
karna yoongi sudah ke geb member lain karna cemburu mengetahui yumi jalan dengan sejin jika mereka hanya berdua
ditempat berbeda, yumi yang pergi dengan sejin, kwan dan song yung pun membeli untuk jaket dulu, lalu dititipkan di penitipan barang untuk mereka bisa jalan keliling mall cari makanan yang pas
setelah dapat tempat sushi, kwan pergi ke market samping lapak sushi tadi, sementara song yung pergi ke toilet
"aku ke market sebelah dulu ya, mau beli minuman kalengan, mau titip tidak?" tanya kwan
"ahh tidak hyung" kata song yung
"yumi? sejin?" tanya kwan
"aku boleh deh, soda aja" kata sejin
"apa?"
"apa aja, penting soda"
"aku juga, samain sejin" kata yumi
kwan pun pergi setelah memesan makanan pada pelayan dan song yung menanyakan toilet pada pelayan baru saja menuliskan pesanan mereka
"emm kak, toilet sebelah mana?" tanya song yung
"oh, itu kak, samping meja kasir, pintu itu masuk ada dua toilet pas belakang kasirnya, yang untuk toilet pria yang ujung" kata pelayan
"oya makasih"
song yung juga pergi, tersisa yumi berdua dengan sejin, mengobrol beberapa hal kecil tentang selama liburan kemaren
"oh iya, ada menu wasabi ya?" ucap sejin
"kenapa?" tanya yumi
"aku lupa kasih tau buat gak siram saus wasabinya" kata sejin
"ahh, lalu?"
"tunggu bentar aku ke dapur pelayan tadi"
sejin pergi, tinggallah yumi disana, tapi saat semua pergi, tersisa jaket dan tas mereka di meja itu bersama yumi, yumi duduk santai sambil bermain ponsel nya lalu tak lama ada anak kecil, lucu tapi sayang anak itu justru tak sengaja mendorong yumi saat yumi akan berdiri menghpiri sejin di belakang
seketika tangan yumi terkena salah satu ujung meja dan membuatnya robek hingga berdarah
"astaga, kak, maaf kak, maaf" kata seorang lelaki menyapa yumi
ada seorang lelaki menyapa yumi yang ternyata pemilik lapak sushi itu, meminta maaf karna anaknya lalai dari pengawasannya
yumi memaafkan tapi meminta agar orang itu pergi saja, sebelum yang lain tau, dan lelaki itu memberikan sejumlah uang pengobatan sayang nya yumi menolaknya
"nona, saya yang salah, saya lalai jaga anak saya" kata lelaki itu
__ADS_1
"iya pak, tidak masalah, saya tidak kenapa kok" kata yumi
"biar saya antar kerumah sakit ya"
"tidak pak, saya baik baik saja"
"ahh kalau begitu saya bayar untuk uang pengobatan"
"iya gak usah pak, santai, bapak pergi saja, lanjut kerjann" kata yumi
"kak maafin aku ya" kata anak laki laki itu
"iya iyaa"
mereka pergi, yumi tidak bisa meninggalkan meja untuk ke toilet membersihkan tangannya, tapi ia harus menutupi lengannya
ia tidak merasakan apapun rasa sakit dalam dirinya atau pada tangan yang baru saja tergores tapi ia berusaha menutupi lukanya agar tidak ada yang kuatir
"yumi" sapa sejin
"hai, sudah?"
"sudah, lama ya, maaf ya"
"tidak kok"
"yang lain belum pada datang?"
"iya"
"ahh"
yap, dimana akhirnya yumi menutupi luka ditangannya dengan syal baru dibelinya dan berbohong ketika banyak pertanyaan pada yang lain
"kamu pakai syal itu ditangan? kenapa?" tanya sejin
"oh, ini biar lucu saja" kata yumi
"lucu apa? ini syal, dipakai disini ya aneh lah" kata sejin
"iya gak papa, pengen saja"
"kenapa sih?"
"gak papa"
tak lama yang lain juga datang satu persatu, dan membuat sejin lupa tentang tangan yumi tadi, juga yang lain tidak ads yang sadar dengan tangan yumi itu
"kalian lama kali?" tanya sejin
"sakit perutku, aku ditoilet lepasin semua kotoran" kata song yung
__ADS_1
"dasar" kata sejin
"kau tau, disana antriannya penuh, aku menunggu lama di antrian kasir untuk beli minuman ini" kata kwan
"ahh" jawab sejin
tak lama makanan pun datang, mereka mulai makan, tapi karna darah nya terus keluar membuat yumi akhirnya pingsan tiba tiba
"yumi?" teriak sejin kaget
mereka panik karna tidak ada apa apa yumi tiba tiba pingsan, dan ternyata bos pemilik sushi tadi mengawasi yumi karna ia kuatir juga merasa harus bertanggung jawab atas perbuatan anaknya
ia membantu tiga teman yumi membawa nya kerumah sakit dan disana yumi diperiksa sementara tiga teman yumi pun dan pemilik lapak sushi tadi pun mengobrol diluar tentang kejadian tadi di lapak mereka tentang tangan yumi
"astaga, jadi tadi tangan itu ditutup karna menahan darah nya keluar" gerutu sejin pelan
"memang kamu tau?" tanya kwan
"tadi aku tau, tapi dia gak bilang itu robekan terkena ujung meja" kata sejin
"aah dimana?" tanya song yung
"tangan kanan nya, ya kan pak?" tanya sejin
"iya. tangan nya" jawab pemilik sushi tadi
setelah menunggu pemeriksaan, akhirnya dokter memeriksa yumi pun keluar dan mengatakan kepada sejin, kwan, song yung dan pemilik lapak sushi tadi tentang kondisi yumi yang karna itu yumi harus transfusi darah tapi harus paduan dari darah sang ayah dan darah sang ibu
"apa ada orang tua nya?" tanya dokter
"tidak ada dok, ini jam kerja kami, kami sedang mencari kebutuhan kantor" kata sejin
"apa bisa dihubungi dulu orang tua nya? soalnya saya butuh darah mereka karna pasien kehabisan darah"
"saya sedia mendonorkan darah dokter" kata song yung
"saya juga bisa, periksa saja, siapa tau cocok" kata kwan
"kalau gitu saya juga butuh periksa, nanti siapa tau saya lebih cocok" jawab sejin
"soal itu mungkin saya harus ikut, saya kan harus bertanggung jawab" kata pemilik sushi itu
"yaaa, bisa, tapi melihat hasil test darah pasien, pasien ada kelainan darah yang mengharuskan darah hanya dari kedua orang tuanya saja yang bisa masuk dalam tubuhnya" kata dokter
"ahh, kenapa begitu?" tanya sejin kaget
"iya karna ada kelainan saya tadi bilang, darah pasien sedikit berbeda dan hanya bisa masuk darah ayah atau ibunya" kata dokter
akhirnya sejin mencari kontak ayah ibu yumi di hape yumi dan menelfon mereka mengabari mereka, mereka pun bersedia datang detik itu juga
tak lama tasekawa dan suri datang, lalu bertemu dokter dan langsung mengurus pendonoran darah
__ADS_1
disaat itu juga kwan menghubungi ceo kantor mereka atas peristiwa itu dan ceo pun memberikan izin mereka agar mengurusi dulu soal yumi
tak lama setelah semua selesai, yumi masih belum sadar dan masih dalam perawatan, sekitar dua jam berjalan baru yumi terbangun dan mulai tersadar dari pingsannya