
Duke Bloome? Verite tidak menyangka bahwa paman yang dia temui di jalan juga adalah penguasa wilayah ini, penampilannya yang mencolok mungkin menandakan bahwa dia adalah seorang bangsawan tetapi Verite menduga Duke Bloome adalah orang yang lebih tua.
Sepertinya Benar kata pak Jardi, dia adalah orang yang tertarik dengan Thaumaturgy jika dia mau berjalan sendirian ke Bloom and Gloom, itu membuat Verite berpikir kenapa seorang bangsawan yang menguasai wilayah ini tidak datang dengan seorang pendamping, tetapi Verite tidak punya tempat lagi untuk memikirkan ini karena Miss Gloom langsung melempar tugas kepada Verite.
"Verite." Panggil Miss Bloom. "Kamu jaga toko ini, aku akan melakukan melayani pelanggan setia kita di ruang belakang." Miss Gloom bilang.
'Aku tidak tahu apa yang dimaksudnya dengan melayani tapi aku harap Miss Bloom tahu seperti apa dia terdengar dengan cara penyebutannya.' Mefras komen di kepalanya.
'Maksudnya?' Verite bertanya, tidak menemukan hal yang salah dengan yang Miss Gloom katakan.
'Ah... Kamu akan mengerti saat kamu dewasa.' Jawab Mefras.
'Entah kenapa sebagian dariku ingin menekan jawaban darimu dan sebagian dariku bilang aku lebih baik tidak tahu apa yang kamu maksud.'
'Bagianmu yang tidak ingin tahu adalah bagian yang bijak, terkadang ada hal yang kita lebih baik tidak ketahui.' Internet sudah menghancurkan sedikit kemurnian Mefras yang tersisa dan dia berharap Verite tidak pernah menemukan bahkan setengah yang dia tahu.
'Baiklah bailkah.' Verite membuka tasnya dan mengambil buku yang dia bawa, kali ini dia membaca tentang aliran Pathway dan bagaimana kamu bisa melatihnya dengan menjalankan mana didalamnya tanpa menggunakan formula, jadi itulah yang akan Verite lakukan selagi menunggu pembeli.
'Mefras tolong musik.' Verite minta.
'Baiklah.' Mefras diam dan musik mulai bermain di kepala Verite, biasanya hal seperti ini akan mengganggu konsentrasi tetapi untuk Verite musik menenangkan ini malah membantunya.
Dengan menjalankan mana ditubuhnya Verite bisa menguatkan refleks dan kecepatannya, bahkan dalam yang dia baca mengalirkan mana dalam tubuh bisa memperkuat tubuhnya secara permanen, hal ini adalah sesuatu yang dilakukan para ksatria dan prajurit yang tidak memiliki kemampuan untuk melakukan eksternal Thaumaturgy, ini membantu mereka bukan hanya dalam melawan monster tetapi juga dalam melawan sesama manusia.
Tetapi untungnya pertarungan sesama manusia adalah hal yang jarang dilakukan, bagi pemimpin yang punya paling tidak sedikit kepedulian akan wilayah kekuasaannya mereka akan memilih jalan perdamaian karena peperangan yang bertahan lebih dari seminggu akan melemahkan wilayah mereka dan akan membuat wilayah mereka jadi umpan serangan gerombolan monster.
Mefras bertanya pada Verite dari mana monster datang dan Verite tidak bisa menjawabnya, sejauh dia tahu Monster sudah ad sejak dia lahir dan orang orang yang Verite tanya juga tidak tahu dari mana monster berasal, hanyalah mereka suka menyerang manusia dan mereka itu berbeda dari binatang biasa.
Verite berhenti berpikir tentang monster dan lanjut membaca bukunya sambil mengalirkan mana di seluruh tubuhnya, dia tidak berhenti melakukan itu biarpun pembeli datang, untungnya hari ini sepertinya tidak seramai kemarin jadi yang Verite lakukan ialah putaran dari membaca buku dan melayani pembeli.
Setelah beberapa jam Helian keluar dari kamar belakang terlihat kelelahan seperti kemarin, dia melihat Verite dan menyapa.
__ADS_1
"Ah hi Verite." Nafasnya masih tergesa gesa.
"Kamu gak usah memaksakan diri menyapaku, ambil nafas mu dulu." Verite bilang, melihat Helian yang terlihat seperti orang yang tersapu badai.
Helian tidak menjawab dan hanya jatuh duduk di kursi terdekat, dia mengelap keringat di dahinya.
Tak lama kemudian pintu belakang itu terbuka lagi dan MIss Gloom Keluar bersama Duke Bloom, mereka sepertinya selesai membicarakan hal sesuatu yang sepertinya penting dan akan berpisah sebelum Duke Bloome mengenali buku yang Verite pegang.
"Ah kamu suka membaca buku ya?" Tanya Duke Bloom. "Apakah kamu tertarik dengan Thaumaturgy?" Tambahnya.
"Iya, aku mendapat buku ini dari pengurus tempat tinggal ku saat aku menunjukkan ketertarikan dengan Thaumaturgy." Jawab Verite.
"Ah pengurus mu itu memiliki rasa yang bagus." Dia memuji Pak Jardi "Bagaimana menurutmu tentang isi bukunya?" Tanya Duke Bloome, dia sepertinya tertarik dengan pendapat Verite soal bukunya.
"Buku ini benar benar menarik, aku belum mencoba apa yang tertulis di buku ini tetapi penulisnya memberikan penjelasan yang mudah dimengerti dan dapat membuatku tertarik untuk membaca lebih lanjut, hal hal praktikal yang tertera juga mencakup risiko dan hal hal yang bisa terjadi saat percobaan dilakukan dan cara mencegahnya atau cara menghentikannya jika hal yang tidak di inginkan terjadi, aku akan menggunakan buku ini sebagai tuntunan jika aku memutuskan untuk mengambil kelas Thaumaturgy nanti." Verite Jawab.
Mendengar pendapat Verite Duke Bloome terlihat senang. "Baguslah, aku menulis buku itu untuk memudah pemula belajar lebih mudah dan membuat orang yang lebih tertarik dengan Thaumaturgy karena jika dilihat dari luar Thaumaturgy terlihat seperti bidang yang komplek dan banyak orang terintimidasi saat mau mencobanya."
"Kamu penulis buku ini?" Bilang Verite, terkejut.
Verite melihat sampul bukunya, inisial C.B tertulis sebagai nama penulisnya, Verite ingat nama penuh Duke Bloome, Croneaster Bloome, jika dipikir Verite rasa ini adalah hal yang jelas, Duke Bloome adalah orang yang mendukung pembelajaran Thaumaturgy, tidak mengejutkan jika dia juga mengajarkannya.
"Oh, iya ya." Bilang Verite. "Aku bisa bilang paman berhasil dalam membuatku tertarik dan belajar dari buku." Bilang Verite.
"Ah Terima kasih, kalau kamu mau belajar Thaumaturgy bilang saja sama aku, aku bisa memasukkan kamu ke kelasnya saat kamu berusia dua belas tahun." Tawar Duke Bloome.
'Sepertinya yang dibilang pak Jardi benar, dia adalah orang yang sangat mendukung orang untuk belajar ilmu Thaumaturgy.'
"Ah iya, pak Jardi juga sudah menawarkan padaku untuk masuk kelas Thaumaturgy, aku masih berpikir jika aku ingin masuk atau tidak." Verite memberikan jawaban yang netral kepada tawaran Duke Bloome.
"Ah Pak Jardi, kamu tinggal di Blooming Bud ya? Sama kayak Helian?" Duke Bloome Bertanya.
__ADS_1
'Dia tahu nama Helian?' Mefras bertanya,
"Iya paman, kami berdua bekerja disini." Jawab Verite, dia juga penasaran kenapa Duke Bloome bisa tahu Helian tapi itu bukan tempat Verite untuk bertanya.
"Duke Bloome aku rasa ini sudah waktunya untuk kamu pergi." Miss Gloom memotong sebelum pembicaraannya memanjang, dan Verite mengucapkan terima kasih di dalam hatinya.
"Oh iya, lihat waktunya, aku harus melanjutkan pekerjaanku." Dia bilang, berjalan keluar. "Sambil bertemu lagi..."
"Verite." Verite memberi Duke Bloome namanya.
"Verite dan Helian, kalau kamu ingin masuk kelasnya tinggal panggil aku atau bilang sama Jardinier." Dia bilang sebelum keluar menutup pintu.
"Kenapa kamu tidak langsung terima saja? Jarang kamu bisa ditawari seorang bangsawan pendidikan gratis." Tanya Miss Gloom, Setelah Duke Bloome menghilang.
"Aku hanya ingin memastikan jika aku mau berkomitmen ke sesuatu bidang sebelum aku masuk ke dalamnya." jawab Verite, tentunya itu bukanlah hal yang sebenarnya karena bukan hanya sudah mempelajari Thaumaturgy tetapi dia juga sudah bisa melakukan sihir dengan sendirinya.
"Kamu banyak pikirannya juga ya." Bilang Miss Gloom. "Paling tidak jika kamu bisa konsisten melakukan pekerjaanmu seperti kemarin dan hari ini, kalau kamu mau aku bisa membuatmu pegawai permanen di toko ini." Tawar Miss Gloom.
"Akan ku pikirkan." Jawab Verite.
Pembicaraan itu selesai saat itulah dan Verite kembali bekerja menunggu kasir, Helian masih istirahat di kursi, setelah dua jam menunggu dan melayani pembeli waktu Verite untuk pulang tiba, Helian yang sudah beristirahat ikut dengannya.
Saat berjalan Verite tidak bisa menahan rassa penasarannya dan bertanya. "Helian kamu kenal dengan Duke Bloome ya?"
"..." Helian diam sebelum menjawab ."Tidak juga, aku hanya mengenalnya lewat pekerjaan ini seperti kamu." Jawab Helian.
'Sepertinya dia tidak mau bicara tentang itu.' Mefras tambah. Verite setuju dan tidak menekan.
'Ngomong ngomong Verite....'
'Iya?'
__ADS_1
'Kamu memanggil Duke, seorang bangsawan 'paman'.'
hal itu menyangkut di pikiran Verite sampai mereka pulang.