Suffering Bride

Suffering Bride
Drama Pernikahan Bahagia


__ADS_3

Afgan dan juga Kiana dibesarkan di panti asuhan yang sama dan setelah sekian lama akhirnya mereka kembali bertemu lagi. Ketika berada di panti asuhan Afgan selalu menjaga Kiana seperti adiknya sendiri, bahkan hanya Afgan saja yang dekat dengan Kiana selama di panti tersebut. Kiana yang sudah cantik sejak dari kecil selalu saja menjadi sasaran bully anak perempuan yang ada di panti itu dan Afgan selalu melindungi Kiana dari mereka semua, tapi Afgan lebih dahulu di adopsi oleh keluarga kaya! Tinggallah Kiana didalam panti tersebut hingga akhirnya Kiana di adopsi oleh keluarga Hitsyah.


Kiana menangis ketika melepaskan pelukannya. Afgan dengan penuh perhatian langsung mengusap air mata Kiana menggunakan kedua ibu jarinya. Hal itu tidak luput dari tatapan Tuan Lucas.


“Berani sekali dia menyentuh istriku,” kata Tuan Lucas didalam hatinya dengan gemuruh badai yang sekarang sudah mulai memporak-porandakan isi hatinya.


“Kamu sekarang sudah tumbuh semakin dewasa, tapi ada yang tidak berubah dari kamu,” kata Afgan ambigu.


“Apa itu?” tanya Kiana dengan wajah polosnya.


“Kamu masih tetap cantik,” kata Afgan dengan mengusap pelan pipi Kiana.


“Kamu juga semakin tampan dan makin tinggi,” kata Kiana balik memuji Afgan dengan memperhatikan ujung kaki sampai kepala Afgan dengan senyuman yang terukir di bibirnya.


Tuan Lucas yang melihat interaksi keduanya seakan mulai terbakar emosinya. Namun Tuan Lucas mencoba untuk tetap tenang dengan menyembunyikan emosinya di balik wajah datarnya.


“Bagaimana kabar kamu setelah aku pergi,” kata Afgan sembari membenahi rambut Kiana yang sedikit berantakan.


“Tidak ada yang menyenangkan di hidupku,” kata Kiana dengan senyuman getir.


“Bukankah beberapa waktu yang lalu dia bilang begitu bahagia dan setelah bertemu dengan teman masa lalunya itu Kiana justru mengatakan hal sebaliknya, Apakah wanita ini sedang mencoba untuk menguji kesabaranku sekarang,” batin Lucas di dalam hatinya. Diam-diam Tuan Lucas mengepalkan kedua tangannya di atas meja seakan lelaki itu mencoba untuk menggenggam kuat-kuat emosinya sekarang.


“Aku sangat senang sekali bisa bertemu dengan kamu,” kata Afgan sembari memberikan kartu namanya di tangan Kiana.

__ADS_1


Kiana menggengam kartu nama itu dengan begitu erat agar Tuan Lucas tidak melihatnya. Kiana melirik kearah Tuan Lucas yang kini sedang menatapnya dengan begitu tajam sekali dan seorang lelaki dengan tubuh kekar berjalan menghampiri Tuan Lucas hal itu membuat Kiana sadar jika Tuan Lucas membawa pengawalnya.


Kini lelaki dengan tubuh itu berdiri sekitar 1 meter dari posisi duduk Tuan Lucas. Kiana takut jika sampai Afgan terkena masalah akibat sikapnya yang terlalu dekat kepada lelaki itu tadi. Sungguh Kiana tidak pernah menyangka jika bertemu dengan Afgan lagi setelah mereka berpisah bertahun-tahun lamanya hal itu membuat Kiana sampai melupakan jika dirinya sedang bersama dengan Tuan Lucas.


“Afgan perkenalkan ini adalah ….” Kiana bingung harus mengatakan apa kalau mengakui Tuan Lucas adalah suaminya nanti Tuan Lucas akan marah. “Dia adalah ….” Kiana kembali diam bingung harus mengatakan apa.


“Aku adalah suaminya,” kata Tuan Lucas memperkenalkan diri.


Tuan Lucas mulai beranjak berdiri dari posisi duduknya kemudian satu tangan lelaki itu membuka sedikit kerah bajunya seakan hendak menunjukkan kepada Afgan kalau di balik kerah baju itu terdapat tanda cinta Kiana. Melihat sikap kekanakan suami Kiana membuat Afgan menahan tawanya, sedangkan di sisi lain lain. Kiana mulai merasakan wajahnya merah padam bagaikan terbakar, rasa malu mulai menyelimuti sekujur tubuh Kiana sampai membuat perempuan itu ingin menghilang dari muka bumi ini. Tapi Kiana hanyalah wanita biasa yang tidak akan pernah bisa melakukan hal itu seperti di film-film fantasi.


Kiana langsung melihat kearah Tuan Lucas. Kiana benar-benar tidak menyangka jika Tuan Lucas mengakui hubungan mereka berdua dihadapan Afgan. Seharusnya Kiana merasa bahagia, tapi justru rasa malu lah yang kini lebih dominan perempuan itu rasakan karena sikap Lucas yang begitu kekanakan sekali.


“Kiana, kamu tadi tidak memperkenalkan suami kamu padaku,” kata Afgan dengan hendak mengusap kepala Kiana namun, Tuan Lucas langsung dengan sigap berdiri dihadapan Kiana. “Maaf,” kata Afgan yang bisa menebak jika suami Kiana mulai cemburu padanya.


“Afgan pasti pemilik dari restoran ini bagaimana jika Tuan Lucas marah kemudian menghancurkan tempat ini,” kata Kiana dengan tubuh yang mulai merasa gemetar ketakutan hanya dengan membayangkan hal itu saja.


“Afgan, lihatlah suamiku begitu tampan sekali,” kata Kiana mencoba untuk meleburkan kemarahan Tuan Lucas dengan kata-kata yang mengandung rayuan miliknya. “Bisa memilikinya adalah suatu anugerah yang besar bagiku, aku juga berdoa semoga saja Tuhan selalu menyatukan hubungan kami dan memberikan kebahagiaan pernikahan yang selama ini aku inginkan.” Kali ini Kiana berbicara dengan bersungguh-sungguh dari dalam lubuk hatinya.


“Aku tidak menyangka jika kau sudah menemukan pangeran impianmu, aku masih ingat apa yang kamu katakan saat masih kecil,” kata Afgan sembari memutar memori internal otaknya ke beberapa tahun silam.


“Memangnya apa yang istriku katakan?” tanya Tuan Lucas merasa penasaran.


“Kiana pernah mengatakan jika ia ingin menikah dengan pangeran tampan dan juga baik hati.” Afgan memberikan jeda sejenak untuk kalimatnya mencoba mengingat lagi perbincangan mereka beberapa tahun silam. “Kiana adalah gadis yang sangat cantik, tapi kenapa ia tidak menginginkan suami yang kaya. Aku masih ingat pernah bertanya seperti itu kepada Kiana kecil. Namun Kiana mengatakan kekayaan itu bukanlah suatu hal yang penting dan tidak ada dalam daftar kamus hidupnya, Kiana hanya menginginkan seorang pangeran tampan dan juga baik hati,” jelas Afgan secara panjang lebar.

__ADS_1


“Afgan aku tidak menduga jika kamu masih mengingat semuanya,” kata Kiana dengan tersenyum manis.


Afgan membalas senyuman Kiana sebelum berbicara. “Kamu benar, dia sangat tampan sekali dan jika aku lihat dari caranya cemburu padaku pastilah suamimu itu begitu menyayangimu dan juga mencintaimu.” Jawab Afgan jujur. “Dia bahkan mirip seperti Tuan Lucas, lelaki tampan dan juga berpengaruh di negara ini,” kata Afgan.


Tuan Lucas hendak membuka suara namun, Kiana langsung menyela kata-katanya. “Mana mungkin suamiku adalah orang sehebat itu, mereka hanya mirip saya. Benarkan Sayang?” tanya Kiana dengan mengusap perlahan lengan tangan Tuan Lucas. Tuan Lucas tidak bisa menolak apa yang Kiana katakan barusan dan entah kenapa sentuhan Kiana pada tubuhnya seakan bisa memadamkan api cemburu dengan begitu mudah di hati Lucas sekarang.


“Benar apa yang dia katakan,” kata Tuan Lucas.


“Restoran ini adalah milik saya dan karena saya sudah menganggap Kiana seperti adik saya sendiri maka saya akan membiarkan kalian makan sepuasnya,” kata Afgan dengan mengulas senyuman manis.


“Jangan pernah menyesal karena telah mentraktir kami,” kata Tuan Lucas dengan mengangkat salah satu senyuman devil nya.


“Afgan, kami sudah selesai makan dan terima kasih atas niat baik kamu, tapi suamiku tercinta akan tetap membayar makan ini,” kata Kiana dengan mengulas senyuman manisnya.


Lagi dan lagi Tuan Lucas tidak bisa menolak apa yang Kiana katakan. Kiana menyebutnya sebagai seorang suami, sungguh itu sudah membuat hati Tuan Lucas seakan sedang di ajak melayang ke langit yang ke tujuh. Kenapa Kiana begitu membuatnya bahagia dengan cara yang sederhana begini.


“Baiklah terserah kalian saja,” jawab Afgan.


“Ambil atm ini dan berikan pada lelaki yang ada disana!” perintah Tuan Lucas dengan nada suara angkuh dan juga arogan.


“Jika sudah seperti ini maka kesombongannya kambuh lagi, tapi aku sudah sangat senang sekali karena dia menuruti apa yang aku inginkan dan aku merasa sangat bahagia sekali,” batin Kiana dengan mengagumi kebaikan dan juga ketampanan suaminya itu.


Afgan melihat ke arah ATM yang baru saja Tuan Lucas berikan padanya. Afgan pun menyadari jika lelaki itu memang Tuan Lucas yang baru saja dia bicarakan sebab memiliki ATM Tanpa batas limit tentulah bukan orang dari kalangan biasa saja. Sikap Arogan dan juga sombong yang baru saja Tuan Lucas tunjukkan di hadapan Afgan membuat lelaki itu bisa mengenalinya dengan sangat mudah.

__ADS_1


“Kiana kamu sangat beruntung sekali bisa menikah dengan tuan Lucas dan aku berdoa semoga kalian bisa hidup berbahagia.” Akan bicara dengan menatap ke arah Kiana dan juga Tuan Lucas yang sekarang baru saja melewati pintu restoran itu.


__ADS_2