
"udah ini disimpan, saya sudah rela kamu tinggal disana lama, selama nya juga gak masalah" kata jungsi
"tapi bagaimana dengan yama moto? dia kan anak ibu juga?" tanya yumi
"dia dapat banyak kekayaan dari ayahnya, sebenarnya dia tinggal disini kan juga semua ditanggung bapaknya jadu saya gak keluar uang" kata jungsi
"oh, appa nya yama masih ada?"
"masih, dia menikah lagi dijepang tapi sudah kesepakatan pas cerai jika kebutuhan yama semua akan ditanggung bapaknya, dan bapaknya benar benar melakukan itu meskipun sudah menikah" kata jungsi
"oh, kalau itu juga atas izin dari yama moto ya yumi mau bu, yumi akan bantuin jagain rumah itu"
"iya makasih ya"
"kenapa tidak ibu mau ibu menerima uang ini lagi?" tanya yumi
"karna saya iklas kamu tinggali disana, daripada tidak ada yang huni nanti jadi rumah berhantu kan, lagipula dapat orang sebaik kamu mengontrak rumah saya, saya lebih percaya sama kamu" kata jungsi lagi
sejak itu, jungsi tidak menerima uang pembayaran kontrak rumah yang ditinggali yumi, terserah yumi mau tinggal seberapa lama bahkan selamanya juga tidak masalah
sebulan berlalu, yumi sedang niat membelikan makanan untuk jungsi, karna bagaimana pun ia berterimakasih kepada jungsi sudah diberikan kontrakan rumah gratis
"yumi" sapa yama moto
"hei, kamu kok dah pulang?"
"kalau besok week day, hari ini aku pulang cepet soalnya besok kan buka lagi medkipun week day"
"oh gitu? gimana nih ceritanya disana kerjaanmu?"
mereka mengobrol di luar rumah sambil duduk di kursi depan rumah yama moto, yumi mendengarkan pengalamn kerja baru yama moto di salon perawatan
tak lama jungsi keluar
"loh ada yumi kok bicara ngobrol nya diluar sih yama, ajak masuk" kata jungsi
"iya ayo masuk, maaf yumi aku lupa, asik ngobrol" kata yama moto
"dah lah santai enak disini juga, oh ya bu ini saya bawa makanan, saya beli sih buat ibu sama yama moto"
"eh kok gini, apaan kamu ini?" tanya jungsi
"ambil lah bu, aku beneran tulus ini"
__ADS_1
"ahh astaga yumi, makasih nak"
"iya"
yumi dan yama moto lanjut cerita, yumi berpamitan pulang dan diantarkan oleh yama moto
"aku pamitan pulang dulu deh" kata yumi
"ayo kuantar" kata yama
"apaan, aku deket kok, jalan sudah biasa juga" kata yumi
"gakpapa lah, santai aja"
mereka pun jalan, sesampainya dirumah yumi, yama moto menyentuh tangan yumi dan menyatakan perasaan nya
"yumi, terimakasih sudah menjadi teman pertama aku selama tinggal lagi di korea" kata yama
"iya"
"ada hal yang harus kukatakan sekarang, bukan karna aku hanya berterimakasih karna sudah menemaniku selama ini, juga bukan karna kamu tinggal dirumah ibuku"
"ada apa sih yama?" tanya yumi
seketika itu, yumi melepas tangan yama, ia kaget karna pertama kalinya ada seorang lelaki mengatakan perasaannya kepada yumi
"yumi?" panggil yama
"iya?"
"gimana? apa kamu mau jadi pacarku?" tanyanya
"aku kemaren di pantai itu kan sudah cerita, kalau aku tipe yang gampang bosan, aku takut kalau aku bosan, aku akan ninggalin kamu" kata yumi
"itu kan kemaren soal kerjaan" kata yama moto
"enggak, apapun juga aku mudah bosan" kata yumi
"jalannya biar gak bosan, jarang ketemu, biar kita sibuk masing masing dengan kerjaan jadi gak sering ketemu kan, tapi kita berpacaran" kata yama
yumi berpikir ada benar nya, ia pun mengiyakan berpacaran dengan yama moto, sejak itu mereka resmi berpacaran dan mengumumkan di grup chat pertemanan mereka
yumi bukan tanpa alasan menerima yama moto menjadi pacarnya, banyak hal yang terdapat pada yama moto mirip dengan beih, kakek pertama dari keluarga ayahnya, yang membantunya masuk islam dan banyak tau tentang beih, beih adalah lelaki paling setia kepada sang istri berkali kali istrinya menyakiti sebenarnya
__ADS_1
malam itu juga, yama moto menjelaskan kepada ibunya tentang hubungannya dengan yumi yang baru dan inilah alasan kenapa jungsi memberikan tumpangan rumah gratis tanpa yumi susah susah membayarnya karna ia sebenarnya sudah tau jika anaknya menyukai yumi
jungsi pun mendukung apapun keputusan anaknya dan mendukung hubungan mereka selama keduanya dalam kebahagiaan
hari berlalu, dimana sejak yumi berpacaran dengan yama moto, yumi tidak menceritakan semua tentangnya, yumi sengaja biar yama moto mengetahui apa saja yang ada pada diri yumi baik kelebihan atau kekurangannya
tentu yang utama yang terlihat adalah perbedaan agama, dimana ketika mereka keluar rumah untuk jalan, yama moto ke kuil dan yumi ke masjid
beberapa hari berlalu, yumi mendapatkan kabar dari suami Nura, Nura adalah adik perempuan satu satunya dari tasekawa, sang ayah
jika Nura akan melahirkan, tapi karna kondisi suami nura sedang jatuh jatuhnya, utang dimana mana, setidaknya Nura memohon agar yumi membantu biaya persalinan nya
yumi meminta agar suami nura memberikan telfonnya kepada nura
"halo bibi nura? iya aku bantu biaya persalinan mu, kabari aku kalau sudah mau melahirkan ya" kata yumi
"iya yumi, kata dokter perkiraan akhir bulan ini, kamu bisa kan?" tanya nura
"iya, aku bisa kapan saja, nanti aku kabari lagi ya, ini aku mau kembali kerja lagi"
"iya iya, makasih sekali lagi yumi" kata nura
karna yumi merasa Nura paling baik padanya dan juga agama nura kebetulan sama dengan yumi yaitu islam dan juga kasihan jika yumi tidak membantu membayari siapa lagi
mendengar yumi mau membantunya nura dan duaminya mulai mengurus untuk kelahiran bayi mereka yang kata dokter akhir bulan ini berarti artinya 5 hari lagi
yumi pun datang kerumah sakit yang dikirim alamatnya oleh suami nura
beberapa hari dirawat, yumi menemui bagian administrasi untuk membayar semua keuangan pengeluaran untuk pasien nura, bibinya
dan semua telah dibayar oleh yumi berangsur angsur hingga lunas mulai dari biaya operasi, biaya jada dokter, obat obatan, biaya menambahan kamar karna yumi meminta agar nura di kamar nomor satu yang lengkap kamar mandi dalam, lemari es, televisi, dan ruang tidur untuk yang jaga pasien
"paman, yumi gak bisa nemenin bibi lahiran besok pagi, karna yumi harus kerja" kata yumi
"tapi kamu akan datang lagi kan?"
"iya aku datang lagi tapi sorenya yumi akan datang" kata yumi
"iya makasih yumi sudah membayarkan semua administrasi mulai bibi masuk sampai nanti bibi pulang" kata nura
"iya bi, semoga lancar ya" kata yumi
mendengar kabar adiknya akan melahirkan, tentu sebagai kakak, tasekawa dan ayah ibu nya menyempatkan datang
__ADS_1