Suara Di Kepala Sang Rival

Suara Di Kepala Sang Rival
Bab 13: Asal Usul Kelahiran


__ADS_3

Setting game itu adalah sekolah bangsawan dan namamu yang tertulis di game itu adalah... Verite Bloome.'


'Tunggu dulu, tunggu dulu, tunggu dulu.' Verite menarik nafasnya untuk menenangkan dirinya, Mefras dengan tiba tiba menjatuhkan bom informasi ini kepadanya.


Verite memegang dadanya dan menarik nafasnya, informasi memiliki bagai macam implikasi jika yang di katakan Mefras adalah kebenaran, implikasi yang baik dan implikasi yang buruk.


"Verite, kamu baik baik saja?" Caena bertanya dari tempat tidur bagian bawah, dia terdengar khawatir dengan Verite yang tiba tiba bangun dan bernapas dengan kuat.


"Iya aku baik baik saja, aku cuma dapat mimpi aneh." Bilang Verite.


"Oh..." Caena kembali tidur, sepertinya dia kelelahan.


Setelah memeriksa jika Caena telah terlelap tidur Verite ke pembicaraannya dengan Mefras, banyak hal yang ingin Verite tanya. 'Jadi itu berarti Duke Bloome adalah a-'


'Tunggu tunggu dulu.' Mefras memotong pola pikir itu. 'Kita belum tahu jika Duke Bloome mempunyai istri, jangan langsung meloncat ke perkiraan bahwa dia adalah ayahmu... Dia punya istri atau tidak?'


'Aku tidak tahu, orang selalu membicarakan Duke Bloome dan keberhasilannya saja, aku tidak pernah mendengar soal romansa yang terlibat dengan nya.' Verite hanya mendengar tentang pencapaiannya saja yang mana bagus karena Verite tinggal di wilayahnya jadi mempunyai pemerintah dengan pencapaian yang tinggi adalah hal yang bagus.


Dia tidak pernah mendengar soal kehidupan cinta atau keluarganya, jadi dia tidak tahu apakah Duke Bloome sudah memiliki keluarga atau bahkan istri.


'Lihat kan, jangan meloncat ke ke putusan, jika aku harus memperkeras kata 'jika' game yang aku mainkan itu mencerminkan masa depan, itu bukan berarti Duke Bloome adalah ayahmu, mungkin saja dia mengadopsi kamu karena bakatmu dalam Thaumaturgy, mungkin di dunia di mana aku tidak masuk di kepala kamu, kamu mengambil tawarannya untuk masuk kelas Thaumaturgy dan menjadi anak angkatnya.' Mefras memberikan Verite sebuah alternatif, mungkin bakatnya sangat kuat Duke Bloome yang mencintai Thaumaturgy memutuskan untuk membuat Verite sebagai anak angkat.


'Iya kamu mungkin benar.' Mungkin itu adalah hal yang baik, jika Verite adalah anak kandung Duke Bloome itu akan mencoreng karakternya sebagai seorang ayah, karena kenapa dia membiarkan anaknya tinggal di fasilitas untuk anak yatim piatu? Apakah dia ayah yang baik? Apakah Verite harus menerimanya?


Atau mungkin semua ini hanya kebetulan saja? Mefras tidak begitu ingat dengan game yang dia mainkan kecuali dengan penampilan karakternya, mungkin saja karakter itu memiliki nama dan penampilan yang sama dengan Verite, rambut merah bukanlah warna rambut yang langka, mungkin desainer karakter itu kebetulan saja memilih wana rambut itu.


'Mefras apa yang kamu ingat tentang game itu?' Tanya Verite, dia masih penasaran, mungkin ingatan Mefras memilki petunjuk.


'Tidak banyak.'Jawab Mefras, yang ku ingat hanyalah karakter portraitmu dan setting sekolah bangsawan, sisanya pudar karena aku sudah lama tidak bermain game itu dan juga tidak pernah menyelesaikannya.' Jawab Mefras.

__ADS_1


Verite merasa tidak puas dengan jawaban dan sepertinya Mefras menyadarinya karena dia langsung berkata


'Kalau kamu masih ragu kamu bisa tanya Pak jardi besok, mungkin dia tahu karena dia sepertinya kenal dengan Duke Bloome.' Saran Mefras.


'Iya, aku terlalu penasaran untuk membiarkan ini.'


'Dan jika kamu mendapat jawaban nya apa yang akan kamu lakukan?' Mefras bertanya.


Pertanyaan it membuat Verite terdiam, apa yang akan dia lakukan? Apa yang aka dia lakukan jika Duke Bloome adalah ayah kandungnya? Apakah dia akan meloncat ke tangannya? Ke seorang ayah yang tidak mengenalinya? Dan apakah yang akan dia lakukan jika mereka tidak punya hubungan? Apakah dia akan menunjukan bakat Thaumaturgy nya dan menyuguhkan diri untuk di angkat?'


Verite tidak tahu apa yang dia akan lakukan.


'Kamu bisa memilih jalan lain.' Jawab Mefras, sepertinya dia mendengar suara pikiran Verite.


'Jalan lain?'


'Kamu bisa menjadi peniliti Thaumaturgy independen, kamu sudah melihat para pembeli Bloom and Gloom, mereka adalah peniliti mandiri yang tidak memilki tuan.' Bilang Mefras.


'Atau kamu bisa membuang Thaumaturgy dan berjualan buah, bunga segala macam atau bahkan membuka restoran. Ada banyak pilihan yang dapat kamu lakukan Verite, jangan terikat dengan dua pilihan saja.' Mefras berhenti, membiarkan Verite memproses kata katanya.


'Aku tahu aku yang membawa ini kepadamu tapi aku harus mengingatkan kamu, yang paling penting bukanlah sebuah status kebangsawanan, atau sebuah hubungan darah kandung, yang penting adalah ke kebahagiaanmu sendiri, jadi aku minta kamu untuk memikirkan apa yang kamu benar benar mau, apa yang benar benar membuatmu senang dan jika kamu benar benar menginginkannya aku akan berada di belakangmu dan mendorongmu.'


'Waduh, aku tidak menyangka akan mendengar ceramah di malam hari.' Verite menguap, tetapi dia merasa lebih lega, ujung bibirnya naik ke atas ke sebuah senyum.


'Kamu benar, kebahagiaanku adalah hal yang paling penting, banyak pilihan di jalanku dan aku akan berhati hati dalam memilihnya.'  Verite menutup matanya, membiarkan kegelapan menyelimuti kesadarannya di pelukannya.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


'Lakukan apa yang membuatmu bahagia.' Kata kata itu tersangkut di pikiran Verite, di depannya sebua buku kosong yang akan dia gunakan untuk menulis rencananya.

__ADS_1


Saat ini Verite sedang sendirian di kamarnya, Mefras sedang berjalan menikmati tubuh baru nya dan Caena pergi melakukan pekerjaannya di Bloom and Gloom sedangkan Verite ditinggalkan dengan waktu luang.


Dia tidak tahu apa yang akan membuatnya benar benar bahagia tetapi dia mengetahui bahwa dia mendapat kesenangan saat membuat boneka konstruk Mefras dan melihatnya bergerak memberinya sebuah rasa pencapaian yang belum pernah Verite rasakan sebelumnya, rasa pencapaian itu lebih dari rasa yang dia rasakan ketika pertama kali berhasil mengeluarkan sihir thaumaturgy.


Jadi dengan hal dan pengalaman tersebut ddi pikirannya Verite mulai menggambarkan apa yang dia ingin lakukan sekarang dan apa yang dia butuhkan untuk menjalaninya, pencil di tangannya mulai bergerak.


Dia menulis bahan bahan yang dia butuhkan, hal hal yang dia akan kembangkan dan desain yang ingin dia ciptakan, Mefras telah memberinya banyak untuk di pikirkan, unjung pensilnya terus bergerak menggambarkan rencana masa depan Verite.


Rencana ini adalah rencana yang megah, yang berambisi, rencana yang jauh lebih besar dari boneka kayu yang dia buat.


Karena Mefras Verite telah menunggu panggilannya, panggilan untuk menciptakan dan panggilan untuk menjadi besar, di masa depan yang Mefras lihat dia adalah Verite yang menguasai kekuatan api tapi ini bukan hal yang Verite di masa ini inginkan, kemampuan mengendalikan api adalah kemampuan yang menarik, tetapi setelah melihat banyak hal yang Mefras tunjukan kepadanya Verite ingin membuat.


Verite ingin MEMBUAT. Dia ingin membuat lemari yang bisa menyimpan daging dengan saat lama, dia ingin membuat peti besi yang bisa melaju jepat di jalan, dia ingi membuat alat yang membantunya terbang di langit


Dan paling penting dia ingin membuat...


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Mefras kembali dari berkeliling tempat, dia benar benar bersyukur akan kemampuan barunya untuk bergerak, biarpun tubuhnya memiliki banyak kekurangan dia masih menikmati kebebasan yang tubuh itu berikan.


Tentunya semua hal punya akhir, waktu sudah gelap dan dia tidak ma mengkhawatirkan Verite jadi dia kembali masuk ke ruang tidur Verite dan yang menyambutnya adalah sosok tidur seorang gadis berambut merah yang menempel i meja belajarnya.


Mefras mau mengangkatnya ke tempat tidurnya tapi sayang dia hanyalah sebuah boneka yang hanya sedikit lebih besar dari sebuah kucing jadi yang hanya dia bisa lakukan ialah menggoyangkan Verite dan menyuruh bangun, tidak baik untuknya tidur di meja.


Selagi melakukan itu Verite bergoyang dan buku tulisnya terjatuh, halaman itu menangkap mata mefras, dia mencoba mengambil bukunya dengan tangan tinjunya, dengan canggung dia bisa membalikan halaman buku itu dan yang tertulis disitu mengejutkannya.


Semua teknologi yang Mefras tunjukan kepadanya tergambar dengan detil, semua alat alat yang mempermudah kehidupan tertulis dengan teori untuk membuat ulang fungsinya, ini semua terlihat detil untuk sebuah buatan anak berumur delapan tahun.


Mefras terus membalik halamannya, merasa kagum akan catatan yang Verite buat dan pada akhirnya dia sampai di halaman terakhir, hal yang tercantum disitu ingin membuatnya tertawa, karena seberapa tidak masuk akalnya hal itu dan seberapa mungkinnya itu akan terjadi di dunia ini.

__ADS_1


Mefras akan dengan senang melihat mimpi Verite untuk membuat Robot Raksasa terkabul.


__ADS_2