Suffering Bride

Suffering Bride
Phobia Serangga


__ADS_3

Lucas menghentikan langkahnya lalu melihat ke arah Fkar yang saat ini masih menatapnya dengan wajah memohon. Lucas menepuk pundak Fkar dua kali lalu berkata.


“Kamu pandai sekali mencari alasan untuk membebaskan gadis itu, jadi jangan kecewakan aku.” Secara tidak langsung Lucas mengatakan jika Fkar harus membawa gadis itu keluar dari ruangan tersebut hidup-hidup.


“Kalau begitu aku akan membantunya terlebih dahulu.” Tanpa menunggu sahutan dari Lucas, Fkar langsung memutar tubuhnya berlari menuju ke lorong di mana Kiana berada.


Tanpa perasaan Lucas menarik salah satu senyuman di bibirnya lalu melangkah memasuki mobilnya dan berangkat ke kantor sendiri tanpa menunggu Fkar sebab Lucas tahu Asisten sekaligus sahabatnya itu tentulah akan memastikan kondisi Kiana terlebih dahulu baru berangkat ke kantor. Lucas selalu memberikan toleransi akan sikap Fkar sebab keduanya sudah berteman sejak kecil jadi sudah paham sikap masing-masing.


Lena yang sudah menunggu di depan pintu ruangan Kiana berada pun mondar-mandir kesana-kemari sembari melihat ke arah lorong, tapi tidak ada bayangan Fkar muncul membuat hati Lena merasa sangat gelisah sekali lebih lagi sejak dari tadi ia mencoba untuk berbicara dengan Kiana, tetapi majikannya itu tidak menyahuti juga menandakan jika di dalam sana gadis itu sedang tidak baik-baik saja.


Lena mengalihkan pandangannya ke arah lorong ketika mendengarkan suara sepatu pantofel yang mengetuk-ngetuk lantai menyeruak masuk ke dalam gendang telinganya dan benar saja itu adalah Fkar yang sedang bergegas melangkah menuju ke arahnya dengan tangan membawa kunci.


“Tuan Fkar tolong segera bukakan pintu karena sepertinya Nona Kiana sudah tidak sadarkan diri,” kata Lena dengan wajah yang panik sekali.


“Aku sudah menduganya sejak dari awal sebab Kiana begitu phobia dengan serangga,” kata Fkar kemudian mulai memasukkan kunci itu ke dalam lubangnya.


fkar langsung masuk ke dalam ruangan itu dan di saat yang bersamaan para serangga yang berada di dalam sana menyeruak keluar dari pintu tersebut. Lena yang juga takut pada serangga pun berlari menjauh sedangkan Fkar langsung masuk dan melihat kalau kini Kiana sedang tergeletak di dekat pintu dengan wajah yang sudah pucat. Fkar tidak peduli dengan banyaknya serangga yang kini sedang mengerumuni tubuhnya sebab Fkar tidak takut pada hewan tersebut.


“Lucas sungguh sangat keterlaluan sekali kepadamu,” kata Fkar sembari menggendong tubuh Kiana keluar dari ruangan itu. “Lena cepat tutup pintunya,” kata Fkar.

__ADS_1


Fkar mengedarkan pandangannya ke sekitar dan melihat jika Lena tidak berasa dimanapun. Fkar hanya bisa menghela nafas pelan dan ia pun terpaksa menutup pintu itu sendiri agar para serangga itu tidak semakin berterbangan keluar dari ruangan itu. Setelah di kejauhan barulah Fkar melihat Lena berlari menghampirinya dengan wajah yang pucat pastilah karena wanita paruh baya itu juga sangat takut sekali dengan hewan yang berterbangan tersebut.


“Tuan Fkar kita bawa saja Nona Kiana masuk ke dalam ruangannya,” kata Lena kepada Fkar.


“Bukakan pintu kamar tamu untuknya! Dia adalah nyonya rumah ini kenapa harus tidur di dalam gudang dan Lucas juga pasti sudah berangkat ke kantor jadi tidak akan masalah kalau membiarkan Kiana tidur di dalam kamar tamu untuk sementara waktu dan kamu juga segera panggil dokter untuk memeriksakan kondisinya!” perintah Fkar kepada Lena.


“Jika Tuan Lucas  mengetahuinya maka saya yang akan terkena hukuman,” kata Lena dengan menggengam jemari tangannya.


“Aku yang akan berbicara dengan Lucas nanti jadi kamu tidak perlu cemas dan sekarang lekas bukakan pintu kamar tamu ini,” kata Fkar.


Tanpa bicara Lena langsung berlari mendahului Fkar kemudian membukakan pintu kamar tamu rumah ini.


“Apakah dia masih hidup?” tanya Lucas sembari menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya.


“Dia masih belum sadarkan diri, tapi kamu tidak perlu merasa cemas karena gadis itu masih hidup,” jawab Fkar.


“Tadinya aku kira dia akan mati karena ketakutan kepada ratusan serangga yang berterbangan di dalam ruangan itu,” kata Lucas tanpa belas kasih sedikitpun. “Sebenarnya apa motif gadis itu menggantikan posisi Wessica karena jika aku lihat dari sikapnya Kiana tentulah tidak menyukaiku,” kata Lucas lagi sembari melihat ke arah Fkar yang sekarang masih berdiri di hadapannya.


“Jika dari sudut pandangku Kiana memang tidak menyukaimu! Menurutku juga dia tidak tahu mengenai keberadaan Wessica dan apakah kamu tidak bisa membedakan antara berbicara jujur dan juga berdusta.”

__ADS_1


Lucas langsung beranjak berdiri dari posisi duduknya dengan kedua tangan menggebrak meja dengan sangat keras hingga suara gebrakan itu menggema di dalam ruangan yang sunyi ini. Fkar sempat terjingkat kaget, tetapi 1 detik berikutnya wajah lelaki itu kembali datar. Lucas tidak pernah terima jika ada orang lain yang menjelek-jelekkan Wessica karena menurutnya hanya wanita itu sajalah yang ia percaya di dunia ini.


“Jika satu kali lagi aku mendengar kamu mengatakan hal buruk tentang kekasihku maka kau tahu konsekuensinya!” Lucas bicara dengan nada suara setengah tertahan di tenggorokannya sorot matanya terlihat tajam sekali seperti hendak mencabik-cabik tubuh Fkar hidup-hidup. “Sekarang keluarlah dari ruangan ini!” perintah Lucas sembari menjatuhkan tubuhnya kasar di atas kursi.


“Maafkan aku jika melukai hatimu Lucas, tetapi kamu juga harus membuka matamu dan jangan hanya mengatakan alibi yang berasal dari dalam pikiranmu dan cobalah sekali saja lihat istrimu itu dengan hatimu.” Usai mendapatkan lirikan tajam dari Lucas, Fkar pun langsung membungkukkan tubuhnya kemudian berlalu keluar dari ruangan itu.


Matahari mulai meninggalkan tahtanya dan digantikan oleh sinar rembulan. Fkar hendak melangkah masuk ke dalam rumah Lucas, tetapi Lucas langsung meminta Fkar untuk pulang. Sebenarnya Fkar ingin sekali melihat kondisi Kiana namun, saat melihat sorot mata tajam Lucas akhirnya lelaki itu pun mau tidak mau mengikuti perintah bosnya itu.


Terlihat Lena sedang berdiri di halaman rumah lalu mengambil tas kerja yang di bawah oleh Lucas dengan membungkukkan tubuhnya.


“Apakah dia sudah bangun?” tanya Lucas.


“Nona Kiana masih belum sadarkan diri, demamnya sangat tinggi sekali dan dia juga menggigil dengan bibir yang tidak berhenti meracau di dalam tidurnya,” lapor Lena.


“Taruh tas kerjaku itu di dalam kamar! Jangan siapkan makan malam.” Lena menganggukkan kepalanya patuh.


Lucas masuk ke dalam kamar tamu rumah ini dan terlihat seorang gadis sedang terbaring di atas ranjang. Andaikan saja Fkar tidak memohon kepada Lucas supaya tidak mengusik Kiana hari ini. Maka sudah bisa dipastikan jika Lucas akan menyeret tubuh Kiana sampai jatuh dari atas ranjang itu sebab tempat kiana bukanlah di sini, seorang pembohong harusnya berada di ruangan yang sepi dan juga pengap seperti gudang yang biasanya Kiana tempati untuk tidur setiap hari.


“Wessica, Aku akan melakukan semua yang kamu inginkan tapi tolong jauhkan serangga itu dari kamarku,” kata Kiana terdengar samar namun, Lucas yang berada di dekatnya bisa mendengar semua itu dengan sangat jelas.

__ADS_1


Lucas langsung membulatkan kedua matanya seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan sehingga lelaki itu pun mulai membungkukkan tubuhnya dan mendekatkan telinganya di dekat Kiana dan apa yang Lucas dengar tadi tidak berubah.


__ADS_2