
Di sebuah ruangan di fasilitas penampungan anak duduk seorang anak gadis, anak gadis berambut merah membara ini memegang sebuah pisau di tangan kecilnya, perlahan lahan dia mengukir sebuah bentuk di kayu yang dia pegang.
Anak ini adalah Verite, dia adalah seorang Thaumaturgist muda yang sedang membuat lengan baru untuk sebuah konstruk yang dia miliki, dengan hati hati dia menggabungkan jari jari kecil konstruk menjadi sebuah tangan yang berfungsi.
Setelah menggabungkan potongan potongan kayu terukir menjadi tangan dia memasangkannya di lengan konstruk miliknya, dengan sebuah klik tangan itu tersambung dengan lengan konstruk, membuatnya sempurna lagi.
dia mengelap dahinya.
"Akhirnya selesai." Dia bilang sambil membuang nafas, membuat sebuah tangan konstruk dengan jari jari yang berfungsi adalah hal yang rumit.
'Ayo Coba.' Verite berkata di dalam kepalanya, menyampaikan pesannya kepada Mefras.
'Baiklah.' Mefras menjawab, Verite memulai mengucapkan formulanya, mana api yang dia alirkan masuk ke dalam konstruk bersama dengan kesadaran Mefras, perlahan Boneka konstruk yang berwarna coklat kayu itu berubah menjadi merah membara, warna elemen warna Verite.
Mata konstruk itu bersinar, pemindahan kesadaran berhasil, dia melihat tangan barunya, jarinya bergerak dengan suara klik klak, dia menutup dan membukanya, menguji kemampuannya untuk bergerak.
"Bagaimana?" Verite bertanya.
Mefras menggerakkan jari barunya menjadi sebuah acungan jempol, tangan baru sempurna pikirnya, Verite tersenyum melihat hasilnya yang di apresiasikan.
Mefras bergerak, mengambil pensil Verite yang terletak di meja dia kemudian menguji kemampuan kontrol halus tangan barunya, dengan mudah dia menggambar sebuah pohon, sebuah kursi dan wajah Abraham Lincoln.
'Ini terlalu bagus!' Pikirnya, dia mengingat kesulitannya belajar menggambar di kehidupan sebelumnya, kemampuan ini membuatnya bertanya untuk apa semua kesulitan yang dia alami bertahun tahun belajar menggambar.
Sebelum dia bisa ngambek lebih jauh Caena datang menyapa mereka.
"Woah Verite, gambaran ini benar benar bagus." Caena bilang, mengambil kertas yang digunakan Mefras untuk menggambar. "Kamu menggambar ini menggunakan Mefras?" Dia bertanya.
"Iya." Jawab Verite. "Aku ingin menguji tangan baru yang aku buat untuk Mefras."
"Kamu hebat ya, sudah bisa membuat alat baru dalam satu minggu sedangkan aku baru saja membangunkan Mana Pathway ku" Bilang Caena, setelah mereka membuat tubuh mefras seperti yang di janjikan Helian dia meminjamkan Caena bukunya dan Caena mulai belajar ilmu Thaumaturgy.
Mefras menggelengkan kepalanya akan perkataan Caena, dia memiliki standar yang miring karena dia menggunakan Verite sebagai standard, dibanding pengguna Thaumaturgist lain Caena sudah termasuk berbakat karena dia sudah bisa membangunkan Pathwaynya dalam waktu satu Minggu, ada orang yang menunggu sampai satu tahun sebelum bisa membangunkan Pathway mereka.
Verite hanya tersenyum, dia menerima pujian Caena.
"Jadi setelah ini kamu akan membuatnya berbicara?" Tanya Caena, menunjuk Mefras.
"Aku berencana melakukan itu nanti, tapi karena aku tidak punya alat untuk melakukannya sekarang jadi aku akan memfokuskan konsentrasi ku untuk mencoba membuat pendingin." Verite berbicara tentang rencananya.
__ADS_1
Mefras sudah tahu Verite akan berencana untuk membuat sebuah kulkas, dia tidak tahu bagaimana cara Verite melakukannya tetapi dia pastinya ingin melihatnya.
"Pendingin?" Tanya Caena.
"Iya, aku ingin membuat versi kecil dari ruang es yang digunakan para bangsawan." Ruang es adalah hal terdekat yang dunia ini punya dengan sebuah lemari es, tentunya ruang es jauh lebih besar dari kulkas biasa, mereka digunakan untuk menjaga makanan yang para bangsawan gunakan untuk memberi makan pasukan pribadi mereka.
tentunya ruang itu menggunakan batu mana kualitas tinggi yang Verite tidak mungkin bisa raih dengan uang yang dia miliki.
Jadi dia harus melakukannya dengan cara yang lebih kreatif, dia harus merekayasa balik sebuah fungsi lemari es dengan konsep longgar yang Mefras berikan kepadanya.
"Apakah kamu bebas hari ini Caena?" Verite bertanya.
"Iya aku bebas hari ini, memang kenapa?" Caena bertanya.
"Kamu mau membantuku membuat melakukan ini?" Tanya Verite kepada teman sekamarnya.
"Iya kenapa tidak." Caena menaikkan bahunya.
Verite bangun dari kursinya. "Kalau begitu ayo kita Belanja!"
ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ
"Kenapa kalian disini, aku tidak butuh karyawan hari ini." Miss Gloom membuang nafasnya, asap 'rokok' tebal keluar dari mulutnya.
"Ini toko Thaumaturgy, aku tidak menjual permen, kalau kalian mau menjual daging kadal raksasa." Bilang Miss Gloom sebelum dia menyadari apa yang berada di tangan Verite.
Verite membawa konstruk Mefras dengannya, dia menggendongnya seperti seseorang menggendong boneka, dengan membawanya seperti dia tidak akan mengundang perhatian.
"Sepertinya kamu berhasil membuat boneka Thaumaturgy itu ya, kamu bahkan sudah mengimbui nya dengan mana." Mata Miss Gloom terikat dengan konstruk merah yang Verite gendong.
Verite tidak menyangka dia bisa mengetahuinya hanya dengan sekali lihat saja, dia pikir Miss Gloom hanya akan mengenali boneka konstruk yang dia buat saja bukan bahwa dia sudah mengimbuinya dengan mana.
"Miss Gloo-"
"Apapun yang kamu lakukan bukan urusanku." Bilang Miss Gloom menghisap rokoknya. "Silahkan, apa yang mau beli?" Dia bertanya.
Verite merasa lega bahwa Miss Gloom tidak bertanya lagi, sepertinya dia tidak peduli dengan apa yang akan Verite lakukan dengan barang barang yang dia beli, itu tidak seperti dia akan melakukan hal hal yang berbahaya.
Karena Miss Gloom sudah tahu Verite menurunkan Mefras yang berjalan mengambil barang barang yang Verite butuhkan, Verite pun mulai melihat mencari barang barang yang akan berguna untuk penelitiannya sedangkan Caena cuma melihat melihat barang yang di pajang di toko.
__ADS_1
"Kamu tahu Verite, biarpun aku sudah cukup terbiasa bekerja disini aku tidak tahu apa guna guna barang ini." Bilang Caena, menunjuk kepada kulit ular yang tergantung di rak. "Seperti ini, aku tahu ini adalah kulit ular, tapi aku tidak tahu apa itu gunanya."
"Itu adalah kulit ular Jor, kulit itu punya properti menyimpan mana api dan banyak digunakan itu membuat pakaian hangat saat musim dingin." Tidak diduga Miss Gloom adalah orang yang Menjawab pertanyaan Caena.
"Oh kalau ini untuk apa?" Caena bertanya lagi, menunjukkan koleksi tulang tulang yang ada di meja.
"Itulah adalah tulang pekerja pekerja ku yang terlalu banyak tanya." Jawab Miss Gloom.
"Oh." Caena bersembunyi di belakang Verite.
Verite melihat tulang itu, dia mengambil tulang kecil dan memasukkan mana apinya kedalamnya, dia bisa merasakan mananya dihisap dengan lahap oleh tulang itu dan dia merasakan tulang itu melembut, menjadi barang elastis seperti sebuah karet, sepertinya kontak dengan mana membuat tulang ini lebih lunak dan setelah Verite berhenti memberikannya mana tulang ini kembali menjadi keras.
"Aku akan membeli ini." Verite bilang, menaruh barang itu di kasir bersama barang barang lain yang dia beli.
"Kamu tidak bohong ketika kamu bilang kamu belanja huh." Bilang Miss Gloom, di pikir mereka hanya akan melihat lihat saja atau membeli sedikit barang untuk proyek kekanak kanakan seperti boneka Thaumaturgy yang dia buat itu.
Bicara tentang boneka Thaumaturgy Miss Gloom menyadari sesuatu yang terjadi dengannya, sementara Verite melihat lihat barang Konstruk itu bergerak dan mengambil dan memilih barang tanpa input dari penggunanya.
Biasanya pengguna konstruk tidak akan dapat bergerak jika mereka menggunakan konstruk mereka, itu membuat Miss Gloom sedikit penasaran tapi tidak cukup penasaran untuk bertanya.
"Baiklah, ini adalah total jumlah yang harus kamu bayar." Miss Gloom memberi total yang Verite harus bayar.
"Waduh, harganya tinggi." Bilang Caena.
"Thaumaturgy bukanlah bidang yang mudah di dijalani." Jawab Miss Gloom.
"Iya, jika kalian ingin menekuni bidang ini bersiaplah untuk membakar uang seperti yang aku lakukan." Sebuah suara bergabung dengan pembicaraan mereka.
Seseorang yang berpenampilan rapi dengan pakaian yang menunjukan ke kebangsawanannya masuk ke dalam toko, rambut merah gelapnya mencolok dengan cara yang berbeda dengan Verite.
"Duke, Bloome" Miss Gloom menyebut nama orang itu, dia melihatnya seperti melihat tamu tidak diundang. "Apa yang kamu butuhkan?" Dia bertanya.
"Oh seperti biasa, ini adalah daftar barang yang aku ingin kamu siapkan, seperti biasa aku menunggunya minggu depan." Bilang Duke Bloome, menyuguhkannya kantong berisi banyak koin emas.
"Dirimu dan permintaanmu yang berlebihan." Miss Gloom menggelengkan kepalanya.
"Jadi kamu tidak bisa melakukannya?" Duke Bloome Bertanya.
Miss Gloome memberinya tatapan yang tajam dan mengambil uangnya. "Minggu depan." Bilangnya.
__ADS_1
"Transaksi berhasil." Duke Bloome tersenyum, dia kemudian melihat Verite dan Caena. "Ah kalian berdua, kalian juga berbelanja disini?" Duke Bloome bertanya. "Sepertinya kamu juga berhasil membuat Thaumaturgy Konstruk ya." Dia melihat Mefras yang berdiri diam tanpa bergerak sama sekali.
"Jadi apa yang akan kalian buat sekarang?" Duke Bloome bertanya.