
Saat ini Tuan Lucas dan juga Liana sudah turun dari dalam mobil. Seorang pengawal dengan baju serba hitam hendak bersiap untuk mengikuti Kiana dan juga Tuan Lucas masuk kedalam mobil namun, Kiana melarangnya dan Tuan Lucas menuruti apa kata istrinya itu untuk tidak membawa pengawal ikut bersama dengan mereka. Namun, Kiana tidak tahu jika semua pengawal Tuan Lucas sudah tiba lebih dahulu di mall tersebut hanya saja mereka semua berbaur dengan pengunjung dan tidak mengunakan jas melainkan mengunakan baju bebas jadi Kiana tidak akan menyadari keberadaan mereka. Orang berpengaruh seperti Tuan Lucas tidak akan pernah pergi tanpa seorang pengawal apa lagi jika mengingat musuhnya didalam dunia bisnis begitu banyak sekali.
“Kau mau minta apa mengajakku pergi ke mall ini?” tanya Tuan Lucas dengan melirik Kiana.
Kiana melihat kerah baju Tuan Lucas terbuka dan itu menunjukkan leher lelaki itu yang berwarna kemerahan. Kiana buru-buru membenahi posisi kerah baju suaminya itu dengan menahan rasa malu yang sekarang sudah mulai menyelimuti sekujur tubuhnya.
“Aku ingin Anda membelikan mall ini untuk saya dan menganti namanya menjadi nama saya,” kata Kiana dengan senyuman manisnya. “Hahaha, kenapa Anda wajahnya serius seperti ini padahal tadi saya hanya bercanda,” kata Kiana dengan polos.
Tuan Lucas langsung mengulas senyuman manis dengan tangannya terangkat mengusap perlahan rambut Kiana. Hal itu sontak membuat Kiana membeku, bahkan kini jantung Kiana berdetak dengan begitu hebat sekali membuat perempuan itu tidak berani melihat sorot mata teduh Tuan Lucas yang sekarang menatapnya.
“Kenapa Tuan Lucas tersenyum manis padaku seperti ini? Dan aku juga pernah melihat senyumannya semanis ini ketika bersama dengan Wessica. Apakah sekarang Tuan Lucas mulai menyukaiku, tapi mana mungkin cintanya cepat berubah hanya dalam hitungan bulan saja,” batin Kiana didalam hatinya.
“Aku tahu kamu tidak akan pernah meminta hal semacam itu,” kata Tuan Lucas. “Pantang bagiku menolak permintaan orang lain,” kata Tuan Lucas lagi dengan ambigu.
“Apa maksud Anda barusan, Tuan?” tanya Kiana dengan wajah polosnya.
Tuan Lucas melirik kearah seorang lelaki yang kini berdiri tidak jauh darinya. Lelaki itu langsung menganggukkan kepalanya kemudian berbicara dengan seseorang melalui alat yang melekat ditubuhnya.
“Apakah kamu ingin terus bertanya atau kembali berjalan-jalan mengelilingi mall ini?” tanya Tuan Lucas mencoba untuk mengalihkan perhatian Kiana.
“Baiklah, ayo kita berkeliling mall ini. Dan apakah Anda tahu baru kali ini saya merasa bahagia,” kata Kiana dengan melingkarkan tangannya di lengan Tuan Lucas. “Ma-maksud saya, dulu saya selalu menolak ikut ke mall ketika kedua orangtua angkat saya dan juga Wessica mengajak saya,” kata Kiana membenahi kata-katanya agar Tuan Lucas tidak curiga.
“Kau kira aku tidak tahu, ketika kamu pergi ke mall, kamu akan selalu menjadi pelayan mereka dan membawa begitu banyak barang dengan perut yang kelaparan dan karena terlalu sering menahan rasa lapar kamu sampai mempunyai penyakit lambung,” batin Tuan Lucas dengan menepuk pelan tangan Kiana yang melingkar di bahunya sekarang.
Kiana melihat baju yang menurutnya bagus sekali dan jika juga masuk kedalam toko sepatu serta dress. Tapi Kiana tidak memilih satu pun yang ia sukai, wanita itu hanya melihat dan menyentuhnya saja. Sesungguhnya Kiana seperti wanita lain yang menyukai barang-barang itu, tapi dia tidak memiliki sepeserpun uang sedangkan barang-barang itu memiliki harga selangit hanya melihat nominal yang tertera di barcode baju itu sudah membuat sekujur bulu halus Kiana meremang seketika.
“Apakah kau tidak ingin membeli sesuatu?” tanya Tuan Lucas.
__ADS_1
Kiana langsung melihat kearah Tuan Lucas dengan berkata, “Apakah saya boleh meminta sesuatu?” tanya Kiana.
“Hem,”
“Saya ingin makan gula kapas dan juga milk shake itu,” kata Kiana dengan polos.
Tuan Lucas langsung memijat pelipisnya yang terasa pusing ketika melihat sikap Kiana barusan. Sungguh awalnya Tuan Lucas mengira jika Kiana akan meminta sesuatu yang besar lagi namun, istrinya ini hanya memikirkan tentang makanan saja.
“Apakah kau tidak ingin membeli yang lain lagi?” tanya Tuan Lucas.
Kiana terdiam dengan mengarahkan pandangannya ke atas dan hal itu terlihat menggemaskan sekali jika dilihat dari sudut pandang Tuan Lucas.
“Saya lapar, bolehkan minta makan juga?” tanya Kiana masih dengan wajah cantik nan polosnya.
“Astaga! Aku bisa gila jika terus mendengarkan permintaanya itu,” kata Tuan Lucas dengan suara yang lirih. “Tidak bisakah kamu meminta sesuatu yang besar?” tanya Tuan Lucas gemas sekali mendengar permintaan receh istrinya itu tadi.
Tuan Lucas langsung menepuk keningnya sendiri setelah mendengar jawaban Kiana. “Saya membatalkan permintaan saya tadi, jadi jangan terlalu dipikirkan apa lagi di anggap sebagai beban,” kata Kiana lagi dengan polos.
“Aku akan mengabulkan keinginan kamu itu jadi jangan khawatir,” kata Tuan Lucas.
“Terima kasih, Anda sangat baik sekali.” Tanpa sadar Kiana langsung mengecup salah satu pipi Tuan Lucas. “Ma-maaf,” kata Kiana setelah sadar dengan apa yang baru saja ia lakukan kemudian Kiana langsung memukul bibirnya yak nakal itu.
“Jangan pernah melukai diri kamu lagi tanpa ijin dariku.” Tuan Lucas tidak suka melihat Kiana melukai dirinya sendiri.
“Baik,” jawab Kiana.
Tuan Lucas tersenyum tipis ketika mengingat kalau Kiana mengecup pipinya dan ini kali pertama istrinya itu bersikap romantis dan juga manja seperti ini. Sungguh Kiana wanita yang cantik dan juga berhati lembut mirip seperti istri yang selama ini selalu Tuan Lucas idamkan.
__ADS_1
Sebelum menuju ke restoran yang ada didalam mall ini, Tuan Lucas membelikan milk shake dan juga gula kapas untuk Kiana. Kiana melahap gula kapas itu dengan mengulas senyuman manis, Kiana menyuapi tuan Lucas menggunakan gula kapas dan dengan senang hati Tuan Lucas membuka mulutnya kemudian melahap suapan dari Kiana. Keduanya bahkan mirip seperti sepasang suami istri.
Kini Kiana dan juga Tuan Lucas sudah duduk di meja makan dan terlihat beberapa pelayan menaruh begitu banyak hidangan di atas meja. Kiana yang melihat akan hal itu langsung menggelengkan kepalanya karena makanan yang ada di atas meja ini sungguh bisa di makan lebih dari 10 orang. Kiana mulai mengangkat pandangannya melihat kearah Tuan Lucas yang langsung berkata.
“Kalau tidak habis akan ada banyak orang yang menghabiskannya, jadi kamu tidak perlu berpikir jika semua makana ini akan terbuang sia-sia,” jelas Tuan Lucas seakan sudah bisa membaca apa yang akan Kiana tanyakan padanya.
“Terima kasih,” kata Kiana.
Banyak sekali wanita cantik dan juga molek yang menatap kearah Tuan Lucas dengan pandangan menginginkan dan juga memuja. Bahkan ada diantara mereka yang terang-terangan mengedipkan matanya ketika Tuan Lucas melihatnya. Meskipun tidak mengunakan jas dan juga membawa para pengawalnya, tapi tetap saja ketampanan Tuan Lucas tidak bisa membuat para wanita mengalihkan pandangannya.
Kiana melihat ke sekitar dan ia memutar kedua bola matanya malas saat melihat semua wanita melihat kearah suaminya. “Apakah para wanita itu tidak pernah diajarkan oleh kedua orangtuanya untuk menjaga padangan,” keluh Kiana dengan suara yang setengah tertahan di tenggorokannya.
Entah apa yang terjadi, tapi Tuan Lucas merasa senang sekali ketika melihat Kiana terganggu dengan tatapan para wanita itu padanya. Selama ini Wessica tidak pernah merasa cemburu padanya dan yang kekasihnya itu lakukan hanyalah meminta barang pengeluaran terbaru dan juga banyak uang. Bagi Lucas yang memiliki begitu banyak uang tidak pernah mempermasalahkan hal sekecil itu.
“Tuan Lucas, ayo kita makan dan kenapa Anda malah melamun saja,” kata Kiana dengan memegang tangan Tuan Lucas mencoba untuk mengalihkan lelaki itu dari lamunannya.
“Ya, kamu benar,” jawab Tuan Lucas.
Ketika keduanya sedang melahap makanan di piring masing-masing seorang lelaki dengan mengunakan jas serba hitam berdiri dihadapan mereka. Kiana memperhatikan wajah lelaki itu yang menurutnya begitu tidak asing. Lelaki itu juga melihat kearah Kiana dengan kening yang berkerut seakan mencoba untuk mengingat sesuatu,
“Afgan,” teriak Kiana dengan beranjak berdiri.
“Kiana,” kata Afkar dengan mengulas senyuman manis.
Kiana memeluk Afgan dengan begitu erat dan Afgan juga memeluk Kiana dengan senang hati.
Bisakah kalian membayangkan wajah Tuan Lucas sekarang?
__ADS_1