Super Freezer

Super Freezer
76


__ADS_3

"yumi, ini grup untuk bangtan bertujuh dan kamu" tulis pesan chat dari namjoon


"ah, tau, dari siapa ini?" tanya yumi


"dari aku lah, aku yang buat, untuk kita saja" kata namjoon


"hemm palingan juga kepakai hari ini saja yumi, kita bakalan sibuk dan banyak ketemu kan" kata seokjin


"iya benar juga tapi ya tidak masalah kan" jawab taehyung


"iya, untuk komunikasi kita saja, sebagai privat kita tau siapa yumi tanpa orang lain diluar ada yang tau" jawab jimin


"emm" jawab yumi


"astaga dia, masih saja membalas dengan nada dingin" sambar jimin


"bagaimana aku mengganti nama grup menjadi ICE" sambar jungkook


yumi hanya terus tersenyum lebar karna ulah bangtan yang tidak henti meledeknya


tak lama setelah mengobrol grup dengan bangtan, ia mengabari ibu dan ayahnya juga jika ia ada dirumah lama nya sekalian mengajak ayah ibunya membicarakan soal rumah itu yang akan diambil alih yumi dan akan merencanakan renovasi besar besaran dirumah itu


"ma, pa, aku dirumah lama, kalian bisa datang?" tulis yumi di grup keluarga


"ahh sejak kapan nak? kok gak bilang?" tanya suri


"kemaren siang ma, aku beresin semua ruangan disini sampai malam" tulis yumi


"kamu mau tinggal disana lagi ya?" tanya tasekawa


"iya pa, oh ya, ada yang mau aku bicarakan, bisa ya datang kesini?" tanya yumi


"bisa, tapi makan siang ya nak" kata tasekawa


"iya sudah kutunggu" kata yumi


"jangan masak, aku takut rasanya hambar" kata tasekawa meledek anaknya


"haha papaaaa" jawab yumi


karna memang yumi setiap masak selalu hambar, yumi memasak hanya menggunakan insting takaran bumbu bumbunya karna ia tidak akan bisa merasakan apapun sekalipun yumi memasukkan 100 cabai merah dalam masakannya


"nanti papa bawakan jamur tiram kesukaan kamu sama mama"


"kan kesukaan papa juga"


"iya kalau makanan itu aku juga mau lah" jawab suri


"iya nanti siang ya" kata tasekawa


mereka pun janjian untuk bertemu sorenya itu, karna yumi ada pembahasan tentang rumah itu dan kedua orang tua yumi sendiri ada pembahasan lain yang jauh lebih penting dari itu


siang itu juga yumi ingin keluar mencari makanan apapun yang akan ia suguhkan untuk orang tuanya nanti datang, ia pun keluar dan tak lama eunsoo menyapanya


"hai yumi" sapa eunsoo


"eunsoo?" sapa balik yumi kaget


"lagi mau pergi?" tanya eunsoo


"oh, iya mau ke market dekat dekat saja, beli makanan untuk camilan, jajanan gitu, kamu kok tau aku disini?" tanya yumi

__ADS_1


"aku dikabari sama bibi suri" jawab eunsoo


"mama? astaga, apa katanya?" tanya yumi


"tidak ada kok, cuma aku pas tanya kabar kamu, bibi bilang deh kamu disini, aku yang minta kirimi alamatnya" kata eunsoo


"ahh"


"kemana kemaren? aku sebulan ini gak ada kabar kamu" kata eunsoo


"aku kerja"


"oh kerja? dimana? pasti ada dorm?"


"iya, dorm nya bangtan, kan kerjaanku disana"


"oh astaga kupikir kemana, aku berapa kali kerumah sana tapi kamu tidak ada, karna aku kuatir makanya aku kabari bibi suri"


"ahh sorry deh buat kuatir ya" kata yumi


"iya, aku temani kamu ya"


"oh yasudah" kata yumi


mereka pun pergi berdua ke market paling dekat dari rumah yumi dengan jalan kaki sambil mereka mengobrol tentang rumah yumi yang di sana itu bukan milik yumi melainkan mengontrak kepada jungsi, ibu yama moto


"ahh, jadi kamu tinggal dirumah yama?" tanya eunsoo


"iya, berapa bulan tidak ditarik aku tinggal disana oleh ibu jungsi tapi aku membayar nya semua pas aku pamit keluar" kata yumi


"emm, ehh terus hubungan mu sama yama moto?" tanya eunsoo


"putus lah, sejak aku tau dari kamu tentang ryu san" kata yumi


"tidak ada yang salah, kamu tenang saja"


mereka lanjut belanja, lalu duduk dulu depan market menikmati minuman kalengan yang mereka beli


"tapi yumi menurutku, kamu harus ketemu sama yama" kata eunsoo


"kenapa?" tanya yumi


"meluruskan semuanya" kata eunsoo


"biar dengan kesadaran dia saja" kata yumi


"hemm ya aku cuma mengingatkan, takutnya yama masih menganggap kalian berpacaran"


mereka pun jalan lanjut pulang, sampai dirumah, mereka duduk santai membicarakan game online, dimana yumi penasaran karna banyak yang menyukai game itu


"apa sih itu?" tanya yumi


"ya permainan, cuma permainan online" kata eunsoo


"butuh data?"


"iya lah, harus aktif data nya"


"ahh, coba lihat bagaimana" kata yumi


eunsoo bermain sembari menjelaskan pada yumi beberapa hal dalam permainan itu tapi karna memang dasar nya yumi tidak suka jadi ia hanya memerhatikan

__ADS_1


"tau?" tanya eunsoo


"enggak" jawab yumi


"ah astaga yumi" jawab eunsoo


"hehe" ucap yumi tersenyum lebar kepada eunsoo


itu adalah pertama kali dalam sejarah eunsoo mengenal yumi, tentang bagaimana cara yumi tanpa senyum sedikit saja ketika bersama eunsoo dan sekarang didepannya hari itu juga bagaimana tidak speechlees ketika didepan matanya sendiri, eunsoo melihat yumi tertawa bahkan


"kamu setiap hari main ini?" tanya yumi


"emm begitulah"


"pekerjaanmu?"


"kan pagi sampai malam, pulang kerjaan sebelum tidur wajib main sejam"


"astaga"


sore tiba, saat eunsoo sedang menjelaskan beberapa dalam gamesnya kepada yumi, yumi sambil memerhatikan permainan yang dimainkan eunsoo


tasekawa dan suri datang, menyapa mereka berdua disana yang terlihat begitu sangat dekat


"hai, pada lagi ngapain" sapa suri


"bibi? siang bi" sapa eunsoo


"sudah sore ini eunsoo"


"ah, iya haha, apa kabar bi, paman" sapa eunsoo


"baik, kamu jarang kerumah lagi" kata suri


"iya bi, saya kan sibuk usaha saya"


"ahh usaha? apa itu?"


"truck coffee"


"apa itu?"


eunsoo menjelaskan usaha nya kepada mereka berdua disana bahkan menjanjikan akan membawakan produck paling dihandalkan dari truck coffe nya


tak lama eunsoo pun berpamitan karna ia sadar jika keberadaan nya adalah orang asing jadi yumi bisa fokus dengan ayah ibunya


"loh, udah mau pulang?" tanya yumi


"iya yumi, kamu kedatangan paman sama bibi, aku gak enak, aku pamit saja" kata eunsoo


"kenapa cepat sekali" kata suri


"sudah dari siang tadi kok bi" jawab eunsoo


"diam lah disini, gak apa, kumpul bareng, anggap kita satu keluarga" kata suri


seketika itu tasekawa melirik tajam kearah suri tapi duri tidak memperdulikannya


"makasih ya eunsoo sudah menemani aku" kata yumi


"emm sama sama" jawab eunsoo

__ADS_1


eunsoo pun pamit karna sadar jika yumi dan keluarganya butuh privasi sendiri


setelah eunsoo pergi, disana sedikit terjadi cekcok antara tasekawa dengan suri tentang pendapat mereka kepada eunsoo


__ADS_2