Suffering Bride

Suffering Bride
Apakah Dia Mau Mati


__ADS_3

Kiana langsung memeluk kembali perutnya yang terasa lapar, ingin sekali rasanya hati langsung menyantap makanan lezat yang ada di atas piring itu namun, Kiana tidak bisa membuat orang lain menanggung masalah yang ia lakukan, biarkan saja perutnya terasa lapar asalkan tidak mempersulit Lena.


“Tidak pa-pa Kiana, besok juga Lucas akan memberikan kamu makan, mungkin lelaki itu memberikan aku makan bukan karena perduli namun, Lucas tidak akan pernah membiarkan aku mati dengan sangat mudah,” batin Kiana dengan tersenyum getir meratapi nasibnya.


Di luar ruangan ini.


Lena melangkah menuju seseorang lelaki yang kini sedang duduk di ruangan tengah rumah ini dengan menikmati satu gelas whisky yang ada ditangannya. Lena membungkukkan tubuhnya setelah berada dihadapan Septian.


“Tuan Lucas , Nona Kiana tidak mau makan,” lapor Lena tanpa berani mengangkat pandangannya sedikitpun.


Lucas yang sudah siap meneguk isian dalam gelasnya pun mengurungkan niat awalnya itu dan kini mata elangnya menatap Lena dengan tajam. “Apakah dia mau mati!” teriakkan Septian sampai membuat wanita paruh baya yang kini berada dihadapannya itu gemetar ketakutan sekali.


Tatapan mata Lucas seakan meminta Lena untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi didalam kamar itu. Lucas tidak ingin jika Kiana mati jadi lelaki itu meminta pada Lena untuk mengantarkan makanan untuk Kiana, tapi tidak disangka jika Lena justru kembali dengan membawa piring yang masih tidak tersentuh sedikitpun isinya.


Lena menjelaskan semua yang dikatakan oleh Kiana tanpa ada yang terlewat, lalu Lucas meminta Lena untuk kembali masuk kedalam dapur. Lucas kembali meneguk minuman beralkohol itu hingga isi didalam gelas tersebut langsung tandas dengan satu kali tegukan saja.


“Tidak aku sangka gadis licik sepertinya justru malah perduli dengan seorang pelayan! Tapi kenapa dia tega membuat Wessica kabur dari pernikahanku waktu itu dan dia juga mengatakan hal tidak bisa aku percaya sedikitpun, apakah Kiana mencintaiku atau gadis itu hanya mengincar harta dan juga jabatan saja?” ucap Lucas yang hanya bisa menerka-nerka apa yang sedang Kiana rencanakan.


Lucas menyandarkan kepalanya di bantalan sofa. Bayangan akan kebersamaannya dengan Wessica kembali terngiang didalam benak lelaki itu hingga membuat Lucas begitu merindukan sosok cantik Wessica dan juga sikap manja kekasihnya itu dan seharusnya sekarang Septian dan juga Wessica sudah menikmati bulan madu bersama namun, semua harapan itu musnah sudah bersama dengan kenyataan jika dirinya menikah dengan Kiana-adik angkat kekasih yang sangat ia cintai.


“Argh! Kiana, aku akan membuat kamu menderita karena sudah berani mengantikan posisi Wessica, lihat saja aku akan menyiksa kamu sampai kau memilih untuk mati dari pada hidup didalam neraka yang aku buat untukmu,” kata Lucas sembari melempar gelas yang ia pegang ke lantai hingga terburai disana.

__ADS_1


Setelah membersihkan tubuhnya Kiana melangkah masuk kedalam dapur dan ia melihat seorang wanita paruh baya jatuh pingsan di dapur. Kiana langsung berlari mendekati wanita itu lalu panik sekali saat melihat wajah Lena pucat pasih bagaikan tidak ada darah yang mengaliri wajah renta tersebut.


“Lena … bangunlah,” teriak Kiana sembari menepuk-nepuk pelan kedua pipi wanita paruh baya itu secara bergantian.


“Ada apa?” tanya seorang lelaki yang tiba-tiba masuk kedalam dapur setelah mendengarkan teriakan Kiana barusan.


“Kak Fkar, Lena jatuh pingsan dan badannya demam tinggi bisakah Anda bawa dia pergi ke rumah sakit?” tanya Kiana dengan tatapan memohon.


Fkar melihat kearah tubuh Kiana yang bergetar dan wajah perempuan itu juga pucat, bahkan bibir Kiana juga pucat dan juga kering seakan menunjukkan jika gadis malang itu kekurangan asupan air dan juga makanan selama beberapa hari terakhir. Fkar yang sibuk melihat kearah Kiana sampai melupakan tujuan awalnya masuk kedalam dapur ini. Kiana menggenggam pelan tangan Fkar dengan tatapan memohon.


“Tolong, bantu dia,” pinta Kiana untuk kali kedua.


“Aku akan membantunya. Tapi tolong kamu nanti katakan pada Lucas jika ia langsung saja berangkat ke kantor sendiri.” Tanpa menunggu sahutan dari Kiana, Fkar langsung saja pergi meninggalkan gadis itu.


Kiana menatap jejak bayangan Fkar yang membopong tubuh Lena keluar dari ruangan dapur ini. Kini Kiana melihat begitu banyak bahan masakan yang sudah Lena siapkan di atas meja, beruntung sekali Liana tidak merasa asing dengan semua bahan masakan itu sehingga Kiana langsung memulai ritual memasaknya untuk menggantikan posisi Lena di rumah ini.


Kiana begitu suka sekali memasak dan karena memasak tubuh Kiana yang tadinya lemas kembali bertenaga hanya karena menghirup aroma masakan yang telah ia buat. Tidak butuh waktu lama untuk Kiana menyelesaikan semua ritual di dapur ini dan kini semua hidangan lezat yang sudah pasti menggugah selera terdapat di meja makan ini. Kiana merapikan isian didalam piring dengan sangat rapi tanpa ada kesalahan agar lelaki kejam itu tidak memiliki alasan untuk memarahinya lagi.


Suara langkah kaki membuat Kiana langsung berlari menuju ke wastafel kemudian membersihkan semua peralatan masak yang telah ia gunakan sebelumnya, tanpa melihat siapa yang baru saja datang Kiana sudah tahu jika itu adalah Lucas sebab suara sepatu pantofel lelaki itu seakan ingin menghancurkan setiap lantai marmer yang ia pijaki.


“Dimana Lena!” teriak Septian ketika lelaki itu melihat sosok Kiana ada didalam dapur ini.

__ADS_1


Kiana memutar tubuhnya tanpa berani mengangkat pandangannya untuk melihat sosok lelaki tampan dan penuh kharisma yang ada dihadapannya sekarang, ya mungkin itu yang akan semua wanita pikirkan jika melihat sosok Lucas, tapi dimata Kiana lelaki itu begitu kejam dan juga menakutkan sekali bahkan hantu di film the Conjuring saja kalah olehnya.


“Lena tadi jatuh pingsan lalu Fkar membawanya ke rumah sakit,” kata Liana.


Kiana dengan sengaja tidak menceritakan semuanya secara detail karena tahu jika sampai Lucas mengetahui bahwa dirinyalah yang meminta Fkar untuk membawa Lena ke rumah sakit maka sosok kejam yang ada dihadapannya sekarang akan marah padanya.


Lucas menatap kearah meja makan yang sudah terhidang begitu banyak menu. Kini lelaki itu melihat kearah Kiana dengan tatapan tajam dan juga penuh intimidasi. “Kamu yang membuat semua ini?” pertanyaan yang Lucas lontarkan lebih mirip seperti suatu kritikan dan Kiana tahu itu dengan sangat jelas.


“Ya,” jawab Kiana.


“Kamu mencoba untuk meracuniku dengan membuat masakan itu!” tuduh Lucas sembari melangkah mendekat kearah Kiana dengan mata tidak berkedip.


“Sa-saya tidak memasukkan apapun kedalam makanan tersebut,” jawab Kiana terbata karena ketakutan.


“Jangan berbohong padaku!” ketus Lucas.


“Kalau Anda tidak percaya sebaiknya langsung saja cicipi makanan itu,” kata Kiana.


“Kau harus mencicipi dulu semua makanan itu untuk memastikan jika didalamnya tidak ada racun atau hal sejenisnya,” kata Lucas.


Lucas begitu percaya sekali jika didalam makanan yang Kiana buat terdapat racun sebab selama gadis itu masuk kedalam rumahnya ini Lucas selalu menyiksanya. Lucas mengerutkan keningnya ketika melihat Kiana dengan cepat langsung mengambil piring dan dengan gesit langsung memasukkan semua menu masakan dalam satu piringnya.

__ADS_1


Kiana kini sudah mulai melahap suapan demi suapan masuk kedalam mulutnya dan wajah gadis itu terlihat sangat bahagia sekali membuat Lucas bengong melihatnya. Hanya dengan melahap makanan saja gadis itu sudah bahagia sungguh konyol sekali, tetapi memang itu yang Lucas lihat sekarang.


“Ternyata dia tidak berbohong, dia tidak menaruh racun dalam masakan itu,” batin Lucas dengan sorot mata tajamnya.


__ADS_2