Suffering Bride

Suffering Bride
Sikap yang Mengerikan


__ADS_3

Lucas lebih sedang menikmati makanan yang tersaji di atas meja ini dengan sangat lahap sekali. Hati lelaki itu sungguh sudah sangat membeku sekali seperti batu yang berumur jutaan tahun lamanya. Bahkan Lucas makan dengan sangat lahap dan yang lebih mengerikan ialah lelaki itu merasa sangat bahagia dan juga puas ketika mengingat jeritan ketakutan Kiana-istri yang tidak sengaja ia nikahi dihari itu.


Lena hanya bisa menghela nafas pelan melihat sikap majikannya ini karena Lucas memang tidak pernah memberikan toleransi meskipun pada seorang wanita sekalipun, siapa saja yang berani mengusik kebahagiaannya maka mereka akan mendapatkan hukuman yang seharunya contohnya seperti Kiana sekarang.


Suara langkah kaki seseorang mulai terdengar masuklah Fkar dari pintu dapur ini dan tanpa permisi lelaki itu langsung duduk di dekat Lucas kemudian manik matanya melihat ke atas hidangan yang ada di atas meja ini dengan meneguk salivahnya sendiri.


“Lucas aku akan menemani kamu makan pagi ini,” kata Fkar dengan santai. Bahkan tanpa menunggu jawaban dari Lucas lelaki itu langsung membalikkan piring yang ada dihadapannya lalu mengisinya dengan hidangan yang ia sukai. Fkar teman baik Lucas jadi jika tidak sedang berada didalam perusahaan maka mereka akan bersikap layaknya sahabat baik, jika saja orang lain berani melakukan hal ini pada Lucas maka sudah bisa dipastikan mereka akan mendapatkan masalah yang setimpal.


“Tak sopan! Apakah di rumah kamu tidak ada makanan.” Lucas bicara dengan mata tajamnya, tapi itu tidak membuat nyali Fkar menciut sedikitpun.


“Hei … jangan menatapku seperti itu,” kata Fkar menirukan gaya bicara seorang wanita manja dengan bahasa tubuh yang membuat Lucas bergidik jijik. “Aku tadi sudah makan dari rumah, tapi entah mengapa ketika mengendus aroma masakan yang sangat lezat ini perutku kembali minta di isi,” kata Fkar.


“Jangan pernah menunjukkan bahasa tubuh yang menggelikan seperti itu atau aku akan memukulmu!” ancam Lucas dengan suara naik satu oktaf.


Kini seluruh bulu kuduk Lucas sudah meremang dengan sempurna. Lucas selalu benci jika ada lelaki yang menirukan gaya seorang wanita seperti apa yang Fkar lakukan barusan. Tapi siapa sangka jika hal itu justru membuat Fkar tahu apa kelemahan Lucas yang selama ini tidak banyak orang ketahui.


Fkar mengedipkan satu matanya kemudian berkata, “Dari pada kamu memukulku apakah tidak jauh lebih baik kamu mencium aku atau memeluk aku saja,” kata Fkar semakin ingin menggoda sahabatnya yang suka marah itu. Fkar bahkan dengan sengaja memajukan bibirnya menunjukkan ciuman menjijikan hingga membuat Lucas terprovokasi.

__ADS_1


Lucas langsung menendang kaki Fkar dengan keras sehingga lelaki itu memekik kesakitan. Rasa nyeri di tulang keringnya seakan berdenyut hebat sampai ke puncak kepala membuat Fkar mengumpat tiada henti. Bahan kini semua isi didalam kebun binatang sudah mulai ia absen dengan wajah merah padam menahan rasa sakit dan tangan Fkar juga menggosok kasar tukang keringnya yang hampir patah karena ulat sahabatnya yang menyebalkan itu.


“Kau tidak bisa diajak bercanda,” kata Fkar kesal dengan melihat Lucas. Sudah kita makan saja, aku lebih tergoda untuk mencicipi makanan ini dari pada bercanda dengan kamu lagi,” kata Fkar.


Fkar melihat untuk kali pertama jika Lucas makan begitu banyak ketika sarapan pagi. Bahkan Lucas juga makan dengan sangat lahap sekali kini Lucas kembali mengambil nasi goreng dengan irisan daging cincang dan juga beberapa macam sayuran di atasnya membuat Fkar mengerutkan keningnya melihat perubahan gaya makan sahabatnya itu. Fkar merasa ada yang aneh dengan masakan Lena kali ini. Ya, rasa masakan lena jauh lebih lezat dari biasanya dan hal itu membuat Fkar penasaran sebab hatinya tidak yakin jika ini masakan Lena dan bukan orang lain.


“Lena, masakan kamu begitu lezat sekali hari ini,” kata Fkar memuji sekaligus ingin mencari tahu siapa yang membuat semua hidangan ini sebenarnya.


Lena mengangkat pandanganya kemudian tersenyum tipis lalu berkata, “Nona Kiana yang membuat semua hidangan ini,” jawab Lena jujur.


Fkar melihat kearah Lucas dan lelaki itu langsung menyudahi aktifitas makannya dengan wajah datar. “Ayo kita berangkat sekarang!” perintah Lucas.


“jangan banyak bicara, ayo kita berangkat.” Setelah bicara Lucas langsung beranjak berdiri dari kursi yang ia duduki lalu melangkah keluar dari ruangan ini.


Fkar hendak mengikuti langkah Lucas, tapi ucapan Lena mengurungkan niat awalnya itu. Lena mengatakan apa yang terjadi di dapur ini pada Fkar kemudian memohon pada lelaki itu untuk menyelamatkan Kiana yang sedang dihukum didalam salah satu ruangan yang begitu mengerikan sekali. Fkar langsung mengiyakan permintaan Lena karena ia juga merasa kasihan pada Kiana yang menurutnya tidak bersalah, Lucas terlalu dibutakan oleh cinta sehingga lelaki itu tidak bisa melihat kebenaran yang ada didepan matanya.


“Lucas, dimana Kiana berada? Kenapa ku tidak melihatnya sejak dari tadi?” tanya Fkar setelah berada di dekat Lucas.

__ADS_1


“Aku memberikan kado pernikahan yang begitu istimewa untuknya,” kata Lucas dengan menarik salah satu garis lengkuk pada bibirnya.


“Kado apa?” tanya Fkar dengan perasaan cemas. Fkar sudah bisa menebak jika kado itu pasti berguru mengerikan.


“Aku mengurungnya didalam ruangan yang penuh dengan serangga,” kata Lucas dengan tertawa terbahak-bahak seakan itu adalah hal yang lucu.


“Lucas! Apakah kamu sudah gila sudah mengurung istri kamu sendiri didalam ruangan seperti itu,” kata Fkar dengan nada suara kesal.


“Afkar jaga ucapan kamu! Dia bukan istriku, gadis tidak memiliki identitas sepertinya mana boleh berada di sandingkan denganku!” sorot mata Lucas mulai menajam hal itu membuat nafas Fkar terbuang pelan.


“Jika kamu tidak menganggapnya sebagai seorang istri sebaiknya jangan pernah siksa dia seperti ini, dan kumohon kamu lepaskan dia. Lucas sejak dari kecil Kiana begitu takut pada serangga dan apakah kamu tahu apa alasannya?” tanya Fkar seakan lelaki itu sedang mencoba memancing Lucas untuk bertanya padanya mengenai ketakutan Kiana.


“Aku tidak perduli dengan semua itu! Justru akan lebih baik jika dia ketakutan sampai mati,” kata Lucas dengan jahat.


Fkar terdiam sejenak mencoba untuk mengajak otaknya mencari jalan keluar agar Kiana bisa bebas dari ruangan terkutuk itu. Fkar mulai menemukan suatu kata yang akan membuat Lucas memintanya mengeluarkan gadis itu dari dalam sana dan Fkar mulai berbicara setelah lelaki itu mantap dengan rencananya.


“Jika kamu membiarkan Kiana mati hari ini, bukankah kamu membiarkan gadis itu mati dengan sangat mudah!” kata Fkar pada Lucas.

__ADS_1


Lucas menatap kearah Fkar dengan bibir yang bungkam dan sorot matanya itu tidak terbaca membuat Fkar merasa sangat gelisah dan juga cemas sekali, ia takut jika apa yang ia rencanakan tidak berjalan dan gadis malang itu akan meregang nyawa karena rasa takutnya.


__ADS_2