
Lucas meneguk ludahnya sendiri ketika melihat gaya makan Kiana yang begitu menggugah seleranya. Kiana yang sedang lapar sampai lupa jika ia hanya di suruh mencicipi hidangan di atas meja itu saja bahkan dengan sekejap mata isian didalam piring Kiana langsung tandas dan ketika gadis itu hendak mengambil hidangan di atas meja lagi, suara Lucas yang bagaikan suara petir di angkasa langsung menyambar gendang telinga Kiana hingga membuat telinga gadis itu hampir saja berdarah karenanya.
“Jika sampai aku mencicipi rasa masakan ini tidak enak! Maka kau akan menerima akibatnya,” hardik Lucas dengan mata tajamnya.
Kiana meneguk ludahnya sendiri dan kini tubuh gadis itu mulai gemetar kembali. Kiana menundukkan kepalanya dan dia berharap semoga saja Lucas mencicipi rasa masakannya ini karena mungkin rasa masakan Lena jauh lebih lezat darinya. Kiana yang biasanya selalu membuatkan makanan untuk keluarga Hitsyah tiba-tiba merasa tidak percaya diri dengan masakan yang telah susah payah ia buat.
“Semoga saja lelaki kejam itu menyukainya,” batin Kiana setengah mengumpat di dalam hatinya.
“Aroma masakan ini begitu menggugah selera sekali, tapi apakah rasanya lezat seperti tampilannya,” batin Lucas dibalik wajah datarnya.
Lucas mengambil beberapa macam menu dengan porsi sedikit sekali dan sebelum menyantap isian didalam piringnya lelaki itu sempat melihat kearah Kiana dengan tatapan penuh kritik. Kiana menahan nafasnya dengan jantung yang sudah berdetak kencang, berada didalam satu ruangan yang sama dengan Lucas sungguh membuat Kiana hampir saja mati berdiri.
Lucas memasukkan sendok berisikan makanan yang Kiana buat dengan porsi sedikit sekali. Lucas membulatkan matanya ketika lidahnya mencecap rasa lezat dari masakan Kiana. Sungguh ini baru kali pertama Lucas menikmati suatu masakan padahal selama ini lidahnya tidak pernah cocok masakan buatan orang lain kecuali Lena dan juga beberapa chef di beberapa restoran yang sering kali ia kunjungi.
__ADS_1
Kiana memejamkan matanya dengan sangat erat sebab gadis itu sudah memiliki firasat jika Lucas akan marah karena tidak suka dengan masakan buatannya. Kiana menarik nafas perlahan lalu menghabiskannya dari mulut mencoba untuk menekan rasa takutnya sendiri dan mencoba menenangkan dirinya supaya tidak berpikir macam-macam tanpa mengetahui apa yang terjadi dan akhirnya Kiana memberanikan diri membuka sedikit demi sedikit pelupuk matanya.
Kiana begitu terkejut sekali ketika ia melihat jika kini semua piring yang ada di atas meja itu sudah bersih tanpa sisa. Kiana yang masih tidak percaya dengan apa yang telah ia lihat pun akhirnya langsung mengucek kedua pelupuk matanya dan pemandangan yang sama masih bisa ia lihat. Kiana menarik pandangannya kearah Lucas yang baru saja menjatuhkan serbet putih di atas meja kemudian lelaki itu beranjak berdiri dan memasang wajah datar kembali.
“Semua makanan ini rasanya tidak enak sekali,” kata Lucas.
Jika dilihat dari semua piring di atas meja itu bersih pasti kalian semua bisa menebak jika kini Lucas sedang mencoba untuk mempertahankan gengsinya.
“Kalau tidak enak kenapa tidak ada sisa di atas piring itu,” tanpa sadar Kiana malah bicara kurang ajar begitu hingga membuat kedua mata Lucas langsung membulat penuh seakan siap menerkamnya hidup-hidup.
Lucas menghirup aroma tubuh Kiana yang begitu harum sekali hingga tanpa sadar bagian bawah tubuhnya sudah memberikan reaksi yang memalukan sekali. Lucas langsung melangkah mundur kebelakang lalu menatap kearah wajah cantik Kiana yang tidak terbalut oleh make up sedikitpun. Sungguh kecantikan yang natural dan begitu mempesona sekali. Tunggu dulu, kenapa Lucas justru memikirkan hal konyol seperti itu? Ini bukan waktunya untuk mengagumi gadis yang sudah berani mengantikan posisi penggantinya! Sekarang adalah saatnya untuk balas dendam dan mencari tahu dimana Wessica berada.
“Makanan itu rasanya begitu menjijikkan sekali dan andaikan ada makanan lainnya maka aku tidak akan sudi melahapnya sedikitpun,” dusta sengaja Lucas sematkan dalam setiap katanya karena lelaki itu harus menjaga gengsinya yang setinggi langit tersebut. “Dan sekali lagi kamu berani bicara seperti itu, akan aku pastikan lidahmu itu tidak berada ditempatnya lagi.”
__ADS_1
Kiana langsung menutupi mulutnya dengan kedua tangan dengan ekspresi yang menurut Lucas begitu menggemaskan sekali. Lucas sepertinya mulai kehilangan akal bahkan hanya dengan hitungan hari saja lelaki itu mulai tertarik pada Kiana! Tidak, mana mungkin Lucas tertarik pada Kiana semua itu hanya karena Lucas cocok dengan masakan Kiana dan tidak lebih dari itu.
“Sa-saya tidak akan mengulanginya lagi,” kata Kiana dengan suara tergagap karena takut.
“Kenapa kau tutupi bibirmu!” Hardik Lucas dengan lengkingan suara yang hampir saja membuat indra pendengaran Kiana rusak karenanya.
“Agar Anda tidak bisa memotong lidah saya,” jawab Kiana jujur.
“Bersihkan tempat ini!” perintah Lucas dengan berbalik arah.
Melihat lelaki kejam itu sudah membelakanginya Kiana langsung menghirup nafas pelan merasa lega karena ia lolos dari masalah. Kiana langsung memasang wajah ketakutan dengan kepala yang tertunduk ketika gadis itu melihat jika Lucas kembali memutar tubuh dan kini menghadapnya.
“Kamu boleh makan! Kau masih harus mendapatkan banyak siksaan jadi tidak boleh mati secepat ini.” Setelah mengatakan hal menyakitkan dan juga menakutkan itu Lucas mengajak kakinya melangkah keluar dari ruangan dapur ini.
__ADS_1
“Kau bilang makanan ini tidak enak rasanya, tapi satu butir pun nasi tidak tersisa di atas piring,” ledek Kiana dengan berkacak pinggang ketika melihat Lucas sudah melangkah keluar dari dapur ini.