Suffering Bride

Suffering Bride
Rencana Busuk Keluarga Hitsyah


__ADS_3

Fkar nyelonong masuk kedalam dapur dan ia langsung tersentak kaget ketika melihat kedua pasangan sedang bercumbu didalam dapur ini. Melihat ada yang datang Lucas langsung menyudahi kecupannya, Kiana membuka mata dan melihat Tuan Fkar kini sedang berdiri dengan membelakangi mereka.


“Maaf, aku tidak sengaja mengganggu pasangan suami istri yang sedang bercumbu.” Fkar sengaja mengatakan semua itu agar Lucas sadar akan perubahan perasaanya pada Wessica.


“Fkar jaga ucapan kamu itu.” Lucas bicara dengan melirik kearah Kiana. “Dia menggemaskan sekali jika kedua pipinya memerah malu seperti itu,” kata Lucas sambil tersenyum dengan sangat tipis sekali.


Kiana yang merasa malu langsung menarik tubuhnya kebelakang Tuan Lucas seakan perempuan itu mau bersembunyi dari tatapan penuh selidik yang akan diberikan oleh Tuan Fkar padanya.


“Kita bicara di luar saja karena aku tidak ingin perempuan polos yang kini sedang bersembunyi di belakang kamu itu pingsan,” ledek Tuan Fkar dengan sengaja.


“Dia menyebalkan sekali,” kata Kiana dengan suara yang lirih.


Mendengarkan ucapan yang Kiana katakan membuat salah satu senyuman di sudut bibir Tuan Lucas terangkat. Tapi Kiana tidak menyadari akan hal itu.


Setelah melihat Fkar keluar dari ruangan ini. Tuan Lucas langsung membalikan tubuhnya sehingga kini posisinya dengan Kiana saling berhadapan. Sangking dekatnya posisi mereka berdua sampai Kiana bisa merasakan harum mint dari nafas Tuan Lucas.


“Mulai sekarang jika kau ingin melakukan apapun maka lakukan saja! Jika mau makan tidak perlu sembunyi-sembunyi seperti itu karena aku tidak ingin tersiar kabar perempuan yang aku nikahi mati karena kelaparan didalam kediamanku sendiri,” kata Tuan Lucas kemudian berbalik arah dan berjalan keluar dari ruangan ini.


“Ada apa dengannya? Apakah dia salah minum obat kali ini,” batin Kiana pada dirinya sendiri.


“Nona,” kara Lena yang berada disampingnya.


“Astaga. Kenapa kamu mengangetkan aku seperti ini,” kata Kiana panik dengan tangan memegangi dadanya yang berdetak dengan sangat kencang sekali sekarang.

__ADS_1


“Saya sudah mencoba memanggil Nona beberapa kali tapi masih juga tidak menyahuti. Sepertinya Nona kaget karena memikirkan Tuan Lucas,” kata Lena dengan senyuman manisnya.


“Mana mungkin saya memikirkan lelaki seperti itu,” kata Kiana dengan membuang pandangannya kearah lain.


“Coba Nona Kiana pikirkan lagi apa yang sempat saya katakan dahulu, bukankah semuanya sudah jelas jika Tuan Lucas tidak sekejam seperti yang terlihat selama ini,” kata Lena pada Kiana.


Di sisi lain.


“Sepertinya kamu sudah mulai menyukai Kiana,” tebak Fkar pada Lucas.


“Kenapa kamu pulang kerja lebih awal?” tanya Lucas tanpa menjawab apa yang Fkar katakan sebelumnya.


“Tidak terlalu banyak pekerjaan dan aku sudah menyelesaikan semuanya lebih awal dan datang kemari,” kata Fkar. “Apakah boleh aku menganggap jika tebakanku tadi benar karena kamu tidak kunjung menjawab pertanyaanku sebelumnya,” kata Fkar lagi.


“Bukankah itu terlalu kejam! Jika kamu menganggapnya hanya sebatas pengganti bukankah kamu tidak seharusnya menyentuh dan juga merenggut kesuciannya,” kata Fkar.


“Itu adalah hukuman untuknya.” Lucas mengatakan dengan menyilangkan satu kakinya pada lutut dengan gaya arogan.


“Lalu bagaimana jika dia sampai hamil?” tanya Fkar lagi.


“Aku akan menyuruhnya aborsi.”


Terdengar suara gaduh. Tuan Lucas dan juga Senor Fkar langsung melihat kearah tersebut dan tidak ada siapapun. Kiana langsung bersembunyi dibelakang vas bunga yang cukup besar sehingga bisa menyembunyikan tubuhnya yang kurus ini.

__ADS_1


“Dia begitu kejam sekali, tadinya aku mengira dia baik padaku, tetapi aku salah. Dia tetaplah iblis berdarah dingin yang bisa membunuh anak kandungnya sendiri,” batin Kiana sembari menutup mulutnya menggunakan kedua tangan.


Kediaman hermansyah.


“Kenapa Papa bisa membela Kiana? Mama begitu muak sekali ketika melihat anak sialan itu hari ini. Bagaimana mungkin dia bisa menggunakan baju dari mengeluarkan merek ternama seperti itu. Anak sialan itu pasti menggoda Tuan Lucas supaya mencintainya dan melupakan Wessica,” kata Anna dengan suara yang lantang.


“Mama apakah baru mengenal Kiana! Dia itu begitu bodoh dan baginya mendapatkan kasih sayang dari kita saja sudah lebih dari cukup jadi mana mungkin Kiana memikirkan menggoda Tuan Lucas sedangkan menatap lelaki itu saja Kiana tidak pernah berani,” kata Raka yang masih bisa berpikir dengan begitu jernih.


Anna menghempaskan tubuhnya ke sofa dengan kasar. “Mama tidak perduli karena yang terpenting Tuan Lucas harus tetap bersanding dengan Wessica,” kata Anna. “Kenapa juga putri kita begitu bodoh dan malah pergi kabur bersama lelaki pengangguran seperti itu, dan dia terus saja meminta uang pada Mama selama ini.” Anna langsung mengigit bibir bagian bawahnya ketika perempuan itu keceplosan mengatakan sesuatu yang selama ini ia sembunyikan.


Raka yang tadinya berdiri membelakangi Anna kini mulai memutar tubuhnya lalu melangkah mendekati istrinya dengan mata tajam. “Apakah Mama barusan mengatakan jika Mama sengaja membantu Wessica untuk kabur?” tanya Raka dengan separuh menuduh istrinya yang telah membantu Wessica selama ini.


“Mana mungkin Mama melakukan itu, Mama hanya tidak tega saja ketika melihat Wessica tidak memegang uang sama sekali jadi diam-diam Mama terus mengirim uang padanya,” kata Anna dengan kepala yang tertunduk.


“Kapan terakhir kali anak kurang ajar itu meminta uang?” tanya Raka.


“Baru 30 menit yang lalu Mama mengirimkan uang padanya,” kata Anna jujur dengan kepala semakin tertunduk. Perempuan itu tidak berani melihat kearah suaminya.


“Berikan semua kartu kredit yang Mama penang dan mulai sekarang jika memerlukan apapun, Mama harus minta pada Papa. Dan Papa akan berikan uang cash.” Raka mengarahkan tangannya dihadapan sang istri dengan sorot mata tajam.


“Kenapa Papa malah menghukum Mama seperti ini,” rengel Anna tidak setuju dengan keputusan suaminya ini.


“Hanya dengan begitu saja Mama tidak akan pernah memberikan uang pada anak nakal itu. Jika sudah kehabisan uang Papa sangat percaya sekali kalau Wessica akan pulang ke rumah ini.” Raka bicara setelah mempertimbangkan semuanya. “Namun, jika Mama ingin Kiana memiliki Lucas selamanya maka kirimkan terus aja uang pada anak nakal itu.” Kata Raka lagi.

__ADS_1


“Benarkah Wessica akan kembali pulang dengan cara ini.”


__ADS_2