Success Is My Dream

Success Is My Dream
Hari Pertama Bekerja


__ADS_3

Jarak dari resto tersebut sangatlah jauh, membutuhkan waktu sekitar 40 sampai 45 menit. Aku dan Dira sudah sangat lelah, tak terasa aku dan Dira tertidur di taxi itu.


Tak berapa lama, aku terbangun. Sebab goncangan ditubuhku agak keras, jadilah aku terbangun dari tidurku.


"Maaf, Nona. Aku mengganggu tidurmu, tapi ini sudah sampai di rumahmu!" ucap supir taxi tersebut dalam bahasa inggris tentunya.


"Ohoh, iya iya gapapa kok. Terima kasih sudah membangunkan ya, Pak. Kalo Bapak tidak membangunkan, pastilah kami tidur terus." kataku sambil tertawa ringan.


Kupanggil Dira yang sudah tertidur juga disampingku, sepertinya dia sudah sangat mengantuk hingga merespon ucapanku terlalu lama.


"Dira!" teriakku geram.


"Hah?? Ada apa? Ada apa? Kau baik-baik sajaaa, Dilaa??" teriaknya tak kalah keras dariku, dia terlihat sangat panik.


Hahaha.. Aku tertawa lepas melihat aksi gilanya itu.


"C'k, Dila!" geramnya kesal.


Hemm, terlalu banyak basa-basi di taxi tadi, hingga kami sampai ke dalam rumah pada pukul 12 malam. Selesai shalat isya, kami beranjak naik ke atas ranjang.


"Hoaamm, sudah sangat larut ini. Ayo kita tidur, aku sudah sangat lelah!" ajak Dira.


"Iya, ayo." kataku.


Akhirnya, kami tidur dengan tenang.


***


Pagi menyapa, pagi yang sejuk. Aku bangun dengan sedikit keterpaksaan, mau tak mau ya harus bangun. Aku berwudhu', lalu segera menunaikan shalat subuh 2 rakaat itu. Tak lama, aku selesai dengan shalat dan zdikirku. Kemudian, aku membangunkan Dira.


"Dir, bangun. Cepat shalat, kita hari ini akan bekerja!" panggilku sedikit berteriak.


"Iya iya, sebentar." sahutnya.


***


Setelah sekian lama berkutat di area rumah, akhirnya kami siap untuk berangkat ke kantor. Hanya membutuhkan waktu 10 menit untuk sampai ke kantor Brata Group. Kami berjalan kaki, ya hitung-hitung berolahraga pagi lah.


"Eum, Dil. Ruangan kita dimana ya? Perasaan belum dikasih tau deh." kata Dira.


"Aku juga gak tau tuh, kita tanya ke Sekretaris yang ada di depan itu dulu." usulku.


"Ayo!"


Kami naik ke ruang atas menemui Sekretaris, untuk bertanya diruang mana posisi kerja kami.


"Permisi, saya mau bertanya. Dimana ruang Bendahara?" tanyaku dalam bahasa inggris.

__ADS_1


"Oh iya, disebelah sana. Lurus ke kiri, lalu belok ke kanan!" jelasnya ramah.


"Terima kasih banyak." ucapku dan Dira sambil berlalu pergi.


Setelah berputar-putar selama setengah jam, akhirnya kami menemui ruangan yang kami cari.


"Permisi," ucapku.


"Iya, silahkan masuk!" sahut orang dari dalam sana.


Kubuka perlahan perlahan pintu bercat coklat muda itu, dan tampaklah seorang wanita yang sangat berwibawa.


"Silahkan duduk," katanya kemudian.


"Apa kalian berdua karyawan baru yang diterima kemarin?" tanya wanita itu ramah.


"Iya betul, kami kemari mau mencari ruangan yang akan kami tempati." jawab Dira.


"Oh iya, baiklah. Mari ikut dengan saya!" ajaknya.


Setelah berjalan selama 5 menit, akhirnya kami sampai disebuah ruangan yang hanya ada 4 orang karyawan. Mungkinkah mereka teman satu rekan kami?


"Ini ruangan kalian yang berisi 6 orang, 2 orang lainnya sudah kami keluarkan dari sini. Karena karyawan itu membuat kesalahan, Direktur dengan terpaksa memecat mereka secara sepihak." jelas si wanita tadi.


"Lalu Direktur perusahaan ini, menyuruh saya untuk mengarahkan kalian berdua. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh, sesungguhnya kesuksesan ada diketaatan kalian sendiri. Jika ada yang tidak dimengerti, silahkan konsul ke ruang Bendahara yang tadi.Selamat bergabung di perusahaan Brata Group!" ucapnya sangat ramah.


"Baik, Bu. Terima kasih pengarahannya, semoga kami menjadi seperti apa yang Ibu bilang." ucap Dira sambil menunduk hormat. Sedangkan aku tersenyum ke arah wanita paruh baya itu, walau sudah tua dia tetap cantik di mataku.


"Sama-sama, silahkan ke meja masing-masing. Goodluck, girl!" katanya menyemangati kami.


Aku dan Dira tersenyum.


***


Jam sudah menunjukkan pukul 11, itu artinya sudah memasuki jam makan siang. Aku dan Dira melangkahkan kaki menuju kantin kantor, kami sebenarnya tidak tau arahnya tapi kami melihat serombongan karyawan yang berjalan. Karena para karyawan itu, akhirnya kami sampai dikantin.


"Senang banget deh Dil bisa kerja disini. Aku gak nyangka kita bisa kerja ditempat ini." kata Dira antusias.


"Aku pun, Dir. Perusahaan sebesar ini mau menerima kita, puji serta syukur jangan lupa kita panjatkan ya Dir. Berkat Allah, kita dapat bekerja di perusahaan mewah ini." kataku menasehati sedikit.


"Iya, Dil. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah." ucap Dira bersyukur. Aku tersenyum melihat Dira, sahabat terbaikku.


***


Waktunya pulang, para karyawan sudah mulai beberes barang-barang, begitu pun dengan Aku dan Dira.


"Hay, kalian karyawan baru ya? Perkenalkan, aku Meyra!" sapa seseorang tiba-tiba, yang membuat aku dan Dira terkejut.

__ADS_1


"Hehe, iya nih. Kami baru saja masuk kok, perkenalkan kembali, aku Dira dan ini sahabatku Dila." sapa Dira kembali. Aku tersenyum menatap mereka berdua, dan Meyra menyambut senyumanku.


"Mari pulang bersama, aku tidak memiliki teman disini!" ajaknya kemudian.


Sambil berjalan, kami terus mengobrol ringan.


"Rumah kalian berdua dimana?" tanya Meyra.


"Disana, disamping toko roti itu!" jawabku.


"Oh ya? Rumahku juga berada di dekat situ, kenapa kita tidak pernah berjumpa ya?" sahut Meyra antusias.


"Heheh, iya ya. Ngomong-ngomong, kau orang Indonesia kah? Bahasa Indonesiamu sangat lancar." tanyaku penasaran.


"Aku orang Indonesia, aku tinggal di kota Aceh." jawabnya.


"Wah, sama dong. Kami juga di Aceh, kota banda." sahut Dira.


"What? Kota banda? Aku juga disana, dan nama kampung kalian apa?" tanyanya panjang lebar.


"Gampoeng Meriah (kampung meriah)," kata Dira.


"Aku di kampung Serambi Mekah, hem sepertinya tidak jauh dari kampung kalian." katanya kemudian.


Masih banyak lagi yang kami ceritakan panjang lebar dengan, Meyra. Teman baru kami di kantor.


***


Malam telah tiba, indahnya kota Berlin memang sangat patut diacungi jempol 5. Sangat indah, bahkan aku sampai tak bosan menatap kota ini.


"Enak ya Dil kerja disitu, semua ditanggung. Mulai dari kebutuhan salam bekerja, mau pun makan siang dan pagi. Tak sia-sia kita kuliah selama ini, membuahkan hasil yang memuaskan." curahan hati Dira mulai terdengar.


"Iya, Dir. Padahal kita tak ada Laptop, tapi pihak perusahaan memberikannya. Mereka sangat baik, ya Dir." sahutku.


"Sepertinya aku akan betah jika bekerja disana, Dil. Kau juga kan?" kata Dira sambil terkekeh.


"Ya pastilah, Dir. Jangan lupa untuk selalu bersyukur kepada Allah ya, Dir. Aku salut dengan kata-kata Ibu tadi itu, yang katanya 'Sesungguhnya kesuksesan itu ada diketaatan kalian sendiri'. Kamu salut gak sih, Dir?" tanyaku antusias.


"Iya, Dil. Ibu itu patut diacungi jempol perkataannya, apa dia atasan kita?" tanya Dira.


"Tidak tau kalo itu, Dir. Sudahlah, mari tidur malam sudah larut. Besok kita harus berangkat pagi-pagi sekali lo." kataku dan diangguki oleh, Dira.


Bersambung...


Tinggalkan jejak kalian, agar Author lebih semangat lagi.😍


Please, di dukung ya gaes...

__ADS_1


__ADS_2