Suffering Bride

Suffering Bride
Apa Kesalahan Saya


__ADS_3

Fkar yang melihat Kiana hampir saja terjatuh tentu tidak membiarkannya. Fkar ingin membantu Kiana, tapi dengan cepat kalah dari Lucas. Ya, tak disangka Lucas benar-benar menolong Kiana dan kini memeluknya sangat erat seolah ingin melindunginya dari bahaya yang mengancamnya.


"Kenapa aku membantunya? Seharusnya aku menjatuhkannya," pikir Lucas sambil menatap Kiana yang masih memejamkan matanya rapat-rapat.


Setelah merasakan sepasang tangan sedang memeluknya, Kiana segera membuka matanya perlahan dan terlihat sosok yang ingin ia hindari kini memenuhi seluruh pandangannya. Kiana melihat wajah Tuan Lucas  dari dekat dan Kiana membeku di posisinya. Tiba-tiba bayangan malam yang mencekam dan menyiksa di ranjang itu mulai liar menghantui ingatan Kiana. Dan membuat wanita itu berdiri tegak, lalu menundukkan tubuhnya di hadapan Tuan Lucas dengan wajah pucat, seolah mata Lucas yang tajam seperti ribuan lintah yang segera menyedot semua darah di wajahnya.


"Tuan Lucas, maafkan saya," kata Kiana.


Saka memandang Kiana dan sangat ingin lelaki itu membantu Kiana dari tatapan tajam pemilik perusahaan ini, namun Saka tidak memiliki status yang cukup berarti di perusahaan besar ini, sehingga dia hanya bisa duduk diam berdoa agar Kiana tidak melakukannya. akan mendapat masalah.


"Saya tidak menyangka Lucas akan membantu Kiana," pikir Fkar.


“Datang ke kantor saya sekarang!” perintah Tuan Lucas. Setelah memberi perintah, pria itu berbalik dan meninggalkan ruangan.


Semua orang saling memandang dengan takjub karena jika ada yang melakukan kesalahan, mereka akan langsung dikeluarkan dari perusahaan ini, terutama seorang anak yang baru masuk pada hari pertama kerja. Namun kali ini Tuan Lucas tidak melakukan itu dan malah langsung memanggil Kiana ke kantornya. Dan untuk pertama kalinya Tuan Lucas masuk kantin, kalau tidak ada urusan penting bagaimana mungkin Tuan Lucas masuk kantin khusus pekerja dan orang seperti Tuan Lucas yang selalu memilih makanan tidak mau memesan makanan orang biasa di kantin ini. Ya, kurang lebih seperti itulah pendapat semua orang saat ini tentang Tuan Lucas.


Kini Kiana sudah berdiri di depan kamar tempat Tuan Lucas berada. Kiana menatap Tuan Fkar yang kini berdiri di depan ruangan ini. Kiana meraih tangannya dan tangan itu mengeluarkan keringat dingin akibat rasa takut yang berlebihan di hati Kiana.

__ADS_1


“Tuan Fkar, saya sangat takut dengan laki-laki kejam itu,” kata Kiana dengan mata yang sudah berkaca-kaca karena tertutup kristal transparan.


"Kiana, jangan takut dan coba merayu Lucas dengan suara lembutmu. Kamu perempuan kan? Kamu pasti bisa dan bersikap manja dan memelas di depannya," kata Fkar kepada Kiana.


Kiana tersenyum kecil lalu berkata, "Laki-laki yang tidak punya hati sepertinya punya belas kasihan pada orang lain," kata Kiana. "Sungguh kejam dia menempatkanku di ruangan yang penuh dengan begitu banyak serangga," kata Kiana dengan gemetar ketika mengingat semua yang terjadi.


Seluruh bulu halus di tubuh Kiana langsung berdiri saat wanita itu membayangkan puluhan serangga hinggap di tubuhnya.


“Kamu harus masuk sekarang dan ingat apa yang aku katakan tadi. Lucas bisa kejam, tapi kalau dia cara sama seseorang, berarti ada sesuatu yang terjadi di hatinya," kata Fkar yakin. Fkar bahkan sengaja tidak menanggapi ucapan Kiana tadi.


“Dia hanya peduli pada Wessica,” kata Kiana membenarkan ucapan Tuan Fkar sebelumnya.


Melihat sikap Tuan Fkar yang sudah begitu formal, Kiana tak bisa berkata apa-apa lagi dan hanya bisa pasrah memasuki ruangan sialan ini. Kiana tak berani mendongak dan lebih memilih menundukkan kepalanya berjalan lurus ke depan, Kiana melihat kini Tuan Lucas sedang duduk di sofa sambil menyandarkan punggungnya di sofa dengan tatapan membunuh tentunya.


“Tuan Lucas, Anda memanggil saya?” ​​tanya Kiana dengan suara bergetar di ujung lidahnya.


"Kamu tidak tahu kesalahanmu." Suara Tuan Lucas melengking ngeri di dekat telinga Kiana, hingga gendang telinganya hampir berdarah.

__ADS_1


"Ak-aku minta maaf karena tidak tahu kalau Anda ada di belakangku sebelumnya," kata Kiana.


“Bukan untuk itu!” bentak Tuan Lucas keras dan juga penuh dengan kata-kata celaan.


Kiana terdiam sejenak mencoba mengingat apa yang terjadi sebelumnya dan Kiana tidak salah jika Tuan Lucas marah padanya seperti itu.


Kenapa kamu diam saja? Apa kau mengerti kesalahanmu?” bentak Tuan Lucas dengan sorot mata tajam.


"Tidak," jawab Liana jujur.


tuan Lucas mulai mengurai lipatan kakinya lalu bangkit dari sofa dan menghampiri Kiana. Kiana semakin gemetar ketakutan bahkan jangkauan oksigen di paru-parunya pun tampak semakin menipis saat jarak di antara mereka mulai terkikis sekarang. Kiana mulai merasakan suasana di ruangan ini mulai menyesakkan seolah-olah AC di ruangan ini telah dimatikan.


Tangan Tuan Lucas mulai menarik pinggang Kiana. Kiana memalingkan wajahnya ke sisi lain, namun sedetik kemudian, tangan Tuan Lucas langsung mencengkeram rahang Kiana dengan sekuat tenaga hingga sang wanita merasa rahangnya mau meleleh akibat ulah pria yang kini berada di sisinya itu. .


"Sa-sakit," kata Kiana dengan suara yang terdengar begitu menyayat hati.


Lucas melihat wajah pucat Kiana dan ikut ketakutan. Lucas mengenang malam dia mengambil paksa mahkota dari wanita ini. Entah kenapa, perasaan itu tiba-tiba mengusik Lucas, menyebabkan dia langsung menghempaskan rahang Kiana dengan sangat bengis.

__ADS_1


"Apa yang salah dengan saya?"


__ADS_2