
Kiana diam membisu, tak mampu mengucap sepatah kata pun, ia tak pernah benar-benar berharap semua ini menjadi kenyataan, karena selama ini ia mengira Wessica sangat mencintai Tuan Lucas, namun kenyataannya justru sebaliknya. Kiana merasa sangat kecewa hingga membawa gemuruh badai ke hatinya yang terluka, gemuruh badai membuat jantungnya berdegup kencang hingga membuat luka menganga disana. Sepertinya orang tua Wessica mengetahui hal ini dan Kiana terlihat sangat bodoh karena hanya dia yang tidak mengetahuinya.
Kenapa Wessica bisa bersama pria lain padahal Tuan Lucas begitu baik padanya? Wessica tidak punya moral dan sampai saat ini Kiana tidak pernah menduga atau mengira bahwa kepergian Wessica adalah dengan laki-laki lain dan bukan untuk berlibur seperti yang dikatakan oleh perempuan itu sebelumnya.
"Kiana, katakan!" Nada peringatan dari suara itu begitu jelas dalam kata-kata Tuan Lucas.
Kiana menunduk dengan air mata kesedihan dan penyesalan karena telah menghiasi pipinya. "Tuan Lucas, saya minta maaf", kata Kiana dengan suara bergetar di ujung lidahnya.
"Mengapa kamu meminta maaf?" Pertanyaan yang penuh tuntutan untuk dijawab memang benar adanya.
"Aku minta maaf atas semua kesalahan yang dilakukan Wessica padamu," kata Kiana lagi.
"Aku tidak bisa memaafkannya dan tidak memaksaku." Suara penuh penegasan bahwa Kiana tidak akan pernah bisa berubah bergema.
__ADS_1
"Kurasa Jessica akan berubah jauh lebih baik jika kamu bisa mengambilnya kembali," kata Kiana. “Kau masih tidak mencintai Wessica dan memaafkannya?” tanya Kiana tulus.
Tuan Lucas merasa sangat terpukul karena sebelumnya wanita yang berada di hadapannya ini tidak henti-hentinya meminta maaf kepada wanita yang telah mengkhianatinya. Lucas tidak bisa dan tidak mau, karena Lucas percaya bahwa sekarang Kiana adalah jodohnya. Saat dekat dengan Kiana, lelaki itu selalu berhasil membuat Lucas merasa sangat bahagia, namun saat jauh dari Kiana, hatinya terasa hampa. Lucas merasa sangat bingung kenapa bisa merasakan hal yang sama pada Kiana dalam hitungan bulan, padahal selama ini Lucas tidak pernah merasakan hal yang sama dengan Wessica.
Mungkinkah Lucas tidak terlalu mencintai Wessica? Ya, sepertinya setiap kali Lucas bersama Wessica, lelaki itu tidak merasakan getaran apapun di dadanya dan perasaan itu terasa lembut dibandingkan dengan apa yang dirasakannya sekarang pada Kiana.
"Aku tidak akan pernah memaafkannya dan aku tidak akan pernah membiarkanmu pergi."
Usai berbicara, pria itu langsung menutup mulut Kiana dengan kecupan lembut dan salah satu tangannya membelai lembut pipi Kiana yang berlinang air mata. Kiana memukul dada lucas tanpa melukai tubuh lelaki itu, Kiana ingin mendorong Lucas menjauh darinya, namun perasaan Kiana tidak memungkinkan hal itu terjadi, sehingga Kiana memilih meninggalkan apa yang dilakukan suaminya dan ciuman yang semakin lama semakin menuntut. akhirnya berakhir. Tidur.
Kiana mengalihkan pandangannya ke arah lain berusaha menghindari tatapan Tuan Lucas kini, namun, tangan lelaki itu dengan gerakan lembut mulai menarik pandangan Kiana ke arahnya. Tuan Lucas memejamkan mata, lalu menarik Kiana ke dalam dekapan hangatnya, lalu Lucas memberikan kecupan lembut di kening istrinya, Kiana kembali merasakan sensasi hangat dan tenang, bahkan seperti ada kupu-kupu yang kini mulai berterbangan di perutnya menyebabkan perasaan geli. Sensasi seolah-olah ada ulat yang menempel di tubuhnya.
"I love you," kata Lucas pelan setelah menjatuhkan kecupan di kening istrinya.
__ADS_1
Kiana mengangkat wajahnya menatap Tuan Lucas tanpa mengucapkan sepatah kata pun, yang membuat Tuan Lucas merasa sangat terharu. “Apa aku salah dengar beberapa saat yang lalu?” tanya Kiana kepada Tuan Lucas.
"Kau tidak salah dengar! Aku bilang aku mencintaimu," ulang pria itu lagi sambil membelai wajah cantik alami istrinya yang kini memenuhi seluruh matanya.
“Tuan…” kata Kiana melayang di udara saat jari telunjuk suaminya mulai menyentuh bibir Kiana.
"Mulai saat ini aku tidak mau mendengar kamu memanggilku dengan nama itu," kata Lucas dengan tatapan matanya yang masih tidak berubah, yaitu bayangan.
“Ba-bagaimana itu bisa terjadi? Kamu sayang Wessica dan kamu akan melepaskanku saat kakakku kembali, tapi kenapa kamu berbicara seperti itu sekarang membuatku bingung," kata Kiana dengan wajah polos.
Sebenarnya Kiana sangat senang ketika mengetahui bahwa Lucas juga mencintainya, namun Kiana merasa ada yang tidak beres, sehingga dia tidak ingin terlalu senang karena jika ternyata pria itu hanya mencoba mempermainkannya, maka hidup Kiana itu akan pecah seperti kaca yang jatuh ke tanah lalu pecah. Hati Kiana pun akan luluh dengan realita kehidupan yang kerap mengundang Kiana untuk bersenda gurau sehingga sang wanita harus tetap melangkah meski mulai bimbang.
"Aku masih belum tahu apakah perasaanku pada Wessica adalah cinta atau hanya ketertarikan. Tapi satu hal yang pasti, aku sangat mencintaimu dan aku tidak akan pernah melepaskanmu meski kamu memintanya." Senyuman manis yang kini terukir di bibir Kiana membuat hati Lucas terasa sangat bahagia dan tangan lelaki itu semakin memeluk pinggang Kiana. "Sekarang ceritakan bagaimana perasaanmu?" tanya Lucas.
__ADS_1
Kepala Kiana tertunduk dan kini perasaan galau mulai memenuhi hati dan pikirannya, Kiana merasa bahagia karena tidak menyangka pria yang dicintainya juga memiliki perasaan yang sama dengannya, namun disisi lain Kiana juga merasa sedih karena jika dia menerima cinta Lucas, Kiana akan mengingkari janjinya kepada orang tua angkatnya, Kiana bingung harus menjawab apa, maka dia hanya bisa diam dan tidak membuat keributan.
Mulai diam dan jangan berisik.