Suffering Bride

Suffering Bride
Perubahan Sikap


__ADS_3

Kiana sangat terkejut ketika mengetahui bahwa laki-laki itu baru saja muncul di belakangnya, laki-laki itu benar-benar seperti hantu yang bisa muncul kapan saja tanpa mengeluarkan suara, entah kapan laki-laki itu ada di belakangnya.


"Saya hanya ingin sebuah keluarga dan anggap saja dedikasi saya kepada keluarga itu telah menebus kebaikan Anda karena telah mengadopsi saya dari panti asuhan," kata Kiana.


Lucas jelas melihat mata wanita itu menyipit seolah berusaha menahan kaca bening yang hendak jatuh dari kelopak matanya. Lucas sangat ingin segera memeluk tubuh istrinya erat-erat dan mencoba mengatakan bahwa kini sang wanita tidak sendirian karena ia akan selalu melindungi Kiana, Lucas merasa sebongkah es kini membekukan seluruh tubuhnya agar sang pria tetap berdiri tanpa bergerak sedikitpun posisi Anda saat ini.


"Aku masuk ke rumah dulu," kata Kiana.


"Apakah kamu ingin berjalan-jalan keluar dari rumah ini?" Pertanyaan yang dilontarkan Lucas membuat Kiana berhenti dan kemudian wanita itu membalikkan badannya menatap Lucas.


"Kalau lagi gak sibuk mau jalan-jalan atau makan di resto pinggir pantai, pasti romantis banget," ucap Kiana tanpa sadar kata-kata terakhir itu. "Maaf jika aku berbicara tanpa malu-malu seperti itu," lanjut Kiana lagi, membenarkan perkataannya sebelumnya.


Tanpa bicara, Lucas langsung menghampiri Kiana lalu memegang jemari wanita itu dengan satu gerakan halus. Kiana sangat terkejut melihat perlakuan baik Tuan Lucas terhadapnya, apalagi kini pria itu juga memberinya tatapan syahdu yang begitu menentramkan.


"Kalau begitu ayo kita pergi sekarang," kata Lucas, lalu menggandeng tangan Kiana dan menuju mobil.


Seorang pengawal menghampiri Tuan Lucas, namun Tuan Lucas mengambil kunci mobil mewah tersebut dan mengatakan kepada bodyguard bahwa dia akan pergi sendiri bersama istrinya.

__ADS_1


Seolah-olah ada gelitik aneh yang tiba-tiba berputar di perut Kiana, dan bahkan sekarang darah di tubuhnya tiba-tiba berdesir perlahan ketika untuk pertama kalinya pria itu memberi tahu pengawalnya bahwa dia adalah istrinya. Dan kali ini, Lucas pun membukakan pintu mobil untuk Kiana, kemudian lelaki itu memperlihatkan senyum tipis yang menghiasi bibirnya, yang benar-benar membuat jantung Kiana hampir copot lebih awal.


"Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apakah aku terlihat aneh?" tanya Lucas kepada Kiana setelah mengetahui wanita itu juga tidak masuk ke dalam mobil.


Kiana menggelengkan kepalanya pelan, berusaha membuang apa yang memenuhi pikirannya saat itu.


"Tidak ada yang aneh," kata Kiana dan segera masuk ke dalam mobil dan melihat ke depan.


Kiana menatap Tuan Lucas yang kini menunjukkan senyum tipis. Ya Tuhan, Kiana, dia benar-benar akan gila jika pria kejam itu terus memperlakukannya dengan sangat halus.


Lucas yang melihat Liana terus memandangi jalanan diam-diam tersenyum kecil, namun ada perasaan aneh yang menyelimuti hati Lucas saat mengingat semua perlakuan yang ia dapatkan di awal pernikahan mereka. Tapi kini Lucas akan membahagiakan Kiana dan memberikan apapun yang diinginkannya.


“Lucas, bolehkah aku membuka jendela mobil ini?” tanya Kiana.


"Lakukan sesukamu," kata Lucas.


"Jangan marah, aku tidak akan membuka jendela mobil ini." Sebaliknya, Kiana mendengarkan kata-kata Tuan Lucas sebagai ancaman.

__ADS_1


Lucas sedikit mencondongkan tubuh ke arah Kiana sambil mengulurkan tangan, Kiana langsung menutup matanya dengan paksa karena takut laki-laki itu akan memukulnya lagi seperti tempo hari.


“Buka matamu,” kata Tuan Lucas.


Kiana mulai membuka matanya dan melihat pria itu kini fokus memandang ke jalan dan kini posisi duduk pria itu juga sudah terlihat pada posisi semula.


Kiana mulai mengalihkan pandangannya untuk melihat ke samping dan kini kaca mobil sudah terbuka, artinya pria itu tidak berniat menabraknya, melainkan membantunya membuka kaca mobil secara langsung.


Meski Tuan Lucas bisa melakukannya melalui tombol di dekat setir, pria itu ingin dekat dengan Kiana dan menghirup aroma buah tubuh istrinya, sehingga lebih memilih menggunakan tangan untuk membuka kaca mobil.


Kiana sedikit mengangkat kepalanya dan menarik nafas dalam-dalam seolah wanita itu tidak pernah menghirup bau jalanan di malam hari, ya benar karena Kiana baru pertama kali keluar malam hari. Ketika tinggal di rumah keluarga angkatnya, wanita tersebut tidak pernah keluar malam, hanya keluar pada siang hari untuk membeli keperluan lalu langsung pulang dan menjadi pembantu di rumah khusus keluarga angkatnya.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, akhirnya mobil yang dikemudikan oleh Tuan Lucas berhenti di tepi pantai. Terlihat ada restoran di dekat pantai seperti yang diinginkan Kiana sebelumnya.


Kiana segera turun dari mobil dan menghampiri restoran tersebut, Kiana yang sedang berkonsentrasi memandangi pantai tidak melihat bahwa kini ada sebatang kayu di depannya, namun Lucas segera menarik pinggang wanita itu. Lengannya, sehingga menyelamatkan Kiana dari bencana.


Kedua mata saling mengunci dan energi mengalir yang dapat merangsang jantung mereka untuk bergerak lebih cepat dari sebelumnya. Lucas menatap bulu mata istrinya yang bergelombang, lalu dengan satu tangan dia mengelus beberapa sulur wanita di belakang telinganya dengan gerakan yang begitu lembut seolah-olah Lucas takut menyakiti istrinya. Tanpa keduanya sadari kini ada seseorang yang diam-diam mengambil potret mereka berdua.

__ADS_1


__ADS_2