
Setelah Kiana berada di dalam ruangan tersebut wanita itu langsung menyandarkan punggungnya pada tembok dengan tangan memegangi dadanya yang terus saja berdegup kencang sekali seakan hendak keluar dari kodratnya. Kiana menarik nafas dalam kemudian menghembuskannya perlahan dari mulut wanita itu tidak menduga jika ia berani sekali mengatakan semuanya, tetapi Kiana tidak menyesal karena mulai dari sekarang ia tidak akan perduli dengan apapun yang Lucas katakan padanya.
Kiana tetap harus patuh kepada suaminya tetapi jika lelaki itu keterlaluan tentulah ia harus membantah karena Kiana manusia dan ia memiliki hati. Telinga Kiana mendengarkan suara langkah kaki Lucas hendak keluar dari kamar tamu dan wanita itu pun langsung berlari menuju ke dapur kemudian masuk ke dalam sana.
“Nona Kiana apa yang sedang terjadi?” tanya Lena ketika melihat Kiana berlari masuk ke dalam ruangan dapur.
“Lelaki kejam itu benar-benar menakutkan sekali dia bahkan mengalahkan hantu fenomenal di film horor,” kata Kiana sembari melangkah menuju ke arah kulkas kemudian mengambil satu botol air dan menekuk isinya hingga tanda. “Aku selalu saja merasa dehidrasi ketika berada di sampingnya, tatapan matanya itu mirip seperti malaikat pencabut nyawa sungguh mengerikan,” kata Kiana lalu melangkah mendekati Lena.
“Saya tahu Tuan Lucas memang terlihat kejam tetapi sesungguhnya dia begitu baik hati sekali dan suka menolong, tapi kebaikan Tuan Lucas tidak diketahui oleh banyak orang.” Lena berbicara jujur meskipun wanita itu tahu kalau Kiana tidak akan pernah percaya dengan kata-kata itu.
“Aku percaya dengan apa yang kamu katakan ketika melihat iblis mematikan itu selalu memberikan sorot mata penuh intimidasi kepada semua orang yang berhadapan dengannya,” kata Kiana dengan suara yang pelan.
“Ulangi lagi apa yang kamu katakan!” suara Lucas melengking nyeri masuk ke dalam indra pendengaran Kiana membuat wanita itu membeku di posisinya sekarang.
“Lena kembali bekerja!” perintah Lucas. “Baru saja aku melupakanmu, tetapi kau sudah membuat ulah,” kata Lucas sembari melangkah mendekati Kiana. “Berani sekali kau mengatakan aku mirip seperti iblis,” kata Lucas dengan menarik lengan tangan Kiana sehingga kini tidak ada jarak diantara keduanya.
“Tuan Lucas, Anda pasti salah dengar,” kata Kiana.
“Apakah maksud kamu telingaku ini tidak bisa berfungsi dengan benar sehingga aku salah menangkap dari arti ucapanmu tadi,” kata Lucas.
__ADS_1
“Bukan itu maksud saya,” sahut Kiana.
“Sepertinya aku harus memberikan pelajaran kepadamu supaya lain kali kau berhati-hati dalam mengucap kata atau aku akan memotong lidahmu yang tidak berguna itu.” Lucas kembali menarik kasar tangan Kiana keluar dari dapur itu kemudian menuju ke lantai atas paling tepatnya ruangan pribadi kamar Lucas.
“Tuan Lucas kenapa saya diajak naik ke lantai atas? Bukankah kamar saya berada di lantai bawah yaitu gudang,” kata Kiana mencoba untuk menarik-narik tangannya tetapi genggaman tangan Lucas begitu kuat sehingga membuat tenaga Kiana transaksi sia-sia.
“Aku akan memberikan malam pertama yang begitu menakutkan sehingga seumur hidup kamu tidak akan pernah melupakannya,” ucap Lucas sembari menarik salah satu senyuman devil di bibirnya.
“Jangan lakukan itu kepada saya, bukankah Anda ingin menghukum saya lakukan saja, bunuh saya sekalipun saya pun akan rela tetapi jangan pernah menyentuh saya.” Kata-kata Kiana barusan membuat langkah Lucas terhenti.
“Wanita ini benar-benar kurang ajar sekali baru kali ini ada wanita yang menolak ku dan sorot matanya itu sungguh membuatku ingin langsung melemparkannya ke lantai bawah, sorot matanya penuh akan kebencian dan juga rasa jijik yang selama ini tidak pernah aku lihat dari wanita lain ketika menatapku,” batin Lucas dengan terus melihat ke arah Kiana yang kini sedang menatapnya dengan air muka memohon.
“Semakin lama kau semakin kurang ajar saja dan kau juga terlalu banyak bicara! Aku tahu kau pasti sudah tidak suci jadi aku akan membuatmu mengingat hari ini sampai seumur hidupmu.”
Kediaman Hitsyah.
“Pa, sejak dari semalam Mama terus saja memikirkan kenapa Kiana tidur di sore hari seperti itu. Atau jangan-jangan Lucas sudah jatuh hati kepada gadis bodoh itu dan mulai melupakan Putri kita,” kata Anna pada suaminya.
“Mana mungkin Lucas menyukai anak yang tidak memiliki status seperti itu. Memang Papa akui Kiana jauh lebih cantik daripada putri kita. Dan Papa juga tahu jikalau Kiana tidak akan pernah menggoda Lucas sebab gadis itu selalu berterima kasih kepada keluarga kita yang telah memungutnya dari panti asuhan, walaupun kita selalu memperlakukannya tidak baik selama ini namun, Kiana tidak akan pernah balas dendam kepada kita karena gadis itu terlalu naif sekali,” kata Raka panjang lebar mencoba menenangkan keresahan istrinya yang tidak beralasan.
__ADS_1
“Apa yang Papa katakan benar juga. Selama ini yang Kiana inginkan hanyalah kasih sayang bagaimana kalau kita mencoba berpura-pura menyayanginya dan meminta Kiana untuk mengakui semua kesalahannya di hadapan Lucas? Mama sangat yakin sekali Jika Kiana akan melakukan semua itu karena yang terpenting bagi gadis bodoh itu dia mendapatkan kasih sayang dari keluarga ini,” kata Anna kepada suaminya.
“Apa yang Mama katakan benar juga seharusnya sejak dari awal kita tidak perlu memojokkan Kiana dan seharusnya kita meminta gadis itu untuk mengorbankan dirinya secara baik-baik maka Kiana akan dengan sukarela menuruti apapun keinginan kita.”
Anna dan juga Raka melakukan semua cara agar mereka tetap hidup dengan bergelimang harta dan sampai kapanpun Lucas adalah milik Wessica-Putri mereka yang sudah kabur bersama dengan kekasihnya di hari pernikahan. Seorang pelayan menatap ke arah Raka dan juga Anna dari dekat wastafel wanita baru baya itu bernama Asti dan ia adalah orang yang menggantikan posisi Kiana untuk memasak dan juga membereskan rumah ini tentu saja dibantu dengan rekan kerjanya yang lain.
“Mereka sungguh jahat sekali kepada anak angkatnya sendiri,” batin Asti kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya.
***
“Wessica apakah kamu begitu menyayangi adik angkatmu itu?” tanya Lucas.
“Tentu saja aku begitu menyayanginya dan aku juga menganggapnya seperti adik kandungku sendiri, walaupun seringkali aku memarahi Kiana karena dia selalu saja bergonta-ganti kekasih,” dusta sengaja Wessica katakan kepada kekasihnya itu.
Lucas mengerutkan keningnya saat melihat ke arah Wessica lalu berkata, “Ketika aku berkunjung ke rumah ini, aku selalu melihat adikmu itu mengenakan baju yang sudah usang jadi mana mungkin wanita cupu seperti itu bisa menggoda seorang lelaki?” tanya Lucas. Jika dilihat dari cara bertanya lelaki itu kepada Wessica tentulah sudah terlihat dengan sangat jelas sekali kalau Lucas meragukan kebenaran dari ucapan Wessica.
“Aku memang sengaja memberikannya baju yang sudah usang agar dia tidak menjalani hubungan dengan banyak lelaki diwaktu yang bersamaan.” Wessica sungguh licik sekali dan ia selalu ingin membuat Kiana terlihat buruk di mata orang lain.
Lucas kembali mengingat perbincangannya bersama dengan Wessica waktu itu dan lelaki itu langsung mengusap kasar wajahnya. Kini Lucas mulai mengalihkan pandangannya ke arah Kiana yang kini sedang tidak sadarkan diri akibat ulahnya yang brutal.”
__ADS_1
“Apakah selama ini Wessica tidak seperti yang aku bayangkan?”