
Kiana membuka matanya perlahan dan tubuhnya terasa begitu sakit sekali. Helaan nafas lega lolos dari bibirnya ketika perempuan itu tahu jika didalam ruangan ini tidak ada Lucas-lelaki kejam yang sudah merenggut kehormatannya dengan begitu brutal membuat lebam dibeberapa bagian tubuh Kiana. Usia Kiana baru saja menginjak 20 tahun dan ini untuk kali pertama perempuan itu merasakan malam pertama yang begitu menyakitkan dan membuatnya trauma. Kiana melihat jejak cairan berwarna merah yang sudah mengering di atas seprai berwarna putih, hal itu membuat Kiana bergidik ngilu dan juga ketakutan sekali bahkan kini kebencian dihatinya pada Lucas mulai tubuh.
Kiana tadinya merasa maklum melihat sikap Lucas yang kasar padanya sebab lelaki itu merasa gelisah karena perempuan yang ia cintai jauh darinya dan meninggalkan pelaminan. Tetapi setelah sikap Lucas padanya tadi pagi kebencian Kiana mulai tumbuh dan sikap toleransinya juga melebur sudah bersama kesuciannya yang sudah hilang. Mungkin dengan cara ini Kiana bisa menebus sedikit kesalahannya pada Lucas karena telah membantu Wessica kabur.
Kiana melihat kearah lantai dimana semua bajunya telah sobek dengan sangat mengenaskan sekali. Kiana bergidik ketika mengingat cara Lucas mencoba memasuki tubuhnya dengan sangat brutal. Kiana tersenyum getir ketika mengingat foto Wessica terpajang dengan begitu besar di dinding ruangan ini hal itu menunjukkan betapa cinta Lucas kepada Wessica.
“Aku harus segera keluar dari ruangan terkutuk ini sebelum lelaki itu melakukan hal yang lebih mengerikan lagi!” batin Kiana dengan mencoba beranjak berdiri dari posisi duduknya.
Kiana memekik kesakitan ketika merasakan jika sesuatu dibagian bawah tubuhnya terasa sakit sekali. Kiana menutupi tubuh polosnya dengan sprei dan ketika perempuan itu hendak melangkah ia justru merasakan kepalanya pusing karena dia terlambat makan sebab Kiana memiliki penyakit lambung. Kiana mulai merasakan kepalanya pusing sekali dan ia pun tidak sadarkan diri.
Disaat yang bersamaan Lucas masuk kedalam ruangan ini dan ia melihat tubuh Kiana sudah lemas dan dengan gesit lelaki itu langsung berlari kemudian menangkap tubuh Kiana yang sudah tidak sadarkan diri.
“Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku justru membantunya bukankah seharusnya aku membiarkan saja dia jatuh ke lantai,” kata Lucas didalam hatinya.
Lucas melihat wajah pucat Kiana dengan seksama dan mata perempuan itu juga bengkak. Kini tatapan Lucas mulai melihat kearah tubuh polos Kiana yang terdapat luka lebam sebab selimut yang tadi Kiana gunakan untuk menutupi tubuhnya terjatuh begitu saja ke lantai.
“Aku tidak seharunya melakukan itu padanya, aku mengira jika dia sudah tidak gadis lagi, tapi siapa sangka jika dia ternyata menjaga kehormatannya bahkan semua itu berbanding terbalik dengan yang Wessica ceritakan kepadaku,” kata Lucas sembari membaringkan tubuh Kiana di atas ranjang dengan perlahan seakan takut menyakiti Kiana lagi.
__ADS_1
Kiana membuka mata ketika indra penciuman perempuan itu mengendus aroma minyak kayu putih. Lamat-lamat bayangan Lucas yang duduk di dekatnya langsung membuat Kiana terjingkat kaget hingga perempuan itu sontak langsung mendudukkan tubuhnya dan langsung menarik selimut itu menutupi tubuhnya yang kini sudah mengenakan baju. Entah siapa yang mengenakan baju itu padanya tidaklah penting karena yang terpenting Kiana tidak dengan tubuh polosnya seperti tadi.
“Aku tidak akan melakukannya lagi, kamu jangan takut,” kata Lucas sembari beranjak berdiri.
Kiana hanya bisa diam dengan membuang pandangannya kearah lain. Lucas yang melihat akan hal itu merasa iba dan juga merasa bersalah.
“Anggap saja saya sudah menebus sebagian kesalahan saya karena sudah menggantikan posisi Wessica,” kata Kiana dengan suara yang bergetar.
“Semua itu belum seberapa dibandingkan dengan luka yang kamu berikan padaku! Apakah kamu kira kesucian kamu itu berharga di mataku? Walaupun kamu berikan aku 1000 kali kesucian dan juga ketulusan di hati kamu maka tidak akan pernah bisa menebus dosa yang telah kamu lakukan padaku,” kata Lucas dengan suara mengancam.
Rasa iba dan juga kasihan yang tadi sempat menyelimuti tubuh Lucas tiba-tiba melebur seketika saat mendengar Kiana mengungkit tentang pernikahan itu. Kiana semakin gemetar ketakutan ketika melihat sorot mata Lucas yang tajam bagaikan sebilah pisau yang siap menyayat tubuhnya menjadi potongan-potongan kecil.
Lucas membungkukkan sedikit tubuhnya dihadapan Kiana kemudian jemari tangannya mulai menyelip diantara rambut perempuan itu kemudian dengan kejam Lucas langsung menarik rambut panjang Kiana hingga kepala gadis itu mendongak padanya. Satu tangan Lucas yang lain mencengkram rahang Kiana dengan sangat kasar sekali hingga membuat perempuan itu merasakan jika rahangnya hampir saja melebur.
“Aku akan tunjukkan neraka yang kamu sebutkan barusan.” Lucas melepaskan genggaman tangannya kemudian lelaki itu langsung mengulangi adegan panas itu lagi hingga beberapa kali dan Lucas baru berhenti ketika Kiana sudah tidak sadarkan diri.
“Kenapa aku malah menyentuhnya lagi! Tubuhnya membuat aku candu, padahal selama ini aku bisa menahannya ketika berada di dekat Wessica tapi kenapa di dekatnya aku tidak bisa menahan hasratku ini,” kata Lucas sembari menjatuhkan tubuhnya disamping Kiana.
__ADS_1
Di luar ruangan kamar Lucas.
Setelah membuat sarapan pagi Lena mondar-mandir dibawah kaki anak tangga dan entah sudah keberapa kali wanita paruh baya itu melihat ke lantai atas ruangan kamar bosnya tersebut, tetapi pintu kamar itu masih saja tertutup rapat dan tidak menunjukkan cela sudah sekitar 11 jam yang lalu Kiana dibawa masuk kedalam ruangan Tuan Lucas namun, Nona mudanya itu belum juga keluar dari ruangan kamar itu membuat Lena marasa sangat cemas sekali.
“Lena kenapa kamu terus saja melihat ke lantai atas? Apakah ada sesuatu hal yang terjadi?” tanya Fkar.
Lena langsung berlari mendekati Fkar kemudian membungkukkan sedikit tubuhnya lalu berkata, “Tuan Fkar, tadi Tuan Lucas menyeret tubuh Nona Kiana masuk kedalam ruangan kamarnya dan sudah 11 jam lamanya Nona Kiana belum juga keluar dari ruangan itu,” jelas Lena.
“Apakah Lucas turun ke lantai bawah?” tanya Fkar.
“Ya, Tuan Lucas sempat turun untuk sarapan pagi dan juga siang,” kata Lena jujur.
“Lebih baik kamu sekarang pergi ke dapur dan biarkan aku yang mengurus semuanya,” kata Fkar pada Lena.
“Terima kasih Tuan Fkar,” jawab Lena kemudian membungkukkan tubuhnya dan masuk kedalam ruangan dapur ini seperti apa yang Fkar katakan tadi.
“Apa yang telah kamu lakukan padanya Lucas,” batin Fkar didalam hatinya dengan melangkah naik menuju ke lantai atas.
__ADS_1
Fkar mengetuk ruangan kamar Lucas dan beberapa saat kemudian terlihat Lucas membuka pintu. Fkar melihat rambut Lucas yang masih basah dan lelaki itu memakai kimono handuk berwarna hitam dengan satu tangannya menggosok rambutnya yang masih basah menggunakan handuk berwarna putih kecil. Fkar melirik kedalam ruangan kamar itu dan-