
“Masalah… Iya kalian sudah tahu apa masalah yang desa ini alami, itu sudah tertulis di surat permintaan yang kami kirim.” Nenek kepala desa itu berkata.
“Iya,” Helian mengangguk, “Kami sudah tahu desa ini memiliki masalah tentang babi hutan yang mengamuk tetapi yang ingin kutanyakan adalah detil masalah ini, seperti seberapa banyak jumlah babi hutan yang menyerang kebun desa ini dan apakah ada sesuatu yang harus kami mengetahui sebelum kami pergi untuk melawan babi hutan itu.” Di menanyakan detil detil terhadap misi ini.
“Soal itu ya…” Nenek Kepala desa itu menahan sedikit, “Kamu bisa bertanya dengan orang yang menyaksikannya serangan itu sendiri.” Kepala desa menjawab.
Dia menepuk tangannya dan masuk seorang gadis mudah yang terlihat lebih tua dari gadis yang mengantarkan mereka kesini, dia memiliki rambut coklat kemerahan yang diikat di atas pundaknya.
“Ini adalah Datura, dia adalah anak petani yang diserang oleh babi hutan itu.” Kepala desa itu melihat ke Datura, “Tolong antarkan mereka ke ayahmu, mereka ingin tahu detil detil bagaimana ayahmu bisa terluka.” Dia memerintah gadis itu.
“Baiklah,” Dia menjawab, “Ikuti aku.” Gadis itu menghadap Helian sebelum keluar.
Helian bangun dan mulai mengikuti gadis itu, Verite dan Regulus juga bangun dan melakukan hal yang sama, tidak lama mereka berjalan mereka sampai ke sebuah rumah yang sama seperti rumah lainnya.
Gadis yang bernama Datura itu menandai bahwa mereka bisa masuk, jadi mereka masuk sebelum gadis itu sendiri menyusul ke dalam.
Di dalam rumah itu tidak memiliki banyak barang, hanya tempat tidur dan tempat perapian di tengah ruangan, di atas tempat tidur itu terdapat seorang lelaki dewasa yang berbaring dengan lemas, tubuhnya dibalut perban dan tangan kanannya di sanggah dengan ikatan, sepertinya dia mematahkan tangannya di di serangan itu.
“Ayah, ini adalah orang orang gari guild petualang, mereka ingin membicarakan tentang penyerangan babi hutan itu.” Datura membangunkan ayahnya.
“...Ah.” Lelaki itu bangun dari tempat tidurnya dan mengambil posisi duduk, matanya mengawasi kelompok Verite seperti mengukur kemampuan mereka.
“Kalian masih anak anak…” Dia bilang, “Apakah kalian benar benar anggota guild petualang?” Dia bertanya.
“Aku mengerti perasaanmu, tapi kami memang anggota guild petualang, paling tidak dua dari kami adalah anggota…” Helian menjawab, membisikkan kalimat terakhirnya.
Verite diingatkan bahwa dia bukan anggota guild petualang, dia hanya datang kesini karena regulus memasukkan namanya di daftar registrasi…
“Kami memiliki pengalaman bertarung dengan monster jadi kamu tidak usah khawatir.” Helian Bilang.
__ADS_1
“Biarpun kamu mengatakan itu aku masih tidak bisa tidak khawatir ketika melihat anak anak yang seumur putriku pergi untuk melawan binatang yang membuat tubuh hancur seperti ini,” Dia menunjuk tubuhnya yang penuh dengan luka. “Jadi apa yang kalian ingin tanyakan?”
“Seberapa banyak babi hutan yang mengejarmu?” Helian mulai bertanya.
“Hanya satu.” Dia menjawab, “Tetapi ukurannya jauh lebih besar dari babi hutan biasa, babi itu ukurannya hampir lebih besar dari manusia, dia dengan mudah mematahkan tombakku dan menghancurkan tubuhku… Aku yakin jika dia tidak teralih dengan sayuran sayuran di kebun dan memakannya, membiarkan aku bersembunyi di kegelapan malam maka aku tidak akan berada disini sekarang.”
“Apakah kalian yakin kalian bisa melawan babi hutan itu?” Dia bertanya.
‘Sepertinya dia masih tidak percaya dengan kita.” Verite berpikir.
‘Aku tidak menyalahkannya, orang dewasa mana yang akan membiarkan anak anak yang seumur putrinya melawan binatang yang menghancurkan tubuhnya dengan begitu mudah? Aku sendiri akan merasa ragu jika aku tidak melihat sendir kemampuan yang kalian punya.’ Mefras bilang.
‘Ya, aku rasa kamu benar.’
“Tenang saja, kami memiliki kemampuan untuk menggunakan Thaumaturgy, kami yakin kami akan bisa menang melawan seekor babi hutan.” Helian mencoba menenangkan, “Dari yang kamu katakan aku ambil babi ini menyerang di malam hari dan memakan kebun desa ini?” Helian bertanya.
“Benar, dia menyerang di malam hari dan memakan isi kebun.” Bilangnya.
Datura mengangguk, “Ikuti aku.” Dia mulai berangkat keluar.
Helian berterima kasih kepada bapa itu dan pergi mengikutinya, Regulus dan Verite sekali lagi melakukan hal yang sama.
Sambil berjalan Verite mengawasi matahari turun dan hari mulai gelap, saat itu Mefras bertanya;
‘Memang babi hutan sebesar manusia normal di dunia ini Verite?’
‘Aku… tidak tahu,” Verite menjawab, ‘Biarkan aku bertanya dengan Regulus.” Verite memutuskan.
“Hey regulus.” Verite memanggilnya.
__ADS_1
“Iya Verite?”
“Memang babi hutan sebesar manusia normal ya?” Verite bertanya.
“Hmmm…” Regulus mengelus dagunya, “Jika dibilang normal aku rasa tidak? Tapi itu adalah hal yang cukup sering terjadi kita memiliki catatan bahwa itu benar benar terjadi.” Dia menjawab.
“Jadi ini bukan hal yan langkah?” Verite bertanya.
“Paling tidak ini cukup sering terjadi guild petualang kota Azalea mendapat permintaan ini sekitar tiga bulan sekali.” Regulus menjawab.
“Kalau begitu apakah kita tahu bagaimana ini bisa terjadi?” Verite bertanya lagi, kalau ini cukup sering terjadi beberapa kali dalam setahun mungkin mereka sudah mengetahui alasannya.
“Ah, kalau jawabannya mudah.” Regulus bilang, “Ketika hewan berada di alam terkadang mereka dapat menyerap mana alami yang berada di sekitarnya dan terkadang eksposur dengan mana itu menyebabkan sebuah mutasi di tubuh mereka, membuatnya mereka lebih kuat dan besar dari yang biasanya.” Regulus menjelaskan bagaimana hewan bisa menjadi raksasa seperti itu.
‘Tunggu dulu… Kalau hewan bisa menjadi raksasa karena eksposur ke Mana bagaimana dengan manusia, apakah menggunakan Thaumaturgy datang dengan resiko besar?’ Mefras mulai bertanya pertanyaan yang membuat Verite khawatir.
“Kalau begitu bagaimana dengan kita?” Verite bertanya.
“Apa maksudmu dengan kita?” Regulus sepertinya tidak mengerti apa yang Verite tanyakan.
“Kamu tahu, jika hewan dapat merubah tubuhnya karena menghisap mana dari eksposur bagaima dengan kita, Thamaturgist yang menggunakan mana seperti bernafas dengan air?” Verite menjelaskan pertanyaannya.
“Ah… Kalau soal itu kamu tidak perlu khawatir.” Bilang regulus. “Memang ada kasus seseorang thaumaturgist mengalami mutasi ketika terekspos dengan Mana, tetapi efek samping yang terjadi adalah efek yang positif, seperti menjadi terlihat awet muda atau warna rambutmu berubah warna.” Bilang Regulus sebelum melanjutkan, “Itu yang terjadi dengan mataku.” Dia menunjuk matanya yang bersinar kuning keemasan.
‘Sepertinya memang efek samping ya…’ Mefras bilang.
‘Tapi sepertinya tidak ada efek yang berbahaya.’ Bilang Verite.
‘Tidak ada efek berbahaya yang tercatat, aku ingat di duniaku penyakit jantung hanya tercatat di dunia medis tiga ratus tahun setelah seorang pelukis menemukannya lebih dahulu.’
__ADS_1
‘Seorang pelukis? Apa hubungan seorang pelukis dengan penyakit jantung?’ Tanya Verite, tetapi sebelum Mefras bisa menjawab Datura memotong pembicaraan mereka.
“Kita sudah sampai.” Gadis desa itu berkata.