Suffering Bride

Suffering Bride
Perhatian Kecil untuk Kiana


__ADS_3

Fkar mulai merasa bosan menunggu Lucas yang belum juga keluar dari kamarnya. Akhirnya lelaki itu memilih untuk masuk kedalam dapur menemui Lena yang sekarang sedang sibuk membuat makanan di dapur.


“Tuan Fkar tumben sekali masih pagi sudah sampai di sini,” kata Lena.


“Lagi malas di rumah karena sepi jadi pagi-pagi sudah di sini sekalian minta makan,” kata Fkar dengan cengengesan. “Lena, apa yang terjadi pada Kiana semalam? Kenapa aku melihat Lucas melamun pagi ini,” kata Fkar.


Di dalam ruangan kamar Lucas.


Semua baju terlihat berserakan di atas lantai marmer ruangan ini. Terlihat Kiana dan juga Lucas memakai selimut yang sama dengan tubuh yang masih polos tanpa satu helai benangpun. Suasana didalam ruangan ini terlihat sunyi sekali dan andaikan ada musik yang terdengar mungkinlah akan menambah suasana romantis didalam ruangan ini. Kiana tidur dengan membelakangi Tuan Lucas dan Tuan Lucas memeluk pinggang Kiana.


Untuk kali pertama Kiana merasa nyaman ketika berada di dekat Tuan Lucas, ingin rasanya Kiana membalikkan tubuhnya kemudian mendekap erat tubuh Tuan Lucas dengan begitu erat namun, perempuan itu harus menelan bulat-bulat keinginannya itu. Ketika Kiana mencoba untuk melupakan apa yang ia inginkan tidak disangka ternyata Tuan Lucas membalikkan tubuhnya.


Kiana menatap dada bidang dan kekar milik Tuan Lucas, tanpa disadari kini Kiana mulai memeluk tubuh Tuan Lucas tetapi satu detik kemudian perempuan itu baru sadar kalau tangannya sudah melingkari pinggang lelaki arogan yang selama ini selalu menyalahkannya. Ketika Kiana hendak mencoba untuk menarik balik tangannya namun langsung di hentikan oleh Tuan Lucas.


“Kenapa aku tidak bisa menahan diri seperti ini, aku tidak seharusnya memeluk Tuan Lucas karena sejak dari awal dia hanya milik Wessica saja dan hanya Wessica saja yang pantas untuk bersanding dengannya.” Kiana menyesal karena tidak bisa mengendalikan dirinya dan perasaan bahagia dirasakan oleh Kiana tanpa alasan yang jelas.


“Apa kau merasa nyaman ketika berada didalam pelukanku?” tanya Tuan Lucas dengan suara yang lembut.


Seluruh bulu halus di tubuh Kiana seakan meremang seketika saat tangan Tuan Lucas dengan lembut mulai menyibakkan anak rambutnya ke belakang telinga. Kiana menundukkan kepalanya tidak berani menatap mata hazel milik suaminya ini. Mungkin hanya Kiana saja yang mengganggap Lucas sebagai suaminya dan tidak begitu yang sebaliknya.


“Ya,” jawab Kiana polos.


“Kau sejak dari tadi menunduk apakah Juniorku lebih menggoda mu dari pada wajah tampanku,” entah apa yang terjadi hingga Lucas terpikirkan untuk menggoda Kiana.


Kiana langsung menatap kearah wajah Tuan Lucas  dengan kedua pipi yang sudah merona merah seperti kepiting yang baru saja dimasukkan kedalam air yang mendidih.

__ADS_1


“Sa-saya tidak berpikir begitu,” kata Kiana dengan gelagapan.


Lucas mengigit bibir bagian bawahnya karena merasa gemas sekali dengan sikap Kiana sekarang. Sebisa mungkin lelaki itu tidak ingin mendaratkan bibirnya disana dan lebih lagi Kiana masih demam jadi Lucas tidak akan mengulangi adegan hot itu untuk yang ketiga kali di pagi hari ini.


Perut Kiana mulai berbunyi membuat seulas senyuman Lucas terbit. Kiana langsung memegang kedua perutnya dengan perasaan yang malu sekali. Lucas mulai beranjak berdiri kemudian mengendong Kiana tanpa bicara.


“Tuan Lucas  mau dibawa kemana saya? Saya minta maaf jika sudah membuat Anda marah,” kata Kiana.


“Siapa yang mau menghukum kamu, ayo kita mandi dan sarapan bersama,” kata Lucas.


“Bisakah aku mengartikan jika lelaki arogan ini sekarang sedang merasa cemas padaku,” batin Kiana didalam hatinya.


“Akhirnya kalian berdua datang juga, aku hampir mati kelaparan di meja makan ini,” kata Fkar sembari mengusap perutnya yang sejak dari tadi minta di isi.


Tidak disangka Lucas memegang tangan Kiana kemudian lelaki itu menarik satu kursi. “Duduklah!” perintah Lucas.


Lena tersenyum bahagia melihat sikap romantis yang sekarang sedang Tuan Lucas tunjukkan pada Nona Kiana. Sedangkan Fkar yang kaget melihat akan hal itu langsung mengusap kedua matanya dan pemandangan yang lelaki itu lihat masih tdiak berubah hal itu menunjukkan jika sekarang Fkar tidak sedang berhalusinasi.


“Saya akan makan di dapur saja setelah Anda selesai,” kata Kiana.


“Kau sudah berani membantah ucapanku,” tegas Tuan Fkar yang tidak suka mengulangi kata-katanya untuk kali kedua.


“Saya akan duduk,” kata Kiana yang tidak mau memperpanjang masalah yang ada lebih lagi sekarang Kiana juga memang sedang merasa lapar.


Kiana sudah duduk dan begitu juga dengan Tuan Lucas. Kiana mengambil 4 sendok nasi saja kemudian melahapnya. Kiana ingin sekali memakan ayam goreng dengan sambal yang terlihat begitu menggoda di pagi hari ini namun, ia tidak berani melakukannya sehingga hanya bisa melihat kedua makanan yang ia inginkan dengan menelan nasi putih yang ada didalam piringnya.

__ADS_1


Fkar diam-diam memerhatikan Kiana dan juga Lucas secara bergantian. Ingin rasanya Fkar menaruh kedua makanan yang sedang Kiana lihat sekarang namun, Fkar memilih untuk diam dan melihat apakah Lucas akan memberikannya pada Kiana karena jika dilihat dari cara Lucas ketika menatap Kiana nampak jelas jika sorot mata penuh kebencian itu mulai melebur dengan tatapan teduh.


“Apakah benar jika Lucas sudah mulai jatuh cinta dengan Kiana,” batin Fkar. “Aku merasa tatapan Lucas begitu dalam pada Kiana bahkan tatapan ini juga melebihi tatapan Lucas pada Wessica selama ini,” batin Fkar lagi dengan mulut yang masih sibuk mengunyah makanannya.


“Ambil apapun yang kamu inginkan,” kata Tuan Lucas dengan menaruh dua ayam goreng berukuran besar di piring Kiana dan Lucas juga menaruh satu sendok sambal dalam piring Kiana.


“Terima kasih, Tuan Lucas,” kata Kiana.


Kiana mengambil lagi dua sendok sambal karena perempuan itu memang menyukai pedas hal itu tidak luput dari perhatian Tuan Lucas. Dan tidak disangka jika tiba-tiba Tuan Lucas mengambil sambal itu kembali dengan berkata.


“Kamu punya penyakit lambung dan jangan pernah makan begitu banyak sambal,” kata Lucas.


“Kiana kamu harus mendengarkan apa yang suami kamu katakan barusan,” kata Fkar ikut angkat bicara.


“Baik,” jawab Kiana.


“Liana, kapan kamu terakhir kali berlibur?” tanya Fkar. Jika diliat dari cara Fkar melirik kearah Tuan Lucas pastilah lelaki itu memiliki suatu rencana.


“Waktu masih berusia 10 tahun saya pernah di ajak berlibur ke tepi pantai,” kata Kiana kemudian wajah perempuan itu menjadi pucat pasih membuat Tuan Lucas dan juga Fkar merasa penasaran namun, Kiana tidak melanjutkan ucapannya itu.


“Apakah kamu ingin berlibur ke pantai lagi?” tanya Fkar.


“Tidak, saya tidak mau,” jawab Kiana dengan mengusap keringat jagung yang sudah membasahi keningnya bahkan wajah Kiana juga mulai merasa gelisah sekarang.


“Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa dia cemas dan juga ketakutan seperti itu,” batin Lucas.

__ADS_1


__ADS_2