Suffering Bride

Suffering Bride
Akhir dari hubungan kebohongan


__ADS_3

Wessica dan Kiana saling berpandangan dengan dahi berkerut, bingung dengan ucapan Lucas barusan. Suasana di pekarangan rumah ini terasa tenang karena ketiga orang itu masih diam.


Dari kejauhan, Fkar tersenyum tipis mendengar ucapan Lucas, dari awal Fkar sudah menduga Lucas sangat menyukai Kiana, hanya saja sahabatnya itu terlalu angkuh untuk mengakui perasaannya. Selama ini Fkar tahu Lucas tidak pernah melihat wanita dari kasta atau hartanya, tapi selama ini Lucas mencari wanita yang memiliki ketulusan yang murni. Semua yang diinginkan Lucas ada di Kiana. Dulu, Lucas terlalu buta akan cintanya yang tidak nyata pada Wessica, sehingga tidak bisa berpikir jernih seperti sekarang.


"Se-septian, apa maksudmu dengan apa yang baru saja kamu katakan? Kamu pasti bercanda, kan?" Tanya Wessica, suaranya pecah.


"Aku mengambil kesimpulan dari apa yang kamu katakan tadi, Wessica. Jika kamu benar-benar mencintaiku, maka kamu tidak akan pernah meninggalkanku di hari pernikahan," kata Lucas barusan lebih seperti tuduhan kepada Wessica.


"Aku yang menyuruh Wessica pergi di hari pernikahannya. Tapi sekarang aku sadar kalau kamu hanya mencintai Wessica. Lebih baik aku memupuk semua rasa cinta ini dan membiarkan Wessica menikah denganmu karena memang seharusnya begitu." terjadi dari awal." Kiana membantu Wessica mencari alasan. "Tidak masalah jika aku kehilangan cintaku karena cinta bukanlah kepemilikan, tapi ketika kita bisa melihat bahwa orang yang kita cintai bahagia. Aku sangat mencintai Wessica dan Tuan Lucas, semoga mereka bahagia atas rasa sakit yang aku alami. rasakan sekarang." Ucap Kiana pasrah dengan mata yang meneteskan air.


Lucas benar-benar merasa sangat bahagia saat melihat Kiana menitikkan air mata, maka lelaki itu langsung menyentuh kaca transparan di wajah Kiana dengan ibu jarinya dengan gerakan yang sangat halus. Wessica yang melihat hal tersebut langsung membelalakkan matanya, tak terima dengan perlakuan Lucas terhadap Kiana seperti sekarang ini.


"Jika kamu mencintaiku, maka tetaplah bersamaku," kata Lucas menarik Kiana ke dalam pelukannya seolah berusaha menenangkan hati sang istri. "Wessica, hubungan antara kamu dan aku berakhir saat kamu meninggalkan pernikahan kita." Perkataan Lucas itu seolah menjadi pengakuan bahwa kini hanya milik Kiana.


"Kau belum mendengar pengakuan Kiana? Lalu kenapa kau tidak kembali padaku sedangkan wanita yang kau cintai adalah aku dan bukan Kiana?" kata Wessica tidak terima dengan keputusan Lucas.

__ADS_1


"Mungkin aku sudah menyukai Kiana dan akan memperlakukannya seperti istriku sendiri mulai sekarang. Bisakah kau keluar dari rumah ini sekarang atau Fkar perlu menemanimu?" Suara pengusiran terdengar jelas dari perkataan Lucas kepada Wessica barusan.


"Tuan Lucas, tolong jangan membohongi perasaanmu sendiri. Kamu bertingkah seperti ini karena ingin memberi pelajaran pada Wessica. Aku benar-benar tidak ingin menjadi duri dalam hubungan kalian berdua lagi," Kiana. Ujarnya dengan air mata yang semakin jatuh.


"Bawa Wessica pulang dan pergi ke kantor! Laporkan semua masalah di kantor kepadaku karena aku akan bekerja dari rumah hari ini."


"Nona Wessica, biarkan aku mengantarmu pulang sekarang." Fkar berbicara dengan sedikit membungkukkan tubuhnya dengan sopan.


"Aku tidak mau pulang! Jangan lakukan ini padaku, kau mencintaiku, beri aku hukuman apapun, tapi jangan seperti itu," kata Wessica dengan air mata bohong yang masih menetes di pipinya.


"Tuan Lucas, tolong jangan lakukan ini pada Wessica", kata Kiana sambil memegang lengan Tuan Lucas. Kiana kini seperti anak kecil yang berusaha membujuk orangtuanya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.


"Aku bisa pulang sendiri." Wessica dan Fkar memang tidak pernah akur, selalu ada jarak diantara keduanya, tentu hal ini karena Fkar mengetahui sikap Wessica terhadap Kiana.


Kediaman Hitsyah.

__ADS_1


Sejak saat itu, Anna mondar-mandir saling menggenggam jemari. Wanita itu merasa sangat gelisah memikirkan putrinya yang kini berusaha membujuk Tuan Lucas untuk mendapatkan posisinya kembali.


Raka memijat pelipisnya yang pusing melihat istrinya mondar-mandir berkali-kali.


"Bolehkah Mama duduk sekarang? Karena bolak-balik hanya akan membuat kepala Papa pusing," kata Raka sedikit keras membuyarkan lamunan istrinya.


Dengan wajah cemberut, Anna berjalan ke arah sofa dan menghempaskan tubuhnya ke sana dengan kasar. "Anna sangat khawatir Wessica tidak bisa mendapatkan posisinya, sementara selama ini kita melihat perubahan pada Tuan Alessandro yang semakin mengkhawatirkan anak sialan itu," kata Anna enggan menyebutkan nama anaknya. anak angkat.


"Tidak masalah siapa istri Tuan Lucas karena yang terpenting mereka berasal dari keluarga kita." Raka selalu berpikir positif karena yang ia butuhkan hanyalah uang untuk mempertahankan perusahaannya yang diambang kebangkrutan.


Anna langsung sontak berdiri dari posisi duduknya setelah mendengar perkataan Raka. "Papa memang menyebalkan, seharusnya dia menghidupi anaknya sendiri dan bukan anak sialan itu," omel Anna.


Suara langkah kaki memasuki ruang tamu rumah ini membuat Anna dan Raka langsung menghentikan perbincangan mereka lalu mencari sumber suara kaki tersebut.


Wessica masuk ke dalam rumah dengan wajah cemberut, hal ini membuat Raka dan Anna seolah sudah bisa menebak apa yang terjadi di rumah keluarga Hoult.

__ADS_1


"Wanita sialan itu berani mengambil milikku," umpat Wessica setelah menghempaskan tubuhnya ke sofa. “Beraninya kau merayu Lucas sampai dia tidak mau melihatku?” kata Wessica lagi sambil mengepalkan tangannya. "Pantas saja kemarin saat aku tiba di perusahaan Lucas, laki-laki itu terlihat berusaha menghindariku bahkan saat aku berada di klub malam Lucas dan mencampakkanku begitu saja. Ternyata itu semua karena Kiana."


Karena emosinya yang membabi buta, Wessica menendang meja kaca di depannya dengan sangat keras. Gelas itu remuk ke tanah karena terguling begitu keras sebelumnya. Mata Anna terbelalak melihat sikap kasar Wessica dan Raka juga.


__ADS_2