
Lena segera menundukkan kepalanya ketika melihat Tuan Lucas, melihat akan hal itu Kiana bisa menebak jika lelaki yang sedang mereka bicarakan kini sudah ada dibelakangnya dan memeluk tubuhnya. Kiana hanya bisa berdoa didalam hatinya semoga saja Tuan Lucas tidak mendengarkan apa yang mereka berdua ucapkan tadi, kalau lelaki kejam itu sampai mendengarkan perbincangan mereka maka semuanya akan runyam urusannya.
Lena membungkukkan tubuhnya setelah melihat isyarat mata mengusir yang barusan Tuan Lucas tunjukkan padanya. Kiana terpaksa membalikkan tubuhnya dengan kepala yang tertunduk berada dihadapan Tuan Lucas membuat perempuan itu merasa canggung dan juga tidak nyaman sekali. Namun Kiana hanya bisa menjalani semuanya dengan pasrah.
“Kenapa kamu tidak menjawab?” tanya Tuan Lucas sembari mengarahkan punggung tangannya di kening Kiana guna untuk mengecek suhu badan perempuan tersebut. “Kembalilah masuk kedalam kamar mu sekarang!” perintah Tuan Lucas.
“Saya akan membuat sarapan pagi seperti biasanya,” jawab Kiana.
“Apakah kamu sudah berani membantah kata-kataku,” sergah Tuan Lucas dengan nada suara tidak suka.
“Bu-bukan begitu,” jawab Kiana.
“Masuk kedalam kamar dan biarkan Lena yang membuat sarapan pagi ini!”
“Baik.”
Tuan Lucas melihat kearah Kiana yang baru saja keluar dari ruangan dapur ini dengan tatapan teduh. Hal itu tidak luput dari perhatian Lena karena diam-diam perempuan itu memperhatikan ekspresi Tuan Lucas.
Lena melangkah mendekati Tuan Lucas dengan kepala yang tertunduk. Tuan Lucas mengurungkan niatnya untuk keluar dari ruangan dapur ini.
“Katakan!” perintah Tuan Lucas.
“Saudara saya bekerja di kediaman Hitsyah dan dia mengatakan jika beberapa waktu yang lalu Nona Wessica menghubungi kedua orangtuanya namun, hanya sebentar saja,” lapor Lena.
“Kamu boleh pergi sekarang!” perintah Lucas kemudian berjalan keluar dari ruangan dapur itu.
Ruangan tamu rumah.
Lucas menyandarkan kepalanya di bantalan sofa dan kembali memikirkan jika Wessica kembali lalu apa yang akan ia lakukan? Kenyataan tentang sikap Wessica pada Kiana membuat Lucas meragukan cintanya pada perempuan itu. Selama ini Lucas mengira jika Wessica adalah perempuan baik dan juga penuh kasih sayang, tetapi siapa sangka jika berada dibelakang Lucas perempuan itu justru bersikap kejam sampai membuat Kiana trauma pada serangga.
__ADS_1
“Lucas kenapa kamu melamun seperti itu?” tanya Fkar sembari mendudukkan tubuhnya di sofa yang sama dengan Lucas.
“Kamu tumben datang jam segini?” tanya Lucas dengan wajah datar seakan lelaki itu mencoba untuk menyembunyikan apa yang sedang ia pikirkan sebelumnya dihadapan Fkar.
“Aku merasa bosan di rumah dan ingin numpang makan pagi di rumah kamu saja,” kata Fkar dengan santai.
“Aku tidak punya banyak makanan untuk dibagi dengan kamu,” kata Lucas dengan menyandarkan punggungnya di sofa.
“Kamu itu pelit sekali sama sahabat sendiri, lagi pula hanya dengan memberikan satu piring makanan kamu tidak akan jatuh miskin,” ledek Fkar.
“Sepertinya lidahmu itu mau berakhir di wajan penggorengan Lena,” ancam Lucas tapi lelaki itu tidak bersungguh-sungguh dalam bicara.
“Jangan terlalu kejam dan suka marah nanti cepat tua,” ledek Fkar. “Bagaimana dengan kabar Kiana?” tanya Fkar. Hal itu berhasil membuat Lucas melirik kearah Fkar tajam seakan Lucas sedang mengatakan dari isyarat matanya jika lelaki itu tidak suka mendengar Fkar menanyakan kabar Kiana sebab perempuan itu adalah istrinya.
Kamar Kiana.
Kiana melirik kearah pintu yang terbuka perlahan dan nampaklah Lucas masuk kedalam ruangan kamar ini. Lelaki itu melihat kedalam kamar dan mengecek jika seluruh kamar ini sudah bersih seperti biasanya karena Kiana selalu saja membersihkan ruangan kamar ini dengan sangat rapi dan sesuai dengan seleranya.
“Kenapa tidak beristirahat?” tanya Lucas.
“Saya tidak bisa beristirahat di pagi hari seperti ini, saya harus melakukan sesuatu sebab hanya duduk diam itu membuat saya merasa tidak nyaman,” kata Kiana.
“Bukankah kau demam! Sebaiknya beristirahat dulu saja,” kata Lucas.
“Saya sudah jauh lebih baikan dan jika saya hanya berbaring di atas ranjang maka sakit ini tidak akan kunjung sembuh dan justru malah bertambah saja,” jelas Kiana.
“Kau mau pekerjaan?” tanya Tuan Lucas.
“Ya.”
__ADS_1
Tuan Lucas mendudukkan tubuhnya disamping Kiana dan tidak terduga lelaki itu langsung membaringkan tubuhnya dan menaruh kepalanya dipangkuan Kiana begitu saja. Kiana langsung membulatkan kedua matanya ketika melihat apa yang Tuan Lucas lakukan sekarang. Perempuan itu langsung meneguk ludahnya sendiri ketika tatapannya dan juga Tuan Lucas bertemu satu sama lain. Kiana segera membuang pandangannya kearah lain dengan jantung yang sudah berdetak begitu kencang sekali seakan hendak meloncat keluar dari kodratnya.
Lucas melihat kearah Liana yang kini sedang terlihat malu-malu dan lelaki itu gemas sekali melihat sikap Kiana yang seperti ini. Lucas bahkan menatap Kiana dengan seksama mulai dari mata dan sampai turun ke bibir ranum itu, oh sungguh Kiana begitu cantik dan juga memukau bahkan Lucas mulai mendambakan perempuan itu tanpa ia sadar sendiri.
“Kenapa setiap kali aku menatapnya malu-malu seperti ini itu membuatku sangat senang sekali, padahal sebelumnya aku tidak pernah merasa setenang ini ketika Wessica ada di sampingku. Sebenarnya ini perasaan macam apa?” tanya Lucas pada dirinya sendiri.
Lucas merasakan jika jantungnya berpacu dengan sangat cepat sekali bahkan waktu seakan bergerak lambat ketika lelaki itu berada disamping Kiana. Benarkan cinta mulai bersemi di hati lelaki arogan itu atau ini hanya kebutuhan birahinya saja yang mengambil alih semua pemikirannya.
“Tuan Lucas apa yang sedang Anda lakukan?” tanya Kiana tanpa melihat kearah Tuan Lucas.
“Bukankah kau tadi ingin pekerjaan agar sakit kamu itu tidak bertambah jika terus berbaring di atas ranjang,” kata Lucas.
“Iya benar,” jawab Kiana polos.
“Kalau begitu sekarang kau pijat kepalaku,” kata Lucas. Tidak ingin Kiana merasa canggung akhirnya Tuan Lucas memilih untuk menutup matanya. “Lakukan sekarang juga,” kata Lucas lagi.
“Ba-baik,” kata Kiana tidak berani membantah.
Dengan perlahan tapi pasti Kiana mulai menarik pandangannya kearah Tuan Lucas dan dengan tangan yang bergetar perempuan itu memijat kepala Tuan Lucas dengan gerakan perlahan. Diam-diam Kiana mulai menurunkan pandangannya kearah wajah tampan Tuan Lucas.
“Dia sungguh begitu tampan sekali dan pantas saja jika banyak perempuan yang menyukainya dan dia juga kaya, tapi sayang dia kejam,” batin Kiana didalam hatinya memuja dan juga menghina Tuan Lucas diwaktu yang bersamaan.
Tanpa disangka ternyata Tuan Lucas membuka mata, Kiana yang masih melihat kearah Tuan Lucas pun kembali membuang pandangannya kearah lain. Tuan Lucas tersenyum sangat tipis sekali ketika melihat wajah malu-malu Kiana yang kepergok sedang menatapnya.
“Kenapa juga aku tadi mengamati wajahnya sih, dia pasti bisa melihat aku memperhatikannya tadi,” keluh Kiana didalam hatinya.
Lucas kembali memejamkan matanya dengan wajah yang datar padahal sesungguhnya didalam hati lelaki itu merasakan hawa panas yang berasal dari pijatan Kiana pada kepalanya dan hawa panas itu seperti membentuk suatu riak yang berputar kemudian berjalan cepat menuju pusatnya. Gairah panas tiba-tiba menuntut lebih, sungguh Lucas sudah mencoba untuk menahan gairah birahi tersebut, tapi setiap sentuhan Kiana membuatnya gila dan tidak bisa menahan hasrat sensualnya lebih lama lagi.
Lucas membuka mata dan satu tangannya langsung menarik lembut tengkuk Kiana dan kedua bibir itu saling menyatu satu sama lain. Kiana hendak menarik ciuman itu namun Lucas justru semakin memperdalam ciumannya.
__ADS_1