Suffering Bride

Suffering Bride
Keraguan


__ADS_3

“Sudah jangan ceritakan lebih jauh lagi, biar Tuan Lucas bertanya kelanjutan ceritanya ketika bertemu dengan Putri kita,” kata Raka menghentikan ucapan Anna.


“Maafkan saya Tuan Lucas karena terlalu banyak bercerita,” kata Anna. “Jikalau Kiana memang sedang tidur maka kami tidak akan mengganggu tapi bolehkah kalau lain waktu kami datang kemari untuk mengunjunginya?” tanya Anna.


“Ya,” jawab Lucas to the point.


Setelah mendengarkan ucapan Lucas, Raka dan juga Anna langsung beranjak berdiri kemudian kedua orang itu berpamitan pulang. Lucas melihat kepergian kedua mertuanya itu dengan tatapan datar hingga tidak akan ada orang lain yang bisa membaca jalan pikirannya. Lucas masih terdiam memikirkan suatu hal mengenai cerita dari kedua orang tua Wessica perasaan ragu pun mulai menyelimuti hatinya namun, Lucas mencoba untuk menepis pikiran buruknya itu karena baginya Wessica terlalu sempurna.


Sampai detik ini Lucas belum menceritakan kepada mamanya mengenai pernikahannya. Karena Lucas tahu jikalau mamanya mengetahui maka wanita paruh baya itu akan langsung datang ke rumahnya dan pasti akan meminta Lucas untuk menceraikan Kiana. Lucas sudah berjanji kepada dirinya sendiri jika dia tidak akan pernah menceraikan Kiana sebelum puas menyiksa wanita itu.


Saat ini Lucas sudah berbaring di atas ranjang empuknya dengan menatap lurus ke plafon kamar ini yang bercat putih tulang tanpa cela, bayangan akan kemesraannya bersama dengan Wessica mulai bergentayangan liar di dalam pikiran Lucas hingga membuat rasa rindu di hati lelaki itu semakin bertambah. Setiap kali Lucas merasa rindu kepada Wessica maka di saat yang bersamaan kebencian lelaki itu bangkit terhadap Kiana dan ingin sekali langsung menghabisi wanita itu, tapi kali ini Lucas tidak akan melakukan apapun kepada Kiana sebab sudah cukup hukuman untuk hari ini tapi hukuman untuk esok akan menanti lagi.


Kiana mulai mengerjapkan matanya wanita itu mengedarkan pandangannya ke sekitar lalu melihat jika sinar senja mulai menerobos masuk ke dalam celah celah jendela. Setelah mendapatkan seluruh kesadarannya barulah Kiana tahu jikalau kini ia tidak sedang berada di dalam gudang tetapi di dalam ruangan kamar yang sangat mewah sekali, Kiana tahu jika ini bukanlah di dalam ruangan rumah sakit, tetapi dia sekarang ada di mana? Suara seorang wanita paru baya masuk ke dalam gendang telinga Kiana dan membuat perhatian perempuan itu teralihkan dari jendela.


“Nona Kiana minumlah terlebih dahulu supaya kondisimu jauh lebih baik kan,” kata Lena sembari membawa satu gelas berisikan jahe hangat ke arah Kiana.


“Terima kasih Lena, sekarang saya ada di mana dan apa yang terjadi kemarin?” tanya Kiana sembari mencoba mendudukkan tubuhnya. Lena buru-buru langsung membantu majikannya itu.

__ADS_1


“Kemarin Nona Kiana tergeletak pingsan di dalam ruangan yang dipenuhi dengan serangga,” ucapan Lena terhenti karena wanita itu bergidik geli ketika mengingat begitu banyak serangga yang bertaburan hendak berterbangan ke arahnya. “Saya meminta Tuan Fkar membantu Anda dan dia juga yang membawa Anda ke kamar tamu ini,” sambung Lena.


“Saya harus segera keluar dari ruangan ini atau lelaki kejam itu akan kembali menghukum saya.” Dengan cemas Kiana langsung menjejakkan kakinya di atas lantai tetapi Lena mencegahnya.


“Tuan Lucas mengetahuinya dan dia hanya diam. Sekarang lebih baik Nona Kiana minum terlebih dahulu jahe hangat itu supaya kondisinya lebih baik,” kata Lena sembari mengambil satu gelas jahe hangat yang tadi sempat ia taruh di atas meja dalam jangkauannya.


“Terima kasih Lena dan maaf karena aku sudah merepotkan kamu,” kata Kiana.


“Hentikan!” suara Lucas menerobos masuk ke dalam gendang telinga Kiana hingga membuat perempuan itu menghentikan niat awalnya untuk menyeruput isian di dalam gelas yang sedang ia genggam sekarang. “Siapa yang memerintah kamu untuk memberikan gadis itu minuman?” pertanyaan yang Lucas lontarkan lebih mirip seperti suatu kecaman.


“Gadis licik, kamu boleh meminumnya, tetapi wanita tidak bersalah ini akan mendapatkan hukuman.” Kata Lucas penuh dengan ancaman hingga membuat Kiana gemetar ketakutan.


“Saya tidak akan meminumnya. Lebih baik saya menahan rasa haus dan juga lapar daripada harus melihat orang lain dihukum karena perbuatan saya,” kata Kiana dengan tangan menaruh kembali gelas yang ia genggam ke atas nakas dalam jangkauannya.


Lena langsung membungkukkan tubuhnya setelah melihat isyarat mata mengusir yang baru saja diperlihatkan oleh Lucas padanya.


“Kau pikir aku akan tertipu dengan kebaikan yang coba kamu tunjukkan kepadaku! Kau tidak lebih hanya sebatas wanita hina di mataku,” maki Lucas tanpa perasaan.

__ADS_1


Kiana hanya bisa tersenyum getir tanpa berani membantah apa yang Lucas katakan barusan. Kiana tahu sekali kalau suaminya itu begitu mencintai kakak angkatnya sehingga membuat Kiana merasa maklum jikalau Lucas marah kepadanya, lelaki di hadapannya ini telah dibutakan oleh cinta sehingga tidak bisa membedakan kebenaran dan juga kebohongan di hadapannya.


“Saya akan menerima apapun yang Anda katakan pada dan saya juga tidak akan pernah mencoba untuk membantah apa yang Anda tuduhkan kepada saya sebab saya tahu itu semua akan percuma. Di mata Anda saya tidak lebih dari seorang pembohong tapi ketahuilah satu hal, saya tidak pernah ingin merebut apapun yang menjadi milik Wessica karena bagi saya berada di dalam keluarga itu sudah sangat bahagia meskipun mereka tidak pernah memperlakukan saya dengan baik,” kata Kiana.


Mulai saat ini Kiana tidak akan diam lagi jikalau ditindas karena dirinya merasa sangat lelah sekali. Kiana juga tidak akan terlihat lemah di hadapan orang lain biarlah dia menahan rasa sakitnya itu sendiri dan meluapkan isak tangisnya ketika tidak ada siapapun di dekatnya karena sejak dari dulu Kiana selalu sendirian bahkan kedua orang tuanya pun tidak pernah ia lihat apalagi mengetahui identitas mereka.


“Sepertinya kau sudah berani banyak bicara di hadapanku!” kata Lucas melangkah mendekat ke arah Kiana yang kini berdiri tidak jauh darinya.


“Saya tahu pernikahan ini hanyalah permainan untuk Anda balas dendam kepada saya, tetapi bagi saya pernikahan ini sah di mata hukum dan juga agama jadi saya akan bersikap baik kepada Anda selayaknya seorang Istri, saya juga tidak akan perduli jikalau Anda terus saja menuduh saya karena yang terpenting bagi saya pernikahan ini sakral dan bukan main-main.” Setelah bicara Kiana langsung melangkah hendak melewati Lucas tetapi tangan lelaki itu langsung meraih lengannya dengan kasar sekali.


Kiana memasang wajah datar namun di dalam hati ia merasa ketakutan tetapi mencoba untuk bersikap tegar dan menutupi rasa takutnya itu di hadapan Lucas.


“Kamu sudah berani berbicara seperti itu di hadapanku! Memangnya kau kira kau itu siapa?” teriak Lucas kepada Kiana.


“Aku adalah Kiana anak yang dibesarkan di panti asuhan lalu diadopsi oleh keluarga Hitsyah dan kini aku menjadi tumbal keluarga itu untuk menikah denganmu, awalnya aku begitu menyayangi Wessica dan aku rela menggantikan posisinya karena Wessica bilang dia ingin berlibur untuk sementara tetapi hingga 2 bulan pernikahan ini Wessica tidak kembali bahkan kedua orang tuanya juga membiarkan aku disiksa olehmu apakah kau pikir aku senang hidup di dunia ini hanya mendapatkan siksaan dari keluarga Hitsyah dan juga darimu,” kata Kiana mulai terdengar bergetar di ujung lidah menahan kesedihan dan juga rasa takutnya yang berbaur menjadi satu menyelimuti tubuhnya. “Tidak ada satupun wanita yang ingin terlahir seperti itu di dunia ini,” sambung Kiana dengan memutar kedua matanya Kiana mencoba untuk menahan kristal bening yang hendak lolos dari pelupuk mata itu.


Kiana mulai merasakan genggaman tangan Lucas melemah seakan lelaki itu membiarkan Kiana pergi dan Kiana tidak menyia-nyiakan kesempatan itu ia pun langsung kabur menjawab dari sorot mata tajam suaminya.

__ADS_1


__ADS_2