
"Jadi apa yang kalian ingin buat sekarang." Pertanyaan Duke Bloome yang terlihat seperti sebuah pertanyaan tidak bersalah membuat Verite panik di dalamnya, saking paniknya dia memutuskan koneksi Mefras dari konstruknya tanpa menyadarinya.
'Tunggu, Verite, apa yang kamu lakukan?' Mefras bertanya, karena dia tiba tiba tertarik dari tubuh konstruknya dan kembali ke dalam kepala Verite.
'Ah…' Verite baru menyadari apa yang dia lakukan, tubuh Konstruk Mefras jatuh tergeletak di lantai tanpa menunjukan tanda kehidupan, warna merahnya kembali menjadi warna coklat kayu yang semula, bukti bahwa koneksi Mana yang konstruk itu terima sudah terputus.
‘Apa yang harus aku lakukan Mefras?’ Verite bertanya dengan suara di kepalanya yang juga mempunyai sedikit pengetahuan akan masa depan.
‘Iya beritahu dia apa yang akan kamu buat? Aku tahu bahwa aku curiga dengannya karena dia adalah bangsawan yang mendorong anak anak tanpa orang tua untuk bekerja dengannya tetapi setelah mengetahui beberapa hal dari dunia ini aku rasa dia dapat sedikit dipercaya.’ Jawab Mefras, dia memang menunjukan rasa curiga terhadap Duke Bloome sebelumnya tetapi setelah mengetahui statusnya di game yang pernah dia mainkan dan sebagaimana makmurnya kota yang mereka tinggali berkat kepemimpinannya membuat Mefras tidak terlalu takut dengan apa yang Duke Bloome lakukan.
‘Tapi Tapi, dia mungkin ayah kandungku.’ Bilang Verite, kemungkinan ini menghantuinya sejak dia mengetahui kemungkinan masa depan yang bisa dia jalani sebagai Verite Bloome.
‘Ah soal itu ya…’ Mefras diam sebentar. ‘Aku hampir sembilan puluh persen yakin dia bukan ayah kandungmu.’ Bilang Mefras.
Verite agak kaget, ‘Bukankah kamu yang bilang dia mungkin adalah ayah kandungku?’ Bilangnya.
‘Iya, mungkin Dia mungkin adalah ayah kandungmu, tapi setelah dipikir pikir dia tidak mungkin ayah kandungmu. Pertama tama dia tidak tahu kamu tinggal di Blooming Bud sebelum kamu mengatakannya padanya dan kedua dia tidak mengenali sama sekali dan ketiga rambut merah kamu berbeda dengan rambut merahnya.’ Mefras mencoba menjelaskan alasan kenapa dia berpikir dia Duke Bloome bukan ayah kandungnya Verite, jika dia benar benar ada hubungan dengan Verite Duke Bloome pasti akan menunjukkannya.
__ADS_1
‘...Kamu benar.’ Bilang Verite, dia terlihat jatuh.
“Kamu tidak apa apa Verite?” Duke Bloome bertanya, melihat Verite yang tiba tiba dan dan menunjukkan ekspresi jatuh.
“Aah iya, aku tidak apa apa Duke.” Verite berhenti. “Yang aku ingin buat adalah sebuah pendingin kecil, seperti ruang es yang para bangsawan buat untuk memberi makan pasukan mereka.” Verite menjelaskan hal yang dia akan mencoba buat dengan barang barang ini, Sebuah pendinginan adalah hal yang banyak orang butuhkan dan juga bisa Verite buat dengan alat alat yang dia miliki.
“lemari pendingin huh,” Duke Bloome memegang dagunya, dia sepertinya tertarik dengan apa yang Verite mau buat. “Kamu tahu seberapa mahalnya Mana Krystal Es yang digunakan untuk lemari pendingin itu?” Dia bertanya, ingin memastikan pengetahuan Verite, Sebuah Mana Krystal berelemen es adalah type batu mana yang cukup langka karena proses pembuatannya yang membutuhkan banyak tenaga kerja dan juga materi materi yang sulit dicari, tidak mungkin anak seumur Verite dapat mendapatkan Batu Mana seperti itu.
“Iya, aku tidak akan menggunakan batu krystal es, aku hanya akan menggunakan batu Mana Api biasa.” Jelas Verite, dia tidak membutuhkan batu mahal itu jika konsep yang Mefras beritahukan kepadanya itu benar.
“Iya, aku tidak menggunakannya untuk memanaskan, tapi aku menggunakannya untuk mendinginkan atau lebihnya aku menggunakan batu mana api itu untuk mengambil energi panas dari udara, dan mendinginkan tempat itu.” Verite jelaskan. “Panas adalah sebuah bentuk energi yang dapat berpindah, aku hanya ingin mencoba jika aku bisa atau tidak menggunakannya sebagai konsep untuk membuat pendingin.” Verite menjelaskan konsep yang dia dengar dari Mefras, agaiaman cara sebuah kulkas di dunianya bekerja. Jika dia bisa merekayasa ulang fungsi ini dia bisa membuat pendingin lebih mudah diraih bagi orang kelas bawah dan tentunya namanya akan terkenal sebagai Thaumaturgist yang membuat pendingin untuk masyarakat.
“Verite…” Duke Bloome memandangnya dengan pandangan yang Verite tidak kenali. “Kamu… Apakah kamu bisa mengizinkan aku melihat cara kamu membuatmu ‘pendingin ini?” dia bertanya, nadanya di penuhi rasa ketertarikan dan rasa penasaran.
“Soal itu…” Verite mengelakan pandanganya, ‘Bagaimana Mefras?’ Dia bertanya kepada suara terdekat dengannya.
‘Iya?’ Mefras bertanya.
__ADS_1
‘Apa maksudmu ‘Iya?’, aku ingin tahu apa jawaban yang harus aku berikan kepadanya?’ Verite bertanya dengan lebih keras.
‘Ya jawabannya masih iya, kecuali kamu ingin menolak si penguasa tanah yang tingali, kota yang kamu tinggali dan mungkin juga negara yang kamu tinggali karena aku tidak tahu jika kamu punya kekaisaran atau tidak.’ Bilang Mefras, menyebutkan satu satunya pilihan yang Verite punya.
‘Iya aku rasa aku tidak punya pilihan lain.’ Verite menyerahkan takdirnya, yang terjadi akan terjadi.
‘Oh iya satu lagi…’ Meras memanggil, ‘Aku rasa kamu punya harapan bahwa dia adalah salah satu anggota keluargamu yang masih hidup, aku sarankan kamu tidak membuat harapan itu memayangi pikiranmu. Dia mungkin masih ingin mengadopsi sesudah ini tetapi dia mungkin akan melakukan itu karena bakatmu.’ Mefras tidak tahu kenapa dia membicarakan ini tetapi dia merasa ini adalah hal yang penting yang Verite harus ketahui.
Verite tidak menghiraukan kalimat terakhir Mefras, bukan karena dia marah kepadanya tapi karena dia tidak tahu apa yang dirasakannya ini sama seperti yang Mefras sebutkan atau apa ini adalah perasaan yang berbeda.
“Baiklah, kalau Duke mau melihatku bermain main Thaumaturgy Duke bisa ikut denganku, tetapi aku tidak menjamin apa yang akan aku lakukan adalah yang menarik sama sekali ya, apalagi untuk bangsawan ahli Thaumaturgy seperti kamu.” Verite jelaskan, memberi standar yang rendah supaya Duke Bloome tidak kecewa, karena Verite tahu yang membuatnya terkesan bukanlah kemampuan Verite sendiri, tapi pengetahuan Mefras yang keluar dari mulut Verite.
“Aku yang akan memutuskan jika yang aku lihat mengesankan atau tidak.” Bilang Duke Bloome. “Jika kamu sudah melakukan persiapannya, ayo kita berangkat!” Dia menunjuk keluar pintu.
“Aku tidak tahu apa yang terjadi.” Caena yang hanya mengawas sebelumnya berkomentar, “Kita akan membawa penguasa wilayah kita ke Blooming Bud?”
“Nak kamu telah menarik perhatiannya, pastikan bahwa kamu memenuhi standar yang dia berikan atau kamu akan menyesal.” Miss Gloom berkomentar sambil menyemburkan asap rokoknya.
__ADS_1