Suara Di Kepala Sang Rival

Suara Di Kepala Sang Rival
Bab 25: Serangan Babi Hutan


__ADS_3

Verite bukanlah seseorang yang tidak terbiasa ke tempat asing malah kebalikannya, di sudah terbiasa ke tempat yang tidak dikenali karena tugas tugas yang diberikan pak Jardi selalu berhubungan dengan mengantar barang barang ke sudut kota yang tidak pernah Verite datangi.


Tentunya Verite melakukan tugas tugas itu sepenuhnya dan sudah melakukan beberapa tugas tugas itu Verite mulai terbiasa tidak hanya dengan mencari jalan tetapi juga berbicara dengan orang asing untuk menentukan jika jalan yang dia tuju itu benar.


Dengan hal itu di pikirannya dia masih merasa kagum ketika dia melangkahkan kaki pertama kali dari kota yang dia tinggali selama seumur hidupnya, dia merasakan hal yang benar benar baru untuknya.


Mulai dari hutan yang kehijauannya menjarah ke seluruh pandangan sampai binatang binatang liar yang dia tidak pernah lihat dan juga sudut sudut gelap yang tersembunyi di antara pepohonan, itu membuat Verite merasa kagum dan takut pada saat bersamaan.


tentunya dia tidak merasa dalam bahaya karena tidak hanya Mefras berada di dalam kepalanya dia juga ditemani oleh Helian dan Regulus dalam perjalannya, Verite sudah menyaksikan sendiri bagaimana kuatnya Regulus yang dapat menahan tinjuan Verite tanpa sedikitpun, dia membawa tombak panjangnya dalam perjalanan ini.


Seementara Verite hanya membaawa badannya dan  tubuh konstruk Mefras bersamanya, jika mereka bertemu monster mungkin Verite bisa membuat Mefras mengalih perhatian sementara Verite lari dari monster.


Bicara tentang bawaan, Helian terlihat lebih siap dari Verite, dia tidak hanya membawa bekalnya tetapi juga sepasang panah dan busur dan juga sebuah pedang kecil di sisinya, sepertinya dia sudah siap untuk melawan beberapa babi hutan.


Verite masih belum tahu alasannya untuk berburu seperti itu tetapi seperti yang Verite sendiri bilang semua orang punya alasan masing masing yang mereka berhak simpan asalkan itu tidak membahayakan orang lain.


Diperjalanan mereka Verite and kelompok menemui beberapa monster yang menyerang mereka seperti sebuah slime, monster yang terbuat dari cairan yang Verite dengan muda hancurkan dengan semburan api dari tangannya.


Mereka juga menemui monster yang terlihat seperti babi hutan tapi memiliki kulit terasa seperti gading gajah(Sebutan Mefras) yang Regulus pecahkan dengan mudah menggunakan tombaknya.


Helian juga mendapat beberapa waktu untuk bersinar dengan menembak monster seperti kelelawar yang terbang di udara, seperti nya dia datang dengan siap, Verite lebih kaget dia mau melakukan semua ini sendiri melihat sudah beberapa kali mereka diserang monster.


Selagi berjalan Regulus mulai berbicara, “Bagaimana rasanya keluar kota untuk pertama kalinya Verite?” Dia bertanya kepada Verite.


“Ini adalah hal yang… Membuka.” Verite menjawab sebelum mengalihkan pandangannya ke Helian. “bagaimana dengaanmu Helian apakah ini perjalan pertamu ke luar kota?” Verite bertanya.

__ADS_1


Helian menggelengkan kepalanya, “Aku tidak berasal dari kota Azalea, ini bukanlah pertama kalinya aku melangkah kaki ke dunia di luar peradaban tetapi ini adalah pertama kalinya aku meninggalkan kota tanpa didampingi orang dewasa.” Jawab Helian.


“Kamu tidak berasal dari sini? Jadi kamu tinggal dimana sebelumnya?” Verite bertanya.


“Tanpa orang dewasa?” Regulus memotong, “bagaimana denganku?” Dia bertanya.


”Aku tidak melihat orang dewasa sama sekali jadi aku tidak mengerti maksudmu.” Bilang Helian.


Sepertinya Regulus dengan sengaja memotong pertanyaan, menyadari itu Verite mulai bertanya hal lain.


“Seberapa lama lagi kita akan sampai ke desa ini?” Verite bertanya.


Regulus melihat petanya, “Jika kita mengikuti jalan ini kira kira kita mungkin akan sampai dalam satu jam.” Dia bilang.


“Satu jam ya… Aku harap semua ini berjalan dengan lancar.” Bilang Verite.


‘Apa, aku hanya ingin semua ini berjalan dengan lancar.’


‘Tch tch tch,’ Verite mendapat gambaran Mefras menggoyangkan jarinya dari pikirannya, ‘Kamu tahu jika kamu bilang seperti itu yang terbalik maka yang akan terjadi, bagaimana kalau yang merusak desa itu bukanlah beberapa ekor babi hutan tetapi malah seekor naga?’ Mefras berkata.


‘Sekarang kamu yang menyumpahi ini Mefras, kalau para babi hutan itu memang menjadi naga aku akan menyalahkanmu.’ Verite mengirim gambaran dirinya mengacungkan jari kepada Mefras.


Setelah satu jam berjalan mereka akhirnya sampai ke desa yang mereka tuju, Verite mengamati keadaan desa ini, terdiri dari rumah rumah kecil yang dibangun dengan bahan yang terbuat dari kayu dan atap jerami desa ini terlihat sangat jauh dari Kota azalea yang  maju.


Mungkin mereka tidak dapatt membagung bangunan yang terbuat dari batu karena mereka tidak dapat membawa bahan bahan yang mereka butuhkan dari kota ke sini atau mungkin mereka kekurangan tenaga kerja dan karena itulah mereka mendapat masalah dari serangan babi hutan.

__ADS_1


Ketika mereka masuk ke dalam desa ada seorang anak gadis kecil berambut coklat menyapa mereka, anak gadis ini tidak terlihat seperti dia lebih dari lima tahun.


“Selamat datang ke desa ini, apakah kalian orang yang dikirim dari guild petualang Kota Azalea?” Dia bertanya.


“Iya, kami adalah bagian dari guild petualang kota Azalea.” Helian berbicara, sebelum mereka sampai disini Helian bilang kepada mereka ini adalah misinya jadi dia yang akan melakukan pembicaraan dengan klient.


Verite tidak memprotes karena dia benar, Verite dan Regulus dan Verite memasukkan diri mereka sendiri ke masalah Helian jadi Verite tidak punya hak untuk mengatur ngatur apa yang dilakukan Helian.


“Kalau begitu ikut aku, kepala desa ingin bertemu dengan kalian.” Gadis kecil itu berkata dan mulai berjalan.


Mereka berjalan mengikuti gadis itu, sambil berjalan Verite memperhatikan pandangan pandangan yang ditujukan kepada mereka, kebanyakan berasal dari ibu ibu atau anak kecil yang menatap mereka, sepertinya mereka jarang mendapat orang asing di desa ini.


Sepertinya benar bahwa tidak banyak pria sehat di desa ini, mungkin karena itulah mereka tidak bisa melawan babi hutan yang mengamuk.


Tidak lama setelah mengikuti gadis itu mereka sampai di rumah yang paling mencolok di desa ini, rumah ini di dekorasi dengan bunga di sekelilingnya dan rumah ini juga terletak di tengah desa.


“Silahkan masuk, kepala desa menunggu.” Gadis muda itu berkata.


Verite helian dan Regulus masuk ke rumah itu, mereka disambut dengan penampilan seorang wanita tua yang duduk di tengah ruangan itu.


“Silahkan duduk.” Bilang wanita tua itu, menunjukkan ketiga alas duduk di lantai.


Helian, Verite dan Regulus duduk berkaki silang di lantai.


“Kalian masih sangat muda ya,’ Nenek itu mengusap dagunya, “Tapi jika kalian dikirim oleh guild petualang aku yakin kalian punya kemampuan tersembunyi.” Bilang nenek kepala desa.

__ADS_1


“Jadi bisakah anda menjelaskan masalah yang desa ini alami?” Helian mulai berbicara.


__ADS_2