Suffering Bride

Suffering Bride
Kedatangan Wessica


__ADS_3

Pagi ini Anna dan juga Raka sedang menikmati makanan di piring masing-masing suara seorang wanita yang selama ini begitu mereka rindukan menerobos masuk ke dalam gendang telinganya.


“Mama, Papa.”


Anna dan juga Raka saling menatap kemudian mereka secara bersamaan melihat ke arah pintu dapur. Raka dan juga Anna melihat Wessica berdiri di sana.


“Papa. Apakah sekarang Mama sedang berhalusinasi?” tanya Anna tanpa melihat ke arah suaminya.


“Mama tidak sedang berhalusinasi karena Papa juga melihat anak nakal itu berdiri di depan pintu dengan senyuman manisnya. Papa sungguh ingin mengajarnya sekarang,” kata Raka melalui celah-celah giginya.


Kediaman Lucas.


Kiana dan juga Tuan Lucas sedang menikmati makanan yang ada di atas meja satu pun diantara mereka tidak ada yang membuka suara sehingga membuat piring dan juga garpu yang saling bersentuhan menggema di ruangan dapur yang sunyi ini.


“Tuan Lucas,” panggil Kiana dengan melihat ke arah suaminya yang tampan dan juga gagah itu.


“Bicara!” perintah Tuan Lucas pada Kiana tanpa mengangkat pandangannya.


“Jika suatu saat Wessica kembali. Apakah saya bisa pergi dari rumah ini? Karena ketika berada di villa Anda mengatakan jika sudah memaafkan saya,” tanya Kiana mencoba untuk mencari tahu tentang nasibnya selanjutnya.


Tuan Lucas tidak langsung menjawab lelaki itu menaruh garpu dan juga sendok di atas piring kemudian menekuk satu gelas air putih dan setelah mengusap bibirnya dengan kain berwarna putih tulang lelaki itu baru mengangkat pandangannya melihat ke arah Kiana.


“Bukankah aku sudah mengatakan jikalau hanya aku saja yang bisa membuat keputusan! Kelak jangan pernah menanyakan hal ini lagi atau kau akan mendapatkan hukuman.” Setelah bicara Tuan Lucas beranjak berdiri dari posisi duduknya meninggalkan Kiana di meja makan itu.


“Sebenarnya apa yang dia inginkan? Bukankah seharusnya dia melepaskan ku kemudian menikahi Wessica,” kata Kiana dengan memijat pelipisnya yang tiba-tiba terasa pusing.


“Nona Kiana, bolehkah saya bicara?” tanya Lena.


“Katakan saja dan tidak perlu sungkan saya sudah menganggap kamu seperti saudara sendiri,” kata Kiana dengan tulus.


“Menurut saya Tuan Lucas ragu untuk melepaskan Nona Kiana hanyalah karena satu hal,” Lena menjeda kalimatnya sejenak untuk menarik nafas. “Jika dari pengamatan saya sepertinya memang Tuan Lucas sudah mulai jatuh cinta pada Anda dan hanya karena satu hal itulah membuat Tuan Lucas enggan untuk melepaskan Anda.”


Kiana tersenyum tipis mendengarkan ucapan Lena barusan. “Mana mungkin Tuan Lucas menyukai saya, pada awalnya saya pun berpikir begitu tapi kenyataannya hal tersebut tidak akan pernah terjadi.” Kiana menundukkan kepalanya lesu ketika berbicara.

__ADS_1


“Percayalah kepada Tuhan dan juga takdir.” Lena yang merasa kasihan kepada Nona Kiana mengusap perlahan punggung wanita tersebut.


“Saya akan pasrahkan semuanya kepada Tuhan dan biarkan sang pemilik alam semesta yang mengatur semuanya,” kata Kiana. Kiana harus percaya jika Tuhan sedang mengatur sesuatu yang indah untuknya di masa depan.


Tuan Lucas sekarang sedang sibuk membaca berkas yang ada di hadapannya. Suara ketukan pintu tidak membuat lelaki itu mengalihkan pandangannya dari berkas yang ada dihadapannya.


“Masuk!” perintah Tuan Lucas.


Perlahan tapi pasti pintu ruangan itu mulai terbuka dan nampaklah seorang wanita cantik dengan tubuh bak model dan juga baju yang terlihat begitu minim sekali bahan sehingga membuat bagian atas perempuan itu seakan hendak tumpah keluar dari kain yang sedang melekat di tubuhnya. Ya itu adalah Wessica.


“Sepertinya aku mengenal aroma parfum ini,” batin Tuan Lucas.


“Sayang,” kata Wessica dengan wajah memelas bahkan kini kornea mata wanita itu juga sudah dipenuhi dengan kristal bening.


Lucas langsung membulatkan kedua matanya setelah mendengar suara Wessica pun lelaki itu langsung mengangkat pandangannya dan benar saja saat ini Wessica sedang berdiri di hadapannya dengan berurai air mata. Tuan Lucas tetap duduk di posisinya membeku karena terkejut sekali dengan kedatangan Wessica yang begitu tiba-tiba hingga lelaki itu tidak bisa memikirkan apapun.


Wessica berlari mendekati Tuan Lucas lalu mencium lelaki itu seakan menunjukkan jika Wessica sedang merindukan kekasihnya tersebut.


Setelah selesai bercinta dengan kekasihnya Wessica pun menyambar ponselnya yang ada di atas nakas lalu membaca pesan singkat yang Anna kirimkan. Wessica langsung mengecek berita yang trending topik beberapa hari yang lalu dan wanita itu pun baru tahu jika Lucas memberikan mall untuk Kiana, setelah mengetahui akan kenyataan itu tentu saja Wessica tidak terima.


Wessica langsung masuk ke dalam kamar mandi kemudian memesan jadwal penerbangan yang paling cepat menuju ke kota A. Wessica tidak akan rela jikalau lelaki kaya dan juga tampan seperti Lucas jatuh hati pada Kiana, Kiana hanyalah penggantinya dan akan pergi setelah Wessica datang.


Wessica dan juga Lucas keluar dari ruangan kantornya. Fkar yang sekarang sedang duduk di meja kerja pun langsung melongo ketika melihat kedatangan Wessica. Fkar tidak mengetahui kapan Wessica masuk ke dalam ruangan Lucas sebab lelaki itu baru saja kembali ke kursi kerjanya setelah menyelesaikan beberapa tugas di luar kantor.


“Wessica. Apakah itu benar kamu?” tanya Tuan Fkar sembari beranjak berdiri dari posisi duduknya.


“Ini memang aku Wessica, kamu tidak perlu menatapku seperti itu Fkar karena aku bukanlah hantu atau makhluk sejenisnya,” kata Wessica.


“Fkar, aku akan keluar bersama dengan Wessica! Kamu selesaikan tugas yang ada di kantor dan batalkan meeting hari ini yang melibatkan kehadiranku!” perintah Tuan Lucas pada asistennya tersebut.


Fkar melihat ke arah tangan Wessica yang sekarang sedang memegang lengan Tuan Lucas dengan begitu manja, bahkan sesekali terlihat wanita itu menaruh kepalanya di pundak Tuan Lucas. Tuan Fkar merasa kasihan kepada Kiana yang hanya dijadikan pengganti entah bagaimana dengan nasib wanita itu sekarang.


“Lucas semoga saja kamu bisa memilih wanita yang cocok untukmu karena Wessica bukanlah wanita sebaik yang kamu pikirkan dan kamu sudah tahu itu. Tapi entah kenapa kamu masih saja mencoba untuk menerima Wessica setelah apa yang wanita itu lakukan,” kata Fkar di dalam hati dengan menggeleng-gelengkan kepalanya perlahan.

__ADS_1


Malam ini Kiana mondar-mandir di depan jendela kamarnya. Sudah hampir jam 02.00 malam, tapi Tuan Lucas belum juga pulang bekerja sebelumnya hal ini tidak pernah terjadi. Kiana memegang ponselnya dan mengetik sesuatu di layar berbentuk pipih tersebut namun ia hapus kembali.


“Bagaimana jika sampai Tuan Lucas merasa terganggu karena aku menanyakan tentang keberadaannya,” batin Kiana di dalam hatinya dengan memegang ponselnya erat-erat. “Apa sebaiknya aku menghubungi nomor Tuan Fkar, tapi aku tidak memiliki nomor ponselnya,” kata Kiana lagi dengan tatapan menatap keluar jendela.


Klub malam.


Lucas memesan ruangan private yang ada di dalam klub malam ini untuk menghabiskan waktunya bersama dengan Wessica. Wessica sejak dari tadi bergelayutan manja seperti ulat bulu yang terus saja menempel pada tubuh Tuan Lucas.


“Lucas maafkan aku karena telah pergi meninggalkanmu. Aku sungguh menyesal sekali karena mengikuti permintaan Kiana.” Wessica mulai mengucapkan kata-kata dusta Di dekat telinga Lucas.


Tuan Lucas menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan dari mulut, ada perasaan tidak nyaman pada hatinya ketika melihat Wessica berada di dekatnya dan wanita itu juga sejak dari tadi memojokkan Kiana dalam semua masalah yang ia buat sendiri. Jika dahulu Lucas akan percaya dengan apapun yang Wessica katakan tapi tidak untuk sekarang ini.


“Apakah menurutmu Kiana menyukaiku?” tanya Lucas dengan sorot mata tidak terbaca.


“Dia tidak menyukaimu, tapi Kiana selalu saja ingin mendapatkan apapun yang aku miliki! Padahal aku dan juga kedua orang tuaku selalu bersikap baik padanya. Contohnya ketika Kiana mengatakan kalau dia ingin menikahi kamu, aku pun tidak berpikir panjang langsung meninggalkan pernikahanku supaya Kiana bisa mendapatkan apa yang dia inginkan,” kata Wessica dengan kepala yang tertunduk.


“Jika kamu sudah merelakan aku untuk Kiana. Lalu kenapa kamu kembali padaku?” tanya Tuan Lucas.


“Karena aku sadar ternyata aku tidak bisa melupakanmu dan aku terlalu mencintaimu,” kalimat-kalimat dusta terus saja Wessica lontarkan untuk meluluhkan hati Lucas.


Wessica terus menempel kepada Lucas dan tangan wanita itu sekarang mulai mengusap perlahan paha Tuan Lucas. Lalu tangan Wessica dengan tidak tahu malu mulai naik menuju ke pusat lelaki itu. Tidak disangka Tuan Lucas langsung memegang tangan Wessica kemudian menjauhkannya dari senjatanya yang sudah menegang sempurna.


“Kenapa? Aku begitu merindukanmu,” kata Wessica dengan wajah memohon.


“Kamu bukan wanita murahan jadi jangan pernah bersikap seperti ini padaku lagi! Bukankah aku sudah mengatakan tidak akan menyentuhmu sebelum kau resmi menjadi milikku.” Kata-kata yang baru saja Tuan Lucas ucapkan lebih mirip seperti suatu hinaan.


Tuan Lucas melirik ke atas meja kemudian menyambar ponselnya dan terlihatlah nama Kiana tertera di sana.


“Tuan Lucas. Maafkan saya jika mengganggu waktu Anda, saya hanya cemas kenapa Anda belum pulang sedangkan ini sudah lewat tengah malam, tolong balas pesan dari saya supaya saya tahu kalau Anda sedang baik-baik saja sekarang karena hanya dengan begitulah saya bisa tidur dengan tenang.” Itulah isi pesan dari Kiana.


“Wessica pulanglah karena ini sudah malam! Ada urusan penting dan aku harus pergi sekarang.” Tanpa menunggu sahutan dari Wessica lelaki itu langsung beranjak berdiri dari posisi duduknya.


“Kenapa aku merasa kalau Lucas mulai menghindari aku,” kata Wessica dengan mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


__ADS_2