
Cinta yang Salah
Kiana sedang menyiram bunga di taman ketika sore hari. Mobil yang tidak asing mulai melintas masuk dari gerbang utama rumah ini dan Kiana langsung mematikan kran airnya kemudian menyambut kedatangan Papa dan juga Mamanya itu dengan mengulas senyuman manis. Kiana merasa sangat bahagia sekali karena pada akhirnya Anna dan juga Raka datang untuk menjenguknya.
“Kiana, apakah kamu baik-baik saja Nak? Mama dengar kamu demam semalam,” kata Anna sembari mengarahkan punggung tangannya ke jidat Kiana.
“Kiana sudah baikan dan demam itu juga sudah hilang,” jawab Kiana.
“Papa dan juga Mama membawakan makanan kesukaan kamu dan ada kue tart juga,” kata Raka sembari memberikan paper bag yang sedang ia bawa tadi.
“Terima kasih, tapi sebenarnya tidak usah membawa apapun karena kalian datang untuk menjenguk Kiana saja sudah membuat Kiana sangat bahagia sekali,” kata Kiana dengan polosnya.
Kiana bahkan melupakan penyiksaan yang kedua orangtua angkatnya itu berikan padanya setelah melihat perubahan mereka sekarang, sungguh Kiana sangat baik sekali.
“Mama sendiri yang membuat kue tart itu untuk kamu,” kata Anna. “Kiana baju kamu bagus sekali apakah Tuan Lucas yang berikan atau kamu yang minta?” tanya Anna dengan mengamati baju yang sedang Kiana kenakan dengan seksama.
“Mana berani Kiana meminta sesuatu pada Tuan Lucas. Tuan Lucas sendiri yang memberikan baju ini pada kiana,” kata Kiana jujur.
Lena melangkah menuju ke gazebo yang ada di dekat taman bunga kemudian membawa camilan berserta minuman yang telah ketiga orang itu pesan. Lena melihat tatapan sinis yang nampak dari sorot mata Anna ketika Kiana menundukkan pangannya.
__ADS_1
“Kasihan sekali nasib Nona Kiana, semoga saja Tuhan mengerakkan hati Tuan Lucas untuk melindungi perempuan malang itu,” batin Lena sembari melangkah masuk kedalam rumah.
“Sayang, kemarin Wessica telepon dan dia menanyakan tentang keadaan kamu,” kata Anna berdusta.
Seperti ada benda keras yang tiba-tiba menghunus jantung Kiana setelah mendengarkan apa yang Anna katakan barusan. Kiana mencoba untuk menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya perlahan dari mulut guna untuk menenangkan dirinya. Kiana merasa tidak nyaman hanya dengan mendengarkan nama Wessica disebut hal itu membuat tubuh Kiana membeku bagaikan ada balok es yang kini sedang menyelimuti tubuh perempuan tersebut.
“Papa dan juga Mama mengatakan jika kamu terkena hukuman dari Tuan Lucas . Wessica langsung menangis dan menyesal karena telah menimbulkan masalah untuk kamu. Dan dia juga berjanji akan memperbaiki semuanya setelah kembali nanti,” imbuh Raka sembari melihat kearah Kiana yang masih juga belum membuka suaranya.
“Sayang kenapa kamu hanya diam saja? Apakah kamu tidak merindukan Wessica?” tanya Anna bersikap baik dihadapan Kiana.
Kiana tersenyum melihat kearah Anna dan juga Raka. “Tentu saja Kiana sangat senang sekali jika Wessica kembali karena hanya dengan begitu maka Kiana bisa terlepas dari rumah ini dan juga Tuan Lucas. Karena sejak dari awal Tuan Lucas hanya milik Wessica.”
Kiana dulu begitu ingin keluar dari rumah terkutuk ini, tapi kenapa sekarang Kiana merasa ragu apakah benar ia ingin keluar dari rumah yang sudah ia tempati berbulan-bulan lamanya? Kenapa Kiana merasa bimbang seperti ini. Kiana seakan tidak ingin berjauhan dari Tuan Lucas , tapi Kiana tidak akan mungkin bersama dengan lelaki itu selamanya karena sejak dari awal dirinya hanyalah seorang pengganti yang bisa kapan saja disingkirkan ketika sudah tidak dibutuhkan lagi.
Kiana hanya bisa menundukkan kepala tanpa membuka suara hal itu membuat Anna dan juga Raka saling menatap kebingungan. Tapi keduanya tidak berpikir kalau Kiana dan juga Tuan Lucas sudah melakukan hubungan suami-istri sehingga keduanya tidak menanyakan hal itu lebih lanjut lagi.
“Mama dan juga Papa tidak boleh sampai tahu kalau aku dan juga Tuan Lucas tinggal satu kamar, jikalau mereka tahu bisa saja mereka akan membenciku lagi dan aku tidak akan pernah mendapatkan kasih sayang mereka,” batin Kiana di dalam hatinya.
Di tempat lain.
__ADS_1
“Apakah kau sudah mendapatkan informasi yang aku inginkan?” tanya Tuan Lucas sembari menyandarkan punggungnya di kursi kerja.
“Saya sudah menemukan apa alasan Kiana tidak ingin pergi ke pantai lagi,” jawab Fkar.
“Katakan apa alasannya!” perintah Tuan Lucas.
“Sepertinya saya memilih tidak mengungkapkan kebenaran ini karena Anda pasti tidak akan pernah menyukainya. Dan bisa saja Anda kembali memotong gaji saya karena tidak terima dengan laporan yang akan saya katakan sekarang.” Fkar tentu saja mengamankan gaji bulanannya karena hal ini begitu sensitif sekali bagi Septian.
Tuan Lucas mulai mempertajam pandangannya ke arah Fkar bahkan lelaki itu juga mulai menarik punggungnya dari kursi kerja yang sedang ia duduki sekarang.
“Aku tidak akan memotong gajimu.” Fkar menghela nafas lega setelah mendengar ucapan Tuan Lucas.
“Kiana, Wessica dan juga kedua orang tuanya pergi untuk bertamasya ke tepi pantai menghabiskan liburan akhir pekan mereka. Kiana dan juga Wessica sedang asyik bermain rumah pasir dan tiba-tiba Wessica marah ketika melihat Kiana membuat rumah pasir yang mirip seperti suatu istana, kemudian Wessica mengajak Kiana bermain air di tepi pantai dan ....” Fkar tidak melanjutkan kata-katanya.
“Apakah maksudmu Wessica mencoba untuk membunuh Kiana dan menenggelamkannya di pantai itu?” tanya Tuan Lucas dan Fkar menganggukkan kepalanya mantap.
“Satu-persatu sikap asli Wessica mulai terungkap. Apakah Anda masih mencintai perempuan yang licik seperti itu?” tanya Fkar masih bersikap formal dengan Lucas karena mereka sekarang sedang berada di dalam kantor.
“Kau keluarlah!” perintah Lucas pada Fkar yang tidak ingin membalas ucapan asistennya tersebut.
__ADS_1
“Wessica sikap kamu itu begitu keterlaluan sekali, tetapi entah kenapa aku tidak pernah bisa membencimu,” batin Tuan Lucas sembari memijat pelipisnya yang terasa pusing.
Perasaan cinta dan juga sayangnya yang begitu besar pada Wessica membuatnya bimbang. Apakah wanita yang ia cintai itu benar-benar pantas mendapatkan hatinya atau justru Kiana istrinya sekarang lah yang lebih baik menggantikan Wessica. Sungguh kepala Lucas terasa sangat pusing sekali karena masalah ini begitu menyayat hatinya sebab sejak dari awal Lucas mengira kalau Wessica itu perempuan baik dan juga memiliki hati yang sangat lembut sekali sehingga ia memberikan cinta yang begitu besar kepada wanita tersebut. Tapi siapa sangka jika kenyataan yang selama ini Lucas percayai hanyalah dusta belaka.