana yang dapat Verite lakukan serta jumlah mana yang dapat dia keluarkan.


Dijalan menuju gerbang perbatasan Mefras memperhatikan banyak orang menyapa Verite dan baginya itu adalah hal yang pantas, dalam setahun ini Verite bekerja dengan keras untuk  mengejar mimpinya dan itu membuatnya mengambil cukup banyak misi misi dari guild petualang yang membuatnya diketahui oleh warga dan itu juga belum termasuk mesin pendingin yang Verite buat, orang sudah tahu tentang  siapa yang membuat mesin pendingin itu.


Untungnya sepertinya tidak ada yan mencoba menculik Verite karena bakatnya, mungkin memiliki nama Duke Bloome juga membantu Verite melindungi dirinya sendiri karena tidak banyak orang yang akan mau beradu kepala dengan penguasa daerah yang besar yang juga memiliki kemampuan Thaumaturgy yang tinggi.


setelah beberapa waktu berjalan mereka sampai ke ke gerbang perbatasan kota dan mulailah tahap percobaan lapangan mereka, Verite menoleh ke Mefras.


“Kamu siap?” Verite bertanya.


“Siap.” Mefras mengangguk, ujian pertama; Pergerakan dan keseimbangan.


Mefras merendahkan dirinya sampai matanya menatap Verite dan Verite mulai menaiki pundak Mefras dan mulai duduk, tangan kirinya memegang kepala Mefras untuk keseimbangan.


Setelah memastikan Verite duduk dengan nyaman Mefras dengan perlahan berdiri kembali, menyeimbangkan tubuhnya , merasakan pergerakan gear dan join di dalam tubuhnya.

__ADS_1


Mefras mengingat sebagaimana tidak naturalnya pergerakan robot yang ada dia tonton di internet, biarpun gerakan itu tidak  terlihat natural itu adalah gerakan yan optimal untuk menjaga keseimbangannya, itulah kenapa video demonstrasi robot selalu memiliki orang yang berusaha membuat robot tersebut jatuh.


Sekarang Mefras bisa melakukan gerakan gerakan itu, setelah tiga hari membiasakan dirinya dengan tubuh ini dia mencapai kemampuan untuk menyeimbangkan dirinya dengan tinggi, yang bisa menjatuhkannya sekarang hanyalah barang atau hal yang jauh dari kelas beratnya seperti longsor atau tornado.


Setelah berdiri dengan aman dan memastikan Verite masih di pundaknya Mefras mulai mengambil langkahnya, perlahan lahan,  kecepatannya meningkat dan dia mulai berlari…


Kecepatannya terus meningkat, menelusuri jalan asphalt yang mengarah ke desa teratai dia masih meningkatkan kecepatannya, sudah satu menit lewat dan dia sudah mencapai kecepatan yang mungkin lebih dari enam puluh kilometer per detik.


Dijalan Mefras juga melewati para pejalan yang matanya terbuka lebar ketika sebuah robot raksasa yang berlari dengan kecepatan yang tidak ditunjukan oleh ukurannya, disini Mefras menemukan sebuah masalah.


Dia tidak memiliki kemampuan untuk berbelok tajam. Dia tidak menabrak orang sama sekali tetapi dia masih menyadari bahwa dia hanya bisa memiringkan arusnya jalurnya dengan perlahan di kecepatan ini dan jika melakukan gerakan tiba tiba dia bisa membuat Verite terpental karenanya.


Karena itu Mefras mulai mengurangi kecepatannya, dia tidak mau membahayakan Verite biarpun dia tahu Verite bisa  menggunakan Thaumaturgy untuk meningkatkan kemampuan tubuhnya.


“Sepertinya ada masalah dengan kemampuanmu untuk berbelok ya.” Verite bilang, sepertinya dia sudah menyadari masalah yang Mefras temui. “Kita mungkin butuh mengubah bentuk bagian joint untuk mempermudah pergerakan, atau mungkin kita bisa mengganti kakimu dengan roda.”


“Verite kamu tahu aku tidak suka roda, roda rantai tank mungkin tapi roda biasa? Iya tidak terima kasih.” Mefras bilang, dia tahu roda adalah yang yang lebih praktikal untuk robot tapi dia tidak suka penampilan robot dengan roda.


Apakah itu kekanak kanakan? Iya. Tapi dia akan memilih tidak memiliki kaki daripada memakai roda.


“Hahaha… Aku hanya bercanda.” Verite bilang dan Mefras tahu itu. “Jadi apakah kamu akan ikut masih atau apakah kamu akan langsung berburu monster?” Verite bertanya.


Untuk melakukan Uji lapangan ini Verite tidak butuh menyaksikan pertarungannya secara  langsung karena tubuh baru Mefras memiliki kemampuan untuk merekam apa yang dia lihat.

__ADS_1


“Aku akan langsung berburu, lebih cepat lebih baik, monster yang akan aku buru adalah monster bertipe hewan pengerat kan?” Mefras bertanya.


Verite mengangguk, “Iya, dari deskripsi saksi mata monster ini memiliki penampilan seperti beruang hanya  saja  warnanya ungu, wajahnya seperti ditutupi sisik ikan dan ukurannya jauh lebih besar dari beruang biasa,  monster ini terlihat di barat desa ini.” Verite menjelaskan detail monster yang Mefras akan buru.


Mefras mengangguk, dia sudah mengerti detil misi ini dan sepertinya monster ini akan dapat dengan mudah di temukan,  monster berbahaya seperti ini akan membahayakan orang.


“Baiklah aku akan berburu sekarang, kamu bisa menikmati waktu itu untuk mengobrol dengan temanmu.” Mefras bilang.


“Iya aku sudah cukup lama tidak bertemu dengan Datura, sejak jalan asphalt ini selesai,aku ingin tahu apa kabarnya sekarang, baiklah aku akan masuk, semoga kamu cepat menemukan monster itu.” Verite bilang sebelum memutar dan berjalan masuk ke desa.


Mefras mulai berjalan ke arah barat,  dimana monster  berbetuk beruang itu terlihat, sedikit demi sedikit kecepatannya meningkat dan meningkat dan pada akhirnya dia mencapai kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya.


Mefras sekarang tidak perlu khawatir untuk menjaga kecepatannya karena dia tidak  lagi membawa manusia dan juga tidak berjalan di arus jalan yang dipenuhi manusia.


Dia masih harus berhati hati untuk menghindari pohon pohon yang tersebar di hutan ini, untungnya jika dia menabrak satu atau dua orang tidak akan bermasalah dengannya, itu hanyalah pohon.


Mungkin jika ada orang yang sedang memanjat pohon itu tapi apa kemungkinan itu terjadi?


Seperti menghasut takdir Mefras gagal berbelok dan menabrak  sebuah pohon yang dengan mudah roboh ketika beradu dengan tubuh besarnya yang terbuat dari baja sihir.


“Ahhhhhh!!!!” Mefras mendengar sebuah teriakakan dari pohon yang tumbang itu.


 

__ADS_1


__ADS_2