Suffering Bride

Suffering Bride
Kecemasan Keluarga Hitsyah


__ADS_3

“Mama harus bersikap baik pada Kiana dan anggap dia sebagai pengganti Wessica,” kata Raka setelah lelaki itu menghentikan mobilnya di halaman rumah Tuan Lucas.


“Mama akan melakukan akting itu sebaik mungkin sampai menunggu Wessica kembali dan Papa jangan sampai mengulangi hal yang sama untuk kesepuluh kalinya,” kata Anna.


Ya, seperti apa yang kalian dengar jika Raka mengulangi hal yang sama selama 10 kali dalam perjalanan menuju kediaman Tuan Lucas. Raka takut jika sampai rasa sayang Anna pada Wessica akan mengacaukannya semua rencana yang sudah mereka susun sejak dari awal.


Kedua orang itu turun dari dalam mobil. Siang hari di halaman rumah ini terlihat sunyi sekali dan seorang pengawal melangkah mendekati keduanya kemudian membungkukkan tubuhnya dengan sopan. “Ada yang bisa yang bantu?” tanya pengawal itu dengan menatap keduanya.


“Kami ingin bertemu dengan Nona Kiana,” kata Anna. Anna bicara dengan mengedarkan pandangannya ke sekitar mencari keberadaan anak angkatnya itu.


“Nona Kiana sedang pergi berlibur dengan Tuan Lucas ,” jawab pengawal tersebut.


Anna dan juga Raka saling menatap satu sama lain kemudian salah satu diantara mereka berkata, “Sejak kapan mereka pergi berlibur?” tanya Raka.


“Sekitar tiga hari yang lalu,” jawab pengawal tersebut. “Jika Nona sudah sampai maka saya akan mengabarkan kalau Nyonya Anna dan juga Tuan Raka datang kemari mencarinya,” kata pengawal itu lagi.


“Apakah sebelumnya mereka pernah merencanakan berlibur bersama?” tanya Anna. “Maksud saya, apakah Tuan Lucas sedang ada urusan kantor hingga berada di luar kota dan mengajak serta Kiana,” kata Anna lagi setelah melihat pengawal itu menatapnya dengan penuh selidik.


“Tuan Lucas pergi ke Villa yang ada di perdesaan karena ingin berlibur saja dan tidak ada urusannya dengan pekerjaan.” Pengawal itu menjelaskan semuanya pada Anna dan juga Raka.


“Baiklah kalau begitu kami pamit untuk pulang lebih dahulu,” kata Anna dengan perasaan kecewa bercampur benci.

__ADS_1


Disaat yang bersamaan satu mobil berwarna hitam mewah masuk kedalam gerbang ini. Anna dan juga Raka mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam mobil sebab mengira jika itu mobil yang sedang di tumpangi oleh Tuan Lucas. Setelah mobil itu berhenti harapan mereka berdua pupus karena ternyata Tuan Fkar lah yang sedang mengemudikan mobil tersebut.


“Nyonya Anna dan juga Tuan Raka kenapa ada di sini?” tanya Fkar setelah ia berdiri dihadapan keduanya.


“Kami ingin menemui Kiana, tapi pengawal mengatakan jika dia sedang berlibur dengan Tuan Lucas,” kata Anna dengan mencoba bersikap setenang mungkin agar lelaki yang ada dihadapannya ini tidak menaruh curiga.


“Oh … benar itu, mereka melakukan bulan madu yang tertunda bahkan untuk kali pertama Tuan Lucas meninggalkan begitu banyak pekerjaan untukku secara mendadak hanya karena ingin membahagiakan istrinya itu,” kata Fkar.


Fkar dengan sengaja melebihkan kata-katanya untuk membuat Raka dan juga Anna terprovokasi. Sejak dari awal Tuan Lucas memang tidak terlalu menyukai kedua orang yang ada dihadapannya sekarang, tapi meskipun begitu Tuan Fkar tetap harus bersikap sabar menghadapi keduanya.


Anna mulai mengepalkan kedua tangannya namun, Raka segera menggenggam tangan istrinya itu seakan dari sentuhan tersebut lelaki itu sedang mencoba untuk mengatakan kalau Anna tidak boleh melakukan hal yang diluar nalar sebab Tuan Fkar adalah orang kepercayaan Tuan Lucas dan tidak akan bagus untuk mereka kedepannya jika sampai melukai hati Tuan Lucas.


“Kami ikut merasa bahagia, sekarang kami akan kembali pulang dan selamat sore,” kata Raka.


Kenapa Tuan Lucas mengajak Kiana berlibur padahal lelaki itu baru saja berpisah dari Wessica beberapa bulan yang lalu. Anna sungguh ingin memberikan perhitungan pada anak angkatnya itu namun, sekarang Anna tidak bisa melakukannya karena dia harus menahan diri.


Raka mulai melirik kearah istrinya yang sejak dari tadi hanya diam saja dengan pandangan lurus ke depan. Raka ingin menegur istrinya namun lelaki itu memilih tetap diam dan fokus memusatkan perhatiannya kearah jalanan yang kini sedang di penuhi oleh kendaraan beroda 4.


“Anak kurang ajar itu benar-benar tidak tahu diri, bagaimana mungkin ia bisa merayu Tuan Lucas untuk mengikutinya keinginannya,” kata Anna dengan suara penuh emosi.


Raka mulai mengalihkan pandangannya kearah Anna sembari berkata, “Apa maksud Mama?” tanya Raka yang masih belum bisa mencerna ucapan istrinya barusan.

__ADS_1


Anna mengalihkan tatapannya dari jalanan melihat suaminya dengan kedua kornea mata yang seakan sudah memancarkan kobaran Api. “Apakah Papa tidak tahu jika selama ini Kiana begitu menyukai suasana perdesaan dan pasti anak sialan itu yang telah mengajak Tuan Lucas pergi ke sana.” Ucapan Anna penuh akan suatu tuduhan pada Kiana. “Bagaimana jika sampai mereka tidur dalam satu kamar dan melakukannya hubungan itu,” kata Anna dengan memijat pelipisnya yang tiba-tiba terasa pusing.


“Mama, jangan terlalu banyak berpikir nanti tekanan darah Mama kembali naik.” Raka mencoba untuk mengingatkan istrinya itu untuk tetap mengendalikan emosinya.


Tuan Lucas sudah berada didalam mobil sedangkan Kiana masih berada didalam kamarnya. Keduanya tidak saling bertegur sapa setelah perbincangan tadi pagi bahkan sampai menjelang sore hari Tuan Lucas tidak menemui Kiana lagi. Namun lelaki itu menyuruh pada pengawalnya untuk menyampaikan pada Kiana jika pagi hari ini mereka akan kembali ke kota.


Tuan Lucas sejak dari tadi melihat kearah Villa dan selang beberapa waktu Kiana melangkah keluar dari pintu Villa itu. Tuan Lucas menatap dari ujung kaki sampai ke kepala Kiana dan jantung lelaki itu berdetak dengan sangat kencang sekali seperti genderang yang mau perang. Bagaimana mungkin Tuan Lucas bisa mengedipkan matanya ketika Kiana berdandan dengan begitu cantik sekali, bahkan rambut wanita itu juga di kriting gantung dengan make up natural dan juga lipstick warna bibir menambah sempurna penampilannya. Selama ini Tuan Lucas tidak pernah melihat Kiana memoles wajahnya begitu sempurna seperti ini.


“Dia begitu cantik sekali jika berdandan seperti ini.” Tuan Lucas bergumam didalam hatinya.


Kiana melangkah menuju mobil dengan gaya jalan yang begitu anggun sekali seperti sedang berjalan di karpet merah yang sedang disorot oleh begitu banyak kamera. Seorang pengawal membungkukkan tubuhnya sembari membukakan pintu untuk Kiana.


“Terima kasih,” kata Kiana dengan tersenyum manis.


Tuan Lucas berpura-pura melihat ponselnya ketika pengawalnya itu membukakan pintu untuk Kiana. Kini Kiana sudah mulai duduk disamping Tuan Lucas dan aroma parfum manis bercampur mint mulai menguar dari tubuh Kiana membuat Tuan Lucas mendamba dan ingin mengecup manis bibir istrinya itu. Namun Tuan Lucas menahan dirinya untuk tidak melakukan hal yang nantinya akan membuatnya malu sendiri dan perasaan menyesal mulai lelaki itu rasakan ketika mengingat jika tadi dia mengatakan Kiana hanyalah sebuah boneka. Padahal sesungguhnya Tuan Lucas tidak ingin mengucapkan kata itu, tapi entah kenapa kata tersebut yang justru malah terlontar dari bibirnya.


“Lain kali jangan pernah tersenyum seperti itu pada pengawal!” perintah tidak masuk akal mulai Tuan Lucas katakan.


Kiana menatap kearah Tuan Lucas dengan tersenyum manis. “Sesuai perintah Anda,” jawab Kiana. “Tuan Lucas.” Panggil Kiana dan lelaki itu menoleh kearahnya dengan wajah yang datar. “Apakah saya terlihat cantik?” tanya Kiana pada Tuan Lucas sembari menyibakkan beberapa sulur anak rambutnya kebelakang telinga dengan gerakan anggun.


Tuan Lucas mengamati wajah cantik nan menggoda yang ada dihadapannya ini dengan meneguk salivahnya sendiri. “Hem,” jawab Tuan Lucas kemudian menatap lurus ke depan. “Ada apa dengannya? Kenapa dia berubah seperti ini dan aku melihat sorot matanya yang tajam namun menyimpan begitu banyak luka, Kiana pasti terluka karena apa yang aku ucapkan padanya tadi dan tidak seharusnya aku mengatakan semua itu padanya, kenapa aku tidak pernah bisa menahan emosi dan juga lidahku ini,” keluh Tuan Lucas didalam kebisuannya.

__ADS_1


“Apakah saya sudah pantas menjadi boneka Anda? Dan saya juga sudah memakai sebagian barang yang telah Anda belikan tadi,” kata Kiana sembari mengusap perlahan lengan tangan Tuan Lucas.


Tuan Lucas merasakan seperti ada listrik bertegangan tinggi menjalar dari sentuhan Kiana padanya sungguh Tuan Lucas tidak tahan jika melihat sikap Kiana yang begitu menggoda seperti ini sekarang.


__ADS_2