
Mereka sampai di kebun yang di ransak babi hutan itu, seperti yang diduga tempat ini adalah tempat yang kacau, dari tanah sekitar yang berhamburan, pagar yang rusak dan pondok yang roboh paling tidak hampir lima puluh persen dari tanaman tidak bisa di panen.
Untungnya musim dingin masih jauh kalau tidak mereka bisa mati kelaparan dan kedinginan jika mereka tidak mempunyai stok makanan untuk bertahan selama musim dingin.
Mereka mulai memeriksa tempat itu, menemukan jejak babi hutan yang hampir sama besarnya dengan kepala Verite, dilihat di sisi positifnya mereka sepertinya hanya akan melawan satu babi raksasa yang bisa membunuh manusia dewasa dengan mudah.
Regulus juga sudah mengatakan bahwa binatang binatang berukuran raksasa ini adalah hal tidak terlalu sering terjadi tetapi Verite merasa dia lebih baik berhati hati daripada menyesal, seperti peribahasa favorit Mefras;
“Apa yang bisa menjadi buruk akan menjadi buruk.’ dan karena itulah Verite merasa dia harus berhati hati dan itulah yang menyebabkan Verite menemukan sesuatu.
Verite menemukan sehelai bulu burung yang lumayan besar terjepit di antara pagar yang ambruk, dia mengambil sehelai bulu itu dan melihatnya, bulu itu berwarna biru gelap yang mudah tersamar di malam hari, ini membuat dirinya khawatir.
Setelah Verite mendapatkan bulu itu dia pergi untuk bersatu dengan Helian dan Regulus, mereka masing masing membicarakan hasil penyelidikan mereka.
“Aku tidak menemukan apa apa selain jejak kaki babi hutan.” Regulus melapor.
“Sama, aku tidak menemukan apa apa selain amukan babi hutan.” Bilang Helian, hasilnya sama dengan Regulus.
“Aku menemukan ini.” Verite menunjukkan sehelai bulu berwarna biru gelap yang dia temukan.
“Itu… sehelai bulu yang besar ya.” Regulus memperhatikan bulu itu.
“Kamu tahu bulu apa ini?” Verite bertanya.
“Aku tidak tahu.” Regulus menjawab dengan cepat.
“Apakah seekor monster bergabung dengan babi hutan ini untuk menyerang kebun ini?” Helian berteori.
__ADS_1
“mungkin.” Regulus bilang.
“Sepertinya kita mungkin memiliki seekor lawan extra untuk misi ini, kita harus berhati hati.” Verite mengingatkan.
“kamu benar kita harus berhati hati.” Helia setuju.
“Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?” Regulus bertanya, menatap Helian. “ini adalah misi mu.”
“Kita akan menunggu sampai hari gelap, kebun ini masih memiliki makanan yang tersisa dan aku yakin babi itu akan kembali untuk mengambil makanan yang mudah didapat, kita akan membasminya saat dia datang dan juga berhati hati jika pemilik sehelai bulu yang Verite temukan itu bergabung dengan pesta makan, apakah kalian setuju?”
Regulus menggeleng kepalanya, “Tidak,ini adalah pilihan yang paling aman.” Dia bilang.
Verite juga menggeleng kepalanya, hari sudah mulai gelap dan mencari seekor babi ganas di kegelapan malam bukanlah sesuatu yang Verite ingin lakukan jadi dia pikir ide Helian untuk menunggu dan menyerang adalah ide yang masuk akan.
Dan itu tidak menghitung pemilik bulu yang Verite temukan, Verite bisa merasakan mana yang kuat dari bulu ini.
Mereka memutuskan untuk menunggu dan dengan begitu saja malam telah tiba, jarak pandangan mereka terpotong dengan besar, sumber cahaya hanya berasal dari obor api yang dinyalakan para penduduk desa dan cahaya rembulan.
Verite, regulus dan Helian menyembunyikan diri mereka di kegelapan, menghadap lubang di pagar yang menuju ke hutan yang dalam, mereka masih menunggu kedatangan babi hutan raksasa itu.
Jika mereka dapat membasmi babi hutan hari ini mereka dapat pulang dengan cepat besok tetapi ada kemungkinan babi hutan ini tidak akan datang dan jika itu terjadi mereka mungkin harus berburu di hutan karena mereka tidak mungkin membiarkan babi hutan yang bisa membunuh warga desa ini berkeliaran.
Verite mulai merindukan lampu mana yang Blooming Bud punya, obor api ini tidak memiliki cukup cahaya untuk menerangi tempat ini, dia memiliki rasa apresiasi yang baru dengan Blooming Bud, Blooming Bud bukanlah tempat yang megah tetapi tempat itu masih lebih nyaman daripada tempat yang menjadi tirai kegelapan setelah malam datang.
‘Hey mefras?’ Verite memanggil Mefras.
‘Iya Verite?’ Mefras menjawab.
__ADS_1
‘Aku bosan, bagaimana ceritamu tentang pelukis yang mencatat sakit jantung sebelumnya? Aku penasaran setelah mendengar mu.” Verite mengingat ceritanya tentang pelukis sebelum Helian memotong pembicaraan mereka.
‘Ah itu ya,’ Mefras terdiam, ‘Biarkan aku mengingatnya.” Dia bilang.
‘Ah iya, nama nya Leonardo Davinci, di duniaku dia terkenal dengan lukisannya yang aku tidak mengapa orang puji puji.’
‘Apakah lukisannya tidak bagus?’ Verite bertanya.
‘Ah tidak, dia adalah seorang pelukis yang baik, bagus malah, tetapi menurutku dia adalah seorang jenius yang ditutupi oleh lukisan yang kemahalan.’ bilangnya, ‘Biarkan aku mengirim gambaran lukisan itu padamu.’ Mefras mengirimkan gambar itu padanya.
‘Ah, iya aku rasa ini adalah lukisan yang bagus tetapi aku mengerti mengapa kamu merasa lukisan ini biasa saja, jadi apa yang membuat Davinci ini jenius di matamu?’ Verite bertanya.
‘Dia adalah orang yang jauh dari waktunya, dia menciptakan robot pertama di dunia, sebuah mesin yang bisa menggambar dengan sendirinya, dia juga membuat konsep helikopter di catatannya jauh sebelum alat terbang bisa dilakukan.’ Mefras menjelaskan.
Verite merasa kagum akan orang ini, bukan seperti Verite yang ingin membuat teknologi karena gambaran yang Mefras berikan orang ini adalah natural jenius yang jauh lebih maju dari waktunya.
‘Dia juga adalah orang yang mengenal anatomy manusia dengan baik, kamu ingat aku menceritakan bagaimana dia menemukan penyakit jantung tig ratus tahun sebelum penyakit jantung dicatat? Itu karena untuk belajar anatomy melukis dia datang ke rumah sakit kotanya dan membedah mayat mayat disana.’
‘tunggu, tunggu dulu, apa? membedah mayat?’ Verite bertanya, apakah ada orang yang bisa datang ke rumah sakit dan langsung membedah mayat?
‘Iya, mentornya membiarkannya belajar anatomi manusia dengan melakukan itu dan dari yang aku tahu dia disukai oleh para dokter disitu, dia memiliki catatan yang sangat detail tentang tubuh manusia dan anatomi yang dipelajari yang dia tidak publikasi, di catatannya dia menemukan sebuah benjolan besar di jantung mayat orang yang dia bedah dan memutuskan bahwa orang itu mati karena sakit jantung. Catatan ini dibuat tiga ratus tahun sebelum penyakit jantung menjadi pengetahuan luas.’ Mefras bilang.
‘Aku tidak tahu mau bilang apa kepada orang yang belajar menggambar denan membedah mayat tapi jika dilihat dari pencapaiannya saja kamu benar dia adalah orang yang lebih maju dari waktunya.’ Verite berniat untuk belajar Thaumaturgy dan bahkan mungkin bersiap untuk membedah binatang dan monster, tetapi dia tidak yakin dia akan menyentuh manusia sama sekali, tetapi dia juga tidak terlalu melawan ide ini.
“Oooooooohohhhhhh……”
Suara besar menganggu pola pikir Verite.
__ADS_1
“Dia datang.” Helian berbisik.