Suara Di Kepala Sang Rival

Suara Di Kepala Sang Rival
Bab 36: Uji Lapangan (Part 4)


__ADS_3

Mefras kembali ke desa dengan membawa bangkai beruang di pundaknya dan pedagang yang dia temukan namanya Zorrel di pinggangnya, dia mencoba berjalan bersama Zorrel tetapi merasa tidak sabar dan membawa Zorrel lari ke gerbang kota.


Selagi berlari Mefras mengaktifkan salah satu fitur barunya untuk berkomunikasi dengan Verite, Mefras memberitahu Verite tentang monster yang sudah dia basmi, pedagang yang dia temukan dan perampok yang mungkin berkeliaran di dekat kota.


****Verite POV****


Verite masuk ke dalam desa teratai setelah Mefras pergi untuk memburu monster yang menjadi target guild petualang mereka.


Desa teratai sekarang sudah cukup berubah, desa ini sekarang memiliki lebih banyak bangunan untuk mengakomodasi para pengembara atau pedagang yang melewati desa ini dan Duke Bloome  juga menambah pasukan pribadinya sendiri untuk menjaga keamanan desa ini.


Itu adalah hal masuk akan karena desa ini sudah menjadi checkpoint sebelum masuk ke kota azalea tempat ini penting untuk melihat jika orang membawa barang barang yang berbahaya.


“Verite, kamu datang!” Seorang gadis berambut  coklat datang dan menyapanya


“Iya, aku ingin melakukan test sihirku dan ketika aku melihat misi berburu monster di dekat desa ini aku berpikir aku bisa sekalian berkunjung kesini.” Verite menjelaskan kedatangannya.


“Bicara soal monster…” Datura mendiam sebelum melanjutkan. “Kamu tahu, aku mendengar rumor tentang bandit dari orang yang datang dari desa sebelah.” Datura mengatakan.


“Bandit?” Verite bertanya sebelum menyadari ada mata yang mengawasinya. “Datura bisakah kita bicara di tempat yang lebih privat?” Verite bertanya, matanya melihat Datura dengan serius.


“Baiklah.” Datura melihat pandangan Verite yang serius membawanya sebuah penginapan untuk para pejalan yang baru dibangun.


“Aku akan mengambil kamar nomor sembilan.” Bilang Datura ke resepsionis dan langsung masuk ke kamar yang dia tunjukan.


“Apa yang mau kamu bicarakan Verite?” Datura tanya setelah mereka masuk.


“Tentang bandit itu,  aku merasakan pandangan tidak enak saat kita berbicara, apakah ada orang mencurigakan yang datang kesini?” Verite bertanya, itu mungkin hanya kebetulan saja tetapi tidak ada salahnya untuk berhati hati.


“Soal bandit itu ya…” Datura mengelus dagunya, “Aku hanya mendengar rumor tentang mereka jadi aku tidak tahu cerita penuhnya, yang aku dengar adalah adanya kelompok bandit kejam yang membuntuti pejalan yang memiliki grup kecil dan menghabisi mereka di tengah jalan, mereka tidak pernah dilihat di satu tempat jadi aku pikir mereka paling tidak selalu berpindah tempat dan mereka terakhir terlihat di desa di dekat desa teratai ini.” Datura menceritakan rumor yang dia dengar.


“Apakah ada orang yang mencurigakan?” Verite bertanya.


“Aku tidak tahu jika ini bisa dibilang mencurigakan tapi ada seseorang yang datang ke desa ini dan hanya melihat lihat, aku rasa dia juga memperhatikanmu saat kita berbicara tadi.” Bilang Datura.


“Jadi orang itu yang aku rasa memperhatikanku ya…”Sepertinya mereka menemukan masalah yang lebih dari sebuah monster.

__ADS_1


“Apakah aku harus memberi tahu para penjaga Verite?” Datura bertanya.


Verite menggeleng. “Kita masih belum tahu jika orang itu adalah orang yang sama,  mungkin saja dia hanyalah orang yang aneh dan tidak ada hubungannya bersama dengan kelompok bandit tersebut.” Verite tidak mau langsung menuduh, Mefras telah memperlihatkan banyak kehidupan hancur karena orang asal saja menunjuk jari.


“Jadi apa yang akan kamu lakukan?” Datura bertanya.


“Aku akan memperhatikan orang itu dan mungkin memancingnya untuk mengeluarkan dirinya sendiri jika benar orang itu adalah bandit.” Verite menjawab, mungkin dia harus membuat dirinya sebagai umpan dan memancing kelompok bandit itu.


‘Verite? Kamu sibuk?’ Verite mendengar suara Mefras,  sepertinya mode komunikasi yang Verite masukkan bekerja dengan baik.


‘Iya, aku bersama dengan Datura sekarang, ada sesuatu yang ingin kamu katakan?’ Verite bertanya.


‘Iya,  aku ada berita baik dan berita buruk. Berita baiknya aku sudah membasmi monster itu dan sedang di jalan untuk menuju desa dan berita buruknya aku menemukan seseorang dan kita mungkin memiliki kriminal yang berkeliaran di dekat desa.’ Mefras menceritakan beritanya.


‘Baiklah, tunggu di luar, jangan masuk, aku akan menemui mu di gerbang.’ Verite bilang ke Mefras.


“Ada apa Verite, kamu terlihat serius.” Datura bertanya.


“Sepertinya memang benar ada grup bandit yang berkeliaran disini, “Verite mengintip keluar pintu kamar nomor sembilan dan melihat seseorang mengawasinya. “Sepertinya orang itu masih mengawasi kita, kamu jaga dia, aku akan kembali sebentar lagi.” Verite berjalan ke jendela kamar dan memanjat keluar. 


“Cukup pastikan dia masih mengawasi kamar ini, aku akan segera kembali.” Datura hanya mengangguk.


Mefras melepaskan orang itu dari genggamannya dan orang berkacamata itu langsung berlari dan memuntahkan seluruh isi perutnya di dasar pohon terdekat.


“Orang itu…?”


“Dia Zorrel, seorang pedagang yang diserang bandit, aku akan membiarkannya menjelaskan detailnya kepadamu.” Mefras hanya melihat orang  yang mengosongkan isi perutnya itu.


Zorrel akhirnya selesai mengeluarkan makan malamnya dan dia kembali mendekati Verite dan Mefras.


“Maaf kamu harus melihat itu,” Zorrel membersihkan kacamatanya, “Namaku zorrel dan aku adalah pedagang dari kota Sunflow. Kamu adalah pengendali konstruk ini?” Zorrel mengenalkan dirinya.


“Iya, aku Verite Bloome, bisakah kamu menceritakan apa yang terjadi?”Verite bertanya.


“Verite Bloome?” Zorrel bertanya, seperti tidak percaya dengan apa yang dia dengar. “Verite Bloome yang menemukan mesin pendingin itu?”

__ADS_1


“Iya? kamu mendengar tentangku?” Verite bertanya, Verite tahu namanya sudah diketahui tetapi sampai pedagang asal luar kota bisa mengetahui namanya itu memberi Verite perasaan yang aneh.


“Iya… aku sebenarnya datang kesini untuk melihat penemuanmu dan mungkin menunjukan barang barangku tetapi tidak masalah lagi, aku sudah kehilangan semua barangku saat para perampok itu mengejarku.” Zorrel bilang, sepertinya dia ingin mencoba keberuntungannya dengan penemuan Verite.


Sayangnya jika dia mau berbisnis dengan Verite dia harus melewati Verite lebih dahulu.


“Kamu bisa menceritakan pengalamanmu dengan perampok perampok itu? Kami mungkin bisa mengembalikan barangmu yang hilang.” Verite meminta detail kejadian malam  sebelumnya kepada Zorrel.


“Baiklah.” Zorrel mengangguk dan mulai menjelaskan kejadiannya.


“Wow, kamu tidak beruntung.” Bilang Verite.


“Iya…” Pundaknya menurun.


“Jadi kamu bisa mengenali para perampok itu ya?” Verite bertanya untuk  memastikan.


Zorrel mengangguk, aku masih ingat wajah mereka.


“Baiklah, ikut aku. Mefras kamu tunggu di luar, periksa wilayah sekelilingmu, jika ada kamu mau masuk gunakan fitur 'itu'." Verite memberi Mefras instruksi dan membawa Zorrel masuk ke desa.


****


“Verite kamu kembali.” Datura menyambutnya saat Verite masuk ke kamar nomor sembilan lewat jendela, dia membawa Zorrel bersamanya.


“Iya, dan aku membawa seseorang extra.” Verite menjelaskan situasinya. “Apakah dia masih mengawasi ruangan ini?”


Datura mengangguk.


“Baiklah, Zorrel kamu intip lewat pintu itu, apakah orang yang mengawasi kamar ini salah satu bandit yang mengejar mu.”


Zorrel mengintip lewat bukaan pintu dan kembali lagi. “Iya, aku yakin, orang ini adalah salah satu bandit yang mengejar ku dan di ingat lagi aku rasa aku pernah melihat orang ini di desa yang aku datangi sebelumnya.”  Zorrel mengkonfirmasi yang dia lihat dan sepertinya orang ini juga sudah memilih Zorrel sebagai target saat dia mencapai  desa yang dia menginap sebelumnya.


ini membuat Verite tersenyum, ini jauh lebih mudah daripada mencarinya satu persatu.


“Datura.” Verite memanggil.

__ADS_1


“Iya Verite?”


“Aku ingin kamu membantuku menjebak kriminal.”


__ADS_2