Suffering Bride

Suffering Bride
Hampir Pindah Alam


__ADS_3

Lucas sedang duduk di halaman rumahnya sembari membaca koran yang kini ada di hadapannya. Satu kaki laki-laki itu bertumpu pada lutut dengan gaya penuh kharisma manik matanya membaca satu persatu tulisan yang tertera di koran tersebut. Fokus Lucas mulai teralihkan ketika lelaki itu mendengar suara langkah kaki seseorang mendekatinya, itu adalah Kiana yang sekarang sedang berjalan mendekati Lucas dengan kepala yang tertunduk kedua tangan wanita itu yang saling menggengam di depan tubuhnya seakan menunjukkan jika kini dia sedang mencoba untuk melawan rasa takutnya karena harus berhadapan dengan Lucas.


Lucas kembali fokus menatap ke arah koran seakan tidak menyadari kehadiran Kiana yang sedang melangkah ke arahnya. Kebencian Lucas masih tetap sama dan dia tidak akan pernah memaafkan perempuan yang telah membuat kekasihnya kabur di hari pernikahan.


Saat ini Kiana sudah berdiri di hadapan Lucas, wanita itu sempat membungkukkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum berbicara. Kedua telapak tangan Kiana dibasahi oleh keringat dingin padahal di luar ruangan ini cuacanya cukup sejuk sekali di pagi hari yang cerah ini, bahkan sinar mentari pun terlihat begitu bersahabat sekali namun hal itu tetap membuat Kiana kepanasan bagaikan dia sedang berada di antara luasnya gurun Sahara.


“Katakan!” Perintah Lucas dengan suara tegas dan juga memaksa.


Kiana sempat terjingkat kaget, tetapi perempuan itu kembali menatap ke arah lantai dengan jantung yang sudah berdegup kencang. “Sa-saya mau bicara,” kata Kiana terbatah karena rasa takutnya.


Lucas tetap diam dengan manik mata masih menatap koran yang sedang ia genggam. Kesunyian ini membuat Kiana semakin ketakutan bagaikan dia berada di dalam film horor.


“Fkar tadi bilang pada saya jika anda langsung berangkat ke kantor saja,” kata Kiana dengan menggigit bibir bagian bawahnya menekan rasa takut.


Lucas melipat koran yang sempat ia baca lalu meletakkannya di atas markas dalam jangkauannya. Kini lelaki itu menatap ke arah Kiana dengan sorot mata tajam dan juga penuh kritik.


“Kau sudah berani memberikan perintah padaku.” Setelah bicara Lucas langsung beranjak berdiri lalu mencengkeram erat lengan tangan Kiana sehingga membuat wanita itu merasa kesakitan.


“Bu-bukan itu maksud saya, saya hanya menyampaikan apa yang Fkar katakan tadi,” jelas Kiana mencoba mengurai kesalahpahaman di antara mereka.


“Kau berani berbicara tanpa aku minta! Sepertinya aku terlalu baik padamu.” Lucas tidak peduli dengan penjelasan yang sedang Kiana katakan.

__ADS_1


“Tuan Lucas, tolong jangan salah paham dan jangan hukum saya,” mohon Kiana dengan tubuh yang sudah bergetar.


Mungkin sebaiknya tadi lebih baik Kiana tidak mengatakan apa yang Fkar ucapkan padanya, tetapi Kiana akan merasa bersalah sekali jika ia tetap menutup mulut akan pesan yang Fkar berikan padanya karena Kiana lah yang meminta Fkar untuk membawa Lena ke rumah sakit sehingga lelaki itu tidak bisa berangkat ke kantor Lucas.


“Hanya dengan mendengar suaramu saja aku sudah merasa muak dan ingin membunuh kamu sekarang,” kata Lucas dengan mencengkeram erat rahang Kiana. “Aku tidak bisa membiarkan wanita seperti ini mati begitu saja.”


Kiana merasakan rahangnya yang hampir saja terlepas dari kodratnya ketika Lucas menghempaskan wajahnya dengan sangat kasar sekali. Dan kini lelaki itu mulai menyeret Kiana masuk ke dalam rumah kemudian lelaki itu melangkah menuju kolam renang lalu menceburkan tubuh Kiana ke dalam kolam renang tersebut.


Kiana yang tidak bisa berenang kini dia sudah meneguk begitu banyak air di dalam kolam itu sehingga Kiana tidak sadarkan diri kemudian tubuhnya perlahan tapi pasti mulai tenggelam ke dasar kolam.


“Shith! Dia tidak bisa berenang,” umpat Lucas kemudian langsung menceburkan tubuhnya masuk ke dalam air dan membawa Kiana keluar kolam renang tersebut.


“Kurang ajar! Sudah aku bantu kok malah menyemburku seharusnya aku biarkan saja kau masih tenggelam tadi,” kata Lucas sembari kembali mengusap wajahnya lalu berdiri tegap menatap tajam Kiana.


Kiana menepuk-nepuk dadanya sendiri mencoba untuk meredakan rasa nyeri di bagian tersebut. Setelah Kiana merasa jauh lebih baik kan perempuan itu mulai menarik tubuhnya perlahan dari lantai lalu berdiri dihadapan Lucas dengan kepala yang tertunduk kembali.


“Maafkan saya yang telah lancang melakukan itu dan terima kasih sebab Anda sudah menyelamatkan saya,” kata Kiana.


Lucas mengikis jarak di antara mereka lalu lelaki itu membisikkan sesuatu di telinga Kiana. “Ini kali pertama kamu merasakan hampir mati dan aku akan lebih sering lagi melakukannya sehingga kau lebih memilih mati daripada hidup denganku! Aku akan mengurangi hukumanmu jika kamu mengatakan keberadaan Wessica.”


“Sudah berapa kali aku katakan jika aku tidak mengetahui keberadaan Wessica dan aku juga tidak pernah melakukan ....” Belum selesai Kiana berbicara tangan Lucas sudah mendarat di pipinya dan membekas cap 5 jari yang begitu nyata.

__ADS_1


Kiana menggigit bibir bagian bawahnya menahan rasa nyeri di bekas cap tangan Lucas. Kiana pun mulai berpikir percuma saja dia mengucapkan semua kebenaran itu karena tanpa adanya bukti nyata maka lelaki kejam seperti Lucas tidak akan pernah mempercayainya dan mulai sekarang lebih baik Kiana menerima setiap hukuman itu dengan duka cita.


“Jika kamu masih berani menyalahkan Wessica dalam hal ini maka aku berjanji akan membuat kamu jauh lebih menderita lagi dibandingkan kali ini.”


Setelah puas mengatakan ancaman dan juga menghukum Kiana yang tidak bersalah Lucas melangkah menjauhi wanita itu dengan kedua tangan yang terkepal kuat menahan emosi. Kiana jatuh terduduk di lantai dengan gerai air mata.


Negara B.


Saat ini Wessica sedang bersantai dengan kekasihnya di pinggir pantai dengan menikmati camilan yang berjejer rapi di atas meja. Wessica menggunakan baju bikini pengeluaran terbaru sehingga membuat banyak sekali lelaki yang diam-diam memperhatikannya karena Wessica memang sangat cantik sekali dibalut dengan make up sempurna pada wajahnya.


Kekasih Wessica datang lalu mendudukkan tubuh di sampingnya. Wessica memberikan senyum manisnya kemudian memeluk lelaki itu dengan penuh kasih sayang dan inilah lelaki yang sangat Wessica cintai sedangkan selama ini Wessica hanya berpura-pura mencintai Lucas saja karena lelaki itu sangat kaya raya di negaranya sehingga bisa menyokong kehidupan yang selalu bergelimang dengan barang-barang mewah.


“Sayang apakah lelaki itu jadi menikah dengan adikmu?”


“Ya, Biarkan saja dia menikah dengan adikku untuk saat ini nanti jika aku sudah puas berkeliling denganmu maka aku akan mengambil hakku kembali,” kata Wessica dengan manja sembari memeluk tubuh kekasihnya.


“Sesungguhnya aku tidak suka jika kamu bersama dengan lelaki lain, tetapi kamu tahu keadaanku sekarang tidak memungkinkan untuk kita hidup bersama selamanya,” lelaki itu mencoba untuk memasang wajah memelasnya untuk membuat Wessica kasihan padanya.


“Aku akan selalu menerima kamu apa adanya! Jadi kamu tidak perlu khawatir,” kata Wessica dengan senyuman tulus.


Wessica begitu mencintai lelaki ini tetapi dia tidak tahu jika lelaki itu hanya memanfaatkannya dan membutuhkan uangnya saja untuk bersenang-senang tanpa harus bekerja keras.

__ADS_1


__ADS_2