Suara Di Kepala Sang Rival

Suara Di Kepala Sang Rival
Bab 8: Konstruk


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Verite akan mendapat Batu mana yang Miss Bloom janjikan, setelah tiga hari bekerja dan melawan banjiran pembeli dia akhirnya bisa mendapat semua bahan Thaumaturgy konstruk dan mengeluarkan Mefras dari kepalanya.


'Aku tahu aku adalah tamu yang tak di undang tetapi kamu benar benar senang dengan prospek menendang ku keluar.' Mefras Menimpali.


Verite memperhatikan bahwa Mefras bisa mendengar pikirannya lebih dan lebih dari sebelumnya, biarpun begitu Verite tidak terlalu marah dengan itu karena Verite tidak punya sesuatu yang dirinya sembunyikan tetapi dia dan Mefras memiliki rasa khawatir tentang apa yang akan terjadi dengan pikiran Verite jika ini tetap lanjut jadi mereka ingin dengan cepat cepat membuat konstruk tersebut.


Seperti biasa Verite melapor ke Pak Jardi dan kemudian pergi bersama Helian ke Bloom and Gloom, melakukan pekerjaannya yaitu menjaga kasir dan melayani pembeli dan akhirnya menerima batu Mana yang dijanjikan, yang agak berbeda sekarang ialah Helian tidak terlihat seperti dia baru lari maraton setelah menyelesaikan pekerjaannya sepertinya dia sudah terbiasa dengan pekerjaannya.


Setelah pulang mereka berpisah dan Verite mulai memeriksa barang yang dia butuhkan, setelah mengetahui dia punya semua yang dia butuhkan dia pindah ke halaman belakang Blooming Bud dan memulai berlatih kemampuan memahat dan mengukir kayu.


Pertama tama Verite memulai memahat kayu biasa untuk menguji dasar kemampuannya dalam memahat kerajinan kayu, setelah setengah jam mengerut sebuah batang kayu yang Verite dapat hanyalah sebuah kayu yang tidak berbentuk, serutan Verite merubah sebuah balok kayu menjadi sebuah barang tanpa rupa.


"Ahhhhh..." Verite mengeluarkan frustrasinya.


'Tenang Verite.' Timpa Mefras. 'Kamu baru saja belajar, tidak mungkin kamu langsung bisa memahat sebuah boneka kayu berbentuk manusia.'


"Iya kamu benar, tetapi setelah belajar Thaumathurgy dengan lancar aku jadi tidak sabaran...' Bilang Verite, dia tahu menekuni sebuah keahlian itu membutuhkan waktu yang banyak untuk didapatkan tetapi ini tidak menghilangkan rasa seperti tersandung setelah lari dengan santai yang dia alami.


'Aku tahu apa rasanya tersandung, itu tidak nyaman.' Bilang Mefras.


'Oh iya.' Verite mengingat cara Mefras mati, tidak beruntung tidak bisa menyebabkan seberapa parahnya kecelakaan itu.


"Kamu ngapain Verite?" Tanya seseorang dari belakang Verite, Seorang gadis berambut hijau keriting menemui wajahnya.


Caena, teman sekamar Verite menyapanya, wajahnya terlihat penasaran.


"Aku belajar membuat boneka kayu, tapi aku tidak tahu cara membentuknya." Jelas Verite, menunjukkan kayu tanpa bentuk di tangannya.


Caena mengangguk. "Oh, aku dengar Pak Jardi pintar memahat, kenapa kamu tidak tanya saja sama dia?"


"Aku akan bertanya padanya nanti jika aku masih tidak bisa melakukannya." kalau bisa Verite tidak ingin bertanya pada pak Jardi karena dia pasti akan bertanya tentang konstruk yang Verite akan gunakan.


"Hey, kalian ngapain?" suara lain yang Verite kenali bergabung ke pembicaraan mereka, pemilik suara ini adalah Helian.


"Helian? Tumben kamu yang mulai bicara duluan." Caena komen.


"Haha Iya." Helian hanya tertawa canggung. "Jadi kalian ngapain?" Dia tanya.


"Verite mencoba membuat boneka kayu tetapi dia tidak tahu bagaimana." Jelas Caena.

__ADS_1


"Ah kamu ingin membuat Thaumaturgy Konstruk yang kamu bicarakan sama Miss Bloom sebelumnya?" Tanya Helian.


"Thaumaturgy Konstruk?" Tanya Caena.


"Iya, thaumaturgy Konstruk, kurang lebih itu adalah boneka yang dibuat oleh sihir, aku ingin membuatnya tetapi aku mau belajar dengan membuat boneka kayu biasa lebih dahulu." Jawab Verite.


"Kalau kamu mau aku bisa membantumu, aku bisa mengukir bentuk bentuk dasar dengan kayu. Aku bisa menunjukkan kamu caranya." Tawar Helian.


'Bagaimana Mefras?'


'Terima saja, gak ada ruginya, yang penting suruh dia pakai kayu biasa dahulu, jangan sampai tertukar dengan kayu mana kamu.' Peringat Mefras.


"Baiklah, tolong tunjukkan aku caranya." Verite minta tolong.


"Iya tentu." Helian mengambil pisaunya dan mulai menunjukkan Verite cara memahat.


"Itu terlihat menarik, bisa aku aku gabung?" Tanya Caena, dia sepertinya ingin mencoba membuat ukirannya sendiri.


"SIlahkan saja, tapi kamu harus gunakan bahan dan alatmu sendiri ya?" Bilang Verite.


"Tentu, tunggu ya, aku akan mengambil barang barang ku." Canea berlari untuk mengambil barangnya.


'Aku hampir lupa, tapi tempat ini tidak punya kompor ya.' Bilang Mefras, dia baru menyadarinya setelah Verite dan Caena mengambil kayu bakar, mereka masih memasak menggunakan tungku dan api.


'Iya karena Batu Mana yang digunakan untuk kompor lebih susah dari pada yang digunakan untuk lampu, jadi hanya orang kelas menengah ke atas yang memiliki kompor api dan yang ku dengar kompor mana tersebut sering malfungsi dan cepat habis Mananya.' Jelas Verite.


"Baik kamu siap Verite? Caena?" Tanya Helian, dia memegang sebatang kayu kecil bulat di tangannya.


"Iya, tunjukkan padaku." Jawab Verite.


"Iya aku siap." Bilang Caena.


"Baiklah, mulai dengan serutan yang halus, kamu tida bisa langsung melakukan potongan besar karena itu akan membuatmu kesulitan memperbaiki bentuk ukiran mu jika potongan kamu salah atau kamu ingin membuat perubahan.


Helian mulai mengukir kayu di tangannya, serutan serutan kayu jatuh ke tanah sesama gerakan pisaunya, tidak lama kemudian balok kayu kecil yang ada di tangannya berubah menjadi bentuk sebuah bintang,


"Beginilah jadinya." Helian menunjukan hasilnya "Kalau kalian ingin membentuk ukiran yang lebih komplek kalian harus menandai materi kalian sebelum mengukir tetapi aku sarankan kalian mulai dari hal hal yang lebih simpel terlebih dahulu dan setelah kalian terbiasa kalian bisa pindah ke bagian yang lebih sulit seperti boneka yang berbentuk manusia."


"Bagus bagus, sekarang aku mau mencoba!" Caena bergerak dan memulai karya seninya sendiri, dia sepertinya bersemangat untuk melakukan ini.

__ADS_1


Dibanding Verite yang tanpa suara sudah memulai membuat pahatannya.


Tidak lama kemudian mereka menyelesaikan hasil pahatan mereka, Caena yang membuat pahatan kayu dalam bentuk bulan sabit dan Verite yang membuatnya dengan bentuk matahari.


"Kalian punya bakat dalam hal ini, aku butuh lebih lama untuk membuat bentuk bentuk dasar." Bilang Helian.


"Iya aku mengerti sekarang." Bilang Verite. "Terima kasih atas pertolongannya."


"Iya, terima kasih untuk pengalamannya, aku mungkin akan mencobanya lagi.." Timpa Caena.


"Kamu sekarang mau membuat boneka konstruk itu Verite?" Tanya Helian.


"Iya, aku rasa aku sudah cukup yakin aku bisa melakukan ini." Jawab Verite, dia rasa dia sudah bisa meloncat langsung untuk membuat konstruk itu, setelah mengetahui dasarnya dia menyadari bahwa ini hampir sama dengan pekerjaan pekerjaan sampingan yang dia lakukan dan jika dia gagal dia bisa membeli kayu Mana itu lagi, harganya tidak terlalu mahal dibanding bahan lainnya.


"Kalau begitu bagaimana kamu membiarkanku membantu? sebuah konstruk adalah hal yang lebih komplek dari pada sebuah bentuk dasar. Kita bisa membaginya separuh separuh." Tawar helian.


"Hmmm...." Verite berhenti untuk berpikir.


'Bagaimana Mefras?'


'Kenapa tidak? Terima aja kalau kamu mau, lebih cepat lebih baik.'


"Oh oh ini kerja kelompok? Biarkan aku membantu juga!" Caena masuk dalam pembicaraannya.


"Baiklah." Verite setuju, lebih cepat lebih baik.


"jadi kita akan membagi bagian bagian yang akan kita pahat, Verite kamu bisa menggambarkannya untuk kita? Dan jangan lupa menulis ukurannya." Bilang Helian.


"Baiklah." Verite mulai menggambar bagian bagian yang Helian dan Caena akan buat, untung bagi mereka Verite punya kemampuan yang baik dalam menggambar dan melukis, dia tidak akan membuat mona lisa atau semacamnya tetapi dia bisa menyampaikan apa yang dia inginkan lewat gambarannya.


Verite memberi skema yang dia buat ke Helin and Caena, mereka melihat apa yang tertera di skema itu.


"Aku membuat tangan kiri dan kanannya huh, desain yang menarik." Bilang Helian.


"Ini bentuk kaki yang menarik." Bilang Caena. "Aku penasaran dengan rupa penuh boneka ini."


"Kalian bisa Melihatnya setelah semuanya selesai." Verite tersenyum, dia tidak sabar untuk melihat hasil kerja mereka.


.

__ADS_1


__ADS_2