
“Kalian sedang apa?” Mefras bertanya kepada anak anak yang sepertinya berkelahi itu.
Anak anak itu melihat Mefras dan menelan ludahnya ketika raksasa berukuran tiga meter itu tiba tiba mendekati mereka, orang yang tidak tahu Mefras dia tidak akan menyalahkan orang jika mereka berpikir Mefras adalah seorang monster.
salah satu anak itu mengambil keberanian mereka dan mulai berbicara.
“Steven bermain curang!” Anak itu bilang sambil menunjuk anak yang lain.
“Kamu bohong Andi! Akut tidak curang!” Anak yang bernama Steven itu membalas.
“Jadi kalian bisa jelaskan masalahnya?” Mefras bertanya.
Kedua bocah itu melihat satu sama lain, dan mengangguk.
“Kami sedang bermain Penyihir dan pemain Pedang, dan Andi menggunakan gerakan yang curang!” Anak yang bernama Steven bilang.
Penyihir dan Pedang, Mefras merasa nostalgia ketika mendengar nama itu, dia kenal dengan permainan yang anak anak ini mainkan karena dialah yang membuatnya.
Dia membuat game ini karena dia merasa bosan karena dia tidak bisa kemana kemana tanpa dibawa oleh Verite jadi dia menggunakan kemampuan tangan mekaniknya untuk mencuri konsep dari game kartu terkenal di dunianya, M*gic dan Y**gi*H.
Mefras membuat cukup banyak kartu itu untuk bermain bersama Helian, Caena dan Verite, Mefras tidak menyangka ketika mereka meninggalkan tempat ini kartu kartu yang ditinggalkan akan digunakan oleh anak anak untuk bermain.
“Jadi bagaimana dia curang? Aku bisa menjadi juri karena aku cukup tahu dengan Penyihir dan Pedang.” Mefras bertanya.
Andi menunjukan Meja yang mereka pakai untuk bermain Penyihir dan Pedang.
“begini kami mulainya.”
Mereka mulai menjelaskan arah mereka bermain, dari yang Mefras perhatikan mereka sepertinya memiliki pengertian yang cukup dengan game yang dia buat ini.
“Aku mengerti sekarang.” Mefras berkata, dia mendengar penjelasan mereka sampai akhir dan menemukan masalahnya. “Sayangnya, aku harus bilang Steven yang benar disini.”
“Apa? Apa salahku?” Andi Bertanya.
“Disini.” Mefras menunjukan kartu yang Steven gunakan. “Kamu tidak bisa membalas kartu ini dengan kartu sihir karena ini adalah kartu balas jebakan, kartu balas jebakan adalah kartu yang hanya bisa di balas dengan tipe kartu yang yang sama.”Mefras menjelaskan.
“Tapi… Itu tidak tertulis di manual cara bermainnya.” Andi bilang, dia sepertinya tidak percaya.
“Tapi itu tertulis di manual ku.” Steven memotong dan menunjukan manualnya.
__ADS_1
“Apa?” Andi melihat manualnya dan iya, ada bagian yang menjelaskan tentang kartu perangkap balasan.
“Ah… Itu salahku.” Mefras menyambung. “Saat aku membuat manual itu aku hanya membuat beberapa yang selesai, sisanya tidak selesai karena aku hana membuatnya untuk bermain bersama Caena dan Verite.”
“Tunggu… Kamu yang membuat kartu ini??” Mereka bertanya.
“Iya, aku membuatnya untuk bermain bersama teman.” Mefras menjawab.
“Tunggu dulu… Kamu adalah mainan yang sering dibawa kak Verite ya?” Steven bertanya.
“Benarkah? Robot kecil itu?” Andi menimpa.
Mefras mengangguk, “Aku sudah tumbuh besar.” Dia bilang, menunjuk jempol.
“Kalian menikmati kartu yang aku buat?” Mefras bertanya.
“Iya, gambarnya keren keren semua!” Steven bilang.
“Dan mereka memiliki cerita masing masing! Aku suka cerita naga zombie yang menjadi raja zombie!” Andi menambah.
“Apakah kamu akan membuat lanjutan ceritanya?” Mereka bertanya.
“Mungkin.” Mefras menjawab. “Jika aku membuat kartu lebih aku akan memastikan kalian akan menerimanya.” Mefras bilang, rencana bisnis mulai terbuka di kepalanya.
“Ah Mefras, kamu disini.” Caena yang bergabung dengan mereka berkata.
“Aku kira kemana kamu, lama lama menghilang.”Caena memegang Mefras.
“Ah iya, aku membantu mereka menentukan aturan kartu mereka.” Mefras menjelaskan.
“Ah…” Caena melihat kedua bocah itu. “Andi, Steven kalian masih main kartu itu?”
“Tentu kak Caena, kartu kartu ini keren, tapi sayangnya beberapa kartu ini sudah mulai luntur.” Mereka bilang.
Mefras sudah mengira ini akan terjadi, dia membuat kartu kartu itu dengan bahan yang murah dan mereka juga tidak ditutupi saring seperti kartu official yang dunia Mefras gunakan.
“Ah… sayang ya…” Caene berpikir sebelum melihat ke Mefras. “Bagaimana kalau kamu membuatkan mereka kartu cadangan?” Caena menyarankan.
Mefras menaikkan bahunya, “Kenapa tidak?” Mefras mulai membuat kartu kartu itu dengan bahan yang Caena siapkan.
__ADS_1
Bahan yang Caena sediakan memiliki kualitas yang lebih tinggi dari bahan yang Mefras gunakan untuk membuat kartu sebelumnya jadi Mefras merasa yakin kartu ini akan lebih tahan lama dibanding dengan kartu yang sebelumnya.
Tangan mechanical Mefras mulai menggambar dengan kecepatan yang tidak bisa ditiru oleh manusia, bocah bocah itu terlihat terpukau saat mereka melihat Mefras mengerjakan kartunya, setelah dua jam menggambar dia menyelesaikan semua kartu kartu yang dia buat.
Bocah bocah itu memeriksa kartu yang Mefras buat, “Woah kartu ini lain dengan yang kita mainkan!” Steven bilang, terpukau dengan gambar di kartu itu.
Sayangnya Mefras tidak bisa menerima pujian untuk membuat kartu itu karena dia mengambil inspirasi dari orang orang yang tidak berada disini.
“Kalian bisa coba sekarang, ku menambahkan beberapa kartu yang memiliki kemampuan baru jadi kalian tidak akan bosan dengan memainkan kartu yang sama.” Mefras mengatakan, ini adalah termasuk rencananya untuk menyebarkan Pedang dan sihir, membuat anak anak Blooming Bud menjadi tester permainan.
Mereka mulai bermain dan membuat cukup banyak suara, membawa anak anak lain datang untuk melihat mereka.
“Saatnya kita pergi Mefras.” Caena bilang, menunjukan waktu sudah berlalu.
Mefras mengangguk, dia juga ingin pergi, membawa kartu duplikat yang dia buat Mefras pergi keluar bersama Caena.
“Jadi apakah kamu ingin menyebarkan permainan yang kamu buat itu?” Berjalan bersama tanpa arah Caena mulai bertanya.
“Mungkin.” Mefras menjawab. “Aku akan menunjukan Duke Bloome dan mungkin dia mau memodali konsep usaha mainanku.”Mefras bilang, inilah alasan dia membuat kartu duplikat, dia ingin menunjukkannya kepada Duke Bloome dan mungkin dia akan berinvestasi di bisnis ini.
“Aku harap kamu berhasil, kita tahu kita butuh hiburan lebih di dunia ini.” Caena berkata, dia sepertinya dipenuhi rasa melankoli.
“Iya.” Mefras setuju, jika kehidupanmu hanyalah sebuah rutin sampai kamu mati apakah kamu benar benar hidup? Itulah kenapa Mefras berpikir untuk menyebarkan hiburan hiburan kecil di dunia ini.
Tentunnya konsep hiburan bukanlah sesuatu yang langkah di dunia ini, banyak orang yang mengambil memahat kayu sebagai hobi dan semacamnya, tetapi karena unsur dunia ini yang dipenuhi monster ide dan kreativitas tertekan dan sulit berjalan, dia ingin meringankan ini dengan melakukan hal hal kecil dan membiarkan Verite melakukan hal besar yang akan membuatnya tercatat” di sejarah.
“Hey Caena…”
“Iya Mefras?”
“Tetaplah menjadi teman Verite ya?”
“Ada apa? Tentu aku akan tetap menjadi temannya.” Caena melihat Mefras penasaran.
Mefras menggeleng, “Tidak ada apa apa, aku hanya berpikir Verite membutuhkan orang sepertimu.”
Caene tidak memberi respon dengan omongan Mefras.
Perjalan mereka berjalan dengan tenang sampai saatnya untuk mereka berpisah.
__ADS_1