Suffering Bride

Suffering Bride
Kedatangan Keluarga Hitsyah


__ADS_3

Lucas melangkah keluar dari kamar mandi sembari menggosok rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil berwarna putih tulang. Lelaki itu menjatuhkan tubuhnya perlahan di sofa lalu melempar handuk yang sudah tidak ia butuhkan itu ke sisi sofa begitu saja. Lucas menyandarkan kepalanya di bantalan sofa sembari mengingat apa yang tadi Kiana katakan.


Apakah benar yang sedang gadis licik itu katakan, tapi mana mungkin Wessica bersikap sekasar itu dan mencoba menakut-nakuti Kiana dengan serangga dan ataukah mungkin Kiana takut pada serangga karena sikap Wessica? Lucas mengacak-acak rambutnya frustasi ketika membayangkan semua itu, hati Lucas tidak ingin percaya kalau kekasihnya bersikap kejam seperti itu Sedangkan selama ini yang Septian tahu ialah Wessica gadis yang manja dan juga baik hati, ya itulah sikap yang selama ini Wessica tunjukkan ketika bersama dengan Lucas. Tapi logika Lucas mengatakan lain hal itu sungguh bertentangan dengan hatinya hingga membuat Lucas merasa bingung sendiri.


Suara ketukan pintu dari luar ruangan itu membuat Lucas mengalihkan pandangannya. “Masuk!” perintah Lucas.


Lena masuk ke dalam ruangan kamar serpihan kemudian membungkukkan tubuhnya lalu berkata, “Tuan Raka dan juga Nyonya Anna sedang menunggu Anda di ruangan tamu rumah ini,” lapor Lena dengan kepala yang tertunduk.


“Untuk apa mereka kemarin?” tanya Lucas.


“Mereka merindukan Nona Kiana dan ingin bertemu dengannya,” kata Lena.


“Katakan pada mereka setelah berganti baju aku akan turun menemuinya!” perintah Lucas sembari beranjak berdiri.


“Baik Tuan Lucas ,” jawab Lena sembari membungkukkan tubuhnya patuh.


“Keluarga Hitsyah memperlakukan gadis licik itu dengan sangat baik, tetapi gadis licik itu justru mencoba untuk memfitnah keluarga yang sudah membesarkannya tersebut.” Lucas mulai meragukan jika Kiana berbicara jujur ketika mengigau atau bisa saja perempuan itu berpura-pura mengigau ketika mengetahui kalau dirinya masuk ke dalam ruangan kamar tamu itu.


Ruangan tamu keluarga Hoult.


“Mama harus berakting dengan sangat bagus sekali dan jangan biarkan Lucas mengetahui tentang kebohongan kita ini,” kata Raka mencoba untuk mengingatkan istrinya mengenai maksud dari kedatangannya ke rumah.

__ADS_1


“Papa tenang saja, Mama akan berakting dengan sangat baik sekali,” kata Anna dengan mantap sekali.


“Tidak masalah kalau Mama tidak menjadi artis, tetapi sekarang Mama bisa berakting di dunia nyata walaupun tidak harus disorot dengan banyak kamera seperti yang selama ini Mama impikan,” kata Raka yang mengetahui kalau istrinya itu hobi sekali menonton serial drama di televisi.


“Berakting di dunia nyata itu jauh lebih menegangkan daripada dari balik layar,” kata Anna dengan mengulas senyuman liciknya.


“Sekarang mulailah akting karena menantu kesayangan kita sudah mulai melangkah mendekat kemari,” kata Anna sembari menundukkan kepalanya.


Lucas melangkah mendekat ke arah kedua mertuanya lalu mendudukkan tubuhnya di sofa sembari menyilangkan satu kakinya bertumpu pada lutut. Sikap tenang lelaki itu selalu berhasil membuat kedua orang yang berada di hadapannya terintimidasi dengan sorot mata tajamnya itu.


Lena melangkah mendekati ketiga majikannya lalu menaruh 2 cangkir kopi hangat dihadapan Lucas dan juga Raka serta menaruh satu cangkir teh hijau di depan Anna. Setelah melakukan tugasnya Lena kembali masuk ke dalam dapur.


“Baik,” jawab Raka dan juga Anna secara bersamaan.


“Apa maksud dari kedatangan kalian kemarin?” tanya Lucas setelah lelaki itu menaruh cangkir bersihkan kopi kembali ke atas meja.


“Kami sangat merindukan Kiana, kami sudah menganggapnya seperti anak sendiri meskipun dia telah membuat Wessica kabur di hari pernikahannya! Rumah kami terasa sepi saat Kiana tidak ada dan Wessica juga tidak pernah menghubungi kami sekedar untuk memberikan kabar tentang keberadaannya, entah di mana keberadaan putriku sekarang,” kata Anna dengan kepala yang tertunduk bahkan dengan sangat mudah perempuan itu mengeluarkan air mata dustanya coba untuk memancing simpati Lucas padanya.


“Mama, Wessica sudah besar dia pasti akan baik-baik saja dan jika sampai terjadi sesuatu padanya pastilah Wessica akan menghubungi kita.” Raka mencoba memerankan bagiannya untuk mendukung dusta yang Anna sedang perankan sekarang.


“Papa benar Wessica adalah putri yang baik dan juga patuh dan dia akan baik-baik saja,” kata Anna dengan mengusap air mata dustanya. Kini Anna menggangkat pandangannya lalu melihat ke arah Lucas. “Tuan Lucas, bolehkah kami bertemu dengan Kiana, kami sangat merindukannya meskipun ketika melihat wajahnya pastilah akan membuat kami ingat kepada Wessica, tetapi hal itu tidak pernah mengurangi kasih sayang kami kepada Kiana.” Anna bicara dengan manik mata yang sudah dipenuhi dengan kristal bening, wanita baru gaya ini benar-benar pandai sekali berakting.

__ADS_1


“Kiana sedang tidur di kamar tamu rumah ini,” kata Lucas tanpa menjelaskan secara detail.


“Enak sekali gadis itu masih pukul 07.00 malam dan dia sudah tidur! Jangan-jangan Lucas sudah mulai menyukainya sehingga membiarkan wanita itu tidur di sore hari seperti ini,” batin Anna.


“Semoga saja Lucas tidak tergoda dengan anak kurang ajar itu! Aku harus mengancam Kiana supaya dia tidak menggoda Lucas karena hanya Wessica lah yang pantas bersanding dengan Lucas,” batin Raka di dalam kebugkamannya.


“Aku dan juga Kiana tidak akan pernah bersama jadi kalian tidak perlu merasa cemas sebab hatiku hanya untuk Wessica dan aku akan segera menceraikan Kiana ketika sudah puas menyiksanya! Sampai saat ini gadis itu tidak buka suara sedikitpun mengenai keberadaan Wessica justru dia memfitnah keluarga kalian yang telah berbohong kepadaku.” Lucas sengaja berbicara seperti itu ketika melihat wajah Anna dan juga Raka nampak cemas seakan sedang memikirkan suatu hal.


“Terima kasih Tuan Lucas karena Anda masih mau memaafkan Wessica.” Langsung menyenggol lengan suaminya hingga membuat Raka diam. “Sial! Hampir saja aku keceplosan bicara,” batin Raka di dalam hatinya.


Lucas melihat dengan sangat jelas apa yang Anna lakukan untuk menutup mulut suaminya. Tapi Lucas mencoba untuk tidak menaruh curiga sedikitpun kepada kedua orang tua dari kekasihnya itu.


“Terima kasih karena Anda tidak marah ataupun benci kepada Wessica, Wessica dan juga Kiana memang sering bertengkar, tetapi di dalam hati Wessica begitu menyayangi Kiana bahkan dia akan memberikan nyawanya jikalau Kiana menginginkannya,” dusta Anna kepada Lucas.


“Bisakah kalian ceritakan masa kecil Wessica kepadaku, mungkin saja hal itu bisa mengobati rasa rinduku kepada putri kalian.” Lucas yang berbicara dengan nada suara datar dan juga penuh perintah sebab lelaki itu tidak akan mungkin mengucapkan kata-kata permohonan kepada orang lain.


“Dengan senang hati kami akan menceritakannya,” kata Anna.


Anna menceritakan semua tentang masa kecil Wessica bahkan Anna juga menceritakan tentang Wessica yang begitu takut sekali kepada serangga sama seperti Kiana. Lucas merasa ragu sekali dengan kebenaran yang dikatakan oleh kedua orang tua Wessica sebab Lucas sempat meminta seseorang untuk menyelidiki tentang apa saja yang Wessica sukai dan juga Wessica benci di dunia ini Lucas tahu dengan sangat jelas kalau Wessica tidak takut terhadap serangga bahkan ketika ada serangga di dekat Lucas waktu itu, Wessica langsung menangkapnya lalu membuangnya menjauh seakan itu bukanlah hal yang menakutkan baginya.


“Apakah benar yang Kiana katakan tadi kalau Wessica yang buatnya phobia terhadap serangga?” kata Lucas pada dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2