Suara Di Kepala Sang Rival

Suara Di Kepala Sang Rival
Bab 37: Menangkap Kriminal


__ADS_3

Rencana sudah mulai dibuat, Verite bersiap menangkap perampok itu saat mereka beraksi, biarpun ini dibilang rencana Verite tidaklah melakukan hal yang komplek atau rumit sama sekali, sekarang dia berdiri di depan kamar pintu sembilan dan membuat Datura membaca naskahnya.


“Verite, apakah kamu yakin kamu ingin berangkat malam ini?” Datura bertanya dengan sedikit keras, memastikan bandit yang mengawasinya itu mendengar pembicaraan mereka.


“Iya Datura, aku harus buru buru, pamanku sedang sakit.” Verite beralas, dia memasang suara terburu buru.


“Tapi berjalan di malam hari itu berbahaya! Kamu hanyalah seorang gadis muda.” Datura menekan di kata ‘sendirian’ dan ‘gadis muda’.


“Iya, tetapi pamanku sedang sakit keras, jika aku tidak segera berangkat ke kota Sunflow dia mungkin tidak akan bertahan sebelum aku menemuinya.” Verite beralas, masih memperhatikan jika bandit itu mengawasinya.


“Baiklah tapi kamu harus berhati hati ya.” Datura berangkat ‘keluar’, Bandit itu ikut keluar.


Verite masuk kembali ke kamar nomor sembilan dimana Mefras yang baru saja menyelinap masuk menggunakan tubuh kecil cadangan menunggu bersama Zorrel yang melihat tubuhnya dengan rasa penasaran


“Apakah kamu yakin kamu ingin melakukan ini?” Zorrel bertanya, pedagang berkacamata ini sepertinya khawatir dengan Verite.


“Tenang saja, Mefras akan mengikuti dari jarak jauh, dia akan meloncat dengan segera ketika aku memanggilnya.” Verite mencoba menenangkan Zorrel.


“Iya… tapi kenapa kamu yang harus melakukannya? Kenapa tidak langsung menggunakan konstrukmu atau lebih baik memanggil para penjaga?” Zorrel bertanya, sepertinya dia masih merasa tidak enak membiarkan seorang gadis muda melawan komplotan perampok.


“Iya aku bisa memanggil penjaga tapi itu akan mengurangi penjaga desa ini, aku tidak ingin mengambil resiko jika kota ini diserang saat kita berburu bandit dan lagipula aku tidak yakin mereka akan melanjutkan rencana mereka jika mereka melihat penjaga berjalan di luar desa.


Dari yang Verite dengan bandit bandit ini paling tidak cukup berhati hati dalam memilih target mereka dan juga memilih untuk berpindah pindah dan menutup jejak mereka, Verite tidak mau mengambil kesempatan membiarkan mereka mundur dan memakan korban lebih.


“Aku mengerti…” Zorrel menyerah.


Verite tersenyum. “Kamu orang yang baik ya.”


Zorrel menggaruk kepalanya. Verite bisa melihat telinganya memerah. “Mengkhawatirkan seorang anak muda itu adalah normal.”


“Hey paling tidak kamu adalah orang dewasa yang bertanggung jawab.” Mefras menimpa. “Ini menyedihkan tapi aku banyak orang yang tidak memiliki rasa kepedulian yang kamu punya.”


“Ahahaha… Tunggu dulu.” Zorrel bilang, dia melihat Mefras dengan berhati hati.


“Apakah konstruk ini, Mefras memiliki kepribadiannya sendiri?” Dia ber


tanya.

__ADS_1


Verite hanya mengangguk and Mefras tidak menjawab sama sekali.


“Apakah kamu akan menjual konstruk seperti ini?” Zorrel bertanya, sepertinya dia tertarik dengan konstruk yang dapat memiliki kepribadiannya sendiri.


“Tidak.” Verite langsung menolak. “Sayangnya aku tidak bisa membuat ulang formula yang aku gunakan untuk Mefras.” Verite alas, tidak mungkin dia bisa membuat konstruk yang memiliki kepribadian sedangkan Regulus saja masih tersangkut dalam membuat konstuknya fungsional.


“Ah sayang ya.” Zorrel bilang. “Aku yakin jika kamu bisa memproduksi konstruk yang bisa bergerak dengan sendirinya secara massal kamu bisa mempermudah kehidupan orang orang.”


“Iya, kami memiliki ide yang sama, kami masih dalam proses membuat konstruk untuk membantu pekerjaan petani dan sebagai tenaga kerja di bagian yang berbahaya untuk manusia biasa.” Verite setuju dengan Zorrel, konstruk yang dapat di tinggal dan bergerak sendiri adalah sesuatu yang menguntungkan tetapi Mefras bukanlah konstruk murni jadi Verite tidak bisa meng reproduksinya dan dia juga tak mau melakukannya, Mefras sudah menunjukan  film tentang pemberontakan konstruk di masa depan, memberi mereka kepribadian manusia bukanlah jawaban yang benar.


“Harus aku bilang, kamu tidak akan mau mendapat diriku yang lebih dari satu.” Mefras menimpa, dia sepertinya benci akan melihat kloningnya berjalan kanan kiri. Verite juga akan merasa aneh jika dia tiba tiba punya kembaran.


“Lagipula serang bukanlah waktu yang pantas untuk ini.” Mefras menambah. “Kita masih harus memburu para bandit itu  malam ini.


Verite dan Zorrel mengangguk, mereka bisa membicarakan tentang penemuan dan rencana masa depan saat semua ini selesai.


*****


Malam tiba dan Verite keluar dari ruangannya, dia membawa tasnya dan memperhatikan sekitarnya, sepertinya tidak ada orang yang mengawasinya, kemungkinan mereka sudah menunggunya di luar gerbang.


Verite mulai berjalan keluar, dia sampai ke gerbang desa dengan aman dan menyapa para penjaga yang sudah mengenalnya, para penjaga ini sudah mengenal Verite karena mereka adalah bawahan Duke Bloome kalau tidak mereka akan menghentikan Verite dan bertanya apa  yang gadis mudah seperti Verite lakukan keluar desa di malam hari, mereka akan khawatir akan keamanan Verite.


Setelah beberapa menit berjalan dia akhirnya bertemu dengan para bandit yang mencoba mengelilingi nya tetapi Verite dengan mudah menyusup melawati pembukaan di bagian mereka dan mulai berlari.


‘Mefras mereka mulai mengejarku.’ Verite memberitahu Mefras melalui fitur komunikasinya.


‘Aku bisa melihatmu, bilang saja dan aku akan meloncat.’ Mefras menjawab.


‘Baiklah, pertama tama aku akan membawa mereka ke tempat yang jauh dari dan melihat jika ada anggota mereka yang belum bergabung.


Setelah berlari beberapa menit Verite mulai merasa kecewa karena jumlah bandit yang mengejarnya tidak bertambah, dia tidak bisa menguji kemampuan Mefras hanya dengan lima bandit kelas teri seperti ini.


Verite memutuskan untuk menyelesaikan ini dan menuntun para bandit itu ke sebuah dinding tebing, para bandit itu mungkin berpikir bahwa mereka telah menyudutkan Verite dari ekspresi mereka yang menjijikan.


Verite bertanya jika mereka memiliki anggota lain dan jawaban mereka yang dipenuhi dengan ego membuat Verite yakin hanya inilah anggota mereka.


Verite dengan sekejap mengaktifkan Mananya dan membuat lingkaran api, mengurung para bandit itu dengan Verite.

__ADS_1


Mereka pikir mereka menjebak Verite tetapi merekalah yang terjebak dengan Verite.


Verite menikmati wajah panik mereka, wajah yang memiliki ekspresi seperti orang yang menyadari mereka telah meminum racun.


‘Mefras.’ Verite memanggil sambil menghindari tebasan salah satu bandit yang menyerangnya dalam panik.


****Mefras POV****


‘Mefras.’


Mendengar panggilan Verite Mefras langsung meloncat ke dalam aksi, loncatannya yang dengan mudah menembus jarak dua puluh meter membuatnya mendarat tepat di atas salah satu bandit yang menyerang Verite.


Bandit itu kehilangan kesadarannya dengan instan, ‘bagus’ pikir Mefras, dia tidak memiliki empati dengan orang yang menyerang dan membunuh orang yang tidak bersalah hanya untuk berpoya poya, Mefras tidak peduli jika yang bandit bandit ini tidak keluar dengan nyawa mereka.


Tetapi Verite masih disini dan Mefras cukup peduli dengan Verite dia tidak mau menunjukkan hal seperti ini kepadanya, Verite adalah orang yang baik dan Mefras tidak mau Verite kecewa dengannya jadi Mefras mulai bergerak, menjatuhkan bandit bandit itu tanpa terlalu menyakiti mereka.


Dia sudah mengkapasitasi empat orang bandit,hanya satu bandit yang tersisa, mengejutkan bagi Mefras bandit itu nekat meloncat menembus lingkaran api yang Verite buat.


Mefras mulai mengejarnya, setelah membuat langkah itu Mefras mendapat sebuah ide, dia ingin bermain dengan mangsa ini sedikit saja.


Mefras masih mengejarnya tetapi menjaga kecepatannya supaya dia masih memiliki jarak yang cukup jarang diantara mereka, selagi di jalan dia menabrak beberapa pohon yang tubang ini keras.


Menabrak pohon bukanlah bagian dari rencananya karena ini adalah masalah kemampuannya untuk berbelok tajam tapi masalah ini membuat bandit yang Mefras kejar semakin takut dan itu memberi Mefras perasaan yang di tidak dapat dijelaskan, mungkin ini adalah bagian di dalamnya yang sadis tapi dia menikmati rasa takut yang bandit itu alami.


Beberapa menit sudah berlalu, bandit itu tidak hanya terlihat capek dan juga tertekan, selama beberapa menit pengejaran ini berjalan Mefras belajar untuk memutari batasannya dan belajar untuk berhenti menabrak pohon di kecepatan tinggi.


Bandit itu berpikir dirinya sudah aman karena dia mengambil tempat bersembunyi yang cukup tidak terlihat, tapi sayang untuknya Mefras selalu mengawasinya tanpa sepengetahuannya.


Mefras memutuskan untuk menguji salah satu fitur yang Verite bangun.


Dia mulai berkonsentrasi dan merasakan seluruh tubuhnya terpisah, sekarang dia memiliki tiga sudut pandang, Mefras merasa bersyukur Verite berhasil membuat robot bergabung.


 dirinya terbang di udara tanpa masuk jarak penglihatan bandit itu, tepat di atasnya Mefras menyatukan kembali tubuhnya dan mendarat di depan bandit itu dengan sekejap.


Bandit itu jatuh di bokongnya dan Mefras menjulurkan tangan besarnya, 


“AHHHHHH!!!!” Teriakan bandit itu terdengar ke seluruh hutan.

__ADS_1


__ADS_2