
“Kamu memiliki bakat.” Duke Bloome melihatnya dengan mata yang serius.
“Aku… tidak tahu aku harus bilang apa.” Verite menjawab, dia tidak tahu bagaimana dia harus menanggapi omongan Duke Bloome karena dua hal.
Pertama dia memang berbakat tetapi dia bukanlah seorang genius.
Kedua yang Duke Bloome puji bukanlah bakat Verite tetapi pengetahuan yang Mefras dapatkan dari dunianya.
Verite tidak tahu apakah dia harus menerima ini,
“Tunjukan padaku.” Bilang Duke Bloome. “Tunjukan padaku sekarang cara kamu membuat skema ini menjadi kenyataan.” Perintah Duke Bloome.
Verite mulai bergerak, dia membentuk tulang tulang yang Verite beli menjadi sebuah pipa dan menulis formula Thaumaturgy pada pipa pipa itu.
Kemudian dia membuat tempat dimana Batu Mana Api akan ditempatkan kemudian dia menempelkannya di lemari kayu yang sudah Verite buat sebelum melakukan semua ini.
Dia menyatukan rambut rambut monster dan memasukkannya ke dalam pipa yang tertulis dengan formula Thaumaturgy, menyambungkan bagian dalam kulkas ke bagian luar.
dan setelah melakukan semua itu dia mengimbuhi Batu mana yang dia tempatkan di belakang tubuh mesin pendingin dengan mananya, mengaktifkan fungsinya untuk menghisap mana paas di udara.
Dan Begitulah Verite menyelesaikan mesin pendinginnya, dia hanya memakan waktu kurang lebih satu jam untuk menyelesaikan mesin pendingin itu.
Verite menutup pintu lemari pendingin itu dan menunggu beberapa menit, setelah beberapa menit berlalu dia membuka kembali pintu lemari pendingin itu dan memasukan tangannya.
“Dingin…”Dia bilang, merasakan perbedaan suhu di dalam lemari dan di luarnya. “Aku berhasil!” Verite berteriak, dia berhasil membuat pendingin dengan merekayasa ulang konsep yang Mefras bicarakan, dia merasa bangga di dalamnya.
“Coba aku rasakan Verite!” Caena mendekat, dia tidak bisa menahan rasa penasarannya dan menyodorkan tangannya ke dalam pendingin itu. “Iya ini sangat dingin.” Caena mengangguk angguk.
Duke Bloome mendekat dan juga menguji dingin mesin pendingin yang Verite buat.
“Iya, ini dingin, kamu berhasil.” Bilang Duke Bloome sebelum berjalan ke belakang mesin itu, dimana Batu Mana Api terletak. “Dan sepertinya batu mana api ini juga tidak kepanasan saat menghisap energi panas dari dalam mesin pendingin ini, sepertinya untuk menyelesaikan masalah batu mana menjadi panas berlebih kamu menggunakan rambut monster berelemen air untuk menghisap cairan di udara dan mendinginkan Batu mana itu biar itu bisa menghisap energi panas lebih.”
__ADS_1
‘Sepertinya dia sudah mengetahui fungsi semua bagian mesin ini, aku rasa itulah kenapa dia tidak hanya menjadi pemimpin kota ini tetapi juga seorang Thaumaturgist ahli.
Skema yang Duke Bloome lihat tidak menjelaskan semua fungsi fungsi dari bagian bagian mesin pendingin yang mereka buat tetapi dia masih menebak bahwa energi panas akan tersimpan di batu mana itu dan berkemungkinan besar akan meledak.
“Iya, kenapa aku membuat pipa dengan rambut monster itu.” Mengkonfirmasi omongan Duke Bloome.
“Pertanyaannya sekarang adalah seberapa lama alat ini akan bertahan dan jika alat ini memiliki keamanan yang cukup.” Bilang Duke Bloome.
“Keamanan yang cukup?” Tanya Caena.
Verite mengangguk. “Iya, kita masih belum tahu alat ini aman atau tidak, bisa bisa karena reaksi dari bahan bahan monster yang digunakan bisa membuat batu mana meledak dan menyebabkan kebakaran.”
Jelas Verite kepada Caena.
“Jadi intinya kamu masih harus menguji keamanan alat ini.” Helian menyambung, mengangguk terlihat seperti mengerti.
“Iya, aku juga akan membuat penutup untuk melindungi bagian bagian alat ini yang terlihat supaya pemilik benda ini tidak sengaja menyentuh bagian bagian penting dan merusaknya.” Verite menjelaskan rencana yang akan dia lakukan setelah semua tahap pengujian selesai.
Verite mengangguk, mengkonfirmasi.
“Soal itu mudah.” Duke Bloome memotong. “Jardinier bagaimana kalau kamu mengambil tempat hewan percobaan dan mulai menggunakan mesin pendingin ini?” Duke Bloome bilang melihat pak jardi yang berdiri mengawasi tanpa kata dari waktu dia datang kesini.
Dia mulai berbicara. “Aku tidak sungkan tapi ini adalah penemuan Verite, semua ini tergantung pada keputusannya.” Bilang pak Jardi.
Duke Bloome melihat Verite. “Bagaimana Verite?” Dia bertanya.
“Kamu membiarkanku melakukan ini?” Verite bertanya, dia tidak menduga Duke Bloome akan membiarkannya melanjutkan pembuatan mesin pendinginnya sendirian.
“Aku sudah melihat apa yang kamu bisa, kamu tidak lalai dalam menjaga keamanan dirimu dan sekitarmu dalam mempelajari Thaumaturgy jadi aku merasa aku dapat mempercayaimu untuk melakukan penelitian milikmu sendiri, tetapi…” Dia menekankan dikata ini. “Jika Jardinier atau aku menangkapmu melakukan hal yang berbahaya aku akan mencabut kemampuanmu untuk melakukan Thaumaturgy dan kamu harus melakukannya seperti anak anak lain yabg ingin melakukan Thaumaturgy; mempelajarinya di kelas Thaumaturgy saat kau berumur dua belas tahun.” Duke Bloome memberikan sarannya.
Jika dipikir Duke Bloome memberi Verite kebebasan yang sangat luang, Verite tidak punya alasan untuk menolaknya karena dia juga peduli akan keamanan dirinya sendiri dan semua isi Blooming Bud.
__ADS_1
‘Iya, aku tidak menyangka dia adalah orang yang benar benar orang yang beralasan, aku mengira dia adalah orang yang diangkat egonya sendiri karena dia adalah ahli Thaumaturgy disini, tetapi aku rasa karena dia adalah ahli yang sebenarnya dia tidak merasa dia harus membuktikan sesuatu.’ Mefras memberikan pandangan yang positif kepada Duke Bloome.
“Baiklah, aku akan membiarkan Pak jardi menguji pendingin yang aku buat.” Verite memberi jawabannya, seperti yang Mefras bilang Duke Bloome sepertinya dapat dipercaya, lagi pula jika dia ingin mengambil alat Verite dia bisa melakukannya dengan mudah, jika dia benar benar mau dia tidak perlu bertanya, dia hanya akan langsung melakukannya.
“Ah kalau begitu kamu silahkan memeriksa lagi alat pendingin ini, jika kamu memiliki sesuatu yang kamu lupakan atau sesuatu yang kamu harus ditambahkan, setelah itu Jardinier bisa membawanya.” Duke Bloome berkata, dia melihat jam kantongnya.
Dengan itu Verite melakukan yang dikatakan Duke Bloome, dia memeriksa semua alat yang terdapat di bagian mesin pendingin itu, dari batu mana, pipa penyalur dan engsel pintu.
Setelah itu dia menambah tutup sementara untuk alat alat itu, dan kemudian mendekati Pak Jardi, membawa kertas yang berisi instruksi.
“Pak Jardi.” Verite memanggil.
“Iya Verite?” Pak Jardi menjawab. “Ada yang bisa kubantu?” Dia bertanya.
“Iya pak, ini soal mesin pendingin itu, kalau tidak merepotkan bapak aku ingin bapak mengisi formulir ini setiap hari dengan pengalaman bapak dengan mesin pendingin ini.” Verite memberikan pak jardi kertas yang di pegang.
“Aku juga ingin bapak mengikuti beberapa instruksi yang terdapat disini, seperti menambah isinya pendinginnya setiap hari dan memeriksa jika batunya panas berlebih…” Verite menjelaskan instruksinya dan pak Jardi mendengarnya dengan hati hati, tanpa meremehkan Verite yang masih kecil sedikitpun.
Setelah Verite menyelesaikan penjelasannya pak Jardi bertanya. “Itu semuanya?”
“Iya, itu semua yang aku butuh bapak lakukan, apakah itu terlalu banyak?” Verite bertanya.
Pak Jardi menjawab. “Tidak, aku akan melakukannya.” Setelah itu dia membawa mesin pendingin yang Verite siapkan ke kantornya.
Setelah itu Caena dan Helian membantu Verite membereskan alat alatnya dan membawanya kembali ke kamar, meninggalkan Verite sendirian (Berdua jika dihitung dengan Mefras yang tidak terlihat) dengan Duke Bloome, Verite baru mau pergi sebelum Duke Bloome memanggilnya.
“Verite.”
“Iya Duke?”
“Aku punya Tawaran untukmu.”
__ADS_1