Suffering Bride

Suffering Bride
Mencoba Menyembunyikan Rasa


__ADS_3

Sejak dari tadi Tuan Lucas terus saja melihat ke arah Kiana yang masih tersenyum sembari memusatkan pandangannya ke arah jalan.


Kiana tiba-tiba teringat dengan apa yang kedua orang tua angkatnya tadi katakan padanya hal itu membuat Kiana menarik pandangannya dari arah jalanan melihat ke arah Tuan Lucas. Kiana merasa bimbang sekali apakah ia harus bertanya pada Tuan Lucas mengenai kabar yang sedang trending topik di media sosial tersebut, tapi jika tidak bertanya maka Kiana akan merasa sangat penasaran sekali. Setelah memantapkan hatinya dan juga berhasil mengumpulkan semua keberanian akhirnya Kiana pun mulai membuka suara.


“Tuan Lucas bolehkah saya bertanya,” ucap Kiana dengan menundukkan kepalanya.


“Hem.”


“Saya melihat kabar di media sosial yang mengatakan kalau Anda membeli salah satu mall terbesar di perdesaan kemarin, kemudian menggantinya menjadi nama saya,” kata-kata Liana terpotong setelah Tuan Lucas menyela ucapannya tersebut.


“Bukankah kemarin kau yang meminta mall itu dan sekarang kenapa malah bertanya padaku.” Tuan Lucas bicara dengan tatapan lurus ke depan nada suara lelaki itu terdengar tajam di telinga Kiana, tajam suara itu mirip seperti pisau pemotong buat yang baru saja diasah.


“Saya kemarin hanya bercanda saja, tapi kenapa Tuan Lucas benar-benar membelikan mall itu untuk saya? Sedangkan saya tidak membutuhkan mall tersebut,” kata Kiana lagi dengan nada suara yang terdengar sopan. Kiana begitu gugup dan juga takut ketika berbicara dengan Tuan Lucas saat mengingat perlakuan lelaki itu padanya yang terakhir kali hingga kini Kiana mulai memainkan kuku-kuku jarinya mencoba untuk meredam rasa takut tersebut.


“Bukankah kemarin aku sudah mengatakan kalau sangat pantang sekali bagiku menolak permintaan orang lain,” kata Tuan Lucas dengan melirik ke arah Kiana melalui ekor matanya. “Mau kamu bakar ataupun kamu jual mall itu aku tidak peduli karena aku sudah mengalihkan namanya menjadi namamu.” Setelah bicara Tuan Lucas kembali menatap lurus ke depan.


“Baik.”


Kiana menutup mulutnya dan tidak ingin membuka suara lagi. Fkar yang sekarang sedang sibuk mengemudikan mobilnya sesekali melirik ke arah belakang melalui kaca spion yang ada di atas kepalanya. Suasana di dalam kabin mobil ini terlihat begitu mencekam sekali sehingga Fkar berinisiatif untuk menyalakan musik untuk membuyarkan suasana horor di dalam kabin mobil ini.


“Matikan musiknya! Siapa yang menyuruhmu memutar musik.” Sembur Tuan Lucas.


“Baiklah saya akan mematikannya Tuan Lucas,” kata Tuan Fkar dengan patuh.


Tuan Fkar tidak ingin membuat masalah jadi lebih baik ia langsung menuruti ucapan Tuan karena jika sudah melihat lelaki itu memasang wajah mengerikan seperti ini maka Tuan Fkar tidak akan pernah berani mengajaknya berbicara atau pun bercanda.

__ADS_1


Saat ini Tuan Lucas sedang berada di dalam ruangan kerjanya lelaki itu sibuk memusatkan pandangannya ke layar berbentuk pipih yang ada di hadapannya sekarang. Getaran ponsel dari atas meja membuatnya mengalihkan pandangannya dan setelah meraih ponsel itu Tuan Lucas melihat jika Mamanya lah yang sedang menghubunginya.


“Halo Mama ada masalah apa sehingga menghubungi Tuan?” tanya Tuan Lucas dengan menyandarkan punggungnya di kursi kerja.


“Mama mendengar dari berita yang tersebar di media sosial kalau kamu mengganti nama mall yang baru saja kamu beli dengan nama Kiana plaza. Apakah kamu sudah berpisah dengan Wessica lalu memiliki wanita lain bernama Kiana?” tanya Smara pada putranya.


“Itu hanya prasangka Mama saja karena tidak ada hal yang seperti itu. Tuan sangat sibuk sekali karena terlalu banyak pekerjaan di kantor yang belum selesai jadi lain kali kita akan berbincang-bincang lagi.” Setelah mendengar sahutan dari Smara lelaki itu pun langsung mengakhiri panggilan telepon tersebut.


Setelah panggilan telepon itu berakhir Tuan Lucas menghembuskan nafasnya lega kemudian menaruh ponselnya di atas meja begitu saja. Lelaki itu memijat pelipisnya yang terasa pusing.


“Mama tidak boleh sampai mengetahui jika aku bukannya menikahi Jessica melainkan menikahi adik angkatnya tersebut. Aku memang tidak mencintai Kiana, tetapi aku juga merasa kasihan kalau sampai Mama memberikan perhitungan kepada wanita tersebut. Sedangkan Kiana tidak bersalah sama sekali mengenai hal ini.” Kepala Lucas tiba-tiba berdenyut nyeri saat memikirkan akan semua hal itu.


Kediaman Hitsyah.


“Mama coba hubungi Wessica terus! Karena jika sampai dia terlambat mengambil hati Tuan Lucas lagi maka Kiana akan benar-benar menjadi istri Tuan Lucas yang seutuhnya,” kata Raka sembari mendudukkan tubuhnya di samping sang istri.


Di sisi lain.


“Sayang kenapa kamu tidak mengangkat panggilan telepon dari keluarga kamu? Mungkin saja keluargamu itu akan mengirimkan uang padamu,” kata kekasih Wessica yang hanya memikirkan tentang uang saja sebab memang itulah alasan lelaki itu mau bersama dengan Wessica.


Wessica menghempaskan tubuhnya di sofa lalu dengan manja perempuan itu menyandarkan kepalanya di bahu kekasihnya tersebut. “Aku sangat malas sekali mengangkat panggilan itu sebab aku tahu dengan sangat jelas jikalau Mama sedang menghubungiku terus-menerus seperti ini pastilah ada Papa di sampingnya.” Tebakan Wessica benar karena memang Raka yang meminta Anna untuk terus menghubunginya.


“Tapi kamu harus tetap mengangkat telepon itu siapa tahu penting. Uang yang kita miliki sekarang tidaklah banyak dan kamu tahu sendiri aku belum juga mendapatkan pekerjaan,” kata lelaki itu dengan wajah memelas mencoba untuk memancing simpati Wessica padanya.


“Kamu tenang saja dan tidak perlu bekerja sebab aku memiliki calon suami yang kaya raya setelah aku kembali nanti kamu akan mendapatkan banyak uang dariku.” Wessica begitu mencintai lelaki itu sehingga tidak bisa berpikir dengan jernih bahkan Wessica juga dengan sukarela memberikan apapun yang lelaki itu inginkan tanpa berpikir panjang.

__ADS_1


Lelaki itu langsung mengecup kening Wessica kemudian tangannya yang kekar membelai rambut panjang Wessica. “Sayang maafkan aku karena selama ini aku hanya bisa merepotkan kamu saja, bahkan aku tidak pernah memberikan sepeserpun uang padamu.” Lelaki itu sungguh pandai sekali merayu hingga membuat Wessica tidak bisa menolak pesona yang ia berikan.


“Kamu tidak perlu bekerja Bukankah tadi aku sudah mengatakan itu.” Setelah bicara Wessica langsung naik ke atas pangkuan lelaki tersebut kemudian mengecup bibir lelaki itu dengan rakus sekali. Dan kalian tahu pemanasan tersebut akan berakhir dengan saling bertukarnya keringat di atas ranjang pada tubuh kedua insan yang sedang dimabuk asmara tersebut.


Tuan Lucas masuk ke dalam ruangan kamarnya dan terlihat di tengah malam Kiana masih asyik membaca buku novel yang ada di pangkuan wanita tersebut. Tuan Lucas masuk ke dalam kamar mandi untuk mengganti baju lalu lelaki itu beranjak naik ke atas ranjang. Tuan Lucas mematikan lampu tidurnya lalu memejamkan mata mencoba untuk tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh Kiana sekarang.


“Dia begitu tampan dan romantis sekali, kelak aku ingin memiliki suami sepertinya,” kata Kiana dengan suara yang lirih.


Mendengar apa yang Kiana ucapkan Tuan Lucas langsung membuka mata kemudian melirik ke arah Kiana yang sekarang masih fokus melihat ke arah buku yang ada di hadapannya.


“Aku sangat yakin sekali jika lelaki yang dia bicarakan bukanlah diriku. Ataukah mungkin diam-diam Kiana sudah menyimpan nomor Fgan lalu berhubungan dengan lelaki itu di belakangku,” batin Tuan Lucas dengan darah yang mulai berdesir begitu hebat sekali.


Tuan Lucas mulai berpikir jika Kana diam-diam berkirim pesan dengan Fgan melalui ponsel yang dia sembunyikan di dalam buku tersebut. Tuan Lucas yang sudah tidak tahan dengan rasa cemburu dan juga curiganya menarik buku yang Kiana pegang hingga membuat wanita itu menatapnya dengan mengerutkan kening.


“Ada apa?” tanya Kiana polos.


Tuan Lucas mendudukkan tubuhnya kemudian membuka buku yang tadi Kiana pegang dan tidak ada ponsel di sana. Tuan Lucas mulai mengarahkan pandangannya ke atas nakas terlihatlah ponsel Kiana tergeletak di atas nafas tersebut.


“Ternyata dia tidak sedang berkirim pesan dengan Afgan. Lalu kenapa tadi dia bicara seperti itu?” tanya Tuan Lucas pada dirinya sendiri.


“Tuan Lucas. Apakah Anda ingin membaca buku tersebut?” tanya Kiana.


“Tidak.” Setelah bicara Tuan Lucas langsung memberikan buku itu kepada Kiana kembali.


“Ada apa dengannya kenapa dia jadi seperti itu,” batin Kiana dengan menatap ke arah Tuan Lucas yang sekarang sudah tidur dengan memunggunginya.

__ADS_1


Begitulah lelaki yang sedang jatuh cinta, tapi masih belum mau mengakui perasaannya.


__ADS_2